The first 200 lines.
Episode 1 Subtitle ini bukan milik Ultra_Gon RUNI
Tempat apa ini? Rumah Sakit?
Rumah sakit macam apa ini?
Rumah sakit yang aneh.
Bahkan seragam perawatnya aneh.
Kenapa seperti ini?
Aku pasti bermimpi.
Aku pasti bermimpi.
Saat aku membuka mata, semua pasti akan kembali normal.
Nona ke-2.
Nona, sungguh melegakan kau sudah sadar!
Hei kalian!
Nona Kedua, Anda tidak apa?
Ayo, berbaringlah dan istirahat.
Nona Kedua! Siapa yang kau panggil begitu?!
Siapa kau?
Saya...
Saya ini pelayan Anda, Qiaohui.
Qiaohui?
Di mana ini?
Ini adalah kamar Anda.
Kamarku di tempat seperti ini?
Ini kamar Anda di kediaman kakak ipar Anda, Pangeran ke-8...
Kediaman Bei'le kedelapan?
Bei'le kedelapan apa?
Bei'le?
Dinasti Qing!
Dinasti Qing = Dinasti Manchu (Manchuria)
Jangan bercanda!
Kau pikir dengan berpakaian seperti itu, aku akan percaya dengan apa yang kaukatakan itu!
Aku berada dalam acara variety show, kan?
Di mana kameranya?
Di mana kameranya!
Kau dari stasiun TV apa?
Lelucon macam apa ini!
Nona Kedua... Anda...
Anda ini bicara apa?
Kau masih berpura-pura ya?
Saat ini waktu seperti apa?
Saat ini sudah lewat siang hari.
Aku tidak menanyakan waktu seperti itu! Yang kutanyakan saat ini waktu kapan!
Saya tidak berbohong pada Anda.
Sekarang ini, sudah lewat siang hari!
Yang kutanyakan waktu apa, bulan apa! Tahun apa, bulan apa?!
Nona Kedua, saya tidak mengerti waktu yang Anda maksudkan.
Dinasti Qing, ya?
Saat ini, siapa kaisarnya?
Kaisar Kangxi.
Lalu siapa aku?
Anda ini Nona Kedua.
Kedua apa? Nama!
Ma-ma Maertai Ruo- Ruoxi
Pulau Maldive?!
Namamu Maertai Ruoxi.
Nyonya!
Nyonya, Nona sudah bangun...
tapi dia bertanya siapa aku ini!
Apakah mungkin ada perubahan di otaknya karena jatuh?
Jangan berkata begitu.
Tabib.
Apa kau tidak apa?
Ruoxi, aku ini kakak perempuanmu.
Apapun yang terjadi, aku di sini.
Jangan takut.
Permisi.
Nyonya. Kelihatannya, Nona Kedua belum pulih total.
Dia dalam keadaan syok.
Pikirannya belum stabil,
tapi setelah meminum beberapa ramuan dan istirahat,
tidak lama,
dia akan pulih.
Terima kasih, Tabib.
Qiaohui.
Ya.
Antarkan tabib meramu obat.
Baik.
Silakan.
Ruoxi, setelah meminum ramuan obat...
dan istirahat, kau akan baik-baik saja.
Jangan cemas.
Maertai Ruoxi
Maertai Ruolan
Kakak?
Lalu, bisakah kau katakan...
apa yang telah terjadi?
Kau terjatuh dari tangga.
Kau pingsan selama satu hari, satu malam.
Jatuh dari tangga?
Tapi, jelas-jelas aku tertabrak mobil.
Ini apa?
Kabel listrik bertegangan tinggi.
Berhati-hatilah atau seseorang bisa saja mati.
Zhang Xiao. Zhang Xiao!
Zhang Xiao!
Xiao Xiao, tolong dengarkan aku.
Mau bilang apa lagi?
Kau berkencan dengan orang lain saat aku sibuk.
Apa maksudnya aku telah menduakanmu?
Jangan membuatnya terdengar buruk...
Aku melihatnya dengan mataku ini.
Aku ini memang rabun, tapi aku tidak buta.
Hei, berhenti bertengkar dan minggir!
Kau berisik.
