The first 200 lines.
"Park Ju Mi, Choi Myung Gil"
"Kim Min Jun, Han Da Gam"
"Jeon No Min, Yoon Hae Young"
"Gee Young San, Yoo Jung Hoo"
"Lee Da Yeon, Kim Chae Eun, Hwang Mi Na"
"Durian's Affair"
"Semua orang, organisasi, lokasi, dan kejadian"
"Dalam drama ini hanyalah fiksi"
"Hewan direkam sesuai panduan"
Banyak yang harus kupelajari karena aku tidak tahu banyak hal.
Sebenarnya, aku tidak tahu apa-apa.
Namun, aku bisa memahami naskah untuk "Master Jung".
Dan hatiku memahami perasaan tokohku.
Apa gunanya?
Kamu harus bisa mengekspresikannya jika ingin berakting.
Apa kamu
mengenaliku?
Hari saat pelayan mudaku jatuh dari papan...
Tentu saja.
Bagaimana aku bisa melupakan hari itu?
Kenangan hari itu
masih jelas di benakku.
Aku juga...
Namun, apa menurutmu aku lancang menanyakan hal seperti itu?
Ya.
Namun...
Aku tidak membencinya. Menurutku itu menyenangkan.
Kamu memang terampil membuat orang bingung.
Ini bukan keterampilan, tapi diriku yang sebenarnya.
Akulah
yang tidak bisa melupakan hari itu.
Saat aku memejamkan mataku,
wajahmu terbakar makin jelas di benakku.
Jadi, aku ingin memberitahumu
bahwa ini tidak mudah bagiku.
Aku ingin menghargai setiap kata
dengan mata tertutup.
Seolah-olah suaramu ditutupi
dengan madu kastanya.
Kamu hebat.
Kamu sudah menghafal setiap dialognya?
Hanya buku pertama.
Itu tetap mengesankan.
Menghafal dialog tidak mudah.
Kalian bertunangan untuk menghabiskan sisa hidup bersama.
Aku mengerti betapa cemasnya kamu.
Aku akan berusaha agar karier Pak Dan Deung Myung tidak rusak.
Panggil saja namanya.
Bolehkah?
Aku masih harus banyak belajar. Aku tidak sabar belajar darimu,
Deung Myung.
Aku juga.
Bagiku,
kamu seperti langit.
Kamu tidak lihat?
Kamu suamiku yang kusayangi seperti langit.
Pria dan wanita setara.
Sutradara memang seorang ahli.
Dia tepat memilihmu untuk peran itu.
Astaga, aku tidak tahu harus bilang apa untuk pujian seperti itu.
Ini bukan Dinasti Joseon lagi.
Bu Lee ingin Anda menelepon.
Katakan aku bersama orang-orang.
Aku akan segera pulang.
Baik, Pak.
Permisi.
- Ya. - Boleh kami berfoto?
- Silakan. - Tidak.
Putrimu.
Dia bukan putriku.
Dia belum menjadi aktris.
Begitu rupanya. Maafkan aku.
Dia meninggalkan kesan kuat pada kami.
Silakan.
Ini.
Apa kamu model?
"Model?"
- Bukan. - Baiklah.
Satu, dua, tiga.
Boleh aku tahu siapa namamu?
Nanti.
Nanti kapan?
Kami di tahun kedua Sekolah Kedokteran Gangnam.
Begini...
Kami sedang berbincang.
Baiklah. Terima kasih.
Apa orang sudah melihatmu sebagai aktris?
Dia pasti bersinar.
Halo.
Aku suka menonton program beritamu.
Terima kasih.
Halo.
Halo.
Aku ingin berfoto dengan kedua wanita ini.
Bolehkah?
Terima kasih.
Baiklah.
Satu, dua, tiga.
Sekali lagi. Satu, dua, tiga.
Terima kasih.
Biar kukirimkan fotonya.
Kirimkan ke nomorku.
- Berapa karat? - Sekitar dua.
Lebih besar dari satu karat.
Astaga. Ayla pasti kecewa.
Kenapa?
Seharusnya setidaknya tiga karat.
Itu Ayla
dan mengingat latar belakang Deung Myung...
Apa dia bahagia?
