The first 200 lines.
Gil Dong,
apa kamu pernah mendengar tentang Anak Perkasa?
Aku tidak pernah mendengarnya.
Dia kuat seperti beruang dan cepat seperti harimau.
Tidak peduli separah apa lukanya, dia akan membaik dalam semalam.
Dia seperti seorang jenderal.
Seorang Anak Perkasa tidak bisa menahan diri.
Karena itu dia berbahaya.
Apa yang terjadi jika dia tidak bisa menahan diri?
Semua orang mati.
Si Anak Perkasa mati.
Ayahnya, ibunya, dan saudara-saudaranya,
semua akan mati bersamanya.
Siapa yang membunuh mereka?
Yang Mulia.
"Musim dingin tahun 1505"
"Pemerintahan ke-11 Raja Yeonsan"
Aku suka aromanya.
Dia datang untuk menemuiku.
Hong Gil Dong.
Kudengar kalian saling mengenal
sebelum kamu datang ke istana.
Ga Ryung.
Ini peringatan terakhir!
Buka gerbangnya
atau akan kubunuh wanitamu!
Jika kamu berhenti karena aku,
aku tidak akan bertemu denganmu lagi!
Aku tidak akan bertemu denganmu lagi!
Aku tidak akan bertemu denganmu lagi!
Gil Dong! - Gil Dong!
Gil Dong! - Jangan!
Berhenti!
Aku punya pertanyaan untukmu.
Jawab dengan jujur.
Kudengar kamu keturunan keluarga kerajaan Goryeo yang dimusnahkan.
Apa itu benar?
Jika tidak,
kudengar kamu melawan
karena marah dengan kehidupanmu sebagai anak seorang selir.
Apa itu benar?
Lalu apa? Kamu pikir siapa dirimu?
Aku bukan keturunan keluarga kerajaan Goryeo,
anak seorang selir,
atau pun anak seorang bangsawan yang gugur.
Aku hanya
anak ayahku. Ayahku adalah
pelayan Ah Mo Gae.
Itu tidak mungkin.
Pria serendah itu
tidak mungkin punya anak sepertimu.
Lalu kenapa kamu menjadi pria serendah ini
saat kamu terlahir dari seorang raja hebat?
"Hong"
"The Rebel"
"Episode 1"
Ayahku.
Dia terlahir dari seorang pelayan dan hidup sebagai seorang pelayan.
Dia dipanggil Ah Mo Gae, yang artinya "tidak bernama",
sampai kematiannya.
Aku tidak akan lupa
suara dan caranya saat memanggilku.
"Gil Dong."
Apa kalian mengerti? - Ya, Tuanku.
Astaga.
Kamu bisa menyebabkan keguguran jika melakukan itu.
Apa kamu hamil lagi?
Atau kamu mau kita
punya anak lagi? - Astaga.
Seseorang mungkin melihat. - Siapa yang peduli?
Apa yang kamu lakukan?
Biar aku yang lakukan. - Luruskan punggungmu sebentar.
Benar.
Apa kamu sudah mendengar tentang anak Sam Seon?
Dia tiba-tiba tewas seolah-olah makan sesuatu yang buruk. - synced and ripped by anyHOW -
Penduduk desa meletakkan anak itu di tempayan besar dan menguburnya.
Ternyata anak itu memiliki tulang menonjol
di punggung atasnya.
Orang-orang mengatakan si Anak Perkasa telah meninggal.
Itu hanya omong kosong. Tidak ada yang namanya Anak Perkasa.
Kurasa tidak.
Apa yang akan kamu lakukan jika aku melahirkan Anak Perkasa?
Jangan terlalu konyol.
Akan kusingkirkan anak itu. - Apa? Ayolah.
Ibu, bayinya lapar.
Datanglah ke ibu, Anakku.
Sebentar.
Tidak ada yang melihat.
Berdirilah menjaga ibu.
Jangan menyusuinya terlalu banyak.
Kamu akan dalam masalah jika kekurangan susu.
Aku hanya akan membiarkan dia menyusu sebentar.
Aduh. Itu sakit, Nak.
Jangan menyedot terlalu keras.
Aku tidak pernah melihat anak sekuat ini sebelumnya.
