The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"It's My Life"
Sekarang
aku akan membacakan surat wasiat
mendiang Pimpinan Ahn Seok Ho.
"Satu. Penasihat hukum Grup Hyunkang, Heo Chun San,
akan memegang saham saya di Hyunkang untuk sementara
selama satu tahun."
"Dua. Ahn Nam Jin mendapatkan rumah, semua aset bergerak
milik keluarga saya dan tabungan saya."
"Tiga. Choi Si Woo mendapatkan dua bangunan
yang saya miliki
dan saya memberikan Choi Soo Hee
rumah liburan di Gapyeong."
"Terakhir."
"Penerus Grup Hyunkang
baru akan diputuskan setahun lagi."
"Sementara itu, Heo Chung San, yang memegang saham terbanyak
akan menjabat sebagai CEO sementara."
"Ahn Nam Jin dan Choi Si Woo, dua calon penerus,
akan mengadakan tiga kontes mode dengan tim pilihan mereka."
"Hasil dari kontes dan penjualannya
akan menentukan pemenangnya
dan menjadi penerus."
"Selain itu, orang yang menjadi penerus
juga akan menjadi pemilik
saham-saham Pengacara Heo Chung San."
Ibu baik-baik saja?
Bagaimana ibu baik-baik saja?
Pria tua itu mengkhianati ibu pada saat-saat terakhir.
Dia pikir ibu akan mengalah?
Ini memalukan.
Aku yakin dengan hasilnya,
tapi aneh jika aku harus berkompetisi
melawan orang yang tidak tahu apa pun soal mode.
Itu sudah aneh sejak awal.
Ibu pasti melakukan sesuatu jika tahu lebih awal.
Ibu tidak tahu kakekmu memiliki rencana seperti itu.
Hyunkang milikku.
Aku tidak bisa melawan
orang seperti dia selama setahun untuk menjadi penerus
hanya karena wasiat Kakek.
Ini mengenai harga diriku.
Kamu tidak perlu menunggu setahun.
Apa?
Jika pemegang saham terbesar
akan menjadi CEO,
kamu bisa menjadi pemegang saham terbesar.
Caranya?
Ada adik kakekmu dan Minhan,
Maksud Ibu,
kita harus membagi saham dengan adik kakekku dan Minhan?
Benar.
Akankah adik Kakek memberi kita sahamnya?
Saat kakekmu masih hidup,
adik kakekmu selalu dipermalukan seumur hidupnya.
Dia menjadi tidak penting.
Dia akan bersedia memberikannya kepadamu
jika kamu menjanjikannya anak perusahaan saat menjadi CEO.
Kamu hanya perlu menikahi Seung Joo sesuai rencana.
Maka secara otomatis, kamu yang akan menjadi CEO,
bukan Pengacara Heo.
Kini aku mengerti kenapa Ibu menyebut Minhan
sebagai suara penentu.
Berapa yang Nam Jin dapatkan jika dia menjual semua hartanya?
Kenapa kamu menginginkan kekayaannya?
Mengenai hartanya,
itu terserah dia, jadi, jangan ikut campur.
Kenapa kamu mengatakan hal yang sangat mengecewakan?
Kita sudah lama hidup bersama.
Aku tidak bisa mengabaikannya.
- Diamlah dan sajikan ini. - Baiklah.
Aku berterima kasih karena Kakek tidak menyerah dan menemukanku.
Kenapa Kakek melakukan ini?
Kita adalah saudara tiri.
Aku belum memperkenalkan diri secara resmi.
Aku yakin kita sebaya.
Enyahlah.
Aku tidak punya saudara.
Hentikan itu.
Kakek melihat.
Dia mau kita akur.
Beraninya kamu merusak semuanya.
Aku tidak bisa menerimamu sebagai pesaingku.
Cukup, Si Woo.
Orang-orang melihat.
Kamu tidak perlu
mudah menunjukkan emosimu kepada orang seperti dia.
Astaga.
Maafkan aku, Pimpinan Ahn.
Aku pantas mati.
- Pimpinan. - Astaga...
Maafkan aku, Pimpinan Ahn.
Terima kasih sudah datang, Presdir Han.
Dia melihatku menarik kerah cucunya
yang hilang 30 tahun.
Dia pasti terkejut dan marah.
Aku sungguh minta maaf.
Itu wajar jika Anda salah paham.
Aku yakin Kakek juga mengerti.
Apakah terjadi sesuatu, Pak?
