The first 200 lines.
Bahkan hari ini, orang-orang bergegas pergi ke suatu tempat.
Astaga. Maafkan aku.
- Maafkan aku. Maaf. - Terima kasih.
Di antara mereka,
aku, Manajer Umum Yu, akan memulai hari baru.
Aku anggota grup ketujuh rekrutan Perusahaan Muhan.
Aku memulai sebagai pegawai biasa dan menjadi manajer umum.
Terkadang, aku lembut. Terkadang, aku karismatik.
Sebelumnya aku ketua Tim Penjualan Tiga.
"Sudah sepuluh tahun sejak tamasya pertama"
"Dia punya kenangan indah dan sedih"
"Di Perusahaan Muhan"
Seperti hujan yang tiba-tiba,
kehidupan tidak terduga.
Saat pertama diterima, aku ingin tetap bekerja sampai pensiun.
Tapi beberapa saat lalu, aku meninggalkan Perusahaan Muhan.
Dan dengan saran dari atasan pertamaku,
alih-alih tetap di perusahaan itu dengan pekerjaan stabil,
aku memutuskan mencoba tantangan baru.
Mulai hari ini, aku Direktur Yu.
"Direktur Yu Jae Seok"
"Direktur Yu"
Astaga.
Ya. Halo.
Benar. Sebenarnya,
aku datang untuk menemui peserta wawancara pertama.
Ya. Jangan khawatir. Baiklah.
Aku akan mewawancarai mereka semua hari ini.
Aku akan melapor nanti.
Baiklah. Aku paham. Semoga harimu menyenangkan.
Sampai jumpa. Baiklah.
Jangan khawatir. Baiklah.
Tugas pertamaku di perusahaan baru
adalah mewawancarai pelamar untuk tim baruku.
Kuharap aku bisa menemukan tim yang baik lagi.
"Episode Satu, Pewawancara Kesepian"
"Pukul 10.20 pagi"
- Aku harus memesan. Hai. - Halo.
- Aku pesan secangkir latte encer - Ya?
dan secangkir kopi seduh dingin.
- Tentu. Aku akan menyiapkannya. - Baiklah. Terima kasih.
Sudah lama aku tidak bekerja kantoran. Astaga, ini sulit.
"Kopinya sudah siap"
- Sudah siap? - Ya. Sudah siap.
- Sudah siap? - Ya.
Baiklah.
Astaga. Secepat ini?
Aku baru memesan di sini. Baiklah.
- Terima kasih. - Selamat menikmati kopimu.
- Baiklah. Terima kasih. - Terima kasih.
"Seolah-olah dia sudah memesan sebelumnya"
Kurasa aku melihat mereka di jalanan tadi.
Hai.
Baiklah.
"Entah kenapa, harinya dimulai seperti adegan dalam drama"
Peserta wawancara pertama adalah...
"Selagi Direktur Yu membaca resumenya"
"Peserta wawancara pertama masuk ke kafe itu"
"Peserta wawancara pertama adalah..."
- Halo. - Hei.
- Kamu Pak Lee Yong Jin? - Ya. Senang bertemu denganmu.
Senang bertemu denganmu.
"Peserta Wawancara Lee Yong Jin, Teknisi Profesional"
- Senang bertemu denganmu. - Baiklah. Senang bertemu denganmu.
Senang bertemu denganmu.
- Silakan duduk. - Baiklah.
Aku membelikanmu secangkir kopi seduh dingin untuk berjaga-jaga.
Apa kopiku mengandung biji AA dari Kenya?
Ya, sebagian.
- Terima kasih. - Baiklah.
"Tertawa"
Maafkan aku. Aku suka merek itu.
- Biji kopi W dari Kenya? - Bukan, biji kopi AA dari Kenya.
- Biji kopi AA? - Ya.
Kamu tahu apa itu kopi seduh dingin, bukan?
Ya, itu kopi dingin.
Dingin dan biru.
"Sepertinya mereka berdua tidak tahu tentang kopi seduh dingin"
Baiklah.
- Aku harus memberimu kartu namaku. - Baiklah.
Nama perusahaan kami adalah JMT.
JMT?
"Apa itu akronim yang aku tahu?"
Huruf terakhir singkatan dari Teknologi.
- Ini sudah umum zaman sekarang. - Begitu rupanya.
Jadi, dalam bahasa Korea, JMT bukan berarti "lezat".
