Apple in Your Eye

Apple in Your Eye

Download Indonesian Subtitle

Release info

Apple in Your Eye Ep 01-13(End)
A Commentary by Sabrina Liem
Sub by Viki

Tags

other
Published on: 2015-09-28
Downloads: 10
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Apple In Your Eye Episode 01

"Keabadian" merupakan sesuatu yang bertahan melampaui waktu.

Jadi, matahari, bulan, dan bintang, semuanya disebut abadi.

Musik Beethoven, lukisan Van Gogh, puisi dinasti Tang dan Song...

Beberapa macam hal yang kita semua masih percayai indah walaupun sudah sekian lama, ini juga akan menjadi kekal.

Lalu...

Apa itu 'selamanya'?

Seberapa jauh selamanya, sebenarnya?

Aku tidak akan pernah melupakanmu... Kau akan selalu membenciku...

Selamanya aku... selamanya dirimu .. Selamanya mereka...

Jadi, "selamanya"...

diukur dari hidup seseorang.

Ada seorang artis, yang dipanggil "wanita itu"

Dia akhirnya bertemu dengan belahan jiwanya,

yang kemudian disebut "lelaki itu".

Pria dan wanita jatuh cinta dan membuat persetujuan.

Mereka akan menciptakan pagelaran karya seni menggunakan "Tembok Besar Tiongkok" dan "cinta" sekalian.

Mereka secara terpisah menjelajahi mulai dari dua ujung berbeda dari Tembok Besar Tiongkok.

Tiga bulan kemudian, wanita dan lelaki itu akhirnya bertemu lagi.

Mereka saling berpelukan dalam waktu yang sangat lama.

Karena, menyusuri akhir jalan yang telah mereka berdua lalui dan hargai bersama,

dalam cara yang paling elegan, mereka akan...

...putus.

Mulai saat itu, mereka akan melanjutkan hidupnya masing-masing tanpa kontak sama sekali dan tanpa saling bertemu.

Mereka mengambil bentuk cinta yang paling indah

dan meninggalkannya di Tembok Besar Tiongkok yang kekal.

Demi menciptakan karya seni yang abadi,

mereka mengorbankan kebersamaannya selama-lamanya.

Karena, 'selamanya' hanya sedetik dalam besarnya keabadian.

Bagaimana denganmu?

Demi "keabadian" maukah kau berkorban "selamanya"?

Guru kami pernah bertanya kepada kami.

Kupikir aku tak bisa.

Karena aku sangat biasa, tidak berarti, dan tidak penting.

Terlebih lagi, ceritaku dengan dia tidak cukup indah.

Dan tentu saja, kami tidak memiliki Tembok Besar Tiongkok sebagai latarnya.

Oh, tapi kami memiliki tembok roboh yang tak bisa dibandingkan dengan Tembok Besar Tiongkok.

Kau bisa berhati-hati memanjat tembok roboh itu

berdiri diatasnya dan memandang hingga jauh.

Bisakah kau lihat? Rumahku ada di sebelah sana.

Alih bahasa dipersembahkan oleh the Apple In Your Eye Team @Viki

Panti Pijat

Ini rumahku.

Apakah ini baik-baik saja? - Sakit!

Mereka kakak-kakak-ku.

Aku lahir 3 hari lalu.

Laki-laki! - Perempuan!

Bu, bukankah Ibu bilang akan memberikan kami adik laki-laki?

Kok bisa adik perempuan lagi? Kenapa?

Jangan nakal, ya. Bawa adikmu bermain di luar.

Baik, Ji Xuan ingin makan penganan ringan!

Kau ingin makan penganan ringan? Baik.

Oke, cepat. Bawa adikmu pergi, membeli makanan ringan.

Asik!

Sudah siap

Kalau begitu, aku akan memberinya makan, oke?

Sup ayam sudah hampir siap.

Ini ayam tua yang dikasih Nenek Dai.