Aku sangat cepat marah sehingga aku salah paham
kepada Nam Jin dan membuat kesalahan besar.
Maafkan aku, Si Woo.
Maafkan aku, Presdir Choi.
Entah apa yang terjadi, tapi aku yakin Ayah mengerti.
Terima kasih sudah datang, Seung Joo.
Ayahku berjanji
akan datang ke pertunangan kamu dan Si Woo.
Dia sangat menantikan pernikahan pertama dalam 30 tahun.
Begitu rupanya.
Kamu sebaiknya makan. Ayo.
- Aku juga harus bicara denganmu. - Baiklah.
Si Woo.
Ayo pergi, Seung Joo.
Tunggu sebentar.
Aku harus bicara dengan Nam Jin.
Maafkan aku, Nam Jin.
- Untuk apa? - Aku salah paham tentangmu.
Kukira kamu memberi tahu ayahku
tentang keberadaanku.
Kukira kamu menganggapnya sebagai lelucon
gadis kekanak-kanakan saat kubilang aku pindah rumah
dan aku kecewa.
Aku juga akan salah paham jika menjadi kamu.
Pasti sudah banyak yang kamu cemaskan
dan aku menambahkannya dengan bersikap marah. Aku salah.
Aku menyesalinya.
Tidak perlu.
Kamu tinggal di mana sekarang?
- Kamu kembali ke rumah? - Tidak.
Aku mendapatkan tempat.
Itu apartemen studio dengan furnitur lengkap.
Jadi, tempatnya nyaman dan mudah diakses.
Di mana pun kamu dan apa pun perbuatanmu,
aku akan mendukungmu.
Waktu itu,
di warung tenda,
kamu bilang keluarga tetap keluarga bahkan setelah 30 tahun.
Kamu membicarakan kakekmu, bukan?
Itu benar.
Aku sulit menerimanya.
Sejujurnya, aku masih tidak tahu harus berbuat apa.
Kini aku yakin tentang satu hal.
Apa?
Kakek mau aku menjadi bahagia.
- Kalau begitu ada dua orang. - Apa?
Aku juga mau kamu menjadi bahagia.
Kamu pantas bahagia.
Terima kasih, Seung Joo.
Bagaimana mungkin?
Aku tidak percaya dia cucunya Pimpinan Ahn.
Bu Choi, kamu juga tidak tahu?
Ya. Aku juga bingung sepertimu.
Setelah pemakaman, aku akan
melakukan tes DNA secara resmi.
Tes DNA akan mengungkap kebenarannya.
Bagaimana jika dia berbohong?
Entahlah.
Pengacara Heo bisa melakukan itu. Bukan begitu?
Tapi kenapa dia melakukan itu?
Karena dia ditunjuk sebagai CEO sementara,
dia mungkin punya motif tersembunyi.
Apa maksudmu?
Dia mungkin berencana menggunakan anak yang tidak tahu apa-apa itu
untuk mengelola perusahaan sesuai keinginannya.
Lalu apa yang terjadi sekarang?
Akankah dia dan Si Woo berkompetisi seperti yang tertulis
di wasiat terakhir Pimpinan Ahn?
Itu tidak akan terjadi.
Perusahaan ini bukan seperti toko kecil.
Aku akan mengangkat masalah ini di pertemuan pemegang saham.
Tapi Pengacara Heo adalah pemegang saham terbesar.
Jika Pengacara Heo menjalankan isi wasiat itu,
kurasa dia tidak bisa dihentikan.
Menurutku,
kompetisi antara Nam Jin dan Si Woo
bukanlah ide yang buruk.
Apa?
Sepertinya
dia telah bekerja serabutan
untuk penduduk desa demi menghasilkan uang.
Dia bahkan tidak tahu dasar-dasar bisnis mode.
Dia bukan tandingan Si Woo.
Tidak ada salahnya
membiarkan orang melihat siapa yang pantas
menjadi penerus Grup Hyunkang melalui kompetisi.
Ucapanmu benar.
Kurasa Pimpinan ingin
membuat Si Woo sedikit lebih kuat.
Kamu tahu seperti apa menjadi kepala perusahaan.
Kamu harus sabar dan bisa menahan kesulitan.
Itu bahkan membuatmu makin kesepian.
Kurasa dia mau Si Woo mempelajari hal itu.
Begini...
Ini untukmu.
Makan permen bisa menolong saat sedih atau stres.
Aku hanya memberikannya kepadamu.
Jadi, makanlah semuanya sendiri, ya?
No comments yet. Be the first to leave one.