The first 200 lines.
DRAMA INI ADALAH KISAH FIKTIF
SEMUA KARAKTER, ORGANISASI, LOKASI, INSIDEN, DAN AGAMA
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF
ADEGAN YANG MELIBATKAN HEWAN DIBUAT DENGAN PROPERTI DAN EFEK VISUAL
Semua kacau. Kertas-kertas ini jatuh dari langit.
SONG, GA, MYEOL, LEE
Saat berusia dua tahun, keluargaku meninggalkan Byeokcheon
mengikuti ayahku yang memutuskan memulai usaha.
Jadi, meski berasal dari Byeokcheon,
aku tak tahu banyak mengenai itu, Yang Mulia.
Yang Mulia memanggil
para kasim dan dayang dari Byeokcheon.
Namun, karena itu kampung halaman ayahmu, kau pasti pernah mendengar sesuatu.
Aku hanya mendengar tanahnya tandus,
dekat perbatasan, dan sangat dingin
karena terletak di utara
karenanya mereka kesulitan hidup di sana.
Ini pernah terjadi sebelumnya?
BERSIAPLAH UNTUK PULANG
Beri jalan! Menteri Kehakiman akan lewat!
Beri jalan!
Apa-apaan...
DU-GUK-BYEONG-MIN
KAU MENGHANCURKAN NEGARA DAN MEMBUAT RAKYAT MUAK
Kau kehilangan dia?
Sudah kucari ke mana-mana, tetapi tak kutemukan jejaknya, Tuan.
Kurasa segalanya membaik bagimu sekarang.
Siapa yang memberimu uang untuk obat putrimu?
Apakah aku perlu membunuh putrimu agar kau bekerja dengan baik?
Ampuni aku, Tuan!
Hidup putriku bergantung padamu,
jadi tak akan kuulangi kesalahanku.
Percayalah padaku.
Buka!
Apakah ada orang? Buka pintunya!
Kubilang buka! Ada orang?
Won-bo... Apakah Won-bo ada?
- Ya, Tuan. - Won-bo!
Won-bo!
Bisakah aku bicara denganmu...
- Tinggalkan kami. - Ya, Tuan.
Won-bo, ada yang mau kuberi tahu kepadamu berdua saja...
Tidak, ayo ke dalam!
Won-bo, kau mungkin sudah tahu rumornya.
Rumornya Yang Mulia memanggil para kasim dan dayang dari Byeokcheon.
Bukan hanya itu. Saat aku pergi dari istana,
seseorang memanah tanduku dan ini terikat di panahnya.
Lihatlah.
Du-guk-byeong-min. Siapa yang berani melakukan ini?
Bagaimana aku bisa menangkap pelakunya untuk lampiaskan kemarahanku?
Kau sungguh tak tahu siapa mereka?
Kau tak pernah melihat huruf-huruf itu di kertas merah?
Kau juga mendapatkannya?
Du-guk-byeong-min.
Kutanya apakah kau tak pernah melihat itu.
Du-guk-byeong-min...
Tidak pernah.
Du-guk-byeong-min!
Kau tak pernah melihat huruf-huruf itu di Byeokcheon?
Byeokcheon...
Tak kupercaya kuberikan orang bodoh
jabatan di pemerintahan hanya karena kita kerabat.
Kau sudah lupa apa yang kulakukan
agar orang bodoh sepertimu
menjadi hakim Byeokcheon?
Apa yang kulakukan untuk menyelamatkan hidup menyedihkanmu...
Aku ingat!
Para pencuri di Byeokcheon itu...
Kertas merah
dan Du-guk-byeong-min ...
Apakah itu sungguh sisa-sisa...
- Dasar kau... - Won-bo, kumohon!
Kalau tak ada lagi yang ditanyakan,
sebaiknya aku pergi, Yang Mulia.
Kurasa tak ada orang di istana yang tahu soal Byeokcheon.
Tak ada informasi penting mengenai Byeokcheon
dan tak seorang pun yang kelihatannya berbohong.
Yang Mulia...
apa yang ingin kau ketahui?
Bawa lentera dan ikut aku.
Yang Mulia, kau akan ke perpustakaan?
Yang Mulia, apakah kau memandangi bulan?
Atau kau mau menemui Pangeran Agung?
Perhatikanlah langkahmu.
Apa yang kau lakukan?
Aku mencoba memindahkan batu ini agar kau tak menabraknya...
tetapi terlalu berat, jadi kututupi saja.
Aduh!
Kau pikir aku tak akan melihat batu sebesar itu?
Ikuti aku!
Kalau bukan karenaku, kau pasti tersandung batu itu.
Apa yang kau pikirkan sampai tak mau menjawabku?
Kau hanya memperhatikan arah langkahku, bukan arah langkahmu.
Ke mana arah langkahku tak penting.
Kenapa kau terus berubah arah tanpa tujuan?
