The first 200 lines.
"It's My Life"
Jujur, saat kudengar kamu akan mundur menjadi penerus,
aku sungguh patah semangat.
Namun, kenapa kamu mundur menjadi penerus?
Maksudku, jika Pak Ahn adalah putra Bu Choi,
kamu ahli waris sah Hyunkang. Benar.
Astaga, Pak Jo.
Apa maksudmu?
Apa maksudmu Pak Ahn adalah putra Bu Choi?
Kamu tidak tahu?
Mayoritas orang di kantor sudah tahu. Jadi, kupikir...
Siapa yang menyebarkan rumor konyol itu?
Siapa?
Ada apa dengan reaksi kalian?
Kamu juga sudah mendengar soal rumor ini, Jin Ah?
Anda juga, Pak Jang?
Jangan terlalu marah, Pak Choi.
Tenang dan bicaralah denganku lebih dahulu.
Siapa yang menyebarkan rumor konyol ini?
Akan kucari orangnya dan kecam dia.
Bagaimana ini, Pak Jang?
Jin Ah, kejarlah dia.
Bagaimana jika dia pingsan lagi? Cepatlah.
Baiklah.
Pak Choi tidak tahu?
Bagaimana bisa orang yang terlibat tidak mengetahui fakta penting itu?
Pak Jo, aku sudah menyuruhmu menjaga ucapanmu!
Pak Choi, apa yang akan kamu lakukan?
Bicaralah kepadaku lebih dahulu. Ya?
Jangan ikut campur.
Akan kuselesaikan ini.
Aku akan mencari tahu
siapa yang memulai rumor konyol ini.
Aku ada rapat dan akan langsung pulang.
Aku akan sibuk mulai besok.
Apa maksud Anda?
- Maksud Anda... - Benar.
Pengunduran diriku ditolak karena kolaborasi itu.
Kini kamu harus menjadi sekretarisku meskipun kamu tidak mau.
Kenapa aku tidak mau? Aku sangat mau, Bu Choi.
Sampai besok.
Masuklah.
Aku kemari karena harus bicara dengan Anda, Pak Heo.
Duduklah.
Usai istirahat panjang, aku kembali dan mendengar rumor konyol.
Aku ingin meminta Anda mencari tahu siapa yang memulainya
dan mengecam orang itu dengan tegas.
Rumor apa?
Bahwa ibuku
sebenarnya bukan ibu kandungku.
Orang bahkan mengatakan
putranya adalah Nam Jin.
Bagaimana ini mungkin?
Kata-kata
bisa menyelamatkan atau membunuh orang.
Bukankah kata-kata konyol itu akan melukai dan membunuh orang?
Semua yang kamu dengar
itu benar.
Pak Heo.
Kamu bisa meninggalkanku?
Semudah itukah kamu mengatakan bisa meninggalkanku?
Tidak, itu tidak mudah.
Kamu tahu betapa aku sangat mencintaimu
dan betapa sulit pencapaian kita. Untuk apa aku meninggalkanmu?
Lalu apa?
Apakah selembar kertas yang berisi Bu Choi melahirkanku
sepenting itu bagimu?
Dia menculik bayi yang baru lahir,
dan dia menyiksamu dengan banyak cara
untuk menjadikan putranya penerus.
Dia berbuat jahat tanpa ragu
jika itu akan menguntungkannya.
Tapi kamu memintaku menerimanya sebagai ibu mertuaku?
Aku tidak pernah meminta itu. Biarkan saja semuanya.
Kita biarkan saja semuanya sampai waktu berlalu
dan semua orang nyaman dengan fakta itu.
Tidak, aku tidak bisa.
Yang salah tetaplah salah.
Lalu kita harus bagaimana?
Menurutmu, ini mudah bagiku?
Aku tahu ini tidak mudah,
tapi juga merasa bingung.
Saat menerima lamaranmu,
aku akan menerima Bu Choi sebagai ibumu.
Apakah sepenting itu
soal siapa yang melahirkanku?
Aku masih orang yang sama.
Aku juga sulit menerimanya, Seung Joo.
Astaga, kenapa kamu mengatakan itu?
Aku tidak tahu harus bagaimana.
Kamu seharusnya menjaga mulutmu. Kenapa kamu mengatakan itu?
Kukira Pak Choi sudah tahu.
Semua orang di kantor sudah tahu.
Bagaimana aku mengira orang yang terlibat tidak tahu?
Astaga.
"Hasil tes"
Ini mustahil.
