The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"It's My Life"
Apa pekerjaan ayahmu?
Dia meninggal belum lama ini.
Apa pekerjaannya sebelum meninggal?
Dia nelayan.
Nelayan?
Kamu lulusan universitas mana?
Aku lulusan Universitas Cheongyoon di bidang busana.
Ada universitas seperti itu?
Apa-apaan ini?
Kamu ingin bertemu dengan kami untuk memperkenalkan dia?
Aku sudah bicara kepadanya, tapi dia tidak mengerti.
Aku mengundangnya agar dia bisa melihat perbedaan kami.
Apa? Kamu tersinggung?
Tidak.
Mari kita lanjutkan pembicaraannya.
Hyunkang akan memberikan pakaian yang tidak laku.
Bagaimana denganmu?
Kami akan memberikan produk seperti tas dan sepatu
seperti biasanya.
Menantuku akan menyumbang lahan untuk membangun
pusat kesejahteraan keluarga multikultural.
Astaga. Benarkah?
Belum lama ini, menantuku menerima
saham dan lahan dari ayahnya.
Dia memberi kami sebagian lahan untuk membangun pabrik kami.
Dia ingin menyumbangkan sisanya.
Dia berasal dari keluarga baik dan berpendidikan tinggi.
Dia juga istri yang baik.
Entah bagaimana yang lainnya, tapi dia punya menantu yang hebat.
Aku tersanjung.
Jin Ah.
Ya, Bu Choi.
Tanyakan pemilik restoran
apakah mereka punya pereda nyeri.
Anda mau kubelikan?
Kamu bahkan tidak punya mobil. Kamu akan berjalan kaki?
Saat kamu kembali, restoran ini sudah tutup.
Baiklah.
Bersulang.
Aku mungkin harus pindah.
Apa maksudmu pindah?
Aku menunggak sewa rumah tiga bulan.
Pemilik rumah juga memergokiku menyewakan kamar untuk Jin Ah.
Dia akan menungguku di depan rumah lagi. Bagaimana ini?
Kalau begitu, Jin Ah juga akan diusir?
Kamu hanya mengkhawatirkan Jin Ah?
Meskipun dia diusir, Pak Choi akan membantunya.
Tapi bagaimana denganku?
Jika diusir, aku akan berakhir di jalanan.
Jika kamu diusir, datanglah ke tempatku.
Tempatmu?
Tempatnya kecil, tapi cukup untuk kita berdua.
Kita berdua?
Kenapa tiba-tiba itu terdengar begitu murahan?
Murahan? Kenapa?
Aku tidak perlu tinggal di tempatmu.
Tapi jika kamu...
Jika kamu punya uang,
bisakah kamu meminjamiku 3.000 dolar?
Aku akan menulis surat sanggup bayar.
3.000 dolar?
Haruskah kuminta ayahku?
Jangan.
Nanti kamu akan mendaftarkan pernikahan kita diam-diam.
Tidak. Aku tidak akan melakukannya lagi. Sungguh.
Seon Gyu, kenapa kamu kemari saat malam begini?
Sebenarnya...
Bisakah aku tinggal di rumahmu beberapa hari?
Rumahku...
Tidak bisa.
Yeon Ji akan tinggal di rumahku.
Dia?
Kalian berpacaran?
Kami tidak berpacaran.
"Pemilik Rumah"
Siapa itu?
Pemilik rumah.
Astaga. Entah aku harus bagaimana.
Kamu sungguh akan membiarkan putramu menikahi gadis seperti dia?
Tentu saja tidak.
Si Woo tidak sederajat dengannya.
Lalu kenapa kamu membiarkan Si Woo berpacaran dengannya?
Si Woo menyukainya.
Pernahkah aku tidak memberinya mainan yang dia inginkan?
Apa? Mainan?
Kamu terus membuatku kagum.
Dia seperti mainan berkualitas rendah
yang kuno dan jelek.
Jadi, cepat atau lambat, Si Woo akan bosan dengannya.
Aku akan menunggunya.
Siapa yang bisa mengalahkanmu?
Astaga. Aku tidak menyangkanya.
Aku akan membuatmu sengsara.
Bisakah kamu menahannya?
Pernahkah aku tidak memberinya mainan yang dia inginkan?
Pakaianmu tipis di cuaca sedingin ini. Kamu pasti kedinginan.
Kamu bisa mati kedinginan jika hanya memedulikan penampilan.
Bu, bolehkah aku
meminjam ponselmu?
- Ponselku? - Ya.
Aku kehilangan tasku.
Begitu. Tentu.
