The first 200 lines.
- Halo. - Halo, Hyung Don.
Halo, Hyung Don.
- Halo. - Halo, Hyung Don.
Halo, Hyung Don.
Halo, Kyung Hoon.
Ada apa?
Jangan duduk! Berdiri!
Yong Man.
Selamat datang.
- Kita kedatangan tamu lagi. - Yong Man.
Kini aku tamu?
- Ayolah. - Kini kamu pewara tetap?
- Apa? - Aku penasaran. Kamu pewara tetap?
Aku sudah diangkat tetap. Bicara apa kamu?
"Yong Man diangkat tetap setelah delapan bulan"
Omong-omong, apa itu? Sebuah gelang?
Ya, gelang.
Aku memesannya untuk ulang tahun pernikahanku.
- Sekarang kamu lebih keren. - Untuk ulang tahun pernikahannya.
Lucu sekali.
Dia sudah memakainya sejak episode pertama.
- Benarkah? - Kamu sungguh tidak perhatian.
Apa ini, Yong Man? Jam tangan baru.
- Jam tanganku? - Kamu baru membelinya?
Aku membelinya 15 tahun lalu.
Yong Man, kamu memakai kacamata.
Aku sudah pakai kacamata
- sejak masuk SMA. - Sungguh?
- Kita saling memperhatikan. - Selama ini aku tidak terlihat?
- Maksudku... - Ayolah.
Ada rumor beredar.
Orang bilang kita sangat akrab.
- Sekarang kita perlu akrabkan diri. - Baiklah.
- Siapa yang datang hari ini? - Kita kedatangan orang hebat.
"Mereka sangat terkejut"
Orang pintar lulusan Harvard?
Harvard?
Harvard?
- Harvard? - Mungkin dia. Shin...
- Shin A Young. - Pewara berita itu.
- Pewara berita itu. - Dia kuliah di Harvard.
A Young satu-satunya orang yang aku tahu masuk Harvard.
- Dia akhirnya datang. - Kurasa begitu.
Kurasa A Young datang.
Kita hari ini bisa siaran langsung.
Kita hari ini bisa siaran langsung.
- Kita bisa tampil hebat hari ini. - Dia bisa dipercaya.
- Ya. - Silakan masuk.
"Silakan masuk"
A Young.
Astaga.
Kamu kuliah di Harvard?
"Mereka terkejut sesaat"
Kamu bisa lulus ujian PNS.
Kamu kuliah di Harvard?
Halo.
"Komedian paling pintar, Su Kyung Suk"
Aku memang belajar di Harvard.
- Sungguh? - Benarkah?
Ada institut swasta bernama Harvard di Daejeon.
Sungguh.
"Begitu rupanya"
Aku belajar di sana setahun dan ikut lagi ujian masuk universitas.
- Benarkah? - Ya.
Nama akademi itu Harvard.
Namanya Harvard Academy.
Berarti kata kuncinya seharusnya Harvard Academy.
Tapi itu tidak sepenuhnya salah.
- Tidak sepenuhnya salah. - Dia tetap belajar di Harvard.
- Benar. - Harvard.
Kalian tahu Kyung Suk juara satu kelas
saat dia masuk Akademi Militer Korea, bukan?
Aku sudah mengatakannya berkali-kali.
Tapi kamu lepaskan akademi itu demi Universitas Nasional Seoul.
Dia masuk Akademi Militer Korea, tapi berhenti.
Dia luar biasa.
Dia yang tercerdas.
Dia yang tercerdas di antara semua komedian.
Aku belajar di akademi terbaik, Akademi Harvard.
Dia sangat rendah hati,
tapi semuanya tahu dia cerdas.
Kamu kalahkan lebih dari setengah PNS Korea untuk lulus tes.
- Tentu saja. - Benar.
Di negara ini tidak ada yang beres jika tanpa aku.
Benar.
- Banyak yang harus dikerjakan. - Kamu sangat sibuk.
- Kamu bekerja untuk negara ini. - Benar sekali.
Bahasa asing kedua Kyung Suk adalah Prancis.
Benarkah?
Dia sudah seperti penutur asli.
Ayolah.
- Dia bisa bicara dengan Ida Daussy. - Bicara apa kamu?
"Dia memamerkan kemampuannya"
"Tadi itu apa?"
Apa katanya?
Ya atau tidak, itulah pertanyaannya.
Luar biasa. Dia berbeda.
Sebelumnya kamu pernah membawakan acara kuis, bukan?
- Benar. - Ya.
"Honey Jam Quiz Room" di KBS.
Acara itu sudah berakhir.
"Sudah kali ketiga mereka menghela napas"
- Sudah berakhir, ya. - Kenapa? Katamu acaranya bagus.
Judulnya terdengar lucu.
Kurasa kamu bisa menilai alasannya berakhir.
Kukatakan saja, dia pintar menganalisis.
- Menurutmu bagaimana? - "Honey Jam Quiz Room"
adalah acara bagus bagi mereka yang mempersiapkan
- ujian masuk universitas. - Begitu.
Problem Child in House
bagus mereka yang mempersiapkan ujian masuk kerja.
