The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
Apa kamu sungguh-sungguh
saat bilang tidak menyukaiku?
Aku bertanya kepadamu.
Ya.
Baiklah.
Kita lakukan.
Kita putus.
Jangan menangis.
Sekretaris Kim berhenti?
Bahkan dari kantor?
Ya.
Dia akan belajar ke luar negeri.
Ke luar negeri?
Kenapa amat tiba-tiba?
Aku tidak tahu entah dia sudah menyiapkannya
atau ini keputusan mendadak.
Hanya saja,
karena seorang anak muda mau menggapai impiannya,
aku tidak bisa menghentikannya.
Begitu rupanya.
Kita tidak bisa menghentikannya
hanya untuk kepentingan kita.
Ibu.
Apa Ibu kecewa?
Ibu rasa ibu sudah amat dekat dengannya.
Ibu tidak tahu kenapa ibu merasa seperti ini.
Jadi, Ibu...
Untuk mengisi posisi Sekretaris Kim,
perawat baru
akan kemari untuk wawancara.
Walaupun aku akan mencermati selama wawancara,
Ibu harus memperhatikan juga.
Kesalahan seperti waktu itu tidak boleh terulang.
Ibu harap ibu bisa akur dengan perawat baru.
Dengan begitu, kamu tidak akan kesulitan.
Kamu sudah memberi tahu Ibu?
Sudah.
Apa katanya?
Ya...
Dia tampak kecewa.
Dia sudah menyayangi Sekretaris Kim.
Yang berlalu biarlah berlalu.
Toh dia juga akan berhenti suatu saat nanti.
Dia bukan perawat profesional.
Sayang.
Kamu tidak berangkat bekerja? Kenapa malah ke perpustakaan?
Aku yang akan mewawancarai perawat kali ini.
Baiklah.
Perawat baru akan segera tiba.
Sebaiknya memang kamu yang mewawancarai mereka.
Itu keputusan bagus.
Beri tahu aku saat dia sudah tiba.
Aku akan berangkat bekerja setelah wawancara.
Baiklah.
Apa ini?
Apa yang harus kulakukan?
Kukira sudah cukup kujelaskan.
Dia amat tidak mirip dengan deskripsinya.
Ibu mau menemuiku?
Da Ya, lihat foto ini.
Dia harus mirip dengan Sekretaris Kim.
Menurut ibu, dia tidak tampak mirip.
Apa karena gaya rambutnya berbeda?
Apa yang harus ibu lakukan?
Haruskah ibu menyuruh mereka mencarikan perawat lain?
Tingginya mirip,
begitu pula dengan bentuk tubuhnya.
Kurasa karena gaya rambutnya.
Jika dia mengenakan wig, mengubah riasan
dan gayanya, mereka mirip.
- Wig? - Ya.
Begitu rupanya.
Seperti katamu, jika gaya rambutnya sama,
ibu rasa mereka mirip.
Ibu, akan kubelikan wig,
kubawa perawat ini ke salon,
dan kuganti gayanya agar mereka mirip.
Benar.
Kenapa ibu tidak terpikirkan itu?
Tolong urus, Da Ya.
Ya, jangan khawatir.
Baiklah, lakukan itu.
Ibu, istirahatlah sejenak.
Jika tidak, nanti Ibu pingsan lagi. Ya?
Baik, terima kasih, Da Ya.
Entah ibu bisa apa tanpamu.
Begitu pula denganku, Bu.
- Aku akan kembali. - Baik.
Astaga, Dae Ryook.
Dia seharusnya tahu aku menelepon.
Dia tidak pulang semalaman.
Dan belum juga menelepon?
Apa kamu sungguh-sungguh
saat bilang tidak menyukaiku?
Aku bertanya kepadamu.
Ya.
"Ibu"
Ya, Ibu.
Dae Ryook, ada apa?
Kamu tidak menelepon atau pulang.
