The first 200 lines.
Sub Eng uploaded by riri13
Sub Indo by LUPAK
Episode 13
Orang sepertiku.. tidak dibutuhkan.
Selamatkan aku.
Aku sudah dengar.
Aku sudah dengar kali ini akan berbeda dan memang begitu.
Nanti atau kini, kau belum merubah keyakinanmu.
Guru mengajar dan memberikan soal...
...tapi siswalah yang harus mencari jawabannya.
Siswa yang dulu, dia kembali sekolah meski butuh waktu.
Apa anak ini juga akan kembali?
Dia akan kembali.
Di sana!
Do Jin!
Kim Do Jin. Ayo kita ke sekolah!
Kim Do Jin!
Kim Do Jin..
..ada yang ingin kau katakan?
Kim Do Jin, kau datang?
Kau melakukannya dengan baik! Tidak apa, tidak apa...
Kami semua paham.
Tidak usah sedih! Kami juga punya kesalahan.
Yeah, bukan hanya kau yang melakukan kesalahan.
Ait mata mau keluar...
Biarpun begitu, kau melakukannya dengan baik.
Do Jin sudah minta maaf padaku...
...dan aku menerima permintaan maafnya.
Karena kita semua sudah berkumpul...
...kita akan mengadakan diskusi kelas tidak resmi.
Karena semua guru tahu, sekolah sepertinya akan melakukan tindakan pendisiplinan.
Mulai sekarang, sejak In Bo memaafkan Do Jin...
... kelas kita tidak akan membuat masalah lagi.
Ada yang setuju?
Maka kita tidak lagi membahas masalah Kim Do Jin saat diskusi kelas.
Tunggu!
Oh Dong Goo...Aku minta maaf.
Sebenarnya...cerita soal Dong Goo yang memukulku...
Baik, baik, baik, baik...
Itu masa lalu.
Aku salah karena memukulmu duluan.
Mari kita salaman.
Jadi...
Anda bilang akan membiarkan ini dan tidak mengajukannya ke komite kedisiplinan?
Kukira anda akan mengeluarkan siswa lagi dari sekolah.
Siswa yang menjadi korban sudah menerima maaf.
Wakil Kepala, kalau begitu, kita secara teknis...
...tidak bisa mengajukan masalah ini ke komite kedisiplinan.
Baiklah, kalau begitu.
Kuserahkan semuanya pada guru kelas...
...tapi kuharap ini tidak terjadi lagi.
Kalau ada, Guru Ma harus bertanggung jawab.
Baik.
Bagus. Aku tahu anda orang yang menepati janji.
Kalau begitu... kerja keras semuanya.
Lega sekali siswa bisa saling memaafkan dan menyelesaikannya sendiri.
Tapi... apa ini akan baik-baik saja?
Yeah... Kudengar kalau Do Jin menyebabkan masalah di Kanada...
Anda harusnya memindahkan dia.
Kalau terus dipertahankan, anda tidak akan tahu dia berbuat lagi!
Sudah kukatakan aku yang akan bertanggung jawab.
Bagaimana kalau...
Guru Ma sebenarnya adalah guru yang baik?
Guru Ma?
Yeah.
Dari luar, dia sangat menyeramkan.
Dan... yang kita lihat saat di sekolah, mungkin bukan dirinya yang sebenarnya.
Kalau Guru Ma tidak ada...
...apa kelas kita akan jadi seperti ini?
Do Jin juga menjadi yang sebenar-benarnya teman.
Do Jin seharusnya berterima kasih padamu.
Itu juga benar.
Tapi si Dong Goo tidak mau bilang padaku.
Alasan dia memukul Do Jin...
Ini lucu!
Yang mana yang lebih lucu?
Bagiku... yang ini?
Tapi... hadiah untuk siapa ini?
Jangan-jangan... kau punya pacar?
Boneka untuk pacar?
Ah.
Ini... hadiah.
Untuk semua waktunya... Makasih.
Ibuku bilang masalah sudah selesai, jadi aku bisa pulang.
Sungguh?!
Itu hebat!
Terima kasih.
Rawat dengan baik.
Makasih!
Ya, Pengacara Ahn.
Akan lebih mudah kalau seandainya masalah ini bisa menjadi besar.
Kurasa anda harus turun tangan.
Ya.
Memang bagus mengikuti prosedur resmi, namun aku mau segera terwujud. Tolong pertimbangkan.
Kelas 6 Lokal 3 Nama: Kim Do Jin
Ada rasa sakit di dalam hatinya
Kelas 13.
Cantik!
Tunggu.
Aku kecewa sekali.
Tunggu. Aku ada pesan.
Akan kutelpon balik.
Perhatian. Sapa Guru.
Halo.
Kenapa keranjang payung di lorong berantakan?
Apa orang yang ditugaskan untuk piket pagi tidak membereskannya?
Segera bersihkan.
Ya.
Ya.
