Specials

Release info

비켜라 운명아 It's My Life E04 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-11-09
Downloads: 9
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"It's My Life"

"Episode 4"

Apa ini? Kenapa rumit sekali?

Ada apa? Apa yang terjadi?

Hei.

Hei.

Hei, bangunlah.

Hei!

"IGD Rumah Sakit Hanguk"

- Wali Ahn Seok Ho? - Ya.

Aku sudah menelepon dokternya,

dan menyuntiknya dengan pereda nyeri untuk saat ini.

Kami akan memindahkannya ke kamar VIP begitu dia stabil.

Terima kasih, Dokter.

Apakah wali pasien kecelakaannya ada di sini?

Ya.

- Kamu walinya? - Ya.

Bagaimana kondisinya? Dia terluka parah?

Hasil pemindaian CT menunjukkan semuanya normal.

Dia juga tidak mendapatkan luka dalam.

Sepertinya tidak terjadi tabrakan.

Apa? Lalu kenapa dia tidak sadarkan diri?

Dia pasti pingsan karena terkejut.

Dia boleh pulang setelah siuman.

Setelah menakuti seperti itu,

kini dia tidur pulas.

Ibu...

Ibu.

Maafkan aku, Ibu...

Ibu.

Ibu, aku kesakitan.

"Rumah Sakit Hanguk"

Anda sudah bangun.

Anda baik-baik saja, Pak?

- Mau air putih? - Tidak usah.

Maaf sudah menyusahkanmu begini.

Kamu seharusnya tidur lebih lama.

Tidak apa-apa. Aku sudah cukup tidur, Pak.

Ya, masuklah.

Permisi.

Aku mencari seseorang.

Siapa yang kamu cari?

Kamu...

Kecelakaan kemarin... Kamu wanita itu?

Bukan main. Bagaimana ini bisa terjadi?

Nona, kamu mencari Nam Jin?

Ya, Pak.

Aku menemukan dia di sini.

Kamu rupanya.

Aku melihatmu saat matamu terpejam, jadi aku tidak yakin.

Kita juga bertemu sebelumnya. Kamu tidak ingat?

Apa?

Kamu terlihat tidak asing, tapi aku tidak yakin.

Katamu, kamu akan langsung mengenaliku

meski aku berdiri di antara ribuan orang.

Bahkan saat kamu berada di antara ribuan orang,

aku bisa langsung mengenalimu.

Benar. Aku ingat sekarang.

Aku mengingatmu dengan sangat baik.

Mari kita bicara di luar sebentar.

Aku tidak bisa.

Aku harus selalu di sisinya.

Aku baik-baik saja. Kamu boleh keluar.

Tapi tetap saja...

Dia akan segera kembali, Pak.

Semoga Anda cepat sembuh.

Ayolah. Kenapa kamu berdiri di sana?

Aku akan segera kembali, Pak.

Baiklah.

Dia akan langsung mengenalinya meski gadis itu

berdiri di tengah ribuan orang? Astaga.

Dia masih muda.

Kenapa dia bicara seperti orang tua?

Sedang apa kamu? Duduklah.

Kamu baik-baik saja?

Kamu sungguh baik-baik saja?

Kamu tidak bisa bertanya lebih awal?

Bagaimana jika aku tidak baik-baik saja?

Aku sudah memastikan kamu baik-baik saja.

Aku memeriksamu semalam karena aku khawatir

dan aku melihatmu mengorok. Kamu tidur pulas sekali.

Aku mengorok? Apa maksudmu? Apa masalahnya?

Apa yang ingin kamu katakan?

Kembalikan ponselku.

Ponsel? Tunggu sebentar.

Ini. Tunggu!

Kamu tidak berpikir aku mencurinya, bukan?

Itu jatuh dari sakumu saat kamu dibawa ke sini...

Aku tahu.

- Perawat memberitahuku semuanya. - Astaga.

Kalau begitu, kamu bisa memintaku mengembalikannya di kamar tadi.

Kenapa kamu harus menyuruhku keluar.

Berikan rekening bankmu.

Rekening bankku?

Kudengar kamu yang membayar pemindaian CT untukku

dan biaya lainnya.

Itu. Tentu saja aku harus membayarnya.

Syukurlah, kamu tidak terluka.

Aku sedang melamun, jadi, aku menyeberang jalan tanpa sadar.

Kata perawat,

kamu orang yang merawat pasien di kamar VIP.

Kecelakaan itu terjadi karena kesalahanku sendiri,

jadi, aku tidak mau membebani orang yang sudah kesulitan.

Tidak, itu salahku.

Itu kali pertama aku mengemudikan mobil itu,

jadi, aku tidak fokus karena mencari tombol penyeka kaca depan.

