The first 200 lines.
Sub: EriKalbu ----Jampangkulon, Sukabumi----
..........=Happy Watching=..........
Menurut Legenda, di tanah mistik Prydain,
pernah ada seorang raja yang sangat kejam dan jahat ...
bahkan para dewa pun takut padanya.
Karena tidak ada penjara yang bisa menahannya,
dia dilemparkan hidup-hidup ke dalam sebuah bejana berisi besi cair.
Di sanalah, Roh jahatnya ditawan ...
dan dibentuk menjadi wadah serupa kuali besar hitam (The Black Cauldron).
Selama berabad-abad lamanya,
kuali hitam itu diletakkan tersembunyi, menunggu,
Sementara itu, orang-orang jahat mencarinya,
mereka tahu siapa pun yang memilikinya pasti akan mempunyai kekuatan ...
untuk membangkitkan balatentara perang abadi ...
dan, dengan balatentara itu, mereka bisa menguasai dunia.
Ada yang tidak beres. Aku bisa merasakannya.
Bangsa Peri itu pun tahu juga.
Kau tidak melihat satupun Peri di sekitar sini.
Raja bertanduk,
iblis berhati hitam.
Apa yang dia tunggu?
Ya, ya, Pus. Aku tahu kau ingin sarapanmu,
Namun, untuk sekarang, berpikir lebih penting.
Taran, potnya meluber! Taran!
Oh, Dallben. Aku baru saja merenung..
Bagaimana jika perang berakhir, dan Aku tidak pernah memiliki kesempatan untuk berperang?
Hmm, dan ada baiknya juga.
Perang bukanlah permainan. Orang banyak yang terluka.
Tapi aku tidak takut. Aduh!
Ya, Nah itu.
Jika Si Raja bertanduk kembali,
Kau akan memiliki kekhawatiran yang lebih besar ...
dibanding hanya jari yang terbakar.
Tidak, tidak, tidak, Pus. makanan itu bukan untukmu. Itu untuk Hen Wen.
Hen Wen, Hen Wen. Selalu saja Hen Wen!
Dan suatu hari nanti, Nak, Kau akan tahu mengapa.
Nah, jangan melamun lagi. Ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Ya, Pak.
Dia sangat risau ...
dan begitu buta terhadap bahaya di depannya.
Lihat, Pus. Kau beruntung.
Cukup banyak yang tersisa untukmu.
Hmm.
Dallben tidak mengerti.
Aku bukanlah anak kecil lagi.
Aku harus melakukan perbuatan heroik untuk Prydain, tidak hanya duduk manja berpangku tangan.
Hey!
Oh, Baiklah, Hen.
Aku tidak bermaksud begitu.
Ayo makanlah.
Dallben membuatnya khusus untukmu.
Apakah begini saja hidupku? Memanjakan babi?
Aku seorang prajurit bukan pengurus babi.
Dallben mengira Aku akan takut, padahal tidak.
Aku hanya perlu sebuah kesempatan,
dan Aku bisa menjadi prajurit terkenal.
Perhatikan, Hen! Aku bisa melakukannya! Ha!
Bahkan Kau pun takut.
Kau menantangku? Lari, pengecut.
Di situ kau rupanya.
Yang Mulia, Raja Bertanduk.
Jadi kita bertemu akhirnya. Ha!
Bahkan Raja Bertanduk pun gemetar ketakutan.
Lihat, Hen? Semua orang takut pada Taran of Caer Dallben yang terkenal!
Prajurit terbaik Prydain ...
menarik nafas.... terakhirnya.
Dallben.
Hmm, pedangnya tidak sesuai untuk seorang pahlawan.
Aku... kita sedang...
Hen Wen menjadi kotor.
Oh begitu.
Lamunan lainnya, Taran?
Tapi, Dallben, tidak akan pernahkah Aku menjadi seseorang selain menjadi pengurus babi?
Babi ini istimewa, Taran.
Nah, mandikan babinya sampai bersih.
Nah, Hen, sudah terbayang 'kan...
Aku akan tetap menjadi Asisten pengurus babi saat aku setua Dallben.
Kau suka, ya?
Sekarang untuk bagian yang paling kau suka.
Hei, Ayolah, Hen. Aku belum selesai menggosok pungung..
Hen, ada apa? Tenang, Hen.
Mohon hentikan! Ada apa?
- Hen Wen- - Taran, apa yang terjadi?
Aku-aku tidak tahu.
Ada yang tidak beres dengan Hen Wen.
Apa? Cepat, nak. bawa dia ke dalam.
- Untuk apa itu? - Letakan Hen Wen di bawah.
Aku tidak pernah menggunakan kekuatannya kecuali terpaksa,
tapi sekarang Aku akan menggunakannya.
- "Kekuatan"? - Taran, apapun yang Kau akan lihat,
Kau tidak boleh menceritakannya kepada siapa pun.
Hen Wen, darimu, Aku memohon ...
pengetahuan yang berada di luar jangkauanku,
Penglihatan bermasalah di luar hatimu.
semoga penglihatan itu memberitahuku sesuatu
Raja Bertanduk.
Stt-stt-stt. Jangan ganggu.
Dia sedang mencari.