Kamu tidak tahu ibu menelepon?
Apa kamu tidak peduli ibu mengkhawatirkanmu?
Kamu di mana sekarang?
Aku di kantor.
Ada urusan mendesak, jadi, aku tidak bisa pulang.
Kamu yakin? Kamu sungguh di kantor?
Ya.
Baiklah kalau begitu.
Kamu sudah sarapan?
Sudah.
Aku ada rapat.
Baik, uruslah itu.
Aku khawatir dia membolos demi Sekretaris Kim.
Kurasa dia tidak segila itu.
Ibu mohon Dae Ryook.
Mari akhiri di sini, ibu mohon.
Panggilan Anda akan dialihkan ke kotak suara.
Apa yang terjadi denganmu, Hong Joo?
Apa dia sungguh kembali ke Amerika?
Ibu, aku pulang.
Astaga.
Bukankah itu Da Ya?
Karena kamu menyuruh ibu merahasiakannya,
ibu tidak bisa memberi tahu Eun Young dan amat penasaran.
Jadi?
Apa yang terjadi dengan Sekretaris Kim?
Ibu mertuaku menyelesaikan masalah itu dengan cepat
tanpa memberi tahu keluarga.
Dia bereaksi dengan tegas
dan Sekretaris Kim diusir dalam semalam.
Benar.
Eun Young pasti marah.
Ibu bisa tahu tanpa harus melihatnya.
Dae Ryook amat berarti baginya.
Dia tidak akan puas
bahkan jika menantunya dari keluarga konglomerat.
Dia amat berhati-hati memilih calon istri Dae Ryook.
Tapi malah Sekretaris Kim?
Untunglah dia tidak pingsan.
Dia hampir pingsan.
Katanya dia pening.
Itu gila.
Ibu yakin itu.
Tanpanya, siapa yang akan menghentikan
demensia nenek mertuamu?
Itu masalahnya.
Jangan khawatir.
Kami untungnya menemukan perawat
yang mirip dengan Sekretaris Kim.
Sungguh? Senang mendengarnya.
Firasatku bagus kali ini.
Ini mungkin berhasil.
Freddie, Sayang.
Apa kabar?
Aku berjanji akan memikirkanmu setahun sekali
dan menikmati sisanya.
Aku berjanji kepadamu.
Tapi itu tidak berjalan lancar.
Aku terus merindukanmu.
Aku mau bertanya kepadamu
apa aku baik-baik saja.
Freddie.
Soal Pak Kang,
kukira
kamu mengirimkannya untukku.
Apakah
aku salah?
- Bu Na. - Bu Na.
- Bu Na. - Bu Na.
Bu Na.
- Astaga. - Bu Na.
Ibu amat merindukan kalian.
- Aku juga. - Aku juga merindukan Ibu.
- Sungguh? - Ya.
Roti apa yang sebaiknya kita panggang
hari Minggu ini?
- Kue muffin pisang. - Kue muffin pisang.
Baiklah.
Mari membuat kue muffin pisang yang banyak.
- Baik. - Baik.
Ya, di samping semua hal yang terjadi,
aku akan memanggang roti
untuk anak-anak menawan ini.
Do Ran, bangunlah.
Kamu tidak boleh tidur-tiduran begini.
Kesalahan apa pun yang dibuat Direktur Wang,
kamu seharusnya tahu cara melupakannya
karena dia menunggumu semalaman seperti itu.
Dia pasti kesal dan frustrasi
sampai bilang mau putus juga.
Apa yang akan kamu lakukan?
Jangan begini dan mintalah untuk kembali bersamanya.
Kamu tidak akan bisa mengencani pria seperti dia.
Astaga, hentikan, Bu.
Ibu tidak terlambat bekerja? Ayo keluar dahulu.
Jangan menghentikan ibu.
Apa? Direktur Wang kembali lagi?
- Astaga. - Halo.
No comments yet. Be the first to leave one.