The first 159 lines.
DOMBA
Radio Reykjavik
Selamat Natal
Sekarang, Doa Sore
Bab I
Kupegangi kakinya.
- Sudah kau pegangi ? - Ya.
Sudah, sudah.
Mereka bilang "Perjalanan Waktu" Sekarang memungkinkan.
Oh ?
Bagaimana cara mereka melakukannya ?
Tidak, secara teori..,..
Mereka bilang secara teori itu mungkin.
Maka seseorang pasti berusaha Mencari tahu detil praktisnya.
Mungkin..,..
Aku tak terburu - buru ingin melihat masa depan.
Aku merasa nyaman kita di sini sekarang.
Aku berharap memungkinkan..,..
Kembali ke masa lalu.
Ya..,.. Tentu saja.
Shhh..,.. Baik.
Aku tak memeriksa lumbung atas..,..
Kurasa kau harus mulai dari sana.
374.
Tak apa..,.. Shhh..,..
Ini lebih baik daripada tahun kemarin.
Yang mana lebih baik Daripada tahun sebelumnya.
Traktornya membuat suara baru.
Ah, baik..,..
Lebih baik kita periksa Sebelum kita mulai menanam.
Hei, nak. Sekali lagi.
Kenapa denganmu, nak ?
Pergi !
Pergi, cepat !
Apa katanya ?
Entahlah. Aku melewatkannya.
Sesuatu tentang cerita rakyat, kurasa.
Tak apa.
- Ingvar..,.. - Ya.
Aku pergi dulu.
Aku akan pergi begitu dia tidur.
Tidak, tetaplah bersama dia.
Baik. Akan kujaga dia.
- Hai. - Hai.
- Apa dia masih tidur ? - Ya, dia pasti Kelelahan.
Kau menidurkannya di ranjang ?
Tidak, dia di sofa.
- Kuperiksa ke bawah. - Ya.
Ada.
Ada.
- Kau menemukan dia ? - Tidak, dia tak di sini.
Dengar..,..
Segalanya akan baik saja. Kita akan menemukan dia.
Kuperiksa ke sungai.
Ada !
Ada !
Ada !
Ada !
Ada !
Ketemu ?
Pergilah !
Bab II
Baik.
Ini cantik..,.. Mau pakai ?
Wauw..,..
Kau terlihat cantik.
Ayolah, anjing.
Kesanalah.
- Halo. - Hai.
Kau baru saja datang ?
Tidak, aku sampai tadi malam.
Aku tidur di lumbung.
- Kau pasti lapar ? - Ya, aku kelaparan.
Ayo. Kubawakan kau makanan.
Ayo, nak.
- Kita punya tamu. - Oh ?
Jadi, kau kembali..,.. Lagi ?
Senang bertemu denganmu.
- Duduklah. - Terima kasih.
Apa kau menunggu tamu ?
Ada !
Ada, sayang
Kemarilah, sayang. Jangan malu.
Ini dia.
Dia Petur..,.. Saudaranya Ayah.
Dia tak terbiasa dengan orang asing.
Silahkan..,.. Kau tamu kami.
Sekali lagi.
Boleh kucipratkan ?
Semuanya baik saja ?
Sekali lagi
Apa - apaan ini ?
Kebahagiaan..,..
Handuk Untukmu..,..
Ada baju di lemari yang bisa kau pakai.
Kemarilah..,..
Selamat malam, Paman Petur.
Selamat malam.
- Ingvar..,.. - Tidak. Petur. Tidak..,..
Tak ada yang perlu kita bicarakan.
Dengar..,..
Kau bisa tinggal di sini selama yang kau mau..,..
Tapi jangan ganggu cara hidupku dan Maria.
Paham ?
Mengapa dia kembali ?
Aku tak tahu. Sama seperti biasanya, kurasa.
Orang lain salah memamahinya Dan hutang uang padanya ?
Ya, dia selalu tak beruntung seperti itu.
Ya.
- Berapa lama dia tinggal ? - Ssshhh..,..
Aku tak tahu.
Ada !
- Mau kopi ? - Ya.
Jangan lakukan itu.
Aku melihatmu mandi semalam.
Kau membiarkan pintunya terbuka. Mungkin kau berharap aku datang mengintip ?
Apa yang kau lakukan Petur ?
Jangan kekanakan.
Kalian yang kekanakan..,..
Bermain rumah - rumahan dengan hewan itu.
Kami membersihkan beberapa barang di gudang.
Alangkah baiknya kau mau membantu.
Astaga, aku punya kenangan indah dengan kursi itu.
Sudah sepatutnya, ya..,..
- Hei..,.. - Bisa kita selesaikan ?
Ya, tentu.
Ini..,..
Astaga, apa kau bercanda ? Benda ini masih di sini ?
Kau mau ?
Ini, domba, domba. Ini, domba kecil..,..
Bagus..,.. Kau mau makan ?
Seperti domba kecil..,.. Ya, domba kecil..,..
Mau makan apa, domba kecil..,.. Domba, domba, domba..,..
Kau pikir apa yang kau lakukan ?
Bisakah kau tak mengganggunya ?
Ingvar..,..
Ingvar !
Dia bukan anak kecil, dia itu hewan.
Petur..,..
Ada..,..
Bab III
Ada Ingvarsdottir Malaikat Kecil Di Surga
Ada, kemarilah Manis.
Sekarang mereka jadi Raja dan Ratu Dalam Kerajaan mereka.
Mereka duduk di kursi agung Yang disebut Tahta.
Dan mereka sangat bahagia.
Itu semua karena Dimmalimm Jadi anak perempuan yang baik.
Tak ada yang manis dan lembut Seperti Dimma-limma-limm.
Dan dimanapun tak ada anak cantik Seperti Dimma-limma-limm.
Ada !
Pegangan yang erat.
Pein Akatsuki Instagram @paint_lapain
Ikan - ikan melantunkan lagu manis Saat ditemukan di atas bukit.
Domba berjalan dengan tenang Dalam samudera yang damai.
Kau tak tahu puisi lain ?
Sama seperti Ayahmu.
Saat aku masih kecil..,.. Aku tahu semua puisi.
Puisi itu juga tak banyak membantu hidupku.
Sialan !
No comments yet. Be the first to leave one.