Vincent N Roxxy

Vincent N Roxxy

Download Indonesian Subtitle

Release info

Vincent N Roxxy 2016 720p WEB-DL XviD AC3-FGT
A Commentary by seksipoker

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
720p
720
XviD
AC3
Published on: 2017-05-10
Downloads: 29
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Poker Online Aman Dan Terpercaya

Selamat Menikmati

Jangan pernah lari dariku, Jalang!

Dimana uangku?! Dimana?! Mundur!

Mundur!

Mundur! Menjauh!

Hubungi polisi!

Ayo pergi dari sini.

Siapa kau?

Vincent.

Kita pernah bertemu sebelumnya?

Tidak.

Jadi kau ikut campur seperti itu dan kita tak pernah bertemu sebelumnya?

Tidak.

Kenapa kau membantuku?

Entahlah. Siapa yang tidak?

Apa itu yang kau lakukan?

Keliling dengan mobil kerenmu untuk selamatkan wanita yang dipukuli?

Entahlah.

Aku Roxxy.

Kau mengarah ke mana?

Barat daya, sekitar 700 mil.

Kau bisa mengantarkan aku...

...ke terminal bus?

Aku akan beri kau tumpangan jika kau tak keberatan singgah sebentar.

Ada yang mau kau tanyakan padaku?

Tak ada yang aku sembunyikan di dunia ini.

Bagaimana kau kenal orang tadi?

Namanya Cordell.

Kakakku dibunuh tiga hari lalu.

Dia terlibat hal buruk.

Aku pergi ke rumahnya untuk mengambil barang dan Cordell ada disana.

Dia akhirnya mengejarku. Aku lahir.

Kau tahu sisanya.

Kak tidak berpikir untuk pergi ke polisi?

Itu bukan pilihan yang tepat untuk orang seperti ini.

Roxxy!/Ya.

Kau mau ke mana?

Ke mana saja asalkan jauh.

Kau orang yang baik, Vincent,

Tapi kau sebaiknya jangan berurusan denganku.

Percaya aku.

Keluargaku punya peternakan... Sebelah timur laut dari kota.

Itu tempat yang sangat bagus. Properti yang luas.

Tinggallah di sana hingga kau tahu rencana berikutnya.

Aku tak bisa lakukan itu.

Aku bahkan tak mengenalmu.

Aku tak mengenalmu.

Tepat sekali.

Hei, dengar,

Jika kau berubah pikiran, tanyakan Vincent atau JC Stewart di sekitar.

Kau akan tahu dimana aku dan kakakku berada./Tentu.

Aku keluar,

Orang ini duduk di kursi belakang.

Aku berpikir, "Apa-apaan ini?" Pria seperti seperti gelandangan.

Aku mencoba mengabaikannya, sementara Bibiku menyuruhnya masuk.

Berkata namanya Terry atau Jerry, entahlah.

Bibiku mau memberinya tumpangan.

Aku bilang, "Julie..." Nama bibiku Julie.

"Kita takkan membawa orang menumpang dalam perjalanan ini."

"Kau sudah gila."

Dia bersikeras, jadi aku memperhatikan orang itu.

Tepat dari spion tengah.

Aku perhatikan dia membawa tas dan itu tas yang terlihat mencurigakan.

Tas kulit dengan cincin krom diatasnya.

Itu semacam tas yang selalu menimbulkan kecurigaan.

Jadi aku bilang padanya, "Hei, bung, apa isi tas itu?"

Dia menanggapi, "Bukan urusanmu."

Sedingin es. Aku mulai kesal.

"Baiklah, dengar, aku tak ingin mencampuri urusanmu,"

Aku tak berusaha untuk macam-macam dengan barangmu.

Aku hanya menjaga bibiku dan diriku sendiri.

"Aku hanya bertanya, apa isi tas itu?"

Dia menyondong ke depan, tepat ke wajahku,

Dia bilang, "bukan urusanmu."

"Dan jika kau tanyakan aku lagi,"

"Aku akan menghajarmu, keparat."

Kembali bersandar.

Aku melihat ke arah Julie, dan dia ketakutan.

Kami berkendara beberapa mil, ketegangan semakin meningkat.

Dia bilang, "menepi." Dan kami mengikutinya.

Kami menepi di tepi jalan,

Lalu dia keluar dari mobil, mungkin sambil menghisap ganja.

Kurasa dia buang air kecil dan melakukan sesuatu yang tak mau kami lihat.

Kau paham maksudku?

Aku melihat ke kursi belakang.

Tasnya berada di sana dan menatap kembali ke arahku.

Aku melihat ke arah orang itu.

Dia berada sekitar 6 meter dari mobil.

Aku menoleh ke arah Julie. "Julie, jalan, dan tinggalkan dia."

Dan kami pergi. Kami tinggalkan dia tepi jalan,

Dan tas itu berada di kursi belakang.

Apa isi tasnya?

Bukan urusanmu.

Itu yang ada didalam tasnya, Bung.