- Ini. - Terima kasih.
Dia memiliki 15 catatan kriminal?
Ya.
Aku
tidak ingin menceritakan ini karena memalukan.
Tapi bagaimana mungkin kubiarkan dia mendekati Nam Jin?
Itu sebabnya kamu tidak memberi tahu Nam Jin.
Benar.
Dia berjanji tidak akan muncul di hadapan Nam Jin.
Aku memberinya tabunganku sebagai gantinya tujuh tahun lalu.
Entah apa perbuatannya, tapi dia meneleponku karena dipenjara...
Apakah itu dua tahun lalu?
Apa kejahatan yang dia lakukan?
Bukan kejahatan kejam, benar?
Apa maksudmu kejahatan kejam?
Pembunuhan atau perkosaan?
Tidak mungkin. Sepertinya bukan begitu.
Dia tidak sejahat itu.
Kejahatan tetaplah kejahatan.
Dia memang tidak lebih baik daripada orang lain. Tapi...
Dia meninggalkan bar tanpa bayar.
Dia berkelahi dengan orang lain karena marah.
Dia mencuri di toko. Dia pasti melakukan hal seperti itu.
Astaga. Dia penjahat kecil.
Namun, Bu Yang,
dia mengetahui bahwa Nam Jin adalah cucu mendiang pimpinan.
Meski kamu mendapat tempat untuknya, akankah dia meninggalkan rumah ini?
Itu membuatku khawatir.
Kamu benar. Dia pasti menginginkan banyak uang.
Jika itu tidak berhasil, kita harus membuatnya pergi atas kehendaknya.
"Panggilan masuk"
Halo?
Nam Jin, ini aku, Jin Ah.
Jin Ah?
Ada apa dengan suaramu?
Nomor siapa ini?
Aku kehilangan tas dan ponselku.
Nomor ponsel yang kuingat
hanya nomormu.
Tas dan ponselmu hilang?
Di mana kamu sekarang?
- Haruskah kuminta Pak Choi ke sana? - Tidak.
Jangan beri tahu dia.
Baiklah. Aku segera ke sana.
Ada apa? Jin Ah lagi?
Kenapa dia meneleponmu saat tas dan ponselnya hilang?
Dia bisa saja menelepon Si Woo.
Dia melarangku memberi tahu Si Woo.
Sudah jelas, mereka bertengkar.
Saat pasangan mulai berpacaran,
mereka sering bertengkar untuk bisa berkuasa.
Maksud ibu, kenapa dia melibatkanmu
dalam pertengkarannya dengan pacarnya?
Aku akan segera kembali.
Astaga. Yang benar saja.
Jin Ah.
Apa yang terjadi?
Kenapa kamu duduk di sini?
Maafkan aku. Tasku hilang.
Ayo. Aku akan mengantarmu pulang.
Tidak. Aku tidak bisa pulang.
Apa maksudmu?
Ada masalah.
Adakah tempat untuk aku tinggal beberapa hari?
Aku hanya ingin tidur.
Baiklah. Ayo kita pergi sekarang.
Kamu akan sakit jika lebih lama di sini.
Bangunlah.
Aku kenyang sekali. Aku bahkan sulit bernapas, Yeon Sil.
Aku juga. Semua hidangannya sangat enak.
Kurasa beratku bertambah dua kilo.
Kamu seharusnya menambah berat badan.
Kamu terlalu kurus sekarang.
Aku tidak kurus. Perutku bertambah buncit,
jadi, ingin melakukan perawatan.
Kamu tidak perlu melakukan itu.
Aku menyukaimu seperti apa adanya sekarang.
Aku berterima kasih kepada Seung Joo.
Dia memberi kita voucer prasmanan hotel untuk berkencan.
Kukira dia penyendiri, tapi dia sebenarnya perhatian dan ramah.
Sudah kubilang kepadamu
Nam Jin sangat beruntung.
Tapi harus kuakui, aku sungguh terkejut.
Kukira Seung Joo akan menyukai pria
yang modis dan bermartabat seperti Pak Choi.
Aku terkejut dia memacari Nam Jin.
Aku juga agak terkejut,
tapi aku bisa apa? Dia menyukai Nam Jin.
Kita lihat saja apa yang terjadi.
Ayo, Jin Ah.
Astaga, bukankah itu Ahn Nam Jin?
Apa... Bedebah!
Astaga, apa yang terjadi?
Di mana Seung Joo? Kenapa dia berada di hotel bersama wanita lain?
Astaga, jangan.
No comments yet. Be the first to leave one.