The first 200 lines.
BERDASARKAN KISAH NYATA
Tutup matamu…
dan perhatikan napasmu.
Tarik napas…
dan buang napas.
Perhatikan saja napas yang masuk ke tubuh saat tarik napas.
Sudah jelas.
Tak ada apa pun.
Saat buang napas…
udara yang keluar darimu hitam.
Hitam itu adalah kegelisahan, stres,
kecemasan yang kau pikul.
Saat buang napas, rasakan itu keluar tubuhmu.
Hirup udara jernih dan buang yang hitam.
Hirup udara jernih.
Buang…
Di situ aku berdiri
di depan rumah biasa tua ini, menatapnya,
datanglah seorang pria.
Aku mengenalinya, kau paham? Dia lebih tua, tetapi aku mengenalinya.
Kataku, "Ini aku, Paul Emery. Dahulu tinggal di rumah itu."
Balasnya, "Tidak begitu."
Jawabku, "Kau Chris.
Punya anjing gembala Jerman."
Tanyanya, "Bagaimana tahu?"
"Bertahun-tahun kami tinggal di rumah ini."
- Pak tua ini… - Kerja di Australia Barat?
Tidak.
Aku tak pernah ke sana.
Kau sendiri?
Mau pulang.
Tidak, aku hanya perlu pergi…
dari Queensland.
Cari mobil.
Cari tempat tinggal dan lainnya.
Aku Paul.
Henry.
Matikan lagi.
Lagi.
Ya. Coba dengar mesinnya.
Aku perlu alamat untuk transfer kepemilikan.
- Bisa pakai alamat motel? - Kurasa tidak.
Aku tinggal di situ. Di motel.
Tak bisa pakai motel.
Bisa pakai kotak posku, tuliskan saja sementara dia cari solusi.
- Baik. - Terima kasih.
Terima kasih, Henry.
Baik.
Ini $1.600.
- Ini untukmu, Kawan. - Tidak.
Ayolah. Kau membantuku.
Tidak.
Apa pekerjaanmu, Henry?
Semua yang kutahu ada di tanganku.
Namun, kini tak bisa bekerja.
Beberapa tahun lagi bangkrut.
Kenapa begitu?
Aku tak bisa bernapas.
Aku tahu rasanya di posisi sebaliknya.
Yang kau masukkan ke amplop adalah uang terakhirmu.
Aku melihatnya.
Paul Emery?
Aku sedang tak bisa jawab.
Silakan tinggalkan pesan, nanti kutelepon balik.
Henry, ini Paul.
Aku perlu bicara soal sesuatu.
Aku mungkin harus keluar motel,
jadi, tolong telepon balik saat dengar ini.
Baik. Sampai nanti.
Sudah dekat.
Ada rumah. Kau bisa turunkan.
Aku harus beri tahu, Henry…
aku kemari untuk mengerjakan sesuatu.
Ada temanku.
Mark.
Dia bertanya apa ada kenalanku yang bisa bekerja.
Aku cerita tentang kau.
Ya, di sini saja.
Di sini sudah pas.
Pekerjaan apa?
Biar dia yang jelaskan.
Aku tak mau kekerasan.
Ayolah, Henry. Bukan begitu.
Kita temui dia besok. Nanti dia ceritakan.
Kau mengecat rambutmu?
Apa?
Kau mengecat rambutmu?
Ya, kuwarnai lebih gelap.
Tampak bagus.
Terima kasih.
Sampaikan kalau aku mau.
Ya.
Baguslah.
Jumpa besok. Terima kasih.
- Di mana Paul? - Tak bisa datang.
Masuklah.
Masuk.
Pakai sabuk pengaman.
Aku tak mau kekerasan.
Tidak. Aku sudah diberi tahu.
Bajingan.
Kenapa kita kemari?
Tunggu di sini.
Apa kabar, Mark? Baik?
Kenapa meneleponku?
Paspormu sudah siap, ya?
Tampak meyakinkan.
Maaf aku tak bisa dapat uangnya.
- Maaf. - Jangan minta maaf. Kenapa?
Sudah kulakukan sebisaku.
Nanti kuberikan hari Selasa.
Omong-omong, ada wanita berdagang narkoba
dari Pusat Pijat.
Siapa?
Ingat Letessia?
- Siapa? - Letessia.
Ya.
Dia menjual dari ruang pijat.
- Pekan depan. - Pukul 12.00 tepat?
- Kau mau apa? - Ambil uangmu.
- Terima kasih. - Ya.
Mulai kini, jangan area parkir. Sial.
Kau berjualan narkoba?
Tidak, kami tak sentuh.
Jangan pakai saat bekerja untuk kami, ya?
Kudengar kenalanmu tak banyak,
itu bagus buat kami.
Lebih ideal.
Tak boleh bahas pekerjaan ini dengan siapa pun.
Buka itu.
PASPOR AUSTRALIA
Kosong.
Di sini.
Kau tahu dia dalam masalah. Bung. Paul.
Makanya dibawa kemari.
Ada apa?
Kalau dia menghubungimu dan bukan lewat aku, kabari.
Jangan beri tahu Paul yang kubilang soal dia.
Di mana rumahmu?
Mungil.
Terima kasih.
Satu, dua, tiga, empat, lima.
Aku anggota kepolisian Australia Barat tersumpah,
bertugas di Unit Kejahatan Penyamaran,
menginvestigasi penculikan dan pembunuhan
James Liston pada tanggal 12 Mei 2002.
Tanggal hari ini adalah 6 Mei 2010.
Nomor indukku adalah 452
dan aku pakai nama samaran Mark Frame.
Dia memanggilku "Bung" semalam.
Kubiarkan masuk pesan suara, seperti katamu.
Namun, dia ingin aku ambil ini.
Ya, berikan.
Dia di luar kota untuk sementara waktu.
Apa?
Kupikir aku lihat mobil.
Mobil apa?
Van. Kini sudah mati.
Tunggu sebentar.
Baik, Henry?
Sudah lihat laut?
Hei.
Hei, Gary.
Ada kiriman untuk Paul kemarin.
Henry.
Kemarilah.
Ini Henry Teague.
Ini Gary.
Jangan datang berpakaian begitu.
Carilah pakaian layak.
Rupamu seperti penjahat.
Tangani itu. Duduklah.
Soal Paul.
Dahulu dia bermasalah, dan kami harus pindahkan dia.
Artinya, ada lowongan.
Kami grup tertutup.
Jarang membiarkan orang masuk,
dan saat kami izinkan masuk, kami saling menolong.
Bagaimana, Henry?
Ya, boleh saja.
Dengar, Mark. Uangku tak cukup untuk pakaian baru.
Tak sanggup beli…
Kawan. Ini, lihatlah.
Jangan cemas.
Aku akan mengurusmu.
Lihat?
Tunggu. Aku mau tanya sesuatu.
Pria tadi, Gary, dia pimpinan di sini,
tetapi dia punya atasan dan atasannya punya atasan,
dia menyuruhku bertanya apa kau pernah dipenjara.
Ya, pernah.
Apa kejahatannya?
Masuk-keluar beberapa kali. Hal ringan.
Tak ada masa kurungan lama?
Pernah dikurung karena penyerangan di Wilayah Utara.
Makanya aku tak mau kekerasan, hukumannya makin berat kalau terulang.
Jika pernah dikurung lama, bilang saja, ya?
Jangan tunggu aku tanya. Berapa lama?
Dua tahun.
Di pusat krisis keluarga, ada seorang pria
No comments yet. Be the first to leave one.