Ini daftar tugas kelas yang telah dibagi kecuali untuk yang membersihkan kelas.
Dan selama diskusi kelas minggu ini...
...kami berencana akan mengadakan proyek kelulusan.
Hal semacam ini, kuserahkan pada kalian.
Apa ini saatnya fokus pada proyek kelulusan?
Apa untungnya mempunyai kenangan?
Lagi pula semuanya akan berpisah setengah tahun lagi.
Selama semester ke dua ini...
...kalian harusnya memikirkan masa depan daripada kenangan masa lalu.
Kalau orang tua kalian tahu, apa yang akan mereka pikirkan?
Kurasa saatnya menunjukkan kalian yang sebenarnya pada orang tua.
Mulai besok, kelas kita akan...
...mulai mengadakan pertemuan guru-orang tua.
Kita akan mengadakan pertemuan guru-orang tua bersama siswa...
...untuk mendiskusikan rencana untuk semester dua.
Dari Guru Ma Yeo Jin
Kalian ingat, bukan?
Kalau aku tahu semua rahasia yang kalian sembunyikan.
Tentu saja, bukan saja gambar ini.
Di dalam laptopku, ada semua file tentang kalian semua.
Rahasia yang kalian sembunyikan.. dan kebohongan-kebohongan kalian..
Semua kesalahan.
Kalau tidak ada pengaruhnya, silahkan lakukan apa yang kalian mau.
Tapi, kalau kalian gagal..
Aku harap kalian mematuhi semua perkataanku di depan orang tua kalian.
Mengerti?
Kalau begitu Bo Mi sudah pergi?
Aww... dia akan membantu mengerjakan tugas seniku.
- Kau menyuruh Bo Mi mengerjakan tugasmu? - Tidak...
Dia yang bersikeras ingin membantu.
Dia hebat sekali soal seni.
Bo Mi sangat hebat menggambar kartun.
Nanti, dia bilang akan menggambarku sebagai pahlawan wanita.
Oh... apa itu tidak konyol?
- Unni! - Putriku!
Sudah lama kita tidak makan bersama, mari kita makan dengan tertib, baik?
Ha Na!
Mulai besok, kau ikut kelas untuk persiapan SMP internasional, ya?
Tidak hanya kelasnya yang mahal, guru kelasnya juga susah didapat.
Semua ibu berusaha keras kalian bisa ikut kelas itu...
...jadi Ha Na, belajarlah dengan baik di sana!
Ibu, aku tidak ingin pergi ke kelas itu...
Kalau aku terus pergi les dari senin sampai jumat, kapan aku bisa bertemu dengan teman-temanku?
Kau punya teman di tempat les!
Namun teman di sana...
Oh Dong Goo~~
Siapa Oh Dong Goo?
Itu anak yang disukai Ha Na.
Oh~ Ada anak yang kau sukai?
Tidak!
Apa harus begini saat kau harus belajar?!
Jangan bodoh!
Ibu mirip Guru Ma.
Cepatlah makan!
Ibu Ha Na...
...anda ingin Ha Na berminat untuk ikut kelas persiapan SMP, bukan?
Ya.
Bagaimana menurutmu, Ha Na?
Kurasa les yang kumiliki sudah cukup.
Aku juga sepertinya tidak akan masuk SMP internasional.
Shim Ha Na, prosesnya yang penting.
Kau harus memiliki cita-cita yang tinggi, jadi kau bisa meraih yang lebih tinggi.
Kenapa cita-cita harus selalu berhubungan dengan belajar?
Hey! Perkataanmu--
Sungguh.
Tidak apa.
Kalau begitu kamu ada rencana lain?
Apa?
Ah, itu... Aku hanya ingin hidup sehat dan bersenang-senang dengan teman-temanku.
Cita-cita macam apa itu?
Kau bilang ingin jadi dokter.
Itu saat masih kecil.
Dari yang kulihat, sepertinya Ha Na hanya mengeluh.
Benar?
Kamu harus pergi les seperti yang ibumu katakan.
Bu Guru, ibu tahu kalau aku juga tidak ingin masuk SMP internasional.
Kalau kamu ingin melakukan yang kamu suka, kamu bisa pindah rumah dan hidup bebas.
Oh itu tidak mungkin. Dia masih SD.
Kalau kamu masih ingin ada yang menjagamu...
...maka sudah jelas kalau kamu harus mendengarkan orang tuamu.
Kalau kamu tidak ingin, maka kamu harus menjelaskan...
...dan berusaha membuat mereka mengerti.
Tapi, kurasa kamu tidak mau melakukan itu.
Jadi, kamu hanya mengeluh.
Our Na Ri sepertinya baik-baik saja...
...jadi sebagai ibu, aku merasa yakin.
Kalau begitu, aku menyayangkan.
Nilainya masih rata-rata namun belum memuaskan.
Belakangan, Na Ri tidak begitu memperhatikan.
Na Ri kami?
Ada masalah?
No comments yet. Be the first to leave one.