The first 200 lines.
"Episode 36"
Jadi, kamu sudah menyelidikinya?
Aku benar, bukan? Dia punya seorang putri yang masih TK.
Bu Jang.
Tutup
mulutmu.
Apa?
Tutup mulutku?
Aku tidak mau Se Ryeon mengetahuinya,
jadi, jangan katakan itu di depan orang.
Kumohon, Bu Jang.
Apa maksudmu?
Apa kamu berniat
merahasiakan hal sebesar ini dari putrimu?
Itu salah.
Dia mungkin punya putri yang disembunyikan,
tapi dia masih lebih baik daripada bocah parasit itu.
Dia tidak akan pernah menemukan yang lebih baik dari Seung Ho.
Jadi, kumohon, pura-puralah tidak tahu.
- Bu Wang. - Ini masalah keluarga
dan Se Ryeon adalah putriku.
Keputusan ada di tanganku
dan kamu tidak berhak ikut campur.
Aku datang untuk mengatakan itu.
Namun, tetap saja, kamu tidak bisa...
Kalau begitu, aku akan mundur dari masalah ini.
Biar kuperjelas sekali lagi. Aku akan menjauh.
Ya, tentu. Kamu bisa selesai dengan kami untuk saat ini.
Setelah anak-anak menikah,
Bu Moon dan aku akan memberimu kompensasi besar,
jadi, jangan khawatir.
Aku tidak melakukan ini demi kompensasi.
Ya, tentu. Aku akan pergi.
Masalah ini sensitif bagi kedua keluarga,
jadi, tolong jangan bicarakan ini dengan siapa pun.
Kalau begitu, aku permisi.
Astaga.
Aku mengerti kenapa hanya saham perusahaan yang dia miliki,
tapi bagaimana bisa dia melakukan ini?
Mungkinkah
dia bukan ibu kandung Se Ryeon?
Beraninya Bu Jang menemukan bedebah seperti dia?
Sulit dipercaya. Aku harus bagaimana?
Tidak, tunggu. Jika Se Ryeon kehilangan kesempatan ini,
akan makin sulit bagi dia untuk menikah.
Benar. Ini semua demi Se Ryeon.
Astaga, kepalaku sakit. Astaga.
Salam.
"Brothers Jokbal"
Yong Pil.
Unit restoran ayam Pak Park.
dipasarkan lagi dengan diskon besar.
Apa? Itu dipasarkan lagi,
padahal baru dibeli oleh seseorang?
Keadaan pasti mendesak
karena induk semang menjualnya dengan diskon 200.000 dolar.
200.000 dolar?
Kamu yakin?
Tentu saja. Namun, itu harus tunai.
Kita juga harus membeli unit ini.
Bu Lee, ini salinannya.
Benar.
Ini milik Anda.
Anda menambahkan unit lain ke koleksi Anda.
Jika terus begini, Anda akan memiliki semua unit di pasar ini.
Ayolah, kami hanya punya sekitar enam atau tujuh.
Membesar-besarkannya itu salah.
Kamu belum lama membeli unit itu,
jadi, kenapa...
Tidak ada alasan. Itu terlalu merepotkan.
Kakak tidak perlu bertanya.
Penjualan cepat hanya berarti dia butuh uang cepat.
Masalah keuangan pasti membuatmu stres.
Kamu tampak berantakan.
Kamu tidak bisa tidur karena masalah ini?
Cobalah tidur dengan setengah bawang di samping bantalmu.
Itu sangat ampuh untukku.
Hentikan.
- Jika sudah, aku akan pergi. - Tentu.
- Jaga dirimu. - Namun...
Sulit dipercaya.
Seolah-olah ada yang akan menganggap serius saran bawang bau.
Namun, setengah bawang bombai di dekat bantal benar-benar ampuh.
Dasar kamu...
Astaga, kakiku.
Astaga.
Permisi. Anda mencari seseorang?
Apa? Aku...
Astaga.
Ini donasi anonim.
Ini 500.000 dolar.
Tolong manfaatkan dengan baik untuk anak-anak.
Bu!
Permisi!
Karena aku menyumbangkan uang untuk anak-anak,
setidaknya aku akan berhenti bermimpi buruk, bukan?
Aku tidak akan disiksa di akhirat.
300.000 dolar sisanya adalah uang yang dicuri dari ibuku.
Aku akan menggunakan ini saat kami pindah.
