Sketch

Sketch (스케치)

Download Indonesian Subtitle

Release info

스케치———Sketch—E09 Ayra
A Commentary by Writer_Ayra
Sketch episode 09. Enjoy.

Tags

other
Download Indonesian Subtitle Files for Mobile (2)
Choose the file for your episode Sketch - 09.ass 74 KB Sketch - 09.srt 63 KB
Download Indonesian Subtitle
Translate with Pro
Show all subtitles
Published on: 2018-06-23
Downloads: 41
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Presented by. .: Writer Ayra :.

Kau tidak bisa menghilang seperti ini.

Kau masih memiliki hal untuk dikatakan pada kami.

Hal untuk dikatakan pada kalian?

Aku percaya bahwa kau bukan orang yang suka melanggar janji.

Siapa dalang di belakang Jang Tae Joon? Beri tahu aku.

Dalang di belakang Jang Tae Joon...

Aku pun tidak tahu.

Baek Woo Jin-ssi.

Sayang sekali,

tapi aku tidak bisa mengatakan hal yang tidak kuketahui.

Katamu Jang Tae Joon tidak bisa melihat masa depan. Apakah itu juga kebohongan?

Tidak, itu fakta.

Jang Tae Joon tidak memiliki kekuatan seperti itu.

Tapi kau tidak tahu siapa cenayang sesungguhnya?

Ya.

Ada sebuah pepatah tentang seekor belalang yang mencoba menangkap seekor jangkrik.

Apa kau tahu arti sesungguhnya dari pepatah tersebut?

Tapi, ada sebuah cara untuk mengetahui siapa dalangnya.

Ada sebuah buku catatan yang selalu dibawa oleh Jang Tae Joon.

Di sana tercatat semua perintah yang diterimanya dari sang dalang.

Buku catatan itulah yang menunjukkan padaku kalau dia tidak bisa melihat masa depan.

Jika kau mendapatkan buku catatan itu dalam genggamanmu,

kau akan dapat mengetahui siapa dalang di belakangnya.

Kau sudah membodohi kami sekali.

Kenapa kami harus memercayaimu?

Mau kalian percaya atau tidak padaku, itu terserah kalian.

Aku hanya ingin memberi tahu semua yang kuketahui.

Bolanya berada dalam kekuasanmu sekarang.

Kau bisa menentukan apa pun yang kau inginkan dengan bola itu.

Terima kasih...

...sudah melakukan yang terbaik untuk istriku...

...dan menjadi bijaksana untuk memastikan dia bisa meninggal dalam damai.

Aku bersungguh-sungguh mengatakannya.

Baek Woo Jin-ssi. Baek Woo Jin-ssi!

Harinya akan segera tiba.

Anda akan ditunjuk sebagai Kepala Jaksa.

Menjadi pimpinan dari Kantor Kejaksaan Pusat,

lalu tidak lama lagi Anda akan menjadi Jaksa Agung.

Kau harus memberikan kontribusi terbesar...

...untuk mewujudkannya.

Hanya soal waktu bagimu untuk bersenang-senang dalam permainan yang besar.

Saya tidak memiliki ambisi besar seperti itu.

Namun,

saya akan senang duduk di bahu para raksasa dan menyaksikan dunia yang lebih besar.

Itu cukup untuk saya.

Buku catatan Kepala Jang Tae Joon...

Menurutmu itu ada?

Baek Woo Jin tidak memiliki alasan untuk berbohong dalam situasi seperti ini.

Lalu, pertanyaannya adalah...

...di mana Jang Tae Joon menyimpan buku catatannya.

Mungkinkah benda itu selalu dibawanya sepanjang waktu?

Aku tidak yakin.

Bukankah itu terlalu beresiko?

Jika sampai hilang, dia akan berada dalam masalah besar.

Tapi, dia tidak bisa menyembunyikannya di tempat yang jauh.

Dia harus menulis semua perintah begitu menerimanya.

Sebuah tempat yang menurutnya paling aman...

...dan dapat diakses kapan saja olehnya.

Sebuah tempat tebersit dalam benakku.

Kantor Jang Tae Joon.

Kapten, apa yang harus kita lakukan?

Jika yang dikatakan Baek Woo Jin benar,

Kepala Jang jelas melakukan sebuah kejahatan saat ini.

Dia berpikir bahwa dia kebal hukum,

dan kita tidak bisa membiarkannya.

Mari bergerak. Kita tidak punya waktu.

Tidak, tidak.

Soal ini, aku akan mengurusnya sendiri.

Menggeledah kantor seorang petugas berpangkat tinggi tanpa surat perintah...

...tidak dapat dianggap remeh.

Jika terjadi kesalahan, hal itu mungkin...

...akan berdampak signifikan terhadap karir kalian.

Tapi Kapten, ini...

Aku akan segera pensiun,

tapi karir kalian baru saja dibangun.

Kali ini saja, patuhlah padaku.

Ucapan Kapten memang benar.

Kedua gadis dengan masa depan cerah dapat menunggu di sini.

Aku akan pergi bersama Anda, Kapten.

Anda tahu alasanku memutuskan bergabung dengan tim ini.

Dan sudah lama aku berhenti peduli tentang karirku.

Aku juga akan ikut.

Kenapa sih kau ini?

Seseorang menggunakan kekuatan cenayangnya untuk melukai orang lain.

Aku tidak bisa hanya duduk diam di sini saat mengetahuinya.

