Release info

눈이 부시게ㆍThe Light in Your Eyes E09 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-03-12
Downloads: 39
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Karakter, lokasi, dan organisasi dalam drama ini"

"Adalah fiktif"

Ini berita selanjutnya.

Semalam sekitar pukul 5.00 pagi, di dekat muara Sungai Yongcheon,

mayat yang diduga wanita berusia 70 tahun ditemukan

oleh penduduk setempat.

Polisi telah memulai penyelidikan.

Berdasarkan identitas yang dibawa korban,

korban merupakan wanita bernama Choi dari Jagok-dong,

namun penyebab kematian belum dapat dipastikan.

"Mayat Wanita Berusia 70 Tahun Ditemukan di Sungai Yongcheon"

"Penyanyi A dan Aktor B Akui Hubungan Khusus!"

Polisi menyatakan korban tidak tinggal

di dekat Sungai Yongcheon lokasi tubuhnya ditemukan,

dan tidak ada barang milik korban yang dicuri...

Ternyata anak kedua keluarga itu

lahir di luar nikah.

Astaga. Pantas saja.

Anak itu tidak mirip ibunya.

Ini sungguh mengejutkan.

Dia tidak mirip ayahnya juga.

Sudah kuduga. Ada yang aneh saat aku melihat mereka.

Astaga.

Siapa aku, Kim Yu Shin, yang memotong leher kudanya?

Aku terus saja kembali ke rumah ini.

Setidaknya Kim Yu Shin memotong leher kudanya. Lantas aku?

Haruskah aku memotong pergelangan kakiku atau sesuatu?

Dia tidak di rumah?

Dia sudah pergi?

Dia pergi. Dia benar-benar pergi.

Teganya dia pergi begitu saja

dan membersihkan rumahnya dengan rapi seperti mau pindah.

Andai aku tahu, seharusnya aku bertanya ke mana dia pergi.

Kamu bertemu dengannya?

Tidak, kurasa dia pergi ke suatu tempat yang bagus.

Ke mana? Nenek itu berwisata?

Nenek? Siapa maksud Ibu?

Kamu tahu, terakhir kali kamu pergi menemui Hyun Joo dan Sang Eun,

wanita cantik yang datang ke sini.

Kamu bukan menemuinya?

Wanita cantik? Bu Chanel datang?

Waktu itu? Kenapa?

Bagaimana ibu tahu?

Dia sepertinya mencarimu,

jadi, ibu menyuruhnya masuk dan menunggu.

Tapi dia bilang mau pergi.

Dia datang menemui aku?

Ini aku, Hee Seon.

Dia pergi ke suatu tempat?

Astaga.

Ada perlu apa?

Kamu siapa?

Dia membayar sewa kamarnya dan keluar beberapa hari yang lalu.

Dia bilang mau pergi ke mana?

Aku bertanya padanya,

tapi dia hanya tersenyum.

Dia pasti datang untuk memberitahuku sesuatu.

Ini waktu yang salah.

Semoga tidak ada hal buruk.

Tapi kenapa aku merasa cemas?

"Jangan Dijawab"

Tolong aduk.

Halo, Pak.

Apa kabar?

Tidak enak badan?

Investasi?

Aku berusaha keras untuk mengganti uang Anda,

tapi aku agak terhambat mengumpulkan uangnya.

Aku mau kabur ke mana?

Kalaupun aku kabur, Anda pasti menemukanku.

Aku tahu Anda masih punya berbagai koneksi

di negara ini.

Maaf?

Tumben Anda menanyakan

kesehatanku sekarang.

Ginjalku?

Belakangan, aku sering ke kamar mandi.

Urineku berbusa dan berbau.

Penglihatanku juga buruk.

Aku tidak tahu apakah itu hantu. Aku terus melihat hal-hal aneh.

Leverku? Anda tahu aku dari pedesaan.

Seperti Anda tahu, hati berlemak cukup umum di daerah seperti itu.

Aku akan menyiapkan uang Anda dalam beberapa hari

dan membawakan wiski berusia 30 tahun favorit Anda

dan menemui Anda.

Tentu saja aku akan menemui Anda.

Anda tidak perlu repot ke sini.

Baik. Selamat siang, Pak.

Ya ampun, berengsek itu.

Bisa-bisanya dia tertarik dengan organ dalamku.

Dia tidak menutup telepon.

Halo...

Aku hanya bercanda.

Kamu pikir itu lucu?

Puas?

Tidak.

Dia ingin uangnya kembali?

Berapa? 200.000 dolar?

Sekarang 300.000, termasuk bunga.

Walaupun putus asa, seharusnya aku tidak menemui penjahat itu.

Singkirkan ini.

Nafsu makanku hilang.