Kenapa aku menjadi gila dan mencuri uang itu?
Itu hanya memberiku masalah.
Astaga.
Tidak apa-apa. Semua akan baik saja.
Kamu akan baik-baik saja sekarang, Ki Ja.
- Dae Bum. - Ibu.
- Kemarilah. - Ada apa?
Kita dalam masalah.
Kenapa? Ada apa? Apa terjadi sesuatu kepada Gun?
Tidak, bukan begitu.
Ibu, ada apa?
Dalam perjalanan ke sini,
ibu mendengar pembicaraan makelar.
Ada induk semang baru untuk unit ini.
- Apa? - Bagaimana jika biaya sewa naik?
Apa yang harus kita lakukan?
Halo.
- Halo. - Halo.
Pak Ma, kamu sudah dengar?
Tampaknya ada induk semang baru.
Ya, itu aku.
- Apa? - Apa?
- Kakakku dan aku membelinya. - Apa?
Jadi, kami datang untuk memperkenalkan diri.
Temuilah induk semangmu yang baru.
Selamat.
Aku senang sekali kalian adalah induk semang kami.
Astaga, terima kasih.
Kami tidak akan menaikkan biaya sewanya,
jadi, jangan khawatir.
Terima kasih.
Pastikan saja gang ini tetap bersih.
Tentu saja. Kamu tidak perlu khawatir.
Apa kita akan menjelajahi gua? Kamu serius?
Ya, Se Jong. Kak Jae Ni dan Kak Se Chan menunggu.
Mari bergegas.
Kita harus bergegas hari ini.
Kamu mau aku menggendongmu?
Ya.
Baiklah. Naiklah.
Tuan Se Jong, bagaimana perasaanmu?
Aku senang sekali.
Aku merasa seperti terbang di langit.
Aku tidak tahu kamu akan menyukainya.
Ayah harus lebih sering menggendongmu.
Apa yang dilakukan Nona Park? Dia memanjakan Se Jong.
Apa haknya menggendong Se Jong?
"Pak Beruang Teddy"
Aku sudah memikirkan
yang kamu katakan.
Kamu menyuruhku lari darimu,
tapi aku tidak mau.
Masa lalumu
tidak penting lagi bagiku.
Karena aku sangat menyukaimu.
Aku sangat menyukaimu
sampai semua itu tidak penting.
Jadi,
mari terus bertemu seperti ini.
Tidak, Pak. Aku tidak bisa melakukan itu.
Mari kita akhiri di sini.
Aku tidak keberatan dengan semuanya. Aku tidak masalah.
Pak.
Ada alasan aku tidak bisa bersamamu.
Serta itu bukan sesuatu yang bisa kamu tangani.
Serta aku tidak mau dengan seseorang yang tahu rahasia memalukanku.
Aku tidak ingin merasa bersalah saat bersamamu.
Pak.
Carilah orang yang lebih baik dariku.
Tolong jangan meneleponku lagi.
Astaga.
- Ini indah. - Panjang sekali.
Bukankah ini luar biasa?
- Lihat kumisnya. - Itu mirip denganmu.
- Astaga, besar sekali. - Lihat itu.
Luar biasa.
Ayah, bukankah itu luar biasa?
Ya. Terlihat sangat bagus.
Benar. Keren sekali.
"Plaza"
Ayah, ada apa dengan Ayah?
Ayah mengajak kami ke galeri seni tempo hari.
Serta hari ini, Ayah membawa kami ke gua.
Saat kami ingin bermain dengan Ayah sebelumnya,
Ayah selalu bilang sibuk.
Apa ada alasan lain?
Masalahnya adalah
rasanya ayah tidak bisa menghabiskan banyak waktu bersama kalian.
Jadi, ayah berusaha
untuk lebih sering bersama kalian. Kamu tidak menyukainya, Jae Ni?
Kenapa aku tidak suka? Aku hanya bilang begitu karena menyukai ini.
- Jadi, Ayah berjanji? - Ya. Ayah berjanji.
- Hore! - Hore!
Ayah. Ada dua jalan di sini.
Aku akan ke sini.
Se Jong, ayo pergi dengan Kak Jae Ni.
Kita saudara pemberani.
Tentu.
Ayah dan Nona Park, kalian berdua harus ke sini.
Ayo.
Ayo.
No comments yet. Be the first to leave one.