Thank You, I'm Sorry

Thank You, I'm Sorry (Tack och förlåt)

Download Indonesian Subtitle

Release info

ㅡThank You Im Sorry NF-RT-01:31:15
A Commentary by DD_Movie

Tags

other
Published on: 2024-01-09
Downloads: 28
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

- Sara? - Aku hampir selesai.

- Aku tak bisa lakukan ini lagi. - Pakai kamar mandi lain.

Aku harus pergi sementara.

Kenapa?

Kita tahu itu benar.

Ini tak bisa dilanjutkan.

Aku mungkin pergi ke Malaga bersama Peder.

Kau akan berlibur dengan Peder?

Aku butuh waktu untuk berpikir.

Ya?

Selamat malam. Aku mau tidur.

Eliot, sayang, kau harus bangun sekarang.

Daniél?

Daniél?

Daniél?

THANK YOU, I'M SORRY

Simpanse adalah kerabat terdekat manusia.

Kita harus pergi jauh ke masa lalu untuk menemukannya…

- Hai. - Di mana dia?

- Di sana. - Terima kasih.

Tak ada denyut!

Lihat itu?

Dia juga dingin.

Dia sangat kaku.

Dia pasti sudah mati berjam-jam.

Sepertinya begitu.

Bisa bicara dengan keluarga?

Baik.

Hai, Helen.

Ini Sara.

Aku tahu ini masih pagi, tapi aku menelepon karena…

Daniél… Aku mencoba membangunkannya…

…tapi dia tak mau bangun.

Ya.

Ibu tahu manusia dahulu adalah kera?

Dinosaurus mati

dan kera berubah menjadi manusia gua.

Dahulu aku juga kera. Apa Ibu sekarang bisa menjadi kera?

IFK Norrköping memimpin dengan satu-nol

di pertandingan awal Kejuaraan Swedia ini. David Moberg Karlsson mencetak gol.

Baik. Kau boleh satu.

Satu.

Tidak boleh tambah.

Jelas tak boleh tambah.

Ini.

- Hai, Ayah. - Linda, di mana sandal Ayah?

- A pa? - Sandal Ayah.

Ayah butuh itu.

Tak bisakah staf membantu mencari sandal Ayah?

Astaga. Mereka gila.

Mereka terus bernyanyi "tepuk tangan" seperti orang bodoh.

- Kau harus kemari. - Baik, aku datang. Ya?

Bagus.

Baik. Dah.

Jadi.

- Di sana. - Benar.

- Halo. - Halo.

Aku Ivan, dokter jaga.

Helen. Ibu Daniél.

Ayah Daniél.

Jadi… Seperti ini… Aku di sini…

Kurasa lebih baik kurekam ini.

Sulit mengingat apa yang diucapkan saat sedang syok.

Aku sering lihat dalam pekerjaanku sebagai psikolog.

Ya, tentu saja.

Jadi…

Skenario yang paling masuk akal

adalah jantungnya berhenti berdetak saat dia tidur.

Tubuhnya tak menunjukkan tanda-tanda kekerasan.

Tentu saja, kami akan lakukan otopsi untuk menentukan penyebabnya,

tapi kemungkinan besar itu kondisi jantung yang tak terdiagnosis.

Aku tidur di sofa.

Baik.

Kau tidur di sofa?

Aku sulit tidur karena perutku.

Biasanya aku tidur di sofa agar tak dibangunkan oleh Daniél.

Aku sulit untuk kembali tidur. Itu sebabnya aku tidur di sofa.

Tak ada yang bisa kau lakukan.

Kau harus mengerti itu, Sara.

Wah!

Bagus.

- Menurutmu begitu? - Ya. Tentu.

- Zlatan! - Apa itu?

Halo, Sayang. Hai.

- Tidak! Kau punya anjing? - Ya.

- Hai! - Ini Zlatan. Anjingku.

Kau tahu, aku selalu ingin punya anjing.

- Bagus. - Hei, Nak.

- Aku punya satu. - Apa kau baik, Zlatan?

Ya, kau baik.

Aku siapkan air untuk kita.

Tapi aku tak punya es.

- Ini. - Terima kasih.

Bagaimana dengan musik? Ini dia.

- Ups. - Ups.

- Ups. - Ups.

Sedang apa kau di sini?

Kau punya pacar?

- Kita sedang rehat. - Benarkah?

Ya, kau bilang ingin rehat sejenak.

Kau bilang, "Agar aku benar-benar menjadi diriku

dalam hubungan ini, aku perlu menyendiri sementara waktu."

- Siapa namamu? - Ludde.

- Ludde. - Ludvig.

Namaku Jasse.

