The first 200 lines.
"Episode 5"
Jangan terlalu khawatir.
Jika membutuhkan bantuanku, jangan ragu untuk meminta.
Kamu bisa menanyaiku tentang apa saja.
Aku sungguh-sungguh, Manajer Jin.
"Manajer Jin"?
Aku pikir
aku akan menjadi wakil manajer, kemudian manajer umum.
Kukira aku akan hidup seperti itu.
Tapi sekarang,
aku akan menjalani hidup yang tidak pernah kubayangkan.
Ini tidak berarti hidupmu telah berakhir.
Sesuatu yang baik akan terjadi kepadamu juga.
Benar.
Inilah berita selanjutnya.
Gu, yang menerbitkan surat promes atas nama CEO proksi
dan mengajukan status bangkrut dengan sengaja ditangkap.
Reporter Oh akan melaporkannya.
Astaga. Akulah yang menangkap pria jahat itu.
Dia tidak tahu ibunya makin kesal? Ceroboh sekali dia.
Sebaiknya kamu tidak melakukan hal seperti itu lagi.
Jika begitu, kamu tidak akan diizinkan bekerja di bank.
Bu. Ibunya Dokter An Jung Geun berkata kepadanya,
"Nak, kamu harus mati terhormat untuk negara."
"Itu akan menjadi tugas baktimu." Itu yang dia katakan.
Dia pasti orang yang hebat
karena putranya menjadi dokter di masa itu.
Bu, Dokter An bukan dokter yang menyembuhkan orang sakit.
Apa?
Lupakan.
Pak Seo.
Kamu ditunjuk untuk pindah ke kantor audit di Seoul.
- Apa? - Diam.
Jangan beri tahu siapa pun sampai diumumkan secara resmi.
Ya! Bagus!
Deputi Manajer. Salut!
Astaga.
Aku baru saja ditunjuk ke kantor audit di Seoul.
- Apa? - Kamu serius?
- Apakah ini benar, Pak? - Aku mau berusaha keras di sini,
tapi tidak punya pilihan selain pergi sekarang.
Badan Konsumen Korea
melaporkan melalui pengumuman resmi
bahwa 30 makanan olahan yang dikonsumsi berlebihan...
Aku ditunjuk untuk pindah ke kantor pusat Seoul.
Apa?
Jumlah ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Reporter Kim akan melaporkannya.
Lalu?
Maksudmu, kamu akan ke Seoul?
Tidak boleh, mengerti?
Mau bagaimana lagi. Kantor pusat menginginkanku.
- Mereka hanya memilihku. - Diam.
Kamu bisa berhenti dari pekerjaanmu di bank saat ini.
Gajimu bahkan tidak banyak.
Ibu tahu betapa sulitnya dipekerjakan zaman sekarang?
Jangan meremehkan gajiku.
Tepat sekali.
Kamu harus memberikan posisimu kepada orang lain,
dan kamu bisa tinggal di Gongju.
Peramal itu memberi tahu ibu kamu tidak akan punya anak
jika meninggalkan Gongju.
Ibu.
Ini abad ke-21. Kenapa Ibu percaya peramal?
Kamu bodoh. Kamu bisa lahir berkat dia.
Masa bodoh. Aku akan pergi. Peramal apa?
Baik. Pergilah.
Sungguh? Aku boleh pergi?
Lakukan saja sesuka hatimu.
Ibu.
Ibu mengizinkanku, bukan?
Bagus.
Ayo pergi.
"Auditor Noh Dae Ho"
"Periksa Agensi Seomin di Tim Penjualan Satu"
"Agensi Seomin"?
"Periksa Agensi Seomin di Tim Penjualan Satu"
Aku mulai mencium aroma Seoul.
Kamu baik-baik saja, Temanku?
Ya. Aku selalu sehat.
Mari kita makan bersama ketika aku sampai di Seoul.
Aku pindah ke kantor pusat di Seoul.
Aku sedang dalam perjalanan.
Astaga, tidak perlu menyelamatiku. Itu sudah jelas.
Udara Seoul sangat menyenangkan.
Kartu Anda ditangguhkan.
Itu aneh.
Baiklah.
Gunakan yang ini.
Ini akan berfungsi.
Sangat lancar.
Maaf, tapi yang ini juga ditangguhkan.
Anda melampaui batas untuk yang ini.
- Begitukah? - Ya.
Benar, sudah kuhabiskan saat kali terakhir memakainya.
Kalau begitu,
bisakah aku mentransfer uang ke rekeningnya langsung?
Pemiliknya tidak ada di sini, jadi, itu akan sulit.
- Bisakah aku menelepon? - Ya.
