The first 200 lines.
Semuanya pas.
Dokter Son mengoperasimu setelah kecelakaan
dan menjadikanmu Do Kyung.
Serta dia mengirimkan ini Ke Nam Joon yang menyewanya
untuk memerasnya.
"Episode 43"
"Son Joong Ki"
Apa rencanamu?
Kamu suka hadiahku?
Foto apa ini?
Ini tangkapan layar video, bukan?
Apa kamu harus memakai siasat licik seperti itu?
Hei.
Seseorang harus punya jaminan.
Aku tidak mau memakainya,
tapi punggungku masih sakit
karena ditusuk pagi ini.
Joong Ki. Itu kesalahpahaman.
Aku bisa menjelaskannya.
Kesalahpahaman?
Aku takut akan kembali ke penjara.
Itulah alasanku mengirimkan itu.
Agar kamu bisa paham apa rasanya takut.
Joong Ki!
Foto itu hanya pratinjau.
Sorotannya adalah adegan
saat kamu dan gadis bermata besar muncul.
Kalian berdua datang dengan amat anggun.
Semua orang di Aura sungguh harus melihatnya.
Apa maumu?
Katakan. Akan kulakukan semua.
Aku merasa Rumah Sakit Aura sudah tidak mungkin kudapatkan.
Kamu harus memberiku cukup uang untuk mendirikan gedung
di tengah Seoul.
Setidaknya yang besar
dalam bentuk uang tunai.
Baik.
Tapi
kamu harus memberikanku fail video asli.
Kini kita sepakat.
Temui aku dua jam lagi. Akan kukirimkan lokasinya.
Video asli?
Aku yakin pria itu
punya fail asli dan dari video dia mendapatkan tangkapan layar itu.
Aku juga yakin video itu menampung beragam informasi.
Coba hubungi dia lagi.
Mari coba bujuk dia.
Tidak.
Jika dia mengirimkan tangkapan layar ke Nam Joon,
artinya dia mau menegosiasikan sesuatu.
Kamu hanya mengancam seseorang jika menginginkan sesuatu.
Ini dia, Son Joong Ki.
Dia mau bertemu dua jam lagi.
Di mana video aslinya?
Kamu tidak membuat salinannya, bukan?
Kenapa kamu amat... Berikan uangnya dahulu.
Ini lima juta dolar.
Aku kesulitan mengeluarkan uang sebanyak ini dalam waktu singkat.
Setelah kupastikan tidak ada salinan,
akan kukirimkan sisanya.
Baik.
Kenapa kamu penuh curiga? Apa karena hati nuranimu?
Kita sudah saling bertukar,
jadi, mari berpisah.
Aku juga merasa begitu.
Kenapa kamu...
Bedebah. Bukan ini yang kamu janjikan.
Kamu yang melanggar janji lebih dahulu.
Kamu sudah mengambil pemberianku, jadi, seharusnya jangan datang.
Turunkan dia di tempat yang pemandangannya bagus.
Pastikan dia tidak pernah melihat dunia ini lagi.
- Baik, Pak. - Kenapa kamu...
Hei! Kalian kira aku akan mati semudah itu?
Sial...
Apa ini
tempat dia ingin bertemu?
Menyingkir dariku! Awas!
Kenapa kalian...
Kemari.
Jika mau kepala kalian lembek seperti tahu,
kemari. Lawan aku.
Pak, letakkan itu
dan ikutlah dengan kami.
Sial. Tunggu.
Tunggu.
Itu.
Apa yang kalian lakukan? Tangkap dia!
Berhenti!
Kalian berdua turun. Yang lain ikut denganku.
Baik, Pak.
- Cari di sana. - Baik, Pak.
- Apa dia di sini? - Tidak, Pak.
Ayo.
Ke mana dia pergi?
- Kamu melihatnya? - Tidak, Pak.
- Sial. - Lihat! Itu dia!
- Sial. - Tangkap dia!
Sial.
Selamat aku. Tolong selamatkan aku.
Tanganku melemah. Tolong selamatkan aku.
Katakan kepadaku.