Sudahkah kau memikirkan nama bayinya?

Bei Ah! ( artinya 'kesedihan')

Kesedihan?

Anak perempuan bagus. Aku suka anak perempuan

Bagus sekali jika kau punya tujuh! Jadi kita bisa punya tujuh peri!

Bukankah katamu sang peramal bilang anaknya akan laki-laki?

Kenapa ini perempuan? Ini semua salahmu!

Ya, ya, ya. Ini semua salahku.

Kau sebaiknya jangan menangis.

Orang bilang perempuan menangis di bulan berikutnya usai melahirkan anak.

Menangis paling menyakiti matamu... Jangan menangis...

Aku merasa sedih!

Bei Ai! Be Ai!

Baiklah, baiklah..

Bi Ai! Bi Ai!

Bi Ai! Bi Ai

Sekarang semua sayuran menggembung.

Hanya kacang polong yang masih baik, hanya sedikit tua saja.

Nenek Dai!

Hai Ji Xuan dan Ji Ru, sedang apa kalian?

Adik kami sudah punya nama!

Oh, siapa namanya?

Bi Ai!

Nenek Dai, sampai jumpa!

Sampai jumpa.

Apa? Bi Ai?

Zhou... Bei... Ai...

Itu "sangat menyedihkan" (Zhou Bei Ai)

Bagaimana bisa menamai anak mereka begitu?

Mungkin terlontar ketika sedang merasa frustasi.

Ayah mertua Ny. Zhou lebih suka laki-laki. Dia bilang anak menantunya yang memiliki anak laki-laki adalah kesayangan.

Jika bukan karena kata-kata itu, bagaimana bisa dia punya 3 anak perempuan berturut-turut?

Setiap hari dia harus mengurusi Ji Xuan dan Ji Ru serta bekerja. Sudah cukup melelahkan.

Aku selalu ingin seorang anak gadis tapi tidak bisa.

Apa ini?

Tuhan suka bercanda.

Bu, bagaimana kalau begini?

Kenapa kita tidak minta Ny. Zhou memberikan kita "kesedihan"-nya?

Itu tergantung apakah Yao Qi setuju atau tidak?

Yao Qi, bagaimana kalau kita mengambil anak perempuan ketiga keluarga Zhou jadi adikmu?

Tidak apa-apa, kan?

Tidak mau.

Tidak mau.

Sebenarnya namaku Zhou Ji Wei,

dari nama yang telah disiapkan Ibuku untuk anak laki-laki, Zhou Ji Wei. (Huruf 'Wei' yang berbeda.)

Sudah, sudah, diam.

"Dua saja cukup" sangat masuk akal.

Karena seekor ikan hanya punya 2 mata dan seekor ayam mempunyai 2 kaki.

Jadi, tiga keramaian.

Satu untuk Ji Xuan, satu untuk Ji Ru.

Ini.

Hey!! Kenapa pukul adikmu?

Dan kau masih mendorong adikmu? Nakal sekali.

Ketika aku masih sangat sangat kecil, aku diberitahu bahwa aku "ekstra".

Jadi, ketika aku bisa berjalan,

dengan cepat aku belajar bagaimana cara kabur dari rumah.

Ji Wei kecil!

Ji Wei kecil! Kenapa kau sendiri di sini?

Mana Ibumu?

Wajah dan tanganmu semuanya kotor.

Sini, ayo ke rumah nenek untuk dibersihkan.

Anak baik! Ayo!

Biar kugendong dirimu!

Lihat!

Sangat pas!

Mulai sekarang, kau bisa pakai baju Yao Qi yang sudah kekecilan.

Sangat bagus!

Bu, Ji Wei anak perempuan.

Buat apa mengelompokkan anak-anak kecil menjadi anak laki-laki dan anak perempuan?

Kalau tidak dia akan memakai baju bekas kedua kakaknya yang sudah sobek.

Setiap hari dia akan compang-camping.