Aku harus pergi.

Maksudku aku tak bisa merasakan apa yang diinginkannya.

Aku sulit hadapi orang yang tak bisa ungkap mau mereka

saat aku perlu merasakan apa yang mereka mau.

Aku sudah jumpa banyak wanita yang tak bisa kurasakan.

Baik, itu…

- Kau "merasakan" aku, 'kan? - Jangan menyentuhku sekarang.

Tidak.

- Aku pergi sekarang. - Ya.

- Aku akan menusukmu dan membunuhmu! - Aduh!

Aduh! Ampun!

Kena kau!

Saat Ayah pulang, dia akan memakanmu.

Aku sudah membuat janji dengan pendeta.

Dia ingin kau memikirkan lagu mana yang kau suka.

Aku sangat suka "Day by Day, And With Every Passing Moment."

Kau sudah bicara dengan Eliot tentang pemakamannya?

Kubilang padanya Daniél pergi untuk bisnis.

Aku bisa beri tahu dia jika kau mau.

Entah aku harus bilang apa padanya.

Tidak. Tak apa-apa jika kau mau menunggu sebentar.

Aku akan menelepon orang-orang.

Aku akan menusukmu!

KOTAK PINDAHAN

Hai.

Hai. Kau sudah memindahkan semua barangmu?

Aku tak suka tinggal dengan Maja. Dahulu juga gagal.

- Apa maksudmu, dahulu? - Aku memberimu ruang.

- Ayo. - Kita bisa membicarakannya dulu.

Aku merindukanmu.

Ayahku meneleponku.

Suami adikku sudah meninggal.

Kau punya adik?

Adikku, Sara. Aku sudah cerita padamu soal dia.

Aku pindah dengan Ayah setelah perceraian.

Aku menemukan alpukat yang sempurna. Seperti yang kau suka.

Suaminya baru saja meninggal, begitu saja.

Sayang sekali.

Menurut Ayah aku harus pergi ke pemakaman, tapi dia…

Karena dia dan Sara… Dia tak bisa pergi.

Aku tak tahu harus bagaimana.

Ada apa?

Hanya saja kau belum menanyakan kabarku.

- Jangan sentuh aku sekarang. - Benar.

Ayolah.

Astaga. Maafkan aku.

- Biasanya aku tak terlambat. - Tak apa.

Selamat datang. Silakan duduk.

- Butuh bantuan? - Tidak.

Baiklah. Jadi, aku hanya ingin tahu siapa Daniél.

- Siapa dia? - Ya.

Kau ingin aku bicarakan sesuatu di pemakaman?

Bisa apa saja, besar atau kecil.

- Kami menikah setelah Eliot lahir. - Ya.

Tapi kami bertemu saat sekolah hukum. Dan kami pindah ke sini tahun lalu.

Daniél mau lebih dekat dengan orang tuanya.

Begitu rupanya.

- Dan demi anak-anak, tentu saja. - Baik.

Orang bilang itu hanya 30 menit naik bus, dan mereka akan datang dan berkunjung.

Masalahnya, tak ada yang datang.

Kau mungkin berpikir, setidaknya ada udara segar,

halaman luas, dan suami untuk berbagi semuanya.

Namun semua tiba-tiba hilang.

Dia pergi. Dan menurutku itu perilaku menjijikkan.

Bagaimana dengan orang tuamu? Ibu, Ayah? Kau punya saudara?

Satu kakak perempuan, tapi tak ada kontak.

Orang tuamu?

Sudah meninggal.

- Apa yang kau gambar? - Itu babi. Dia menyedihkan.

Hanya punya satu teman dan itu hanya rakun tua yang gemuk.

Jadi begitu.

Apa kau juga sedih?

Apa Ibu rindu Ayah?

Kita bisa meneleponnya.

Kita tak bisa telepon Ayah.

Karena dia seperti burung itu. Yang kita kubur di kebun.

Apa Ayah meninggal?

Ya.

- Jadi, dia tak pulang minggu depan? - Tidak.

Kini Ibu bisa jadi kera?

Lebih keras.

Lebih keras lagi.

Lebih keras!

Lebih keras.

Lebih keras, Ibu! Lebih keras!

Lebih keras!

- Haruskah aku… - Tidak.

- Ibu, ada anjing! - Jangan sekarang, Eliot.

Ya!

- Itu anjingmu? - Ya, benar.

- Siapa namanya? - Apa? Itu Zlatan.

Apa namanya Setan?

- Bukan, namanya Zlatan. - Setan?

- Zlatan. - Setan!

- Kau ikut, Sara? - Setan!

More Indonesian subtitles for Thank You, I'm Sorry

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left