The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Dengan ini pertemuan keluarga Thompson dimulai.
Silakan buka halaman satu,
bisa dilihat bahwa mobil ketiga bisa menghemat anggaran jangka panjang.
Punyaku hanya gambar bayi landak yang makan tongkol jagung.
Karena aku tahu pendapatmu tentang naiknya jejak karbon,
presentasimu hanyalah Best of Baby Animal.
Oh. Pemikiran yang bagus.
Ayah, Ibu, silakan lanjut ke halaman dua,
kalian lihat catatan mengemudiku bersih.
Apa kau menyewa saksi peran lagi?
Jika itu guru mengemudimu, ia tak boleh makan malam.
Kau di mana?
Aku sudah menunggu di stasiun seharian.
Kau siapa?
Aku Nick. Nicole.
Nicole Patterson,
kemari untuk menetap.
Oke, apa?
Kau tak dapat pesannya?
Pesan sungguhan atau metafora?
Mereka bilang sudah menghubungi.
Oke, Sayang, jelaskan kejadiannya.
Jadi...
orang tuaku...
meninggal dalam kecelakaan mobil enam bulan lalu,
dan bersama keluarga asuh hingga mereka menemukan kerabat,
katanya menemukan sepupu kedua ayahku silang dua generasi
dan kau seharusnya menjemputku di stasiun.
Kau tak paham omonganku. Kini aku harus kembali ke rumah asuh!
Sebentar. Tak ada yang memintamu pergi.
Kita cari tahu penyebabnya. Kau belum tunjukkan pesannya.
Ini surat dari pemerintah.
Ini foto nenek buyutku dengan nenekmu, kurasa.
Oh, Nenek Liza.
Dan aku diberi silsilah keluarga ini. Astaga, mimpi buruk!
Oke, tarik napas yang dalam.
Molly, kenapa kau tak...
- Nick! - Nick!
ambil makanan sambil kami selesaikan ini.
Hi, aku Molly. Kau suka quinoa?
Atau sebaiknya kita makan es krim?
Sekali lagi, aku minta maaf atas kebingungan ini, Semuanya.
Aku salah dan ini terlihat bodoh.
Ini bukan sekadar kesalahan, ini kesalahan besar.
Kau mengacau.
Kesalahan terjadi. Jangan menyalahkan dirimu.
Dah.
Percayakah kau bahwa koordinator dinas sosial ini
berkoordinasi dengan Ed Thompson lain?
Aku biasa saja.
- Andai aku punya panggilan keren. - Bagaimana kalau Laser?
-Tidak. - Ya.
Baiklah, begini...
ini cukup mengejutkan.
Kita tertangkap basah.
Itu bukan arti harfiah.
Meski begitu...
kita pemberi solusi.
Kita pasti bisa.
Di mana kamarku?
Itu masalahnya. Aku tak tahu.
Nick bisa sekamar denganku.
Sungguh? Aku bahkan tak diizinkan masuk.
Ayo, kutunjukkan tempat menaruh barang
dan cara mengikutiku di Snap dan IG, bukan FB.
Ibu ikut.
Ini akan jadi kamar kita. Sofa itu bisa dijadikan kasur.
Tapi jangan khawatir, sofa itu nyaman.
Kau sangat baik padaku.
Aku sangat menghargainya.
Aku peduli untuk membantu orang lain.
Itu kebiasaanku.
Kebiasaanku menonton kartun lama Rocky and Bullwinkle,
tapi kusuka kebiasaanmu.
Kau bisa taruh barangmu di sini dan sandi Wi-Fi-nya "ThompsonsRule!",
disambung, T dan R besar, tanda seru.
Aku tahu.
Hei, apa boleh aku mandi dulu?
Aku belum ganti pakaian selama dua hari.
Wah, nyata sekali.
Kamar mandi lewat sana.
Terima kasih...
untuk semuanya.
Aku ikut.
Aku sangat menyukainya.
Tentu saja. Dia yatim piatu.
Temanmu Becky pasti akan sangat iri.
Kau pasti muak, ia curi perhatian dengan tumor saudaranya.
Terserah Becky berpikir apa.
Mungkin kau bisa mendandani Nick seperti gelandangan dan foto di tempat kotor.
Jadi, dia tinggal di sini?
Biar aku katakan apa yang kami pikirkan.
Nick tak bisa tinggal di sini.
Tunggu, apa?
Bukan itu yang kupikirkan. Malah sebaliknya.
