The first 148 lines.
Segel sihir...
Mereka...
Ada seseorang?
Darah kerajaan, darah kerajaan.
Akhirnya bisa kudapatkan.
- Darah kerajaan, darah kerajaan... - Halo. Kau kah penculikku?
Darah kerajaan, darah kerajaan...
Boleh kubertanya?
Untuk apa darahku?
Darahmu adalah darah iblis.
Akan kubangkitkan iblis untuk masa ini.
Begitu, ya. Indahnya.
Aku tak paham maksudnya, sih.
Masih belum cukup?
Pasti kau pelakunya, 'kan?
Kutanya sekali lagi.
Di mana kau sembunyikan putri Alexia?
Semua bisa berakhir kalau kutahan rasa sakitnya.
Namun...
Bagaimana kalau bilang sesuatu?
Diam saja takkan menyelesaikan apapun!
Mereka semua, interogasinya begitu biasa!
Betapa biasanya mereka!
Aku juga tak boleh kalah!
Kau harus diberi variasi rasa sakit yang lain.
Aku tak tahu! Aku tak tahu apa-apa! Maafkan aku!
Bagaimana? Aku lebih biasa, kan?
Sana, muntah!
Tolong ampuni nyawaku!
Astaga, sekarang malah minta ampun.
Bosan juga mendengar yang begituan.
Pemastian ini sempurna.
Ini berlanjut sampai kapan, ya?
Harusnya pencarian sudah dimulai.
Kakak...
Gawat kalau terlalu banyak keluar darah.
Aku masih belum ingin mati.
Aku tahu. Aku ingin banyak.
Makanya, kubuat agar bisa diambil kapanpun.
Iya, tolong, ya.
Harusnya tidak begini!
Ini semua salah si bodoh itu!
Benar. Aku juga sangat benci orang bodoh.
Dia menghancurkan tempat penelitianku!
Setelah itu, satu per satu...
Kasihan, pasti kau kerepotan.
Benar. Benar!
Padahal penelitianku tinggal sedikit lagi!
Harus kusempurnakan sedikit lagi!
Aku adalah orang hebat!
Jahat sekali.
Sialan! Sialan!
Dasar tidak berguna!
Bukannya kau ingin mengambil darahku?
Benar. Darahmu.
Akan selesai dengan darahmu.
Syukurlah.
Darahmu, darahmu...
Aku lupa.
Apa itu?
Darahmu terus berkurang.
Aku lupa memberimu makan.
Kau boleh pergi.
Baik.
Maaf membuatmu menunggu.
Adipati Zenon, terima kasih atas kerja samanya.
Tidak, Putri Iris.
Karena rasanya kasus ini terjadi dalam area sekolah.
Saya juga harus bertanggung jawab.
Takkan ada yang mencurigaimu.
Prioritas kita kini adalah menolong Alexia.
Benar, kita tolong adik Anda dahulu.
Jadi, murid bernama Cid Kageno,
katanya besar kemungkinan dia pelakunya.
Secara kondisi dia memang mencurigakan.
Tetapi, dengan kemampuannya itu,
mustahil dia bisa menyerang Alexia.
Setelah interogasi 5 hari pun dia belum mengaku.
Tolong terus awasi dia setelah ia bebas.
Selama ada kemungkinan, maka kami lakukan.
Tetapi aku ingin memercayainya.
Aku juga tak ingin mencurigai teman sekolahnya.
Mari kita tunggu laporan tentang dia.
Meski begitu...
Padahal adikku diculik seseorang,
orang yang bisa kugerakkan terlalu sedikit!
Semua orang tahu bahwa Anda lebih kuat dari jejeran kesatria.
Namun, pasti ada saja yang mengincar putri raja seperti Anda.
Memperlakukanku sebagai atasan pasti susah, ya.
Saya paham.
Apa saja yang bisa saya lakukan.
Kalau begitu usahakan patuhi peraturan sekolah juga.
Semua murid dilarang keluar.
Aku menyuruh mereka siaga di asrama ketika tak ada kelas.
Tenanglah!
Mana mungkin bisa tenang!
Aku datang menyelamatkan Cid, adikku! Jangan halangi aku!
Tenang, Claire!
Aku tenang!
Apapun alasannya, dilarang keluar.
Orang lemah itu menculik?
Nampaknya ada sedikit banyak pengecualian.
Kuserahkan keamanan para murid padamu.
Sesuai perintah Anda.
...Aku tak terima.
Aduh, aduh!
- Demi adik, ya... - Tenanglah!
Perasaan semua orang sama soal keluarga.
Waktu itu...
Padahal dahulu kami saling paham hanya dengan bersilat pedang.
Namun kini...
Kapan terakhir kali aku mengobrol dengannya?
Pundak...
Tunggu aku, Cid! Aku akan segera...
Berbarislah dan tahan dia!
Sana cepat pergi.
Lukanya segera sembuh.
Pemain figuran harusnya tak secepat ini, sih.
Nanti...
Lama tak jumpa, Alfa.
Ini.
Terima kasih.
Tak kusangka selama ini kau menyembunyikan ini.
Kenapa malah Alfa?
Aku kembali karena ada pesan.
Semua jadi menyusahkan, ya.
Begitulah. Kalian bagaimana belakangan ini?
Kami masih terus menyelidiki agama itu.
Tentu saja untuk menguatkan organisasi juga.
Masih belum bisa disebut organisasi, tapi kami berkembang pesat.
Biasanya semuanya hidup dengan bebas,
tapi terkadang mereka datang menemaniku secara rutin.
Aku bersyukur.
Terima kasih atas makanannya.
Setidaknya ganti baju dulu.
Mustahil.
Apa kau tahu keadaanmu sekarang?
Bisa-bisa kau jadi pelakunya.
Memang.
Cocok untuk murid dari keluarga bangsawan miskin.
Pasukan kesatria tak bisa dipercaya.
Ada anggota agama di sana?
Iya, tidak salah lagi.
Penculikan putri ini ulah agama ini.
Tujuannya adalah darah pahlawan yang kental.
Yang berarti sekarang dia masih hidup?
Mati pun darahnya takkan keluar.
Aku tak tahu mengapa kau menjalin hubungan cinta dengan putri itu.
No comments yet. Be the first to leave one.