Pasti ada yang salah.
Beberapa angka
mengubah ibuku
menjadi ibunya Nam Jin?
Sayangnya,
inilah faktanya.
Choi Soo Hee dan Choi Si Woo
tidak berhubungan darah.
Bisakah kertas ini
menyangkal 30 tahun terakhir?
Anda tahu
bagaimana ibuku membesarkanku?
Aku segalanya baginya.
Bagaimana mungkin
tiba-tiba
itu tidak ada artinya?
Kurasa Bu Choi juga tidak tahu.
Dia mungkin tidak pernah membayangkannya.
Nam Jin...
Apakah Nam Jin tahu soal ini?
Dia tahu.
Meski begitu,
dia bersaksi kepada jaksa
demi ibuku?
Ya, itu benar.
Tidak bisa dipercaya.
Dia menculik dan menelantarkan anaknya sendiri,
lalu membesarkan anak orang lain dengan segenap kasih sayangnya.
Itulah ibuku.
Lalu wanita malang itu
tidak bisa melihat putranya sendiri
padahal berada di dekatnya.
Bagaimana mungkin dia
menghancurkan hidup kami seperti ini?
Bagaimana mungkin?
Kamu harus menenangkan dirimu.
Rencana besar yang dipikirkan mendiang pimpinan adalah
kalian berdua bekerja sama memimpin Hyunkang.
Kamu adalah cucunya yang sah.
Jadi, berhak menjadi CEO
seperti keinginan Pimpinan.
Ibuku...
Aku harus menemui ibuku.
Si Woo.
Kurasa
sebaiknya kalian bicara dengan tenang di rumah.
Karena rumor ini sudah tersebar di kantor,
para pegawai menjadi gelisah.
Si Woo, kamu baik-baik saja?
Dia seharusnya membiarkanku mati.
Entah kenapa orang yang mengaku sebagai ibuku menyelamatkanku
dan membuatku merasakan sakit seperti ini.
- Si Woo. - Lepaskan aku!
Aku membencimu.
Aku membenci ibuku.
Aku membenci semua orang.
Kita tidak menginginkan ini terjadi.
Ini juga sulit bagiku.
Tapi aku harus menerimanya.
Jadi, aku bersabar.
Kurasa kamu sebaiknya melakukan hal yang sama.
Ini kopimu.
Aku akan menemui rekan timku, lalu kembali.
Tunggu sebentar meskipun kamu merindukanku.
Aku bisa menunggu lama karena kamu sedang di Korea.
Selama apa pun itu.
Tapi bagaimana jika rekan timku mengkritikku
dan menyebutku pengkhianat?
Untuk apa mereka mengkritikmu?
Aku pengkhianat yang kabur karena tim kami kalah,
tapi aku berhenti dari pekerjaanku dan kembali untuk menikah.
Mereka pasti berpikir aku pantas menerimanya.
Kamu mau aku pergi bersamamu?
Selamat datang.
Sebagai pemilik, kamu tidak bisa meninggalkan kafemu.
Aku mau secangkir Americano
yang seharga dua cangkir.
Pak Bang, Anda dari mana saja?
Aku ada urusan.
Nona, aku bersembunyi untuk menyelamatkan diriku,
tapi aku telah dimaafkan.
Omong-omong, pergilah sebelum kopinya dingin.
Ayahku bilang pakaian desainmu menjadi sukses besar.
Anggota grup wanita menghadiri acara ragam dengan gaun berkilaumu,
dan pakaian itu laris manis.
Benarkah?
Pakaian itu ada di peringkat teratas di internet. Kamu tidak tahu?
Astaga. Aku sangat merindukan Dae Sik,
jadi, aku tidak membaca berita tentang Korea.
- Sampai nanti, Dae Sik. - Baiklah.
Halo.
Apa yang terjadi? Ada apa?
Apakah hal buruk terjadi lagi?
Yeon Ji, kenapa kamu di sini?
Kamu seharusnya ada di Paris. Sedang apa kamu di sini?
Aku kembali ke Korea kemarin.
Aku sangat merindukan pacarku di sana.
Benar. Menikah adalah pekerjaan yang pasti kamu dapatkan.
Kenapa kamu bersusah payah di negara asing?
Aku sebaiknya pindah ke cabang Eropa.
Kali ini, aku sebaiknya menetap di sana.
Haruskah aku pergi saja?
Kita sudah lama tidak bertemu. Tidak bisakah Anda senang melihatku?
No comments yet. Be the first to leave one.