The first 200 lines.
Aku tahu itu uang yang banyak.
Tolong percaya aku. Aku akan kembalikan uangnya.
Aku mohon.
Aku sangat butuh itu.
Tolong. Aku mohon kepadamu.
Apa?
Jadi kau akan biarkan Rachel menjadi buta?
Ibu?
Apa aku akan menjadi buta?
Tidak, sayang.
Ibu takkan biarkan itu terjadi.
Kau akan melakukan operasi.
Dan kau akan bisa melihat seperti sebelumnya.
Jangan khawatir.
Aku sangat ingin kau berada di sini bersamaku sekarang.
Kau janji padaku, semua...
Kau siapa?
Hai, Ruja. Ini aku, Wichai.
Teman ayahmu.
Ingat aku?
Ada hal penting yang aku ingin katakan kepadamu.
Aku rasa kau sebaiknya kembali ke Thailand.
Bagaimana kau temukan aku?
Jangan…
Jangan kembali!
Ruja.
Kita sudah sampai.
Ayo masuk.
Rumah Nenek besar.
Ini ruangan apa, Ibu?
Ruang makan, sayang.
Ayo.
Ibu, apa kita pindah ke sini?
Tidak.
Kita di sini hanya beberapa hari.
Jadilah anak baik, oke?
Hai, Da.
Selamat datang di rumah, Bu.
Ini Rachel, putriku.
Ruja.
Ikut aku ke studio.
Da bisa menjaga Rachel.
- Sekarang? - Ya. Aku harus segera pergi.
Ini takkan lama.
Bisa kau tetap bersama Da? Ibu akan segera kembali.
Tapi aku mau ikut denganmu.
Anak-anak dilarang di studio, Rachel.
Tetap di sini bersamaku.
Aku akan tunjukkan kamarmu di lantai atas. Mau lihat?
Ayo.
Tunggu.
Rachel memiliki masalah mata.
Tolong agar sangat berhati-hati.
Ya, Bu.
Ayo.
Ruja.
Masuklah.
Ini Portrait of a Beauty, Nomor Satu dan Nomor Dua.
Ayahmu melukisnya lebih dari 20 tahun lalu.
Lukisan Nomor Satu terjual ke salah satu fansnya,
Senilai beberapa juta.
Namun itu dikembalikan ke studio ini…
Karena…
...pemiliknya membunuh seluruh keluarganya, lalu bunuh diri.
Dia tinggalkan surat di bawah lukisan.
Yang berisi,
"Aku mengembalikanmu ke penciptamu."
Jadi kita mendapatkannya kembali secara gratis.
Dan untuk yang Nomor Dua,
Pakorn merawatnya tetap dengan kondisi yang bagus.
Berkata itu tak dijual.
Tapi sekarang,
Seorang miliuner bersedia membayar mahal untuk keduanya.
Aku butuh izinmu terlebih dahulu.
Kapan kami akan menerima uangnya?
Apa kau bahkan takkan bertanya bagaimana ayahmu meninggal?
Enak, Rachel?
Enak.
Biar aku tanyakan kau sesuatu.
Bagaimana kabar Nenek Vipa-mu?
Nenek meninggal karena kanker.
Benarkah?
Dia tidak gantung diri?
Pakorn, ayahmu, gantung diri di sini.
Dari palang itu.
Apa itu "gantung diri"?
Bukan apa-apa. Lupakan saja.
Maafkan dia, Ruja.
Anggap lukisan-lukisan mahal ini sebagai penebusan darinya.
Apa kita sudah selesai?
Aku mau pergi dari sini.
Rachel, kau mau ke mana?
Aku mau menemui Ibu.
Dari mana kau mendapatkan itu?
Kau memberikannya kepadaku.
Biar aku bawa itu.
Aku akan cucikan dulu itu untukmu.
Kau tunggu Ibumu di sini. Dia akan segera kembali.
Satu hal lagi.
Lukisan ini ada bagian yang retak.
Aku mau itu diperbaiki sebelum kita menjualnya.
Anakku seorang restorasi seni. Dia bisa mengurus itu.
Jika menurutmu itu diperlukan, lakukan saja.
Satu hal lagi.
Setelah pemakaman ini,
Aku juga mau rumah ini dijual.
Tolong usahakan itu untukku.
Ibu?
Rachel?
Apa yang kau lakukan?
Tolong jangan marah kepadaku.
Ibu?
Kenapa aku tak boleh melihat lukisan kakek?
Lukisannya seram.
Seberapa seram?
Begitu seram hingga kau akan bermimpi buruk.
Kau tak ingin bermimpi buruk, 'kan?
Ibu tidak takut?
Kenapa Ayah melukis Ibu seperti itu?
Itu hanya lakon.
Seperti dalam pementasan.
Itu membantu ayah membuat lukisan bagus.
Tapi Ibu menangis.
Itu bukan apa-apa, Ruja.
Tapi kau tak boleh masuk ke studio ayah lagi.
Dia perlu fokus dengan pekerjaannya.
Berjanji pada Ibu, sayang.
Ibu, apa kau menangis?
Ibu merindukan nenekmu, sayang.
Jangan menangis, Ibu.
Jangan menangis.
Rachel?
Rachel?
Ibu?
Ibu?
Ibu!
Rachel!
Rachel?
Rachel?
Rachel?
Rachel?
Rachel?
Rachel?
Rachel! Rachel!
Ada apa?
- Kau melihat Rachel? - Rachel?
Rachel?
Rachel! Rachel!
Rachel! Rachel...
Rachel... Da....
Da, kita berpencar.
Aku akan cari ke hutan.
Rachel... Rachel...
Rachel!
Rachel! Rachel!
Rachel?
Rachel?
Rachel, apa kau di sana?
Rachel!
Rachel!
Rachel?
Ibu tak bercanda!
Keluar sekarang juga!
Saat kita pergi ke hutan,
Apa kita akan bertemu harimau?
Aku tidak takut.
Aku tidak takut.
Rachel!
Rachel!
Rachel! Rachel...
Rachel...
Kau ke mana saja? Kau membuat Ibu ketakutan.
Aku pergi jalan dan bertemu dia.
Apa kau Ruja? Namaku Tim.
Aku kemari untuk perbaiki lukisan. Ayahku harusnya sudah beritahu.
Kau pergi ke mana?
Beritahu Ibu.
Ke sungai di belakang sana.
Itu berbahaya.
Jangan lakukan itu lagi.
Apa yang Ibu lakukan jika terjadi sesuatu kepadamu?
Aku tidak sendirian.
Aku pergi bersama wanita dengan syal merah.
- Berhenti berbohong. - Aku tidak bohong.
Rachel!
Aku minta maaf.
Tolong jangan lakukan itu lagi.
Maafkan Ibu, sayang.
- Silakan. - Terima kasih.
Da?
Ada apa dengan kakimu?
Hanya terkilir. Tak ada yang serius.
Aku permisi.
Apa yang tadi kau lakukan di hutan?
Aku melukis lanskap.
Ayahku bilang ada sungai indah di belakang rumah.
Jadi aku pergi melihatnya.
Dan aku beruntung bertemu Rachel.
Rachel memiliki masalah mata.
Itu tidak aman untuk dia pergi sendirian.
No comments yet. Be the first to leave one.