Astaga, apa ini?
Bu, kata Ibu aku bisa pergi. Kenapa Ibu menangguhkan kartuku?
Kamu tidak memenuhi tugasmu sebagai putra ibu,
jadi, ibu akan berhenti memberimu uang terus-menerus
hanya karena ibu orang tua.
Tidak ada yang gratis dalam hidup.
Bukankah anugerah orang tua gratis?
Itulah yang salah dipahami oleh setiap anak.
Ibu!
Baiklah.
Sesuatu terjadi kepada ibuku.
Aku akan meninggalkan mobil di sini
dan mengambil uang tunai dari ATM.
"Periksa Agensi Seomin di Tim Penjualan Satu"
Sedang apa kamu di sini?
Pak Noh, bisakah Anda membiarkanku tinggal di sini beberapa hari?
Permintaan menjijikkan apa yang kamu ajukan ini?
Kamu tidak punya teman?
Aku punya harga diri. Aku tidak bisa menemui teman-temanku tanpa uang.
Kurasa kamu tidak punya teman.
Tolong bantu aku sekali ini.
Aku benar-benar tidak punya tempat tujuan.
Aku hanya akan tidur di sini.
Hanya sebentar.
Tolong, Pak Noh.
Keluar.
Pak Noh!
Luar biasa.
- Hei. - Apa?
Haruskah aku duduk di depan?
Apakah dia bercanda? Hei.
- Aku... - Ada apa dengan pria ini?
Kamu tidak perlu menghiraukannya.
Ya, Pak. Aku tidak berencana untuk melakukannya.
Astaga. Dunia yang keji.
Dia bahkan tidak melihat ke belakang sekali pun.
Ayo lari, Bo Geol.
Begitu mulai bekerja,
aku akan menarik tabungan angsuranku dan mentransfernya ke akunku.
Ini adalah takdir.
Barang-barangmu akan tiba saat sore hari.
Seperti tidak semua orang Brasil mahir bermain sepak bola
dan tidak semua orang Tiongkok pemain tenis meja,
kecantikanmu tidak berarti kamu punya pacar, bukan?
Jika ada hal lain yang kamu butuhkan,
beri tahu aku sebelum kita pulang kerja.
Pada pandangan pertama,
kamu mungkin berpikir aku punya pacar, tapi tidak.
Kamu tidak tampak punya pacar.
Kenapa?
Aku tidak tahu. Kamu yang lebih tahu.
Menawan.
Dia di sini.
Aku tahu kalian sudah saling mengenal.
Ya.
Aku bertemu dengannya di bus.
Kami turun dari stasiun yang sama
dan kemudian pindah ke bus yang sama.
Kemudian, kami masuk Bank Daehan yang sama!
Bukankah itu gila?
Seseorang mengirimiku pesan ini dengan nomor rahasia.
Haruskah aku merespons pesan anonim seperti ini?
Akan kuhubungi Tim Penjualan Satu dan minta bahan referensi.
Terima kasih.
Kamu sangat mengesankan.
Silakan masuk, Pak.
Silakan duduk.
Aku seharusnya pergi untuk menemui Anda sendiri.
Tidak perlu, akulah yang memiliki banyak pertanyaan.
Agensi Seomin
bukan perusahaan yang harus Anda pedulikan.
Mereka menangani real estat kecil dan manajemen aset.
Jika melihat di sini,
mereka hanya memiliki pinjaman jangka pendek 10 juta dolar.
Namun, sepertinya aneh
jika Tim Penjualan Satu kantor pusat menangani perusahaan seperti itu.
Tim itu bertanggung jawab atas perusahaan besar
seperti semikon, baja, dan perusahaan telekomunikasi.
Benar. Tapi jika perusahaan itu terletak di pusat kota,
dan klien bersikeras kita adalah cabang terdekat mereka,
itu harus dilakukan.
Kurasa Anda tidak tahu
karena selalu bekerja di kantor provinsi.
Apakah begitu?
Baiklah.
Maaf aku tidak bisa banyak membantu Anda.
Jangan khawatir.
Kamu keberatan jika aku meminjam dokumen itu?
Tentu saja tidak. Ini dia.
Jaga diri Anda.
Halo, Wakil Presdir?
Auditor Noh memeriksa Agensi Seomin.
Apa?
Bagaimana dia mengetahuinya?
Baik. Mari kita bicarakan nanti.
Dasar bedebah!
Beraninya dia menyelidiki?
Ada apa, Pak?
Noh Dae Ho akan menyelidiki Agensi Seomin.
Kamu belum mengerti,
tapi
No comments yet. Be the first to leave one.