Apa kamu bisa memberi nama putra kita?
Aku sudah memberinya nama.
Tuan kita mengatakan kita tidak bisa memberinya nama itu.
Ternyata di sini kamu.
Ayo cepat beri makan Tuan Muda. - Baik.
Jangan sampai Nyonya dengar kamu menyusui anakmu dahulu.
Dia hanya membiarkan anak itu menyusu sebentar saja.
Bawa dia. - Ikut denganku.
Ikutlah.
Cepat.
Dia datang.
Waktu makanmu terganggu dan kamu tetap tidak menangis?
Anak Sam Seon.
Dia tewas tiba-tiba.
Ternyata anak itu memiliki tulang menonjol
di punggung atasnya.
Orang-orang mengatakan si Anak Perkasa telah meninggal.
Apa pun yang mereka katakan, namamu Gil Dong.
Aku tidak akan menamakanmu Meok Swe atau Gae Ddong.
Jangan khawatir.
Gil Dong.
Gil Dong.
Gil Dong.
Pelayan yang bisa keluar tahun ini
adalah Al Ddong dan Dae Geun. - Baik, Tuanku.
Setelah panen dilakukan, akan kuberi kalian yang ada di gudang.
Meningkatkan kemakmuran kalian.
Upeti tahunannya adalah tiga gulung kain katun.
Apa? Tiga gulung itu terlalu banyak, Tuanku.
Kalian bisa menyimpan semua yang kalian buat.
Mak Gae bekerja keras untuk mencari nafkah
dan sekarang dia memiliki tiga sawah.
Kalian boleh pergi.
Ada apa?
Tuanku.
Anda bilang bahwa tahun ini, aku diizinkan untuk keluar.
Sekarang belum giliranmu.
Anda sudah lama mengatakan bahwa aku bisa pergi tahun depan.
Tahun depan, akan kulakukan apa pun untuk bisa keluar.
Aku tidak keberatan tinggal di sini.
Bagaimana bisa kamu mengatakan itu di saat mereka mencuri susumu?
Pelayan lainnya juga berkorban sebesar itu untuk majikan mereka.
Mereka yang kelaparan selama masa paceklik
mengatakan mereka iri dengan kita.
Jika kita keluar,
bagaimana kita akan dapat upeti?
Tinggal bersama majikan artinya anak-anak kita tidak akan kelaparan.
Gil Dong.
Gil Dong.
Gil Dong, katakan, "Ayah." - Gil Dong.
Gil Dong.
Ayo keluar.
Baik.
Cepatlah. Kami menunggu.
Kita perlu batu untuk membangun dinding.
Kumpulkan yang halus dan pipih.
Apa kalian mengerti?
Ya, Tuan. - Ya, Tuan.
Pergi.
Hati-hati.
Awas. Hati-hati.
Gil Dong.
Awas kepalamu. - Baik.
Ayo naik.
Bisakah kita
beristirahat dahulu? - Tidak.
Ibuku bilang dia merebus nasi renyah untukku.
Dia jahat sekali, bukan?
Kuharap ada orang lain
yang membawakan ini ke rumah untukku.
Gil Dong.
Gil Dong?
Gil Dong! Gil Dong!
Gil Dong!
Gil Dong!
Gil Dong!
Gil Dong!
Gil Dong!
Gil Dong!
Gil Dong!
Gil Dong!
Apa tidurmu nyenyak?
Siapa yang membawa batunya? - Maksudmu ini?
Boleh aku bermain? - Hei.
Harusnya kamu bilang jika membawakan bawaanku.
Terima kasih.
Ayo ikut, Gil Dong.
Apa maksudnya?
Ibu. - Yang mana itu?
Ibu.
Halo, Gil Dong.
Baiklah.
Mana kakakmu? - Kakak juga sudah kembali.
Bu, ibu Eob Seon merebus nasi renyah.
Aku mau.
Baik. Setelah ibu mengelap ini hingga bersih,
akan ibu berikan kamu ubi kukus.
Aku mau nasi, bukan ubi.
Baik, baik.
Selesai.
Astaga.
Astaga.
Astaga.
Gil Dong.
Pergilah bermain dengan anak-anak lain.
No comments yet. Be the first to leave one.