Astaga.

Tunggu. Stop.

Stop kalian semua!

Kalian tidak bisa meninggalkanku sendirian begini.

Aku pun tidak masalah menanggalkan lencana karena aku sangat dibutuhkan.

Aku ikut.

Kapten, bagaimana ini?

Baiklah. Jadi, dari mana sebaiknya kita mulai?

Kau akan segera membutuhkannya.

Kau mungkin melupakan kesalahanmu,

tapi jangan pernah melupakan pelajaran yang kau petik dari kesalahan itu.

Aku mengerti.

Di mana aku bisa menemukan Baek Woo Jin?

Kau tidak perlu menemukannya.

Tunggu saja, dia akan datang mencarimu.

Aih. Lihat-lihat dong kalau jalan!

Ya.

Oh, tunggu.

Hei, tunggu sebentar.

Kurasa kalian terlihat familier.

Kalian orang-orang di taman waktu itu.

Ingat aku, 'kan?

- Lepaskan! - Jangan bergerak!

- Diam! - Lepaskan aku!

Tidak perlu mendendam.

Kami hanya menjalankan tugas, jadi tolong dimengerti.

Kalian mendadak muncul dan menyergapku. Apa? Menjalankan tugas?

Bagaimana, ya? Haruskah aku melakukan hal yang sama atas nama tugas?

Kau tahu tidak siapa kami?

Tahu. Departemen Internal.

Kalian berada di atas semua petugas polisi negeri ini.

Kalau sudah tahu jangan kelewat batas, mengerti? Kalau kau terus mengusik kami--

Terus kenapa? Kenapa kalau aku terus mengusik kalian? Mau apa?

Kalian akan mencari-cari kesalahanku lalu membuatku menanggalkan...

...lencana polisi jika menemukan sesuatu?

Dasar tikus kalian ini.

Apa? Apa kau bilang?

Aku menyebut kalian tikus.

Kalian memburu sesama petugas polisi untuk menggali kesalahan mereka.

Tikus.

Keparat kau!

Lihat, 'kan? Kalian lihat, 'kan?

Aku hanya melakukan pembelaan diri. Ada kamera CCTV di sana.

Kenapa? Kalian tidak tertarik karena hanya aku di sini?

- Kalau begitu, biar kupanggil anak buahku. - Apa yang terjadi?

Ya, terima kasih sudah menghubungi restoran kami.

Oh, Gyung Tae. Aku di kafetaria sekarang.

Aku sedang berkelahi dengan para anggota Departemen Internal.

Ya, bawa semuanya ke sini.

Sepertinya, Anda salah sambung. Ini restoran Cina.

Aku tahu. Bawa mereka semua, mengerti?

Oh, baiklah.

Apa? Apa?

Ya?

Apa?

Baiklah, aku segera ke sana.

Ada masalah di kafetaria.

Kenapa? Ada apa?

Ingat si sinting dari Unit Pidana? Kang Dong Soo atau siapalah itu.

Dia dan Petugas Park berkelahi,

lalu keparat itu menyuruh semua anggota Unit Pidana bergabung.

Aih, para keparat ini.

Sedang apa? Ayo.

Kita semua?

Kalian dengar semua anggota Unit Pidana datang.

Kalian tahu kata orang-orang soal kerja sama tim kita yang buruk.

Mereka akan meremehkan kita jika tidak memberi pelajaran kali ini.

Baiklah. Ayo pergi, semuanya.

- Ya, Kepala. - Di mana kau?

Ya, Anda ingat Kang Dong Soo?

Park berkelahi dengan dia di kafetaria.

Jadi, kami sedang menuju ke sana.

- Kembali ke kantor sekarang juga. - Apa?

Ada yang tidak benar.

Kembali ke kantor sekarang.

- Ikut aku. - Apa?

- Ikut aku! - Baik.

Apa yang sedang kau lakukan di sini?

Aku datang menemui Kepala Jang Tae Joon.

Tapi tidak ada siapa pun di kantor,

jadi aku tidak bisa bertanya pada siapa pun.

Aku masuk untuk melihat apakah beliau di dalam.

Aku harus memeriksa tasmu.

Kau tidak berhak memeriksa tas--

Hei, kau!

Bisa angkat lenganmu?

Sekarang kalian akan menggeledah tubuhku?

Lebih baik kau menurut saja.

Ada yang ingin kalian katakan padaku?

Kalian mencurigai seseorang yang tidak bersalah.

Setidaknya, kalian bisa minta maaf.

Maafkan kami.

Boleh kuminta tasku kembali?

Oh, Si Hyun.

Aku dapat buku catatannya.

Bagus sekali.

Di mana kau sekarang?

Aku di jalanan belakang Markas Besar Kepolisian.

Oh, tidak.

Kaget aku.

Berikan buku catatannya padaku.

Halo? Letnan Oh?

Letnan Oh?

Ada apa?

Dia tidak tampak memutus sambungan.

Sebentar, ya.

Halo? Letnan Oh?

Kau tidak bisa mendengarku? Letnan Oh.

Berikan padaku.

Halo?

Ini aku, Baek Woo Jin, Detektif Kang.

Terima kasih sudah membantuku menemukan buku catatannya.

Apa yang akan kau lakukan dengan benda itu?

Aku yakin kau sudah tahu bahwa Kepala Jang Tae Joon...

More Indonesian subtitles for Sketch

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left