Breeders

Breeders

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

Breeders S02E10 No Power Part 2-DSNP-WEBDL
A Commentary by Sh1Ft3R
𝐃𝐢𝐬𝐧𝐞𝐲 𝐇𝐨𝐭𝐬𝐭𝐚𝐫

Tags

webdl
web
WEBDL
Published on: 2022-02-07
Downloads: 19
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kukira dia belum kirim pesan, atau...

Aku pasti bilang, begitu, Ayah? Pasti bilang.

Tidak, aku tahu. Maaf.

Dia akan ditemukan.

London itu luas.

Luke tidak bawa uang, jadi, mungkin dia masih di sekitar sini.

Apa itu Luke?

Tidak, Luke punya kunci. Itu polisi.

Sial.

Ini bunga freesia, lambang persahabatan.

Saat menikah di usia seperti kita ini,

kita ingin teman baik, tak sekadar pasangan.

Manisnya. Haruskah kubawakan satu untuk Luke nanti?

Dia sudah dapat.

Saat pergi dari rumah Leah tadi, dia...

Benar, tentu, ya. Seharusnya aku sadar.

Sebaiknya aku pergi dan bersiap. Membaca lagi janji pernikahan.

Kau berjanji untuk patuh?

Tentu saja. Siapa yang tak mematuhi Leah?

Kita harus bersyukur kekuatannya dipakai untuk kebaikan.

Sebagian besar...

Kapan bulan madunya?

Semoga segera.

Kami menginap di hotel di Heathrow malam ini untuk penerbangan pagi.

Benar. Jadi, Luke harus memutuskan paling lambat malam ini.

Ya. Dia tak bisa tinggal di tempat Leah, saat kami pergi.

Tidak.

Jadi...

Benar, sebaiknya kau pergi dan bersiap.

-Sampai jumpa nanti. -Ya. Semoga berhasil!

Astaga. Apa ucapan itu pantas? Mungkin tidak.

Apa kau sering bertengkar dengan putramu?

Tidak. Maksudku, kami kesal dengannya...

-Aku kesal. -Aku juga.

Namun, bukan cekcok. Bukan. Karena...

Dia tak banyak menjawab.

-Tak biasa... -Tidak.

Dia lebih sering patuh.

Belakangan mungkin tidak.

Ya, dia tak mau sekolah dan...

-Sungguh? -Itu telah usai.

Dia gelisah, sudah kami urus dengan sekolah.

Namun, malam ini, katamu Luke memukulmu?

Ya, dia meninjuku.

-Di wajah? -Tepat sekali.

Apa kau memukulnya?

Tidak.

Sungguh, tidak.

Tidak. Kami bertengkar, kami...

Aku coba menahannya.

Itu kacau dan...

Sangat aneh. Namun, tidak, aku tak memukulnya.

Aku tak memukul anak-anakku. Tak pernah.

Ya. Kau bisa cek. Kami sudah diperiksa.

Namun... Semuanya baik-baik saja. Tidak ada masalah.

Baik. Katamu kau merenggut Luke?

Bukan, menahan... Menahannya, mencegahnya kabur.

-Lalu? -Dia kabur.

Maksudku, aku menindihnya ke tanah, tidak ada...

Tidak ada yang bisa kulakukan. Aku terkejut.

Dia memukulku, seperti yang kalian tahu, di wajah.

Dia wanita yang sangat beruntung.

Ayah juga. Pria yang beruntung.

Dia pria yang baik.

Dia ayah yang hebat. Masih hebat sampai sekarang.

Dia sangat baik kepada Luke beberapa pekan ini.

Ya, aku prihatin, kudengar ada semacam kesulitan.

Ya, semuanya sedikit...

"Bermasalah."

Ya. Semua sedikit bermasalah.

Paul menyayangi Luke...

Paul sungguh menyayanginya.

Semua orang tua pernah membentak anaknya.

Terkadang tak bisa dihindari, bukan?

Kadang-kadang. Maksudku, bukannya dia kelewatan...

Bukan. Hanya saja, Luke berjiwa sensitif.

Otak kita juga masih berkembang di usia itu, bukan?

-Benarkah? -Mungkin dirimu tidak.

Itu karena cinta, Ally. Kau tahu itu, bukan?

Apa kau tahu itu?

Ya.

Tidak. Aku tahu. Namun...

Apa?

Itu keterlaluan, Paul. Ucapanmu kepada Luke.

Aku tahu. Aku marah. Aku sangat marah. Aku menyesal.

Belakangan ini aku merasa seakan...

Seakan aku harus melindungi Luke. Dari dirimu.

-Astaga. -Kau tahu,

seakan aku harus jadi ibu protektif.

-Melindunginya? -Bukan secara fisik.

Tidak, dia bisa mengurus dirinya sendiri.

Luke itu rentan. Namun, kau sama saja seperti dahulu.

Namun, itu tak berhasil, sebab Luke begini.

Itu... Tak bisa seperti itu.

Jadi, kita biarkan saja dia melakukan keinginannya?