Lucunya!

Kenapa dia kembali jam segini?

Kau tidak pergi kerja saat sore?

Ada apa?

Kau keluar lagi?

Kau tidak suka pekerjaannya?Jika kau menghisap beberapa batang rokok, apakah tidak apa-apa?

Kenapa kau keluar lagi?

Kalau pekerjaan tidak berjalan baik, cari pekerjaan lain, bukan begitu?

Oh, terima kasih!

Bangun, waktunya mandi.

Tidak mau!

Hei! Kok kurang satu?

Aku benar-benar minta maaf merepotkanmu menjaganya.

Beberapa saat lalu aku tidak bisa menemukannya.

Dia tidak menangis ketika bangun.

Aku takut sekali saat tidak bisa menemukannya barusan.

Kau harus menjaga 3 anak dan bekerja,

dan Tn. Zhou sibuk bekerja di kantor pos hampir setiap malam.

Jadi dia tidak bisa membantumu.

Aku selalu dirumah sebenarnya.

Dia sangat baik! Bagus sekali jika dia bisa jadi teman main Yao Qi.

Jika terlalu sibuk, kau selalu bisa membawanya ke tempatku.

Bagaimana bisa aku merepotkanmu seperti itu?

Ai yo

Aku sangat suka Nenek Dai.

Aku sangat menyukai rumah mereka

Dan aku sangat senang memakai baju lama milik Dai Yao Qi, dengan aroma bedak bayi.

Tapi yang sangat aku suka adalah makanan buatan rumah Dai Yoo Qi

Karena aku akhirnya memakan makanan yang paling enak di dunia ini

Makanan favorit Yao Qi... Mata Ikan!

Nenek Dai

Kau mau yang mana?

Bei Ai juga mau makan mata ikan.

Baiklah! ini dia yang lainnya. Biar kubantu.

Nenek.

Kenapa Zhou Bei Ai selalu ada dirumah kita?

Lebih ramai kalau begini.

Tapi aku cuma dapat satu mata ikan.

Kenapa kau begitu pelit?

Kau adalah kakaknya. Apa salahnya memberikan adikmu satu mata ikan?

Dia bukan adikku.

Siapa bilang bukan?

Biar Ibu beritahukan sebuah rahasia.

Sebenarnya, Ji Wei adalah adik kandungmu.

Seekor bangau telah mengirimkan Ji Wei ke rumah yang salah, jadi akhirnya dia ditaruh di rumah Ibu Zhou.

Bohong.

Jika tidak percaya, kau bisa tanya Ayah.

Ayah bilang "Gosip berhenti pada orang yang bijak."

Didunia ini tidak ada bangau yang membawa seorang bayi!

Lihatlah dirimu, kau sama tidak romantisnya seperti Ayahmu.

Nenek Dai.

Iya? Kau mau apa lagi?

Benarkah bangau mengirimkan aku ke rumah yang salah?

Demi sebuah mata ikan, dan demi dimanjakan seperti seorang putri,

Aku benar-benar ingin menjadi adik perempuan Dai Yao Qi

Meski jelas-jelas dia tidak menginginkan adik perempuan seperti diriku.

Sampai jumpa.

Semangat!

Di sebelah sini!

Jangan pergi ke sana!

Ayahku bilang di sana ada lubang hitam.

Jadi semua yang ada di sekitarnya akan hilang total.

Hanya tersisa dinding tua yang rusak itu.

Ya, kupikir aku juga pernah mendengarnya.

Ayahmu pasti bohong.

Ayahku bilang "Gosip berhenti di orang bijak".

Ayahku adalah seorang ilmuan. Buat apa dia berbohong?

Ayahmu tidak mengerti apa-apa. Itu sebabnya Ayahmu selalu menganggur!

Hanya saja tak seorangpun menyadari talenta Ayahku! - Bohong!

Dia bohong, benar kan? - Ya!

Kaulah yang berbohong!

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left