Release info

삼남매가-용감하게-Three -Bold-Siblings-E24-NEXT
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2022-12-20
Downloads: 21
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Begitu rupanya. Aku hanya perlu menyalin ini.

Apa yang dia lakukan di sana?

Ini pasti mimpi.

Ya, kau bermimpi.

Teruslah tidur.

Kenapa kau tidak datang?

Kafenya akan segera tutup.

Baiklah. Aku akan segera ke sana.

Cepatlah. / - Baik.

Apa yang kau lakukan di sini?

Aku bekerja di perusahaan ini.

Apa kau manajer penjualan di sini?

Manajer penjualan?

Aku melihatmu tidur di sini saat akan pulang.

Jadi, aku ingin membantu.

Jangan salah paham.

Tidak apa-apa. Kau boleh pergi sekarang.

Biar kuselesaikan ini sebelum pergi.

Aku cukup sering datang ke sini.

Tapi kita belum pernah bertemu.

Perusahaan ini cukup besar

dan punya banyak pegawai.

Omong-omong, kenapa kau

melakukan ini sendirian selarut ini?

Aku punya ide dan mereka menyukainya lagi.

Saat kau bekerja dengan baik,

hadiah yang kau terima adalah pekerjaan.

Begitu rupanya.

Kurasa kau juga harus menerima wortel.

Sial. Bagaimana mereka bisa saling mengenal?

Apa mereka bertemu di restoran kari?

Aku datang sekarang. Ya.

Sial.

Apa ini mantelmu?

Ya. Kau menyukainya?

Pergilah. Ini pekerjaanku. Biar aku saja.

Ini masih banyak. Kita bisa lakukan bersama.

Tulisan tanganmu bahkan tidak bagus.

Ayolah. Kau tidak bisa bilang itu buruk.

Itu bukan tulisan tangan yang buruk,

tapi seperti tulisan anak SMP.

Begitu rupanya.

Anak SMP hanya akan menulis lima kartu lagi.

Kenapa kau tidak bilang kau bekerja di sini?

Sudah. Kubilang aku direktur perusahaan ini.

Sungguh, aku tidak suka lelucon seperti itu.

Kurasa aku akan segera punya kesempatan

untuk bertemu dengan Direktur.

Saat kami bertemu, ada yang harus kusampaikan.

Apa yang ingin kau katakan kepadanya?

Bahwa dia harus memiliki

pesan dan foto Direktur di situs perusahaan.

Dan ada pria yang terus mengatakan

dia direktur sebagai lelucon.

Jangan beri tahu dia lebih dari itu.

Baik. Tidak akan kuberi tahu siapa orangnya.

Terima kasih.

Aku hampir dipecat.

Tidak pergi? Aku ingin kau pergi agar aku fokus.

Aku akan mengirim pesan sebelum pergi.

Jangan hiraukan aku dan fokuslah bekerja.

Tolong matikan listrik

di ruang rapat lantai tiga

selama tiga menit.

Datang untuk membantuku seperti ini

hanya membuatku bingung.

Maafkan aku. / - Tapi tidak apa-apa.

Ini tidak terlalu buruk.

Pria kejam yang memberiku harapan palsu.

Kurasa itu yang kubutuhkan untuk saat ini.

Maksudmu aku bersikap kejam kepadamu

sekarang?

Kalau begitu, kau pikir kau pria yang baik?

Itu...

Apa? / - Apa?

Astaga, listriknya mati.

Kurasa kau tidak bisa bekerja di sini.

Kau harus pulang.

Ayo bereskan semuanya.

Baiklah.

Ini. / - Baiklah.

Baiklah.

Tunggu.

Akan kutunjukkan jalannya.

Baiklah. / - Jalan perlahan.

Terima kasih.

Ini terkadang terjadi

untuk inspeksi listrik setelah jam kerja.

Kau ingin mendengar sesuatu yang menakutkan?

Tidak.

Aku ingin memberitahumu.

Tidak, aku baik-baik saja.

Benda apa itu di sana?

Apa? Ada apa? Ada apa di sana?

Astaga, kau mengejutkanku. Kau aneh sekali.

Kau mudah takut.

Bukannya aku mudah takut.

Aku hanya imajinatif.

Astaga, aku sangat terkejut.

