The first 200 lines.
Kadang aku mengeluarkan surat dan baitmu, temanku...
...dan saat aku merasakan kekuatannya yang aneh,
kudapati sulit menulis.
Kurasa jika aku bisa menemuimu satu kali dan tahu kau nyata,
mungkin aku merasa lebih baik.
Sulit bagiku untuk memahami bagaimana kau bisa hidup sendirian
dengan pemikiran seindah itu yang muncul dalam dirimu.
Namun, siapa pun akan terkucil jika berpikir melampaui titik tertentu
atau didatangi gagasan secemerlang itu.
Jadi, mungkin tempatnya tak terlalu membuat perbedaan.
Kau pasti datang ke Boston suatu saat?
Semua wanita begitu.
Temanmu, Higginson.
Emily.
Emily.
Ibu masih tidur, ini pekan cuti Maggie,
dan tak ada saluran air di dalam rumah. Jadi...
Kau harus mengambil air.
Tahukah kau?
Kadang aku merasa lahir di abad yang salah.
Masa Depan tak pernah bicara
Hari musim semi ini indah!
Selamat pagi, Sayang.
Kau tahu aku berbahasa Belanda?
Hari ini indah. Andai surat datang.
Kenapa? Karena kau menaksir tukang pos?
Apa? Tidak. Aku menunggu surat dari Henry.
- Jangan kekacauan ini lagi. - Mulai merasakan yang terburuk.
Jika aku tak segera mendapat kabarnya,
penjelasan apa lagi yang ada selain dia, tewas?
- Aku bisa memikirkan penjelasan lain. - Kau bisa?
Aku tak tahu ke mana Henry bepergian,
tetapi pria hanya diarahkan oleh satu hal, dan itu bukan kompasnya.
Di mana pun dia, pasti dia bercinta dengan orang lain.
Bahkan jika dia begitu, dia masih bisa menulis surat ke Helen.
Nona, kau melindungi siapa?
Dia meninggalkan dirimu dan Helen.
Kau harus mulai mencari pasangan lagi.
- Maaf? - Kau harus mulai berkencan lagi.
Kau minta aku berkencan di tengah Perang Saudara?
Tak pernah ada saat yang bagus, tetapi walau perang, ini masih musim semi.
Burung bernyanyi. Bunga berkembang.
Musim semi adalah musim untuk cinta baru,
bukan menangisi karena rindu mantanmu
yang mengutamakan surat kabar literasi abolisionisnya dibanding kau.
Kau harus merelakan masa lalu
dan mulai membangun masa depan baru untukmu. Ayo!
Kau menjadikannya terdengar mudah.
Bagaimana kau tetap optimis?
Karena Tuhan memanggilku untuk bersaksi bagi harapan dalam diriku.
Saat ini, semoga temanku Betty mendapat gayanya yang terkenal lagi.
Siapa yang akan kutemui pada masa seperti ini?
Selamat pagi, Nona-nona!
- Dia? - Kenapa tidak?
- Kurasa aku tak bisa. Aku tak siap. - Saat ini waktu yang tepat.
Ada surat untuk kami hari ini, Freddie?
Tidak, sayangnya.
Aku selalu berharap bisa memberikan sesuatu untukmu, Betty.
Aku suka melihat senyumanmu yang indah.
Hari indah untuk berjalan-jalan, bukan?
Aku tahu siapa yang perlu berjalan-jalan.
Penjahit Amherst yang paling bekerja keras.
Silakan ikut denganku saat aku berkeliling.
Itu bukan kencan, itu tugas. Ajaklah dia berpiknik.
Kita bisa melakukan itu jika kau tak keberatan dengan sarannya.
Aku...
Aku mau, sebenarnya.
Aku perlu udara segar.
Tetapi ingat, situasi sering tampak memburuk sebelum membaik.
Aku berceramah untuk bersaksi bagi harapan dalam diriku!
Usiaku 60 tahun!
Emily.
Di atas sini.
Sue.
Sedang apa kau di sana?
Aku menunggumu.
Kita harus bicara.
Ya, benar.
Kenapa kau tak menemuiku?
Kukira kau marah kepadaku.
Aku memang marah. Itu sebabnya kau harus menemuiku.
Sue, dengar.
Tak adil bagimu untuk marah kepadaku
hanya karena aku menghubungi orang lain tentang karyaku.
Itu tak berhubungan denganmu.
Semua berhubungan denganku.
Kau pernah mengatakan, kau hanya menulis untukku.
Tetapi kurasa pemikiranku tak cukup lagi bagimu.
Kini aku punya bayi, otakku tak berguna, kurasa.
Tidak, kau hampir tak punya waktu untuk puisiku sejak punya bayi.
Kau hampir tak ada waktu untuk bayiku
karena kau terus menulis puisimu!
Itu dia.
