The first 200 lines.
"Rute Dua, Perlombaan Tiga Kali Makan"
"Dinamis"
"Dan dengan banyak cita rasa"
"Kenapa ramalan untuk kemalangan tidak pernah salah?"
"Tidak semua orang bisa menikmatinya"
"Hanya sang pemenang yang bisa"
"Tidak ada medali, tidak ada makanan"
"Para pecundang yang lapar menjadi makin ganas"
"Destinasi akhir dari Rute Dua"
"Mereka semua sangat ingin memenangkan medali lagi"
"Yang tersisa hanya satu medali dan makan malam"
"Bagaimana lomba ini akan berakhir?"
"Dari Gangjin, di sepanjang Rute Dua"
"Tim Mokpo tiba di Boseong"
"Mengetuk"
Sulit untuk tidur secara tidak teratur seperti ini.
"Mereka semua lelah"
Mari lihat berapa lama kita bisa kelaparan.
Berapa lama kamu akan membiarkan kami menari mengikuti irama ini?
Ayo kita dapatkan medali itu.
Makan tidak lagi penting.
"Astaga"
Lihat pohon-pohon ini.
Ini pohon aras.
"Deretan pohon-pohon aras yang tinggi dan rapat"
Menakjubkan.
"Mereka merasa pulih hanya dengan melihatnya"
- Berapa usia pohon-pohon ini? - Ini mengagumkan.
Benar. Ini mengagumkan.
Lihat tangga itu.
"Lihat tangga itu"
"Menurutmu seberapa jauh tangga itu?"
Kalian sedang berdiri
di Daehan Dawon di Boseong, Provinsi Jeolla Selatan.
Daehan Dawon adalah perkebunan teh terbesar di Korea
dan 40 persen dari daun teh negara ini
dibudidayakan di sini.
Jalan paling indah di Korea.
CNN memilihnya sebagai salah satu dari 50 tempat
paling indah di Korea.
Keindahan tempat ini sudah diakui.
Jalan ini luar biasa.
Baiklah. Sekarang naiklah.
"Kami tidak mendengar apa pun"
- Aku... - Teman-teman, ayo kita pergi.
- Lepaskan aku. - Ini indah.
Apa ini piramida?
"Tidak seperti Dong Gu, Joon Ho tidak menyukainya"
Tangga ini tidak berujung.
"Dong Gu berjalan menaiki tangga"
"Sambil memegang lengan kedua pemalas itu"
Bagaimana kita akan turun?
"Mereka mendaki piramida itu"
Ini menakjubkan.
Di sebelah sana juga ada daun teh.
Jelas bisa mencakup 40 persen.
Apa itu juga daun teh?
"Perkebunan yang luas itu membuat mereka kagum"
Ini luar biasa.
Ini pasti tempat untuk berfoto.
"Kamu hanya ingin terus melihat pemandangannya"
- Luar biasa. - Ini tempat terbaik.
"Kalau begitu, mari kita berfoto"
- Ini menyenangkan. - Tersenyumlah, Teman-teman.
"Apa kamu sedang tersenyum?"
Dua!
"Di perkebunan teh selama Perlombaan Rute Dua"
Mari tinggal di sini sebentar.
"Mereka menuju ke misi terakhir"
Permainan yang akan kalian mainkan di sini hari ini
bernilai satu medali dan makan malam hari ini.
Jika Dong Gu memenangkan ini juga...
"Dong Gu sudah menyantap dua hidangan sebelumnya"
Berat badanmu akan naik.
Inilah makan malam hari ini. synced by @sultan khilaf
Aku tidak boleh melewatkan yang satu ini.
Benarkah?
"Daging sapi dan kerang"
"Kerang yang lezat direbus dalam kaldu"
"Samhap dan shabu-shabu kerang"
"Santapan terakhir akan mengusir rasa lelah"
Ini samhap.
- Ini yang asli. - Lihat ini.
Ini yang kamu sebutkan tadi.
Ini permainannya.
"Permainannya diperkenalkan"
Apa ini?
Apa ini daun teh yang berbeda?
Daun teh ini tempat asalnya berbeda,
begitu juga teh hijau yang diseduh itu.
Hanya satu dari ketiganya yang berasal dari Boseong.
Yang lainnya berasal dari Tiongkok dan Vietnam.
Orang yang memilih teh dari Boseong
akan memenangkan medali dan makan malam hari ini.