Aku akan mengantarmu ke stasiun kereta.

Tidak perlu. Aku akan naik bus kota dari sini.

Biarkan aku mengantarmu ke stasiun.

Sudah cukup membuatku bingung hari ini.

Dan ini hukuman karena membuatku bingung.

Jika kita bertemu di sini lagi,

mari berpura-pura tidak saling mengenal.

Periksa persediaan biji kopi.

Ayo.

Siapkan sistem navigasi GPS ke restoran

dengan nama Kari Today.

Baik. Kari Today. Apa?

Kenapa kau memasang pohon Natal di sini?

Aku berkesempatan makan di sini.

Makanannya sangat enak

hingga aku ingin menunjukkan apresiasiku.

Apa dia punya putra?

Namsoo.

Namsoo.

Ya? / - Apa yang kau pikirkan?

Begini, aku hanya memikirkan perusahaan

dan kau, Jihye.

Jihye.

Karena investor asing tertarik

dengan perusahaan kita dan kita punya

potensi besar untuk menjadi perusahaan global,

kurasa kita harus melupakan

wanita bernama Kim Sorim atau semacamnya

dan pegawai profesional.

Aku tak mau membahas pekerjaan.

Kurasa pacar Ayah punya seorang putra.

Begitu rupanya.

Saat di toilet, kudengar dia memanggilnya Bibi.

Begitu rupanya. Dia keponakannya.

Tapi mereka tampak dekat. / - Apa itu panas?

Jika dia tidak punya anak sendiri,

dia mungkin sangat menyayangi keponakannya.

Benar.

Kalau begitu, kurasa dia janda tanpa anak.

Begitu rupanya.

Itu bagus. / - Apa maksudmu?

Begitu mereka menikah,

mungkin akan ada pertengkaran karena uang.

Dan dia terlihat cukup serakah.

Bagaimana mereka menemukan kafeku?

Kurasa mereka sengaja datang ke sini.

Siapa mereka?

Pegawai perusahaan temanku.

Kurasa mereka tipe yang melewati batas.

Anak muda zaman sekarang seperti itu.

Mereka tidak punya sopan santun.

Tidak bisa begini.

Pulang dan beristirahatlah. Mari tutup lebih awal.

Haruskah kita melakukan itu? Baiklah.

Maaf, tapi kami harus segera tutup.

Baiklah.

Kami mengerti. / - Terima kasih.

Begitukah? / - Ya.

Apa? Ayah.

Apa yang kau lakukan di sini, bukannya pulang?

Aku suka roti lapis yang kau belikan waktu itu,

jadi, kami mencari nama tempatnya.

Kau datang selarut ini untuk makan roti lapis?

Roti lapis adalah alasan untuk berkencan.

Ayah datang untuk menemui pacar Ayah?

Pemilik kafe ini.

Kami tahu dia kekasih Ayah.

Bukan begitu. Kami berteman.

Kau tahu, teman wanita, hanya itu.

Kau pergi jauh lebih awal,

tapi kau datang terlambat.

Seseorang sibuk bekerja,

jadi, aku tetap di sana untuk membantu.

Siapa? Direktur Kang?

Tidak, bukan dia.

Jika bisa, jangan membuat orang bekerja lembur.

Baik.

Pergilah lebih dahulu.

Ayahku pacar yang manis.

Dia pasti mampir menemuinya sebelum pulang.

Jihye, bagaimana kalau kita masuk dan bertanya

apa dia hanya teman atau mereka berpacaran.

Kau tidak tahu? Mereka berpacaran.

Aku akan bertanya dengan serius lain kali.

Ayo pergi sekarang. / - Baiklah.

Ayolah.

Sungguh. Seperti teman sekamar tentara.

Atau saudara kandung.

Seperti kakak yang melecehkan adiknya.

Aku suka karakter yang kuat.

Kau datang untuk minum anggur?

Aku tidak enak badan dan harus pulang cepat.

Kenapa? Kau terkena flu?

Kurasa begitu.

Kenapa tiba-tiba? Kau biasanya kuat dan sehat.

Apa kau patah hati?

Sudah lama aku tidak melihat pria itu.

Hati-hati.

Apa? Dia berhenti menelepon?

Aku akan mengajakmu makan kapan-kapan.

Maaf sudah meninggalkanmu hari ini.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left