The Black Cauldron!
- Jadi hanya itu. - "The Black Cauldron"?
Senjata yang mengagumkan, Taran.
Sudah disembunyikan selama berabad-abad,
tetapi jika Raja Bertanduk menemukannya ...
dan melepaskan kekuatannya,
tidak ada yang bisa kuat melawannya.
Itu Hen Wen.
Raja itu tahu.
Berhenti! Cukup! Kau harus segera pergi dari sini.
bawa Hen Wen ke pondok tersembunyi ...
di pinggir hutan terlarang.
Sembunyikan di sana dan jangan pernah membawanya keluar sampai aku datang.
"Sembunyikan"? Tapi mengapa?
Hanya aku yang tahu rahasia kekuatan Hen Wen,
tapi sekarang Raja bertanduk telah mengetahuinya juga.
Kita harus memastikan dia tidak pernah menggunakannya untuk menemukan kuali hitamnya.
Aku tidak takut pada Raja bertanduk.
Maka Kau pemuda yang sangat bodoh.
keberanian yang belum dicoba tidak sesuai dengan sifat jahatnya.
ingatlah hal itu.
Nah, Pergilah, anakku,
dan jaga dirimu baik-baik.
Selamat tinggal, Dallben.
Aku tidak akan mengecewakanmu.
Begitu banyak hal yang sebentar lagi ...
akan disandarkan di pundaknya.
Oh, ya.
Ya, pasukanku.
Tidak lama lagi Kuali hitam itu akan menjadi milikku.
Kekuatan jahatnya akan mengalir di pembuluh darahku,
dan Aku akan membuat kalian...
menjadi keturunan Cauldron.
Ya. Ya. Oh, ya.
Lalu kalian akan menyembahku!
Aku.
Oh, pasukanku.
sudah sekian lamanya Aku telah begitu dahaga ...
untuk menjadi seorang dewa...
di antara manusia yang fana.
Wah, Hen Wen. Aku tidak pernah tahu ...
Kau bisa memunculkan penglihatan dan hal-hal seperti itu.
Kukira Kau hanyalah babi biasa.
Aku tidak menyangka kau begitu ... istimewa.
Dallben akan bahagia telah memberikan kepercayaannya kepadaku.
Tunggu dan lihatlah.
Nah, jangan pergi kemana-mana.
Dan kau tidak perlu khawatir. Tetap berada di dekatku,
dan tak seorang pun akan melakukan hal buruk padamu.
Tidak selama aku berada di dekatmu.
Aku tidak akan membiarkan si Raja bertanduk itu mendekatimu, Hen.
Aku akan melindungimu
Taran of Caer Dallben,
prajurit terhebat di penjuru Prydain,
Pahlawan sejati!
Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih semua.
Tapi tanpa bantuan babiku ini, Hen Wen, Aku-
Hen Wen, kau di mana?
Hen Wen? Oh tidak!
Hen?
Hen Wen!
Kaukah itu, Hen?
Lihat apa yang Aku punya.
Ayo keluarlah. Buah yang enak..
Ooh, Pangeran Agung. Kasihanilah Gurgi yang malang dan kelaparan ini.
Apel enak.
Pangeran yang baik. Apel yang mulus. Oh, ya ampun, Apel yang sangat segar.
Hei. jangan, tidak boleh!
Aku tidak memberikan Apel itu Kau mengambilnya. Ow!
Hei, tunggu kau pencuri kecil berbulu. kembalikan Apelnya!
Kalau kau tidak mengembalikannya Kau akan menyesal. Aku serius.
Aku peringatkan.
Kembalikan.
Ayo. apelnya- Di mana?
Eh-eh. Gurgi tidak tahu di mana ap- Uh-Oh.
Kembalikan. Aku peringatkan Kau
Ayo.
- Aha. - Ayo, apelnya. Ayo berikan.
Kau mengerikan, serakah.
Seharusnya Kau malu pada dirimu sendiri!
Oh, Gurgi si malang dan sengsara itu pantas...
bersikap garang karena kemalangannya.
Selalu tidak memiliki makanan untuk disantap.
Maafkan Gurgi yang malang ini.
Oh, hentikan sedu sedannya. Aku tidak akan menyakitimu
Oke, Begini. Apakah kau pernah melihat babiku?
Piggy? Bulat, Piggy gemuk?
- Bermoncong besar? - Ya, ya.
Yang ekornya melengkung?
Eh-eh. kagak. Gurgi tidak melihat Piggy. Ndak.
Oh, sudahlah.
Jangan katakan di mana Hen Wen berada.
Ooh, Tuan, Tuan. Sekarang Gurgi ingat! Ya, ya!
Mata milik Gurgi yang pintar dan tajam ini melihat Piggy berlari.
Ya, tepat menembus hutan! Mm-Hmm. Aku telah melihatnya ! Aku melihatnya!
Ayo! Gurgi akan menemukan Piggy yang hilang.
Maka kita akan menjadi teman selamanya.
makanan itu ada di suatu tempat di sekitar sini.
Itu Hen Wen! Dia dalam masalah!
Sampai jumpa.
Hen Wen!
Hen!
No comments yet. Be the first to leave one.