Kau pasti bercanda.

Kalian tertipu dengan lelucon dongeng itu, ya?

Vinnie! Ya, berengsek!

Ini sudah saatnya, kawan! Kemarilah...

Ya... Astaga.

Astaga, Dik, lihatlah dirimu.

Ya...

Lihatlah dirimu.

Waktunya istirahat, teman-teman. Ayo.

Bagaimana kabarmu?

Baik.

Bagaimana dengan kota? Kau banyak bercinta?

Astaga, wanita itu hal yang bagus.

Di sini sangat berat, kawan.

Ya, itu sulit dimana-mana.

Itu benar.

Senang kau sudah kembali.

Hei, sayang./ Hei.

Kate, ini adikku Vinnie.

Senang akhirnya bisa bertemu denganmu!

Menyenangkan!

Hai.

Vincent. Senang bertemu denganmu juga.

Berapa lama kau akan tinggal di sini?

Aku masih belum tahu.

Ini juga rumahmu, Vinnie. Tinggallah selama yang kau mau.

Aku sangat senang.

Ayolah, kita seharusnya merayakan, bukan?

Minumlah bir dan tersenyum, bajingan. Berhenti terlihat murung.

Aku sangat merindukanmu.

Untuk saudaraku Vinnie. Selamat datang di rumah.

Sekarang mari kita minum yang lebih keras.

Astaga, di luar sini sudah terang.

Bagaimana keadaanmu?

Baik. Bagaimana denganmu?

Sangat baik, kawan. Sangat baik.

Kau punya rokok?

Terima kasih.

Ada kabar apa?

Peternakan terlihat kacau.

Semuanya berantakan.

Kau biarkan teman-temanmu yang mengurus tempat ini.

Semalam itu jarang terjadi. Itu pesta untukmu.

Aku tidak meminta diadakan pesta.

Kau yang memutuskan pergi.

Peternakan baik-baik saja. Aku sudah mengurus semuanya.

Kelihatannya tidak begitu.

Keuangan sedang sulit. Aku mencari uang dari bengkel.

Kau masih membuka dan menjalankan bengkel?

Itu buka, dan itu masih berjalan.

Butuh sedikit perbaikan. Kau sebaiknya melihatnya.

Baiklah./Datanglah besok,

Periksalah, katakan padaku pendapatmu.

Baik, ya, aku akan lakukan itu./ Bagus.

Seandainya kau ingin tahu, Ibu dimakamkan di bawah pohon...

...di sebelah timur dari properti kita.

Aku tahu tak banyak yang bisa dilihat, tapi itu memiliki fondasi yang bagus...

Kelistrikannya baru.

Lokasinya strategis dan itu murah.

Dia hanya perlu mendapat perawatan kuku dan rambut.

Dibutuhkan lebih dari itu./ Kau harus memulai dari suatu tempat.

Sulit menjadi profesional yang mengerjakan perbaikan di lumbung.

Bagaimana menurutmu?/ Soal apa?

Soal membantuku. Menjadi rekanan.

Rekanan?

Aku tak tahu soal itu./ Apa-apaan itu?

Baiklah, bagaimana jika kau membantuku merapikannya?

Kau mekanik terbaik yang aku kenal.

Dan kau adalah adikku.

Baiklah, aku bisa lakukan itu... Untuk sekarang.

Untuk sekarang? Dasar bajingan.

Kau membuatku memohon kepadamu.

Terima kasih.

Baiklah.

Apa yang mau kau lakukan terlebih dulu?

Ini masalahnya dengan olahraga hari ini.

Anak-anak tak seharusnya di larang.

Kau jangan pernah bilang, "duduk di bangkumu, Tommy."

Alasannya adalah karena kita berpikir harus memanjakan anak.

.Mereka tak harus memenangkan apa-apa.

Itu aneh, karena sebagai orang dewasa, aku sering berkata tidak.

Hei.

Roxxy.

Hei. Kau baik-baik saja?

Ya, aku baik-baik saja.

Maaf aku datang seperti ini./ Tidak, tak apa. Tak masalah.

Dengar, aku bukan tipe orang yang biasa meminta bantuan, tapi...

...Aku tak punya uang dan tak tahu harus pergi ke mana, jadi...

Jika tawaranmu masih berlaku, aku benar-benar butuh bantuan.

Ya, tentu saja.

Berapa lama kau tinggal di sini?

Seumur hidupku.

Hingga aku pindah ke kota.

Ini indah. Terlihat tenang.

Saat kami masih kecil dan keluarga datang berkunjung,

Mereka akan tinggal di sini.

Di sana ada ranjang lipat...

Itu mungkin butuh dibersihkan,

Tapi kau punya privasi.

Ini bagus. Terima kasih.

Aku akan membayarmu setelah aku menghasilkan uang./Tidak.

Itu tidak perlu.

Cukup ambil waktumu. Kau akan memikirkannya.

Kau tak apa?/ Ya.

Kau dengar sesuatu soal kecelakaan?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left