Ya.
Jangan matikan ponselmu.
Kamu bisa menelepon Pak Han saja.
Meski begitu,
saat aku tidak bisa menghubungimu,
itu membuatku frustrasi dan gelisah.
Itu karena aku terus mendapat telepon dan pesan teks.
Siapa yang menelepon dan mengirim pesan kepadamu
selarut ini?
Kita harus beli nomor terpisah hanya untuk kita berdua.
Aku tidak bisa membawa dua ponsel. Itu berat.
Tinggalkan di mobil.
"Gambar pola kuncinya"
"Coba lagi"
"Ibu"
Kamu harus menjawabnya.
- Ya, Bu. - Kami sudah di rumah.
Kamu pulang terlambat?
Tidak. Aku akan ke sana.
Begini, Direktur Yoon meninggal.
Astaga, kapan?
Saat makan malam.
Pasti serangan jantung.
Astaga.
Bagaimana kami bisa tidur di hotel setelah mendengar berita sedih itu?
Aku akan segera pulang.
Baiklah.
Teman ayahku meninggal.
Dia sahabat ayahku.
Kurasa mereka sedang tidak ingin merayakan hari ini.
Apa ada kafe bagus di dekat sini?
Kamu bilang akan segera pulang.
Aku bisa mengirim pesan bahwa aku bersamamu.
Aku ingin menikmati momen ini sedikit lebih lama.
"Saat burung mati, ada kesedihan dalam tangisan mereka."
"Namun, saat orang mati, ada kebaikan dalam kata-kata mereka."
Kamu tahu siapa yang mengatakan ini?
Zengzi.
Kamu langsung tahu.
Pembantu itu bersikap aneh.
Menurutmu dia tidak mengalami kerusakan otak, bukan?
Kenapa kamu bilang begitu?
Ibu, ini bagus untuk kulit.
Jadi, kita harus rajin memakainya dan merawat kulit kita dengan baik.
Orang-orang akan mulai mengenali kita
dan menyapa kita mulai sekarang.
Itu bukan cincin emas.
Cincin itu tampak tidak signifikan.
Itu terang sekali sampai aku tidak bisa melihatnya.
Aku tidak tahu apa itu,
tapi itu pasti lebih mahal dan lebih baik daripada cincin emas.
Para pria menunjukkan minat kepadamu, bukan dia.
Ibu bisa merasakan roh jahatnya.
Dia tampak senang.
Tunangannya.
Kamu tidak pernah tahu apa yang terjadi di masa depan.
Contohnya, kita.
Omong-omong,
ibu sangat terkesan tadi.
Itu sangat nyata.
Kamu dan Eon sempurna...
Aku tidak boleh mengatakan hal seperti itu,
tapi aku tidak ingin memberinya kepuasan.
Tentu saja. Dia terang-terangan merendahkanmu.
Bagaimana bisa Eon bertunangan dengan wanita kejam seperti dia?
Ibu merasa dia akan membuat Eon menderita.
Cara kalian saling memanggil itu penting.
Saat kamu memanggil namanya tadi,
kalian berdua tampak seperti saudara yang saling menyayangi.
Itu yang akan kukatakan pada diriku sendiri
bahkan jika aku harus memaksakan diri.
Itu bijaksana.
Namun, orang asing itu...
Ibu tidak terlalu memikirkan orang asing saat melihatnya di jalanan.
Saat aku melihatnya dari dekat, wajahnya seperti ukiran.
Bagaimana bisa matanya begitu biru?
Seolah-olah Ibu berenang di mata birunya.
Jangan bilang begitu. Itu memalukan.
Menurutmu kita akan pandai belajar bahasa Inggris?
Ibu tidak percaya diri.
Aku akan berusaha mempelajarinya.
Jika ibu berakhir di sini sendirian,
bahkan Eon atau Dol Soe tidak akan bisa...
Apa Pak Dan Chi Gam
Dol Soe di kehidupan sebelumnya?
Ya.
Ibu mengantuk sekarang.
Dol Soe tidak bisa mengingatku.
Meskipun dia ingat, itu tidak masuk akal.
Namun, sepertinya perasaannya terhadapku masih sama.
No comments yet. Be the first to leave one.