Tetap saja, kamu harus...

Hei.

- Berhenti makan. - Ayolah.

Setidaknya makanlah sekali.

Jika kamu terus makan teratur

dan memiliki organ yang sehat,

kamu pikir organmu akan aman?

Jangan lupa polis asuransi.

Itu satu-satunya cara kita dapat menghasilkan uang.

Singkirkan ini.

Astaga, Hee Won.

Dia sudah ada di sini?

Buka pintunya.

Tunggu.

Kamu saja. Kamu yang meminjam uang.

Sebelum aku mati, aku akan memberi tahu dia alamatmu

dan nomor jaminan sosialmu, jadi, jangan menyesal nanti.

"Kantor"

Bu. Ya ampun.

Beri tahu aku nomor telepon Bu Chanel.

Kenapa tiba-tiba kemari menanyakan itu?

- Aku tidak tahu. - Saat mendaftar di sini,

dia pasti menuliskan informasi pribadinya.

Beri tahu aku informasi pribadinya. Apa perlu aku mencarinya?

Tidak, tidak perlu.

Wanita itu tidak punya informasi pribadi.

Jadi, setiap kali dia tidak ke sini,

kamu juga tidak bisa menghubunginya.

Lalu bagaimana dengan nomor Joon Ha?

Kamu harus menghubunginya dari sini.

Anda pikir ini tempat apa? Telepon umum?

- Anda terus menggangguku hari ini. - Cepat!

Aku akan mencoba menghubunginya sekali.

Anda lihat, dia meninggalkan kami

dan malah pergi bersenang-senang.

Aku telepon pun, dia tidak akan...

Nomor yang Anda tuju tidak aktif.

Baiklah.

Nomor itu sudah tidak aktif.

Apa?

Omong-omong, Anda punya asuransi?

Asuransi.

Setiap orang tua yang datang ke sini sudah mendaftar asuransi.

"Penerbangan Internasional, Kedatangan"

Anda Lee Joon Ha, bukan?

Kami polisi.

- Dia meninggal? - Ya.

Aku dengar kamu bertemu dengannya saat bekerja di ruang pameran.

Itu tempat

suplemen palsu dijual kepada orang tua, bukan?

Ya.

Halo, Hadirin sekalian. Senang bertemu kalian.

"Aku memiliki gedung itu"

"Dan Anda melihat dompetku yang tebal"

"Jika tidak bertindak cepat, Anda akan kehilangan peluang ini"

"Hal hebat sepertiku sulit didapat"

"Peluklah aku sekali saja"

"Lagu ini bagus, bukan?"

Anjing Anda lucu sekali.

Beraninya kamu memanggilnya anjing!

Dia adalah putriku!

- Tidak sopan. - Maaf, Pak.

Ayo pergi, Nak.

"Di mana kamu tinggal, sendirian?"

"Dengan ketangguhanku"

Aku sungguh tidak suka tempat ini.

Aku juga tidak suka.

Teman dekatku mengelola tempat ini.

Aku setuju untuk bekerja di sini karena dia banyak membantuku,

tapi aku tidak yakin.

Apa pun alasannya,

aku tidak bisa berhenti memikirkan bahwa kami memoroti para orang tua.

Tentu kamu akan merasa seperti itu.

Kamu masih muda. Apa kamu tidak ada kegiatan yang lebih baik?

Ya, bukan?

Aku masih muda, aku seharusnya mencari kegiatan yang lebih baik.

Apa yang harus aku lakukan?

Penampilan dan suaramu bagus. Apa yang kamu khawatirkan?

Kamu belum tua seperti kami di sini,

yang tidak bisa melakukan apa pun karena usia kami.

Aku merasa seperti aku bangun suatu pagi

dan menjadi pria berusia 100 tahun.

Aku tidak tahu harus apa.

Aku bahkan tidak tahu bisa apa.

Ini untuk depresi?

Tidak, kamu bisa mati dengan pil itu.

Aku mulai depresi

saat anakku pindah ke AS setelah suamiku meninggal.

Aku mengumpulkan pil-pil itu untuk menghabisi nyawaku sendiri,

tapi kudengar aku harus minum semuanya supaya mati.

Aku tidak yakin bisa meminum semuanya.

Aku tidak yakin bisa meminum semua pil itu, apalagi mati.

Itu sebabnya aku hanya membawanya.

Untuk mengingatkan diriku betapa pengecutnya aku.

Kamu membutuhkannya? Mau kupinjamkan beberapa hari?

- Kapan... - Dia meninggal?

Autopsi sedang dilakukan,

saat hasilnya keluar, kita akan tahu waktu dan tanggalnya.

More Indonesian subtitles for The Light in Your Eyes

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left