Karena itu, aku yang harus mengurus biaya rumah sakitmu.

- Tetap saja.. - Hentikan, jangan begini.

Kenapa kita mencari uang?

Bukankah untuk hidup lebih baik sebagai orang baik?

Begini, aku memang miskin, tapi aku tahu yang benar dan salah.

Baiklah. Aku seharusnya lebih bijak.

Sikap yang keren.

Aku keren, bukan?

Aku harus kembali.

Sebenarnya,

jika kamu

butuh orang untuk bicara, kamu bisa meneleponku.

Aku pendengar yang baik.

Kenapa kamu mengatakan itu?

Aku perawat yang bisa membaca pikiran orang

Kamu tahu kisah tentang raja bertelinga keledai, bukan?

Apa?

Terkadang, bercerita kepada orang asing lebih membantu.

Begitu.

Tapi

aku sungguh bisa melakukan itu?

Ya, tentu saja.

Sudah kubilang aku pasti mengembalikan uangmu.

Aku Han Seung Joo. Siapa namamu?

Aku Yang Nam Jin.

- Aku harus pergi ke kantor. - Pak, tolong jangan lakukan ini.

- Pak, tolonglah. - Ada apa, Pak?

- Anda mau ke mana? - Aku harus pergi ke kantor.

Nam Jin, bantu aku memakai jas ini.

Akan kujadwalkan ulang semua jadwal Anda untuk hari ini.

- Jadi, tolonglah, Pak. - Tidak, jangan lakukan itu.

Aku tidak bisa menyia-nyiakan waktu.

Anda tidak bisa pergi, Pak.

Para pemilik perusahaan itu pasti sedang gelisah sekarang.

Entah apa yang terjadi, tapi tidak bisakah kita meminta

mereka datang ke sini saja?

- Ke rumah sakit ini? - Ya.

Jika mereka harus berkonsultasi dengan Anda,

lebih baik meminta mereka datang kemari.

Dia benar.

akan kutangani semuanya agar mereka bisa menemui Anda di sini.

Tolong berbaringlah.

Mau kupijat kaki Anda?

Tidak. Aku baik-baik saja.

Aku cukup pandai memijat.

Mengenai gadis yang tadi kemari.

Dia meminta ganti rugi

karena kecelakaan itu?

Tidak.

Katanya, itu salahnya dan dia berniat mengganti biaya medisnya.

Begitukah?

Dia orang yang jujur.

Omong-omong, bagaimana kamu mengenalnya?

Itu...

Sebenarnya, ceritanya panjang.

Kamu bisa menemukan dia meski di tengah ribuan orang.

Itu...

Itu rayuan yang kuno.

Bahkan saat aku muda, orang tidak berkata seperti itu.

Apakah sekuno itu?

Itu tidak bagus.

Mungkin aku harus belajar dari awal lagi dari Anda.

Haruskah kubuat pengecualian dan mengungkap rahasiaku kepadamu?

Tadi malam, Pimpinan Ahn

dibawa ke rumah sakit lagi.

Lagi?

Aku khawatir.

Aku juga.

Jika kondisinya memburuk, perusahaan bisa rugi besar.

Kami berdoa semoga dia cepat sembuh.

Sayangnya, kurasa ini saatnya kita bersiap secara emosional.

Jika pimpinan meninggal,

itu akan menyebabkan kekacauan di dalam dan di luar perusahaan.

Bukankah kita harus membuat rencana untuk menghadapi situasi itu?

Semua orang tahu Direktur Choi adalah pewaris Grup Hyungang.

Kami, dewan direktur, akan memberinya dukungan penuh.

Jadi, semua alur kerja akan dialihkan kepadanya

jika Pimpinan Ahn tidak hadir atau meninggal.

Direktur Choi, kamu akan memikul tanggung jawab besar.

Demi perusahaan, akan kulakukan yang terbaik.

Tolong hentikan itu.

Si Woo pasti merasa terbebani.

Aku yakin keadaan akan berjalan sebagaimana mestinya.

Mari kita bersulang.

Untuk Direktur Choi.

- Bersulang. - Bersulang.

Kini

cepat atau lambat, kamu akan menjadi pewaris.

Ibu harus segera mengubah kembali nama margamu menjadi Ahn.

Tapi kakekmu mengabaikan ibu tiap kali ibu membicarakan itu.

Aku tidak peduli.

Apa pun nama keluargaku, Ahn atau Choi.

Bisa-bisanya kamu tidak peduli?

Kita bisa meresmikanmu sebagai anak tunggal di keluarga Ahn.

It's My Life subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for It's My Life

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left