The first 200 lines.
Elang
Itu bagian paling menakutkan karena
aku melihat temanku sendiri
Ya Tuhan, apa Arum masih bisa ditolong
atau tidak
dari serangkaian teror yang kami alami
tujuannya memang untuk mengambil Arum
untuk
pergi, tapi melihat teman yang
hampir tak bernyawa adalah hal
terseram
Bernapaslah, Bu, tarik, tekan saja
dorong
Ya, atur napasnya, Bu, santai
tarik napas, ya, Bu, sedikit lagi, terus
kau bisa, teruskan, bagus
terus, Bu, bernapas, jangan lupa, terus
Ya
terus
Puji Tuhan
Letakkan bayi di dada Ibu, supaya
dia bisa merasakan detak jantung Ibu
Mahasiswa, mahasiswa, ada apa
Pak, ada
masalah
kenapa dari tatapan mata itu
kau pasti sedang memikirkan sesuatu
Terima kasih
ya, kau teman baikku
Lalu
Lelo Lelo
Lelo Pak Lelo
lel
lel harus
santai, coba latihan menarik napas
tarik napas dalam, begitu
Jadi begini rasanya menjadi ibu
Ada apa
Ada apa, kecoak itu sudah di sana sejak tadi?
kecoak
hanya kecoaknya yang besar
Aku wanita yang sangat sensitif, Bu.
lihat betapa besarnya itu
gitu rileks rileks rileks
Oh, Bu, santai, tarik napas dalam.
Ibu akan melahirkan, Ibu akan melahirkan
pada 1 2 3 4, saya bukan bidan, Bu, tapi
saya terampil membantu persalinan
Biar saya panggil dokter dulu
Tunggu sebentar, Bu
hei
Arum, kau tidak apa-apa
r pelan-pelan
tenang saja
mual, masih jauh dari PIK
seharusnya dekat
Ini tidak ketinggalan zaman
lol biar aku
ar
tunggu eh aku
biar mereka yang tangani agar jelas, dan kau juga
rapikan, permisi Pak, pindahkan ini
pindahkan ke sana, maju, maju, dokter tetonya
ada kami juga yang ingin magang di sini
dari Akademi Keperawatan Mahakarya, kan, saya
sudah bilang ganti dengan yang baru
Pak, kami ingin magang di sini dari
universitas
kami dari Akademi Keperawatan Mahakarya
jangan panggil
Pak, panggil saya saja
Kalian yang akan menggunakan Al di sini.
Ya, sedang dibereskan karena ada banyak
perbaikan, lewat sini, lewat jalan ini
menuju asrama, ayo Oh ya, ke belakang sini
Dulu ada pabrik gula tapi sudah
lama tidak dipakai, tepat di belakang
sini Nona. Ya Bu, di sini, benar-benar
berantakan
maaf soal ini, saya baru membereskannya, Bu.
Ah Nona, nanti jika perlu semprotan baru,
dan juga selimut bantal, beri tahu saya.
Ya, ya, hmh. Silakan masuk.
Terima kasih, Bu. Masih banyak kerjaan. Terima kasih.
Bu Ida, i i Ya, eh Rum, bagaimana
jika kita benar-benar dipulangkan hanya
karena kita bukan
pria lagi pula, kita di sini
juga karena rekomendasi Pak Arif.
Bagaimana denganmu? Kau tidak mau menelepon Pak
Arif?
mungkin Pak Arif bisa
membantu dengan menelepon. Baik, aku akan menelepon Pak Arif.
Aku akan menelepon bersama, oke?
Ya, halo?
Aku belum minum. Aku membawanya.
Aku membelinya langsung dari apotek di
tidak mungkin itu palsu.
Hei R, Pak Arif bilang dia akan
bicara langsung dengan Dokter Teto.
R, apa kau
mendengarnya, berikan pembalutnya. Tidak
Aku punya pembalut, jika kau ingin
membawa, aku sudah bawa.
Toiletnya rusak.
Apa yang kau lakukan di sini?
Rusak di sini, tidak bisa dipakai.
Ayo, kemari.
Kemari, aku tunjukkan kamar mandi lain.
Maaf.
Saya sudah bicara dengan dosen pembimbing kalian.
Memang kami sedang butuh
banyak bantuan karena kondisi
klinik sedang dalam
renovasi. Saya mengerti mengapa Dokter Inggo
khawatir.
Tapi kalian tetap bisa magang di sini,
saya juga tidak akan...
menyangkal bahwa tempat ini
memang butuh banyak
bantuan, dan jika ada yang
benar-benar ingin
membantu, saya tentu akan
menghargainya.
Dok, saya cek sebentar.
Ayo, Siam.
Itu mantan
istrinya, meskipun sepertinya hubungan
mereka masih baik. Dokter
Oh ya?
Dia psikiater dan bahkan punya praktik sendiri.
Selamat sore, semuanya.
Jika masih ada warga yang
sakit, arahkan ke Klinik Lembayung.
Sekarang sudah beroperasi lagi
dan bisa menangani pasien BPJS. Saya
sebelumnya sudah mengarahkan mereka ke sana,
tapi dokter, kau tahu, warga
takut karena insiden bunuh diri
yang
terjadi terkait rumor itu. Jangan
khawatir, RT. Lagipula, itu terjadi
sudah lama sekali. Sekarang klinik sedang
direnovasi dan pasti akan lebih baik.
direnovasi dan pasti akan lebih baik
Nanti, tolong sampaikan ke warga.
Kami akan coba sampaikan lagi nanti, ya?
Terima kasih banyak, sama-sama.
Sampai jumpa, Mar.
Dokter Ingo.
Ya, tadi saya ada urusan di kota.
Anak-anak PKL ikut dengan saya.
Saya akan pergi dengan Dokter Ingo kembali ke asrama.
Baik, Dok.
Bisa Peringgo lagi, atau Barumpik, ya?
Mari kita cari, Dok.
Kalian tidak bersama, kan?
Dok, saya izin, saya sudah ada janji dengan orang.
Saya pulang sendiri.
Baik.
Duluan ya.
Kenapa kau tidak merindukanku?
Aku merindukanmu, Dias. Aku serius padamu, R.
Kita di sini cuma karena mau Dias, kan?
Begini Dimas, mari kita akui saja.
Dulu, apa yang banyak?
Sekarang kita pernah melakukannya sekali
saja, itu pun karena aku.
Apa kau ingat siapa yang memberikannya?
Aku melihatnya sekarang.
Konsekuensinya, aku serius padamu dan
aku mau bertanggung jawab, kan?
Siap jika itu kau.
Siap. Seharusnya kau membuatku.
Kau tidak memintaku minum pil itu.
Kemarin, aku menggugurkan kandunganku
sendiri. Ke mana
kau pergi? Kau tidak tahu aku mau.
karena semua orang harus mengikuti keinginanmu
milikmu.
Bawa
ke sini. Kapan ruang terapi akan
dibersihkan? Aku ingin semuanya
dirapikan, interiornya dibuang, dan
semuanya dibersihkan agar ruangan ini
bisa digunakan untuk fungsi lain.
Siap, beres. Baiklah,
Selamat malam, Pak Kopak
Di sini lagi, Pak. Pak Dia
Ya, Pak.
Jangan bekerja
saat senja, tidak baik.
Jika kau ingin menggantinya dengan
jika anestesinya mulai
hilang, pereda nyeri bisa segera diminum.
kapan saya harus kembali, dok? Minggu
tadi saya bilang terima kasih, dok
nanti di jalan, ya, terima kasih
ya, dari mana, maaf Dok, saya baru dari
toilet
No comments yet. Be the first to leave one.