Tanpa aturan, tanpa batasan.

Mulai sekarang kita katakan, "Ya, biar dia semaunya."

Apa kukatakan itu?

-Namun, itu maksudmu. -Kau sungguh

mengira itu maksudku? Tentu, kau tidak.

-Jadi, jangan... -Hai!

Boleh aku masuk?

-Ya, masuklah. -Ya.

-Kami menemukan Luke. -Syukurlah.

-Dia baik-baik saja? -Dia baik.

Dia sedikit emosional, tetapi fisiknya sehat.

Luke tak apa-apa? Ditemukan?

Ya, Sayang. Dia aman.

Kapan dia pulang? Dia dalam perjalanan?

Katanya, dia tak mau pulang.

Usianya 13, dia harus pulang.

Memang mau ke mana, Barnardo's?

-Paul... -Kata Luke ke petugas,

dia akan melawan semua usaha untuk memulangkannya.

Benar. Melawan. Kau dengar ucapanmu itu? Ini gila.

Dia sangat bersikeras dia tak mau melewati pintu itu.

Dia tak mau sekolah, tak mau pulang?

Astaga. Ini amat...

Kami jelas bisa memanggil layanan sosial untuk mengurus ini,

tetapi kami lebih memilih tidak, jika bisa.

Apa ada tempat lain di mana Luke bisa menenangkan diri?

Sementara.

Modal recehan jadi jutawan! Visi Misi Foya Foya, cuma di RECEH88

Hei.

Maaf membangunkan kalian.

Ya. Maaf, Nek.

Tak apa-apa. Kami belum tidur. Kami terlalu cemas.

Kami senang kau selamat.

Luke akan di sini beberapa hari.

Dia boleh tinggal di sini selama dia mau.

Aku sudah siapkan kamarmu, Luke.

Terima kasih, Alex.

Jika ingin mengobrol, apa pun itu, cari saja aku, ya?

Akan kulakukan.

Ayo bawa ini ke kamarmu.

Malam, Bu. Aku sayang Ibu.

Malam, Lukey. Ibu juga menyayangimu.

Aku tak tahu harus bagaimana, Bu.

Dia hanya butuh menenangkan diri beberapa malam di sini

dan mengatur dirinya.

Ini lebih dari itu.

Kurasa, ada yang salah dalam keluarga.

Mau tidur di sini malam ini?

Tidak. Mari beri ruang untuk Luke. Aku akan menelepon besok.

Bu...

Apa kau gugup?

-Ya. -Tidak juga.

Kau gugup karena apa?

Aku belum pernah memberi restu nikah. Ini tanggung jawab besar.

Terima kasih.

Aku akan sangat gugup jika aku yang menikah.

Bagaimana jika Nenek kentut?

Aku belum makan selama 36 jam, Sayang. Tak ada masukan, tak ada yang keluar.

Omong-omong, aku tak gugup

karena semua akan baik saja.

Sebab Alex sudah mengurus semuanya

dan aku bisa bersantai.

Itu manis sekali.

Kekukuhan, itu yang kita mau dari pasangan.

Dapat diandalkan.

Butuh seumur hidup untuk itu,

itulah yang penting.

-Ada lasagna di oven . -Baik.

Beli di toko, bukan buat sendiri.

Lebih bagus lagi. MSG dan garam berlebih. Lezat.

Kalian sudah bicara?

Kami berkirim pesan, ya.

Dia baik-baik saja?

Ya. Dia tampak baik-baik saja.

-Dia akan pulang? -Belum.

Tak bisa begini, Ally.

Dia harus diberi waktu.

Dia harus ada di rumah.

Kita tak bisa memaksanya tinggal.

Kau tahu? Ya, kita bisa.

Kita tentu saja bisa.

Generasi orang tua sebelumnya pasti sudah akan melakukan itu.

Seluruh generasi sampai tiba masanya generasi kita yang tak berguna ini.

Dia anak kita, kita orang tuanya, ucapan kita harus dituruti.

Dia punya rumah, ranjang, makanan, minuman.

Dia lebih beruntung dari 90 persen orang di dunia ini.

Dia cukup melakukan yang disuruh.

Kau tak berpikir begitu.

Ya. Aku sungguh berpikir begitu.

Baik. Mungkin sebagian dirimu.

Namun, kau tak sungguh ingin menjadikan anakmu tahanan.

Benar, bukan?

Sial, Ally.

Apa yang kulakukan?

Maksudmu "kita".

Bukan, maksudku "aku".

Anak kita tak mau tinggal bersamaku. Sial, maksudku...

Ada kegagalan,

dan ada kegagalan luar biasa,

dan aku bahkan melampaui itu.

-Kita akan cari cara. -Ya, bagaimana?

Aku tak tahu, tetapi kita harus. Kita tak bisa jadi keluarga hancur.

Mungkin kau dan Luke bisa mengobrol di pernikahan Ibu?

Jim!

Modal recehan jadi jutawan! Visi Misi Foya Foya, cuma di RECEH88

More Indonesian subtitles for Breeders

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left