The first 155 lines.
"Episode 25"
Jadi,
kamu sudah sakit sejak ke observatorium
sendirian?
Aku sudah mengetahui penyakitku jauh sebelum itu.
Sekitar saat kita pertama bertemu di pesawat.
Aku ingat
kamu memintaku membuang foto.
Jadi, kamu tidak memberi tahu soal penyakitmu ke keluarga
meski sudah pergi ke Amerika?
Aku tahu istriku berhubungan dengan orang lain,
jadi, aku memutuskan untuk pulang saja.
Kamu yang menyelamatkan nyawaku
di kebun binatang, bukan?
Aku membencimu
selama beberapa waktu.
Tapi sekarang aku bersyukur kamu menyelamatkanku saat itu.
Jika tidak sakit, aku tidak akan mengikutimu.
Aku juga tidak akan menyelamatkanmu.
Kurasa saat itulah aku mulai
merasakan dan memedulikan
nyawa orang lain.
Seperti efek kupu-kupu.
Kamu menyelamatkanku
dan aku mengubahmu.
Sosok kita yang baru akhirnya saling bertemu.
Kini kita menghadap arah yang sama.
Kurasa kita memang berjodoh.
Bukan begitu?
Lihat pasangan tua yang tidak tahu malu itu.
Mereka pasti memiliki afair.
Astaga, membuatku ingin muntah.
Kamu lucu sekali.
Anjing yang cantik.
Kamu pasti sedang jalan-jalan juga.
Siapa namamu?
Cantik sekali.
Kemarilah. Dia tidak bisa menggendongmu.
Kemari. Berapa usiamu? Pasti setahun.
Benar, bukan?
Kamu bahagia?
Kamu baik sekali kepada anjing.
Seharusnya kamu juga baik kepada orang.
Gureum.
Itu pasti ibumu.
Sedang apa kamu di sini?
Dia senang berlarian saat sedang berada di luar.
Kurasa gigi Gureum harus dibersihkan.
Pembersihan karang gigi teratur bisa mencegah napas bau
dan plak.
Dia tidak akan bisa makan dengan baik jika mulutnya bengkak.
Apa?
Kurasa kukunya juga terlalu panjang.
Hentikan. Maaf.
Ayo pergi.
Jangan lupa memotong kukunya.
Maaf.
Menakutkan, bukan?
Kenapa semenakutkan itu?
Kenapa harus membayar untuk menaiki wahana itu?
Jika tidak bayar, tidak boleh naik.
Kamu memang tidak tahu?
Aku paham. Kamu menyukai yang gratis.
Kamu tidak boleh menaikinya, titik.
Ayolah.
Sikap orang-orang terlalu dingin. Kenapa mereka tidak mau mendengar?
Dia tampak kesepian.
Karena mainnya buruk.
Tapi dia sudah melakukan yang terbaik.
Ayo dengarkan dia sampai selesai.
Apa? Kita tidak tahu berapa banyak lagu yang akan dia nyanyikan.
Kelihatannya dia akan menyanyikan 10 lagu.
Ayo pergi saja. Tidak ada waktu.
Tidak, kita di sini saja sampai dia selesai bermain.
Mungkin kita harapannya.
Kamu tidak bisa menjadi harapan siapa pun
di tempat lain.
Kamu jahat sekali.
Jika kamu ingin menjadi harapannya,
main saja dengannya.
Ayo pergi.
Ini harapan.
"Tapi aku tidak akan ragu"
"Tidak lagi"
"Rasa ini tidak bisa menunggu"
"Aku milikmu"
"Bukalah pikiranmu dan berpikirlah seperti diriku"
"Bukalah hatimu, kamu akan bebas"
"Lihatlah ke dalam hatimu dan kamu akan menemukan cinta"
Cepat!
Kehidupan seperti apa
yang kamu jalani dahulu?
Meski anakku meninggal,
tidak ada yang mengatakan mereka berduka.
Mereka malah menyalahkan putriku.
Mereka bilang anak-anak yang lain baik-baik saja
dan hanya putriku saja yang meninggal.
Orang-orang yang membuatnya
dan mengiklankannya,
semuanya berkata itu kesalahan anakku.
Kenapa kamu mendadak menjadi mutan?
Lepas jaketmu.
- Aku mau mandi. - Baiklah.
Hei!
Tolong bantu aku!
Kumohon tolong aku!
Aku sudah mengisi bak mandinya. Kamu bisa mandi.
Ada apa?
Kenapa kamu terlihat...
Kenapa ada di sini?
Kurasa aku menjatuhkannya.
Kamu basah. Pergi sana.
Sepertinya kamu marah.
Entah apa yang membuatmu marah,
tapi lampiaskan saja kepadaku.
Hari ini kamu memberi harapan
kepada musisi jalanan muda itu.
Hal baik akan terjadi kepadamu.
Aku akan mengeringkan rambutmu.
Ayo.
Kamu lapar?
Ingin kubuatkan mi?
Kenapa tidak menjawab?
Diam.
Jangan bergerak.
Astaga.
Aku tersentuh oleh hal kecil lagi.
Ada apa denganku? Aku bertingkah seperti tidak punya nurani.
Setidaknya kamu tahu dirimu tidak punya nurani.
Aku mau mandi.
Ayo makan.
Ada apa?
Selamat makan.
Sepertinya lezat.
Bagaimana caramu membuat kaldu ini? Rasanya enak.
Kamu suka?
Aku merebus ikan teri dan ikan haring bermata besar.
Lalu ditambah ebi dan rumput laut.
Kamu selalu berusaha keras
dalam segala hal.
Jangan makan terlalu banyak. Sudah malam, perutmu bisa sakit.
Aku harus memeriksa sesuatu.
Tidurlah lebih dahulu.
Tidak apa. Aku masih ingin membaca.
Kuperiksa besok saja.
Aku lelah.
Selamat malam.
Tidurlah yang nyenyak.
"KTP, Son Mu Han, Pyeongchang-dong, Jongno-gu, Seoul"
"Petisi"
"KTP, Son Mu Han, Pyeongchang-dong, Jongno-gu, Seoul"
"Nomor Jaminan Sosial, 690424-1057511"
Mungkin orang itu ingin menebus kesalahannya
meski ini hanya satu dari sekian banyak orang.
Orang ini berusaha memperbaiki kesalahannya.
No comments yet. Be the first to leave one.