Release info

Mushoku Tensei - Isekai Ittara Honki Dasu - 22 [1080p][AV1 10 bit][AAC]
A Commentary by sph21
Hasil resync

Tags

1080
Published on: 2023-07-05
Downloads: 37
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 107 lines.

Tunggu aku!

Kau tidak apa-apa?

Iya.

Apa itu Dewa Manusia?

Dewa Manusia dan Dewa Naga.

Mereka Tujuh Dewa Kuno, ya.

Sungguh cerita yang sulit dipercaya.

Omong-omong, perihal nama buruk suku Superd,

aku dengar itu adalah kutukan.

Laplace menaruh kutukannya sendiri pada tombak,

lalu menularkannya padamu.

Aku membuatmu melakukan hal yang sia-sia, ya.

Tapi Dewa Manusia juga bilang akan sirna seiring waktu.

Apa?

Dengan memangkas rambut, kutukannya perlahan menghilang.

Apa benar?

Iya.

Dewa Manusia bilang akan hilang sepenuhnya jika Kau bekerja keras.

Begitu, ya.

Rupanya begitu.

Baiklah, aku tidur dulu.

Iya.

Kau sedang apa?

Aku mencoba meniru sihir yang digunakan Orsted.

Memangnya sihir apa?

Sihir yang menetralkan sihir lain.

Kenapa Kau harus menirunya?

Untuk penelitian.

Jika bertemu Orsted lagi, aku ingin bisa kabur darinya.

Ada apa? Sudah selesai, nih?

Tuan Rudeus, tolong baju ini juga.

Baiklah.

Pertahankan. Semangat, ya.

Baik!

Selamat datang, Rudy.

Saya pulang, Ibunda.

Tunggu aku, Rudy!

Sylphy, ayo cepat sini!

Inikah kampung halamanmu?

Iya. Seharusnya tempat ini jauh lebih indah.

Begitu, ya. Aku ingin melihatnya.

Sepertinya kalian tidak butuh penjaga lagi.

Maaf sudah merepotkan.

Aku tidak melakukan apa-apa.

Baik di Benua Iblis maupun di Milis.

Itu tidak benar.

Kau sudah mengajariku yang bodoh ini

banyak jalan lain yang bisa ditempuh.

Aku mengingat semuanya.

Wajah petualang yang gembira tanpa takut saat mendengar nama Dead End.

Suku Doldia yang tetap mau akrab denganku meski tahu aku seorang suku Superd.

Para prajurit Shirone yang menangis haru saat mereka bertemu kembali

keluarga yang disandera.

Itu karena usaha kerasmu sendiri, Ruijerd.

Tidak, aku sendiri tidak akan mampu berbuat apa-apa.

Aku tidak mampu maju selangkah sejak perang empat abad lalu.

Dan kamulah yang memberiku langkah pertama.

Tapi semua itu adalah rencana Dewa Manusia.

Aku tidak peduli dengan Dewa yang belum pernah kulihat.

Yang benar-benar menyelamatkanku adalah dirimu, Rudeus.

Eris.

Apa?

Kau punya bakat.

Bakat untuk menjadi jauh lebih kuat dibandingkan aku.

Bohong.

Kau bertarung dan menerima serangan dari individu yang memiliki gelar Dewa.

Kau paham artinya, 'kan?

Aku paham!

Bagus. Anak pintar.

Apa aku boleh memperlakukan kalian seperti anak kecil untuk terakhir kali?

Aku harus mengembalikan ini.

Kau saja yang bawa, Ruijerd.

Apa kau yakin? Bukankah ini benda berharga?

Justru karena berharga.

Baiklah, aku pamit, Rudeus, Eris.

Sampai jumpa lagi.

Banyak yang ingin aku sampaikan.

Banyak hal yang tak bisa digambarkan oleh kata-kata.

Begitu pula perasaan.

Perasaan tidak ingin berpisah dengan kawan.

Sampai jumpa lagi.

Benar. Kami bisa berjumpa lagi.

Ghyslaine!

Eris!

Maksud saya, Nona Eris. Syukurlah Anda selamat.

Ghyslaine...

Aku juga bersyukur Kau selamat, Rudeus.

Saya bersyukur Anda berdua selamat, Nona Eris, Tuan Rudeus.

Aku juga bersyukur kalian berdua selamat.

Mohon tunggu di luar, Tuan Rudeus.

Eh, baik.

Tidak boleh. Rudeus harus bersamaku.

Baiklah jika itu kehendak Nona Eris.

Pertama, saya bersyukur Anda selamat.

Tidak usah basa-basi. Katakan saja siapa yang meninggal.

Tuan Sauros, Tuan Philip, dan Nyonya Hilda.

Ketiganya telah wafat.

Tidak salah lagi, 'kan?

Tuan Philip dan Nyonya Hilda terteleportasi bersama-sama

dan meninggal di tengah daerah konflik.

Ghyslaine telah memastikan hal tersebut.

Oh. Bagaimana dengan Kakek?

Beliau dihukum mati untuk mempertanggungjawabkan insiden teleportasi.

Mana mungkin!

Kenapa Tuan Sauros sampai harus dihukum mati?

Rudeus, duduk.

Tuan Rudeus, saya paham perasaan Anda.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left