The first 189 lines.
Rosenborg! Ya! Kau ikut?
Permainan sepak bola di bawah.
- Sebentar lagi. - Aku akan kembali turun.
Dan disini kita punya tim Rosenborg.
Klub sepak bola Rosenborg!
Klub sepak bola Rosenborg.
Kecilkan volumenya. Aku tidak bisa dengar apa-apa.
Jadi kau akhirnya terbangun? Kau sudah tidur sepanjang hari.
Kau bangun dan langsung pergi untuk komputer.
- Kau bisa melakukan sesuatu. - Aku akan segera mendapatkan pekerjaan.
Kau sudah sering mengatakan itu. Kau tak peduli.
Kau harusnya menjadi seperti adikmu.
- Setidaknya dia pergi ke sekolah. - Aku akan segera mendapatkan pekerjaan.
- Kau sudah dirumah setengah tahun. - Uh!
- Kau menyerahkan segalanya. - Tenanglah, kalian selalu berdebat.
Kalau Ibu tidak ingin aku disini kalau begitu aku akan pergi.
Aku tidak bisa menangani ini!
- Sialan! Sial! - Kau pikir kau mau kemana?
- Keluar! Aku akan kemanapun aku mau! - Tidak, jangan! Jangan pergi!
- Ya! - Tunjukkan sedikit rasa hormat disini!
Aku sudah membantu banyak di rumah. Kau akan lihat jika kau bangun!
Kau tidak pernah memperingatkan! Sialan!
Bisa kau kecilkan suara berisik menyebalkan itu?
- Akan menyenangkan masuk ke dalam! - Ya, dingin, aku membeku.
- Senang berdansa. - Apa itu pernikahan dansa waltz?
Kau berharap terlalu banyak. Ini tidak berjalan mudah.
Itu benar.
- Bersulang! - Ya, bersulang!
Ups. Kau tinggal disini?
- Kau lihat batu besar disana? - Yang itu?
Ah, itu dia.
- Aku harus menjadi seorang bangsawan kalau begitu.
- Terima kasih! Terima kasih sayang.
- Dimana kau? - Aku disini.
- Bersulang! - Bersulang!
- Kau punya anak? - Kau sedang apa sih disini?
Keluar! Keluar! Berapa kali aku bilang padamu untuk tidak memakai topimu!
Keluar! Kau dengar aku? Anak sialan.
- Keluar, anak sialan! - Dimana topiku?
- Kau seperti ayahmu! - Pelacur sialan!
Jangan kau telepon Ibumu yang seorang pelacur!
Akhirnya rumah untuk kita sendiri. Apa yang ingin kau lakukan?
- Sofa atau tempat tidur? - Bagus. Akhirnya sudah menyingkirkan cacing itu.
- Ayo kita masuk dan melakukan hal-hal aneh. - Seperti apa?
Oh ya ampun.
Seekor burung murai, ya.
Halo?
Ada orang disana?
Halo?
Halo?
Siapa disana?
Halo?
Apa ada orang di hutan? Apa kau sudah berjalan lama dijalan ini?
Apa kau kehilangan ini?
- Ya. Terima kasih. - Aku menemukannya disana. Ada lagi.
- Aku dipukul. - Dipukul? Disini, di hutan?
- Ya. - Coba lihat! Yesus.
- Itu sebuah luka. - Aduh.
Itu bukan gigitan nyamuk. Dimana kau dipukul?
Apakah orang yang melakukan ini atau sesuatu yang lain?
- Aku tidak melihatnya. Aku tidak ingat. - Kau tidak ingat?
- Aku bisa melihat-lihat. - Baiklah.
Ada lebih banyak pakaian di sana. Ada lagi yang lain?
- Tidak, aku rasa cuma itu. - Baik.
Baiklah, aku akan pergi melihat-lihat. Kita akan bertemu dalam beberapa saat.
- Terima kasih. - Lewat sini.
Anakku, ingatlah apa yang Ayahmu katakan tentang rolmu.
Sama dengan tongkatmu, urus dan selalu memasukkannya ke dalam tempat itu
jadi tidak ada yang mematahkannya.
Aku akan menyiapkan bir.
Disini?
Tidak ada apapun di sini.
Kosong! Sialan!
Anak sialan, dia tidak pernah melakukan seperti yang ibunya katakan.
Anak sial brengsek, dimana sih kau?
Kau di mana?
Pergi ke toko segera!
Kau dengar aku!
Anak sial bajingan.
Ayo!
Sialan! Yang hanya kau minati adalah barang Ayamu. Dengarkan ibumu!
Anak sialan. Tidak bisakah kau dengar, aku sudah memintamu ratusan kali!
Pergi ke toko dan belikan aku bir! Lakukan apa yang kukatakan.
Aku ingin hari ini dan bukan besok!
Aku muak denganmu! Sekarang pergi!
Pergi ke toko segera!
Aku benci jalang sialan itu!
Sialan.
Sial.
Sialan!
Begitu, jadi kau tidak menakut-nakuti orang lain disini.
Diam!
Tolong! Tolong kami!
Tolong! Tolong!
Tidak.
- Apa kau ada di pesta kemarin? - Ya, aku ada di sana, kau tahu.
- Apa kau bisa menari? - Tidak, baik, ya.
Itu tempat tinggalku. Kau lihat asap keluar dari cerobong asapku.