Kenapa Lee Soo Ho dan aku
bersimbah darah bersama di kamar operasi?
Kenapa kamu mengirimkan foto itu ke Nam Joon?
Raih tanganku dahulu.
Kumohon.
Kumohon. Aku memang melakukannya.
Aku mengoperasimu.
Aku mengoperasimu.
Setelah kecelakaan mobil,
aku mengoperasi Lee Soo Ho menjadi Park Do Kyung.
Aku menukar kalian.
Aku sungguh minta maaf.
Aku salah. Selamatkan aku.
Tolong selamatkan aku.
Sial.
Berandal itu.
Bedebah itu. Kenapa...
Dia pergi ke mana?
Kenapa...
- Cepat cari! - Ya, Pak.
Sial. Lari.
- Keluar dari sini! - Ya, Pak.
Kita pasti terkena masalah jika mereka datang belakangan.
Kita harus pergi sebelum polisi datang.
Kenapa kita harus pergi?
Kita yang menelepon polisi.
Tidak.
Bagaimana jika Nam Joon punya mata-mata di kepolisian?
Lantas, aku akan langsung mati.
Lantas, kamu mau berbuat apa?
Kamu tidak bisa kabur selamanya.
Jangan cemas.
Aku menyembunyikan salinan kandar kilat berisikan video operasi
di suatu tempat untuk berjaga-jaga.
Apa?
Kalian kehilangan dia?
Bagaimana? Kenapa?
Polisi tiba-tiba datang.
Kurasa ada yang membantunya.
Dia menggantung dari jendela lantai empat.
Kakinya pasti patah akibat jatuh,
tapi dia tiba-tiba menghilang.
Apa?
Baik.
Sial.
Ada apa, Nam Joon?
Kamu pergi menangkap bedebah itu, Son Joong Ki.
Kenapa kamu tidak menelepon?
Kenapa kamu kembali sendiri?
Di mana Do Kyung? Bukankah dia pergi riset pasar denganmu?
Kamu kira apa yang kamu lakukan?
Kudengar kamu kedatangan tamu di rumah.
Kudengar dia dokter bedah plastik.
Dia orangnya, bukan?
Pria yang mengoperasi dan menukar wajah Soo Ho dan Do Kyung.
Kamu mulai meracau lagi?
Kamu memang berani.
Kamu kira kamu bisa menyembunyikannya selamanya?
Kenapa kamu melakukannya?
Karena anak yang belum lahir?
Atau karena uang?
Karena kamu mau menjadi istri konglomerat?
Diam.
Esther. Kamu harus dihukum.
Soo Ho dan aku tidak akan melepaskanmu begitu saja.
Tunggu saja.
Kamu bisa menangis sesukamu,
tapi tidak ada bukti.
Begitukah?
Halo?
Baik, aku akan segera ke sana.
Siapa itu? Do Kyung?
Bukan urusanmu.
Hei, apa yang terjadi?
Apa? Kamu kehilangan dia? Kenapa?
Do Kyung membawanya.
Kurasa Joong Ki
mengkhianati kita.
Lantas, orang yang baru saja menelepon San Ha...
Aku harus pergi. Nanti kutelepon lagi.
Apa yang harus kulakukan? Tampaknya
San Ha mau menemui pria itu, Son Joong Ki.
Bagaimana jika dia memberi tahu segalanya?
Astaga. Ayolah.
Katakan sekali lagi.
Katakan kamu mengoperasiku.
Astaga.
Setelah hampir mati,
berbaring di ranjang empuk terasa seperti di awan.
Jika dipikir-pikir, apa artinya hidup?
Selama kenyang dan hangat, hanya itu yang penting.
Mengingat hal itu, mari makan dahulu.
Astaga.
Berhentilah beromong kosong dan katakan kepadaku
apa yang kamu lakukan kepadaku.
Aku yakin sudah bilang bahwa aku spesialis bedah rekonstruktif.
Apa artinya itu?
Aku mungkin memperbaiki wajah Park Do Kyung
yang hancur setelah kecelakaan.
No comments yet. Be the first to leave one.