Kau serius?
Karena kau selalu bicara soal membesarkan anak lagi.
Tidak. Dia akan tinggal dengan kita sampai dia butuh terapi.
Terdengar mulia, tapi aku agak sibuk
dengan resep dan restoran.
Dan jangan lupa audisi Top Chef.
Percayalah, tak ada yang bisa lupa karena kau selalu membicarakannya.
Semuanya.
Ibu benar juga. Maksudku, dia realistis soal ini.
Tepat sekali.
Dengar, aku tahu situasi Nick menyedihkan.
Sangat menyedihkan.
Memprihatinkan.
Tapi kenapa itu harus membuat situasi kita menyedihkan?
Karena dia keluarga.
Ia kerabat jauh, bahkan kami bisa menikah.
Ih.
Jadi, kau akan mengusirnya?
Tidak. Tak ada yang bilang mengusirnya.
Maksudku adalah kenapa dia harus tinggal di sini?
Kujelaskan alasannya.
Karena dia membutuhkan kita.
Tambah anak? Tidak. Mereka bahkan tidak kuinginkan.
Bercanda.
Aku sangat menyayangi kalian, tapi intinya...
dia sepupu keduaku dan sudah beda dua generasi.
Jangan sampai jadi beda tiga.
Ya, kurasa bukan itu maksudnya.
Tidak penting. Kita tak bisa mengusirnya. Kita tidak begitu.
Ayah benar.
Kita harus lakukan hal benar.
Kupilih dia di sini.
Ini bukan reality show. Kau tak bisa mendepaknya.
Semua pendapat penting.
Terima kasih. Senang kau mulai memahami.
Yah, aku juga.
Membesarkan anak lagi itu mahal,
dan kita harus berkorban.
Yang pertama dikorbankan adalah mobilmu.
Kau tahu, sebenarnya aku akan bilang iya.
Sungguh?
Aku berubah pikiran.
Aku pilih mobil.
Kau tak bisa mengubahnya.
Tunggu. Ini seri.
- Jika seri, yang pertama selamat. - Apa maksudnya?
Bahasa Spanyol atau Perancis?
Kau bisa memberinya Klingon. Ini hanya sementara.
Jadi, Spanyol?
Wah.
Sepertinya kau penting di sini.
Ya, aku tahu.
Tenanglah.
Kau wakil kelas senior, bukan Raja Wilayah Utara.
Nick, Sayang...
aku tahu ini situasi sulit,
dan mungkin kau butuh pidato inspirasi sekarang.
Jadi...
pertahankanlah impianmu dan...
raihlah bintang
dan maksimalkan momen yang ada.
Oke.
Dah.
Jadi, Jeremy agak sombong, ya.
Sangat.
Ada resume untuk masa depan di ponselnya
sebagai pengingat hal yang harus dicapai saat usianya 35 tahun.
Bocoran, ia menjadi presiden.
Sepertinya dia tak menyukaiku.
Kurasa ia hanya tak mau anak yatim lucu tinggal di rumahnya.
Hei,
hanya karena kau belum diberi kesempatan yang sama,
bukan berarti kau aneh.
Astaga, perkataanmu itu sangat berarti bagiku.
Kau memang peduli.
Itu bakatku.
Kuharap semua melihatnya begitu.
Bisa kau mewakiliku bicara dengannya?
Sejujurnya, aku mau,
tapi Jeremy hanya memikirkan diri sendiri.
Maaf.
Ada kabar heboh, Kawan-kawan.
Ini Nick.
Ia tinggal dengan kami karena...
orang tuanya meninggal.
Jadi kau...
yatim piatu sungguhan?
Ya, kurasa begitu.
Wow.
- Nick ingin ikut dengan regu relawan. - Apa?
Kami relawan dapur sup, rumah sakit, panti jompo.
Kami terkenal di Instagram.
Wah. Kalian sangat melek isu sosial.
Benar sekali.
Oh, wah, Molly. Aku baru menyadari.
Kau memakai atasan dari perusahaan retail transnasional.
Benarkah?
Kami hanya belanja di Toko Murah Membantu Tunawisma.
Kau tahu, tagar pekerja anak.
Sebenarnya, toko itu
hanya mendonasikan sembilan persen keuntungannya untuk tunawisma.
CEO-nya tinggal di Aspen.
Dan faktanya,
mendukung pabrik pakaian untuk pemngembangan negara
No comments yet. Be the first to leave one.