Bagus untuk menghangatkan.
- Ya. - Aku membeku.
Apa yang ada di botol sih? Kau tidak bisa hanya berbaring di sana.
Ayo, bangun.
Bersulang! Dimana topinya? Ups.
Terima kasih banyak.
Ayo menghangatkan diri sekarang.
Akan bagus untuk masuk ke dalam.
Itu tempat tinggalku! Kau lihat asap keluar dari cerobong asapku.
Aku membeku.
Ini hari yang sulit.
Jalang sialan!
Jalang sialan! Pelacur!
Jadi. Kami punya satu yang sudah bangun.
Apa kau sudah bangun? Itu bagus. Kau bilang apa?
Aku tidak bisa mendengar yang kau katakan.
Kau ingin lihat siapa aku? Mau?
Inilah rupaku.
Aku tidak berbahaya. Bahkan jika ada banyak hal-hal aneh disekitar sini.
Aku hanya seorang pria keluarga biasa.
OKE? Aku hanya akan melepas baju dan kita akan melihat bagaimana hal-hal bekerja!
Jangan membuat begitu banyak keributan. Aku sudah cukup gaduh untuk hari ini.
Berhenti menggeliat. Kau hanya akan kelelahan.
Mari kita mulai denganmu.
- Disini? - Kita sudah kemana-mana.
Kita tidak punya banyak tempat untuk dicari.
Ibu tidak bisa memikirkan tempat lain?
Tempat lain?
Baik. Ada satu tempat dimana aku benar-benar tidak merasa ingin pergi.
Ada seorang pria. Namanya Tom.
Dia orang aneh. Dia sudah hidup sendirian di hutan selama 20 tahun.
- Tom mana? - Bisa kujelaskan nanti?
Akan kuberikan jawabannya nanti.
Tapi aku ingin kau masuk ke sana, aku tidak bisa menanganinya.
- Apakah itu tidak apa-apa? - Ya. Aku tidak takut apapun dengan Tom.
Baiklah. Itulah tempat terakhir dan dia tahu mengenai segala sesuatu.
Mari kita lihat apa yang kita dapat.
- Hati-hati disini! - Ya, aku akan berhati-hati.
Halo! Ada orang dirumah?
Tom?
Halo?
Sedang apa kau disini?
Yah. Apa kau lihat kakakku?
Dia di suatu tempat di sekitar sini, kami tidak bisa menemukannya.
Kami sudah mencari sepanjang hari.
Ibu bilang kau tahu di mana dia. Atau bahwa kau mungkin tahu.
Kau tahu apa yang terjadi di sekitar sini.
Aku punya fotonya di hp-ku. Itu kakakku Kimsy.
Tidak tahu pasti. Mungkin.
Barangkali.
- Kau tidak tahu? - Tidak. Kau bisa ikut dan melihat-lihat.
- Kau tidak ingin melihat-lihat? - Aku rasa tidak. Tidak.
- Kau tidak ingin? Ayolah! - Tidak!
Ayolah! Mari kita pergi dan melihat-lihat, ya?
Apa-apaan ini!
- Kemari! - Apa-apaan ini! Kemari!
Apa yang kau lakukan? Lepaskan anakku!
Kau sudah menyetubuhiku! Kau adalah Ayah anak-anak ini.
Sekarang harusnya kau membelai mereka!
- Pergi jalang! - Kau keparat!
- Lepaskan dia, bajingan kau! - Minggir!
- Jalang sialan. - Ayo kita pergi!
Jalang!
Jalang dimana-mana!
Kita aman. Ayo pergi! Masuk kedalam mobil.
Pergi!
- Apa maksud Ibu tadi dia Ayahku?
- Ini sesuatu yang sudah lama kusimpan dari kalian.
Ibu akan memberikan penjelasan singkatnya.
Tom dan aku adalah pasangan bertahun-tahun lalu. Hasilnya adalah kau dan Kimsy.
Apakah babi tua sesat itu Ayah kami?
Iya. Dia itu kasar dan dia tidak bisa menangani
aku dengan baik atau salah satu dari kalian.
Aku akan menjelaskan dengan baik nanti. Ayo kita pergi untuk sementara waktu.
Yang paling penting adalah kita menemukan Kimsy. Aku rasa kita harus cepat.
Jadi, cuma kita berdua.
Kau akan menjadi gadis yang baik? Kau yakin? Kau ingin menjadi anjingku?
Sekarang kau akan melakukan seperti yang kukatakan:
Hanya menyalak, jangan bicara!
Kau bisa menyalak? Woof? Ya, itu benar.
- Aku akan membawamu ke rumah segera tapi pertama aku harus yakin
- Kau melakukan apa yang kukatakan. Kau mengerti?
Hanya mengingatkan untuk menyalak. Bukan permainan bodoh.
Biar aku lepaskan pakaian.
Mari kita lihat kalau kau patuh.
Kita hanya akan menikmati diri kita sendiri. Benar? Itu dia.
Kita hanya akan melakukannya seperti ini! Itu benar! Itu dia!
Itu anjing yang baik. Ya, itu dia. itu anjing yang kuinginkan. Ya!
Oh.
Waktu yang bagus. Ya!
"Ya, oh, ya. Oh, Tuhan ini enak!"
No comments yet. Be the first to leave one.