Kalau kau memberitahuku ke mana tujuanmu...
Apakah...
kau hanya mau berjalan-jalan?
Aku mengerti sekarang.
Berjalanlah sesukamu.
Akan kukawal ke mana pun kau pergi,
sejauh apa pun kau berjalan
sampai kau bilang cukup dan merasa puas.
- Sinari dengan baik! - Ya, Yang Mulia.
Tidakkah jurnal Sekretaris Kerajaan aneh?
Apa maksudmu?
Laporan resmi Cho Won-oh, hakim Byeokcheon saat itu,
dan laporan Cho Won-bo yang menaklukkan para pencuri...
Hanya itu.
Hal yang terpentingnya hilang.
Tak ada catatan penyelidikan Song.
Makin keji suatu kejahatan,
seharusnya makin diselidiki lebih saksama,
tetapi tak ada penyelidikan?
Pimpinan para pencuri itu adalah Song, pandai besi Byeokcheon.
Dia memimpin sekitar 40 pencuri dan menyerbu
kantor pemerintah di Byeokcheon
dan menyerang para prajurit serta pekerja.
Mereka hanya memulai dengan 40 pencuri,
tapi saat Tuan Cho tiba di Byeokcheon,
mereka sudah merebut lima desa dan membentuk negara baru.
Artinya semua warga di Byeokcheon
menjadi pencuri dan bergabung dengan Song melakukan pengkhianatan.
Apakah ini mungkin?
Tidakkah itu aneh?
Namun, itu ada di jurnal Sekretaris Kerajaan,
jadi pastinya benar.
Kalau itu benar...
Ada apa, Yang Mulia?
Kuharap yang mengirimiku surat hantu,
membunuh keluargamu,
dan memanahku dengan panah beracun
bukan dari Byeokcheon.
Mereka juga rakyatku.
Yang Mulia, mereka bukan rakyatmu.
Mereka pemberontak dan pencuri.
Apakah kau ingat kutukan yang tertulis di surat hantu itu?
Semua orang akan berpaling dariku.
Aku akan sendirian
dan menjadi gila berkelana di negeri ini.
Kalau rakyatku sendiri...
mengutukku...
tidakkah itu menyedihkan?
Itukah kenapa kau ingin percaya
mereka tidak di balik semua yang terjadi?
Aku tak tahu kau berpikir begitu saat selidiki kasus Byeokcheon.
Namun, beberapa pencuri pasti masih hidup
melihat bagaimana mereka melakukan kasus Mata Angin dan menyebarkan kutuk.
Namun, laporan Menteri Kehakiman dan yang dikatakan Tuan Cho
bisa saja palsu.
Master Kim dari Manyeondang
sedang menyelidiki kelopak botan kering itu,
jadi itu akan membantu kita memecahkan kasus ini.
Biksu Mu-jin tak pernah memberi tahu kapan dia akan datang.
Saat dia datang,
kusajikan dia makanan.
Kudengar ada tempat dia menginap
tiap kali ke ibu kota.
Kau tahu di mana itu?
Ada tempat seperti itu?
Entahlah. Aku belum pernah mendengarnya.
Aku mendapat sesuatu dari Asia Tenggara dan mau menanyakan itu kepadanya.
Kirimlah surat ke Manyeondang jika dia kembali.
Ya, Master Kim.
Terima kasih.
Halo, Kasim Go dan Cendekiawan Park.
Lama tidak bertemu.
Apakah Master Kim ada di dalam?
Dia...
Namun, kurasa dia tidak...
Ya, ampun.
Guru! Bangunlah.
Ada Kasim Go dan Cendekiawan Park.
Pas sekali. Aku bertanya-tanya apa yang terjadi kepada kalian.
Apakah terjadi sesuatu?
Ada kesedihan tersembunyi di dalam hatiku.
Aku mungkin tak memiliki reputasi terbaik atau kehormatan,
tetapi aku juga pejabat provinsi.
Aku mungkin berbeda, tetapi tidak kurang.
Terbanglah, untaian es.
Tusuklah hatiku.
Dia dicampakkan wanita yang seharusnya dinikahinya.
Itu sangat kejam.
Itu kenapa dia terguncang.
Ini baru beberapa hari.
Kadang muncul, kadang hilang.
Dia baik-baik saja sesaat, lalu tiba-tiba tak berpikiran waras.
Ya, ampun.
Nonaku yang cantik.
Jangan berlalu dariku dengan dingin. Datanglah menghiburku.
Musim semi ini sangat berangin
dan aku takut angin mungkin menerbangkanku.
Di luar masih tengah malam.
Badai salju akan datang.
Badai salju di musim semi?
Kacau sekali.
Hati Myeong-jin sangat sedih.
Kalian sudah menyelidiki kelopak botannya?
Ya, Tuan.
Gurunya Guru Kim pernah ke Asia Tenggara.
No comments yet. Be the first to leave one.