Boleh kami memilih lebih dari satu?
Tidak boleh.
Alih-alih minum kopi,
aku menikmati teh dan merupakan pencinta teh.
Aku bisa membedakan
rasa teh dari Boseong.
Kalau begitu, siapa yang mencicipi lebih dahulu yang terpenting.
Karena alasan geografis,
Boseong dilapisi kabut tebal.
Itu sebabnya tehnya
memiliki rasa manis, aroma, dan warna yang kuat.
Selain itu, daun teh Boseong berukuran agak kecil.
Daun teh yang lebih kecil
mengandung lebih sedikit tanin,
jadi, rasanya tidak terlalu pahit.
Lebih kecil?
- Nomor dua kecil. - Benar.
Tapi kenapa dia mengatakannya?
Lihat saja daun tehnya.
Nomor dua yang paling kecil.
Daunnya kecil dibandingkan dengan yang lain.
- Nomor dua... - Lihat warnanya.
Daun itu terlihat seperti sudah dikapalkan kemari.
Daun itu sepertinya dikeringkan cukup lama.
Aku benar-benar tidak tahu.
Silakan mencicipi tehnya.
Kalian harus memutuskannya.
"Mereka memandang teh di hadapan mereka"
"Tae Hyun mencium daunnya"
"Lihat siapa itu!"
Hidungku tersumbat saat ini.
Tapi aromanya luar biasa.
Astaga.
"Dia juga mengendus nomor tiga"
Aku bingung.
"Dong Gu mengunyah daun teh mentah"
Apa yang kita tahu?
"Dia takjub"
Semuanya terasa sama.
"Indra perasanya tumpul"
"Tae Hyun dan Dong Gu kesulitan"
Bersulang.
"Joon Ho santai"
Apa ini?
"Dia mencicipi teh dengan saksama"
"Mengecap bibir"
Apa kata itu? Apa itu sommelier?
"Aku sommelier teh"
"Dia membilas rasa teh nomor dua"
"Dia lalu mencicipi teh nomor tiga"
Aku tidak pernah minum kopi.
Alih-alih aku minum teh, teh latte,
teh macchiato.
- atau teh panas. - Apa itu?
Es teh atau teh panas.
Es teh atau teh panas?
Joon Ho, bagaimana menurutmu?
Aku...
"Sang pakar berbicara terlebih dahulu"
Sejujurnya...
"Sebagai pakar, dia berbicara dengan hati-hati"
Menurutku nomor tiga.
Kalau begitu, kamu pesaingku.
- Nomor tiga. - Itu pilihanku juga.
Rasanya paling ringan.
Rasa dua teh yang lainnya seperti direbus.
Ini warna Boseong.
Lembut, halus, namun lembap.
"Lembut dan halus"
Aku fokus pada rasa manisnya.
Itu yang paling tidak pahit.
Aku juga lebih suka nomor tiga.
Berarti ini akan ditentukan dengan batu-gunting-kertas.
Kenapa kalian meniruku?
- Aku menyebutnya lebih dahulu. - Ini lezat.
Kalau begitu, mari kita mulai.
Berarti ini akan ditentukan dengan batu-gunting-kertas.
Mari menangkan ini.
Siap atau tidak...
Siap atau tidak...
Kamu akan memainkan apa?
Apa?
"Dong Gu..."
Aku tidak mau mendengarnya.
- Aku akan memainkan kertas. - Kertas?
Ya, kertas.
Astaga.
"Aku akhirnya mendengarnya"
Siap atau tidak, batu-gunting-kertas.
"Dasar kalian bodoh!"
Aku kalah.
"Kamu sangat lugu"
Aku tidak berniat memainkan ini.
Itulah yang kamu dapatkan karena berkompromi.
Aku langsung menggantinya.
Siap atau tidak, batu-gunting-kertas.
Akhirnya!
"Kemenangan pertama Joon Ho di tahun 2018"
Akhirnya, Joon Ho menang.
- Semuanya... - Dia menang.
Aku sudah tahu jika kamu menang,
kamu akan memilih apa yang menurutku benar.
Itu sebabnya aku tadi memilih nomor tiga.
"Apa itu tadi jebakan?"
- Apa itu bukan jebakan? - Aku memilih nomor dua.
Aku minum banyak teh hijau
No comments yet. Be the first to leave one.