Aku hanya makan malam bersama Mei Mei.
Manis sekali kau memanggilnya begitu.
Itu kan namanya.
Namanya Xiao Mei, bukan Mei Mei
Tapi aku selalu memanggilnya begitu.
Ya, dia kan kakak kesayanganmu.
Kau kan juga mengenalnya.
Aku sudah mengenalnya lebih dulu daripada dirimu.
Jadi, apa masalahnya?
Masalahnya adalah apa yang telah kaulakukan?
Memangnya apa yang telah kaulakukan?
Apa kau harus memegang tangannya saat makan malam?
Dia yang memegang tanganku!
Apa kau harus meminjamkan bahumu untuk mendukungnya?
Dia yang minta.
Jadi dia yang menyorongkan bibirnya pada bibirmu?
Ya.
Brengsek!
Tidakkah kau lihat dia menangis?
Huang Di,
Huang Di = Kaisar. Nama pacar Zhang Xiao = Huang Di.
apa kau pikir dirimu itu kaisar?
Kau pikir kau ada di masa lalu?
Saat kau bisa mempunyai banyak perempuan.
Biar kukatakan padamu.
Aku, Zhang Xiao, tidak bisa menerima perlakuanmu ini.
Jika kalian bertengkar, lakukan di tempat lain.
Kau telah menginjak kabelnya.
Bagaimana bisa aku menginjak kabel ini?
Pergi sana!
Kau masih meneriaki orang lain?
Tidak heran pacarmu telah menduakanmu.
Kau yang membuatnya begitu.
Memang apa urusannya denganmu?
Dasar wanita gila!
Dan kau memakai tanganmu dengan kasar.
Memang kenapa dengan tanganku ini?
Aku juga akan menggunakan kakiku!
Akan kupakai sekarang!
Xiao Xiao! Xiao Xiao!
Apa yang terjadi?
Aku mengerti sekarang. Kecelakaan itu.
Akibat dari kecelakaan itu...
jiwaku keluar dari tubuhku.
Jiwaku ini telah melakukan perjalanan waktu.
Nona Kedua, Nona Kedua.
Sepuluh hari.
Aku telah berada di kediaman kakak ipar pangeran ke-8 selama sepuluh hari.
Yang bisa kulakukan hanya berputar-putar.
Kau tidak apa?
Terima kasih, Nona Kedua.
Okelah.
Terima kasih kembali!
Nona Kedua,
Kau sedang apa?
Aku sedang berolahraga.
Olahraga itu bagus.
Nyonya senang Anda sudah lebih bertenaga.
Kakak perempuan yang kudapat dalam perjalanan waktu ini.
Baiknya, bisa dibilang...
lembut dan baik.
Buruknya,
lemah dan pendiam.
Di siang hari,
setengah waktunya dilakukan untuk berdoa pada Buddha.
Meski dia isteri kedua dari pangeran ke-8, dia tidak terlalu dicintai, mungkin karena itu.
Selama sepuluh hari aku di sini,
aku tidak pernah mendengar pangeran ke-8 datang berkunjung.
Tapi selama itulah,
dia merawat adiknya ini dengan baik.
Dia sangat memperhatikan pakaian dan makananku.
Terlalu perhatian, sampai-sampai membuatku tak nyaman.
Jika aku tak bisa kembali,
selama aku di sini,
aku hanya bisa bergantung padanya.
Tapi jika mengetahui akhir dari pangeran ke-8,
ini membuatku tak bisa terlalu bergantung.
Yah, peristiwa itu masih akan lama sih.
Sekarang ini, aku tidak bisa apa-apa.
Apa Anda lelah, Nona Kedua?
Biar aku saja.
Meski siang hari telah lewat,
matahari masih cukup terik,
dan Anda baru pulih,
bagaimana kalau kita kembali saja?
Baiklah.
Kurasa kakak telah selesai berdoa.
Ayo kembali.
Qiaohui, ada yang ingin kutanyakan.
Anda ingin bertanya apa pada saya?
Kau ingat papaku?
Ayahku...
Makanan apa yang disukainya?
Bebek!
Benar!
Minuman apa yang disukainya?
Anggur susu.
No comments yet. Be the first to leave one.