Acara ini untuk ujian masuk kerja?
Soal-soal di sini sesulit itu?
- Kenapa? - Ini bukan pengetahuan terpisah.
Soal kalian berdasarkan penalaran luas dan mendalam.
Aku merasa acara ini akan sukses.
Sejak acara ini dirilis,
- Kamu terus memperhatikan kami. - aku terus memperhatikannya.
Sebenarnya awalnya kamulah yang jadi pewara, bukan Yong Man.
Saat itu aku di luar negeri selama beberapa saat.
- Perilisannya sangat penting. - Aku tahu acara ini akan
- berlanjut untuk waktu lama. - Perilisannya akan berlanjut
- sampai akhir. - Akan berlanjut sampai akhir.
Ejaan "launch", l, a, u...
C, h.
- Bukankah "launch" memiliki - C, h?
- satu "N" di dalamnya? - "Launching".
- C, h, i, n, g. - C, h?
Kenapa kita menggaruk kepala saat membicarakan hal seperti ini?
Tanganku langsung menggaruk kepala.
Aku melakukannya jika mereka menanyaiku sesuatu.
Kulakukan untuk menghindari tatapan mereka.
Benar. Aku menggaruk kepalaku untuk menghindari tatapan mereka.
Kudengar ada yang ingin kamu katakan
tentang Kyung Hoon dan Hyung Don.
Aku benar-benar ingin tampil di acara ini hari ini
karena ada yang ingin kukatakan pada mereka berdua.
Mau katakan apa pada Kyung Hoon dahulu?
Jujur, Kyung Hoon dan aku tidak pernah tampil
- di acara apa pun bersama. - Begitu rupanya.
Tapi aku beberapa kali melihatnya saat menjadi pewara dan dia adalah
- penyanyi tamu di beberapa acara. - Ya, benar.
Lalu suatu hari,
keponakanku bilang bahwa dia penggemar Buzz.
Dia ingin mendapatkan tiket ke konser mereka,
tapi terlalu sulit karena mereka terlalu populer.
Jadi, aku merepotkan Kyung Hoon,
"Dia berhati-hati meminta tolong pada Kyung Hoon"
- dan menceritakannya. - Kamu meminta tolong padanya.
Kami diperlakukan sangat baik
karena dia yang memintanya.
Kisah luar biasa.
Dia ingin berterima kasih padanya dan menceritakan kisah hebat ini.
Tentu saja, Kyung Hoon luar biasa.
- Bagaimana denganku? - Sekarang cerita tentang Hyung Don.
- Kita dengarkan kisahnya yang haru. - Tidak ada.
- Hyung Don, - Ya?
maaf.
- Kenapa minta maaf? - Kenapa?
- Kamu diam-diam membicarakanku? - Kamu mau katakan apa padanya?
Hyung Don sudah pindah, tapi sebelumnya kami tinggal
- di kompleks apartemen yang sama. - Ya, benar.
- Di Hapjeong-dong? - Pasti karena
- masalah kebisingan. - Ya.
- Masalah kebisingan? - Apa katamu?
- Kami tinggal di gedung berbeda. - Kamu di lantai tiga?
- Kalian di gedung berbeda? - Ya.
Kami memang sekompleks, tapi jarang bertemu,
tapi kami pasti bertemu di tempat-tempat tertentu.
- Bar di depan kompleks. - Tempat yang sangat bagus.
- Aku jadi gugup. - Ya, aku juga jadi gugup.
Aku ke sana sekitar tengah malam sampai pukul 1 pagi,
- Hyung Don pun di sana. - Dia belum selesai.
Diam-diam aku membayar tagihannya dan pergi.
- Apa kamu mentraktir Hyung Don? - Ya, aku membayarinya.
- Tentu saja, itu jelas. - Kisah luar biasamu.
- Kisah luar biasa dia. - Kisah luar biasanya.
Dia yang luar biasa.
- Lalu kenapa minta maaf? - Itu kisah luar biasanya.
Kenapa minta maaf padahal itu kisah luar biasamu?
Aku membayarinya sekitar tiga empat kali.
- Tidak sekali, tapi 3 empat kali? - Ya.
- Aku selalu melakukannya. - Ini tulus.
Aku paham hari itu tidak tidak bisa berterima kasih padaku,
tapi dia bisa saja mengatakannya kapan pun keesokannya.
- "Terima kasih sudah membayar." - Benar.
- "Kenapa membayariku?" - Benar.
- "Kemarin aku tidak sadar." - Benar.
- Dia tidak pernah mengatakannya. - Dia kesal.
Tidak sekali pun?
- Ini bukan masalah. - Hyung Don.
Kamu baru mendengarnya hari ini?
Aku selalu membayar.
"Situasi apa ini?"
Aku selalu membayarinya.
Ini yang terjadi.
Saat Kyung Suk pergi setelah membayar,
- Hyung Don memesan lagi. - Ya.
Hyung Don membayar sejumlah tambahannya.
- Dia harus bayar tambahannya. - Dia bayar tambahannya.
No comments yet. Be the first to leave one.