Release info

Cheer Up Mr Lee 2019 WEB-DL FMZM
A Commentary by Doyan_Nonton

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2019-12-03
Downloads: 62
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku tak apa-apa. Tidak sakit.

Maaf.

Kau mau saus lagi?

- Kau tak apa-apa? - Ya.

Tidak berdarah.

Hati-hati.

Seung-yeop bisa diandalkan.

Dia memang terbaik.

Kalung ini milikmu.

Aku korbankan segalanya untuk..

Kau sedang apa?

Apa?

Tepung tidak baik untukmu.

- Bisa membuatmu gemuk. - Apa?

Tepung membuatmu gemuk.

Jangan sering makan olahan tepung.

Hei, kakak.

Carilah udara segar.

Pergilah keluar jalan-jalan.

Keren sekali!

- Santap jelai. - Pergi.

Ada yang bisa kubantu?

Minta dua mangkuk jelai.

Jelai?

Salon

Chul-soo. Kemarilah.

Boleh kutata rambutmu?

Kali ini pasti bagus.

Kumohon.

Pusat Komunitas Seoul

Kenapa seorang paramedis sering sakit?

Kumohon. Sakit sekali.

Kenapa ada tato?

Itu untuk menyembunyikan luka.

Ini malaikat pelindungku.

Seratus.

Tidak! Jangan ganti salurannya.

Tonton saja itu. Bagus sekali.

Pakai televisi lain saja.

Dia agak terlambat berpikir, tapi suka latihan.

Seratus.

Chul-soo.

Berapa banyak angkatan yang kau lakukan hari ini?

Seratus.

Seratus ubi?

Bagus sekali.

Kau bugar sekali. Bagaimana kalau belajar sekarang?

Baiklah. Maaf.

Lupakan belajar.

Kau akan pulang, bukan? Jalan lurus. Jangan sampai tersesat.

- Serahkan itu. - Aku tak punya.

Di mana kau sembunyikan uangmu?

- Di mana? - Aku tak punya.

Permisi. Di mana Taman Samchung?

Aku sangat tersesat.

Maaf.

Bisakah kau masuk ke mobil dan tunjukkan jalannya? Aku terburu-buru.

Itu..

Aku tak pandai membaca peta. Aku akan tetap tersesat.

Aku sudah berputar-putar mengikuti peta.

Maaf. Maukah kau menolongku?

Aku tak mau masuk mobil orang asing. Nanti aku diculik.

Untuk apa seorang wanita tua menculikmu?

Kenapa kau tidak masuk saja?

Kenapa tak mau antar dia?

Tidak.

Tn. Tampan. Kumohon tolong dia.

Lihat jalan itu?

Belok di sini.

- Belok kiri. - Lewat sini.

Belokannya terlewat.

Kalau begitu lewat sini.

Lurus saja.

Apa?

Tunggu.

Apa kau menculikku?

Kau salah pilih korban.

Kenapa banyak sekali?

Aku pusing.

Kenapa membukanya terlalu lebar?

Nanti robek.

Jangan robek mataku.

Jangan sampai tumpah.

Tidak.

Ada apa?

Tunggu.

Kerja bagus.

Tunggu di sini, selagi aku bicara dengan dokter.

- Aku mau pulang sekarang. - Tunggu.

Maafkan aku.

Wanita itu aneh sekali.

Dia aneh.

Mereka ambil darahku banyak sekali. Aku pusing.

Masa bodoh dengan wanita itu.

Aku akan bersyukur.

Aku senang dia bersedia meminangmu.

Yang benar saja, ayah.

Terima kasih atas restumu.

- Kau tak bisa menikah. - Halo. Senang berjumpa denganmu.

Aku tahu itu.

Ayah! Tidak.

Ayah! Ada apa?

Beritahu aku, ada apa?

Ayah?

Gundul.

Jika terlalu banyak makan tepung, nanti kau bisa gundul.

Cobalah. Ini lezat sekali.

Aku tidak makan olahan tepung.

Coba saja sesekali.

Tidak mau!

Sekali saja.

Apa ini?

Apa ini?

Gundul? Minta satu lagi.

Di mana kau membelinya?

Kenapa kau..

Halo?

Kenapa lama sekali?

Tn. Kim bilang kau sudah pulang dari gym.

Young-su. Belikan aku camilan.

- Camilan apa? - Itu..

Warnanya merah, dan..

Kau tak bisa membaca?

Sedih sekali.

Aku di rumah sakit. Datang dan belikan aku camilan.

Rumah sakit?

Keripik piza Nongshim.

Itu sama.

Hentikan.

Bagus.

Kakak.

Adik kecil. Kemarilah.

Yong-su sudah datang, gundul.

Apa kau terluka?

- Aku butuh uang untuk beli camilan. - Kenapa kau ke sini?

- Mana dompetmu? - Aku saja yang belikan untukmu.

Kenapa kau kemari?

Ibu itu membawaku kemari, bukan ke Taman Samchung.

- Mana dompetmu? - Hentikan.

Minggir.

Apa-apaan..

Ayo.

Apa yang kau lakukan, Nyonya?

Anak ini sakit parah.

Dia butuh transplantasi tulang belakang.

Lepaskan.

- Kau tak tahu malu. - Aku lebih tua darimu.

Kau lupa perbuatanmu pada kami?

Dia bisa mati.

Aku tidak minta uang.

Tak bisakah seorang ayah melakukan itu untuk anaknya?

Saet-byul. Sapa ayahmu.

Apa yang kau lakukan?

Halo.

Tidak. Orang ini.

Apa?

Dia ayahmu.

Dia putriku?

Putrimu?

Beraninya kau.

Tetap saja ini salah.

Jangan coba mengubur masa lalu.

Kau harus minta maaf.

Setelah semua omong kosong yang kau perbuat pada kami?

- Omong kosong? - Kau harus minta maaf.

Apa?

Mana sopan santunmu pada orang tua?

Benar. Kau bilang kami anak haram yang dibesarkan ibu tunggal.

Kami mau pergi.

Ayo pergi.

Ayo, kak. Kita pergi.

Aku akan menikah.

- Kenapa tidak bisa? - Kak.

Sulit kupercaya kau makan camilan.

Hentikan.

Begini lagi.

Jangan terlalu keras padanya.

Tagihan teleponnya 2.000 dolar.

- Apa dia sudah gila? - Tangkap dia!

Berhenti.

Jangan pulang lagi!

Hidup sendiri saja!

- Kau belanjakan ke mana? - Teganya kau menuduhku.

Kita salah membesarkan anak.

Bagaimana bisa dia habiskan begitu banyak?

Dia meniru ibunya dan jadi biang masalah.

Apa? Dia mirip denganmu.

Saat itu, kupikir kita tak mampu.

Sudah kubilang berbahaya, tapi kau buat kesalahan.

Itu bukan sebuah kesalahan.

Aku mencintaimu.

Beri aku kesempatan.

Pulau Namiseom, bukan?

Camilan untukku?

Camilan untuk minum bir. Keripik Piza.

Belok kiri.

- Kiri? Baik! - Bukan!

Belok sini.

Katamu ke Taman Samchung. Lewat sini.

Belok kanan.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left