Kau bahkan tak peduli puisiku lagi.
Tentu aku peduli. Aku cuma...
Jadi, kenapa kau tersinggung saat kuhubungi orang lain
- untuk opininya? - Seorang pria?
Orang asing? Seseorang yang bahkan tak mengenalmu?
Benar!
Dia bahkan tak mengenalku.
Dia hanya tahu kata-kataku.
Aku tak perlu mencemaskan dia melibatkan perasaannya.
Seperti saat katamu kau benci stanza.
Mungkin kau hanya marah karena aku tak membantumu mengganti popok.
Atau lebih buruk, saat katamu kau suka satu kalimat,
mungkin itu hanya berarti kau mencintaiku.
Aku memang mencintaimu, Emily, apa salahnya?
Astaga, tak adil hidup seperti ini. Menyengsarakan.
Aku hanya ingin bersamamu,
meringkuk di ranjang denganmu malam hari.
Alih-alih, aku harus tunggu berhari-hari, berpekan-pekan tanpa apa pun.
Bukan tanpa apa pun.
Aku menulis kepadamu. Bukankah itu berarti?
Emily, kau pujangga.
Kau bekerja keras untuk puisimu.
Kau ingin setiap kalimat sempurna.
Tetapi aku mau yang berantakan.
Aku ingin sesuatu yang tak bisa kauutarakan.
Aku menginginkanmu.
Dan aku ingin kau menginginkanku.
Tentu aku menginginkanmu.
Tetapi aku tak bisa tinggal di rumahmu begitu saja.
Untuk satu hal, Austin bahkan tak bicara kepadaku.
Baiklah.
Bagaimana jika Austin pergi berperang? Lalu bagaimana?
- Apa maksudmu? - Ada wajib militer untuk pria sehat.
Saatnya akan tiba.
Saat Austin pergi berperang, apa kau akan menemuiku?
Atau apa kau akan mencari alasan lain?
Sebaiknya aku kembali mencari air.
Akan hujan.
Cium aku.
Aku tak bisa.
Hari ini bukan hari yang baik.
Astaga, Emily. Apa kau tak menyadari kita hanya punya hari ini?
Deritanya!
Penyiksaannya.
Vinnie?
Vinnie? Ada apa?
Lihatlah aku,
melakukan kerja kasar rumahan setiap hari untuk ibuku,
padahal yang kuinginkan, yang kudambakan,
adalah melakukan kerja kasar rumahan setiap hari
untuk suamiku yang tampan dan tak tersedia secara emosional.
Aku tak tahan lagi.
Jujur saja, aku juga tak tahan. Kehidupan menyebalkan.
Aku lajang mutlak, Amerika sedang Perang Saudara,
kini hujan.
Ya, hari ini yang terburuk.
Ya.
Tiap hari perang ini,
aku terus berharap kehidupan kita akan membaik,
bahwa situasi akan meningkat,
kita akan melihat cara menuju masa depan lebih cerah.
Tetapi tak ada yang terjadi.
Keluarga kita runtuh.
Aku ingin kembali ke masa lalu.
Sebelum perang mulai, sebelum semua pacarku tewas.
Tidak, aku lebih suka ke masa depan.
Melewatkan semua kekacauan ini saat perang usai dan semua berbeda.
Bayangkan jika kita bisa berkedip saja,
dan berada di masa depan. Begitu saja.
- Kau lihat itu? - Apa itu?
Apa yang terjadi?
Emily.
- Vinnie? - Ya?
- Apa kita bergerak? - Kurasa ya.
Emily?
- Ada apa? - Aku tak tahu.
- Vinnie! - Emily!
Astaga.
Apa itu tadi?
Apa yang baru terjadi?
Gazebonya berputar.
Ya, lalu berhenti.
Dan hujan berhenti.
- Vinnie? - Ya?
Apa rumah tampak berbeda bagimu?
- Tunggu. Emily, aku takut. - Apa yang...
- Kereta itu tak ada kudanya! - Dan ada asap keluar dari bokongnya!
Apa?
- Astaga... - Apa?
Apa?
SISWA AMHERST KELAS 1955 MEMBUAT REKOR BARU
1955?
Kita di masa depan!
GAYA CELEMEK BARU
Ny. Dickinson?
Beraninya kau menggangguku, Edward? Aku di tempat perlindunganku.
Kutemukan sesuatu yang mencemaskan.
Di rumah kaca Emily.
Kupikir kau ingin tahu.
Apa? Rumah kaca? Apa maksudmu?
Dia menanam ini di sana, di antara tanamannya.
Baik. Apa itu?
Ini, Ny. Dickinson, adalah kanabis.
Maaf?
Cannabis sativa.
Atau dikenal sebagai rami, ganja, ilalang setan.
Ini narkotika bergaya.
No comments yet. Be the first to leave one.