Apa? Bukan. Kamu salah paham tentang perusahaan kami.
- JMT. - Baiklah.
"Direktur Yu Jae Seok"
- Kamu direktur. - Ya.
Nomor teleponmu dimulai dengan "017".
Aku tidak tahu ada yang masih bisa memakai itu. Aku punya sesuatu.
"Kode nomor lama ini menunjukkan seberapa lama dia di industri ini"
- Kamu juga punya? - Ini bukan kartu nama.
Aku membawanya untuk berjaga-jaga.
"Ini dia"
"Jatuh"
Aku ingin menceriakan suasana hatimu.
Untuk apa ini?
Membuat orang bahagia adalah bakat khusus dan hobiku.
- Ini. - Kamu membawakanku bunga?
Ya. Bukankah ini indah?
Baiklah.
- Aromanya harum. - Benar.
Aku harus memberitahumu tentang perusahaan kami secara mendetail.
- Ya. Beri tahu aku. - Bukankah begitu?
Singkatannya adalah Joy and Music Technology.
- "Musik"? - Ya.
- Ini bukan label musik. - Baiklah.
Semua orang mengira perusahaan kami adalah perusahaan hiburan.
Seperti namanya, kami ingin bergembira
dan mendengarkan musik sambil bekerja.
Jadi, perusahaan kami menangani semua yang melibatkan teknologi
di tiap aspek kehidupan kita.
Begitu rupanya. "Teknologi".
- Jadi, kamu menyerahkan resume. - Baiklah.
Aku punya beberapa pertanyaan.
- Kamu bisa menanyakan apa pun. - Baiklah.
- Kamu lahir pada tahun 1985. - Ya.
Kamu lulusan "SMA Teknik Samil".
Di mana itu?
Itu hanya SMA teknik.
Lalu, kenapa kamu menulis itu dalam bahasa Inggris?
Benar juga. Ini SMA terkenal.
- SMA Teknik Samil. - SMA Teknik Samil.
Ya, benar.
Intinya, kamu sangat cocok untuk perusahaan kami.
Benar. "Teknologi".
- Dan kamu mengambil jurusan - Elektro.
"Teknologi Teknik Elektro".
Teknik Elektro.
Teknik Elektro? Begitu rupanya.
"Dia terdengar seperti tersetrum"
Aku bisa memperbaiki panel listrik tanpa masalah.
- Benarkah? - Ya.
Kamu juga bisa memperbaiki mobil?
- Ya. Aku mekanik bersertifikat. - Benarkah?
Beri tahu aku jika kamu harus menambahkan oli mesin.
Aku bisa menyalakan mobil saat transmisinya terselip.
Aku mendapat sertifikat dengan nilai sempurna.
- Benarkah? - Ya. Tentu saja.
Aku suka mobil.
- Kamu suka mobil? - Ya.
Kamu bekerja di Perusahaan S?
Samsung?
SBS.
Aku bekerja di saluran media.
- Aku bekerja di sana sebentar. - Kamu bekerja di sana.
Benar. Aku pernah bekerja di sana.
"Dia teknisi berpengalaman"
Kalau begitu, ke arah mana JMT harus melangkah
untuk lima tahun ke depan?
Bisnis antariksa.
- "Antariksa"? - Ya. Antariksa.
Kurasa era antariksa akan segera datang.
Bagus jika perusahaan berinvestasi dalam bisnis terkait antariksa.
Contohnya,
pesawat antariksa pasti memiliki 100 hingga 200 kursi.
- Harus dilengkapi dengan kursi. - Ya.
Dan kita bisa menjual sarung kursi.
"Tertawa"
Sarung kursi pesawat antariksa?
Kamu membahas bisnis antariksa untuk proyek masa depan kita.
Tapi kamu ingin kita menjual sarung kursi?
- Tapi itu sesuai dengan arah kita. - Aku serius. Benar.
- Tidak bisa kamu buat sendiri. - Kami bukan ingin
meluncurkan proyek besar atau megah.
Vokalisasi dan nada tinggi yang mengagumkan
lebih dari tiga oktaf adalah bakat khusus dan hobimu.
Orang-orang selalu bilang bahwa suaraku
terdengar bisa dipercaya.
Sebenarnya, suaramu
- terdengar kuat. - Ini...
Hei.
"Dia tiba-tiba mulai bernyanyi scat setelah beberapa teriakan"
Seperti yang kamu dengar, suaraku cukup bisa dipercaya.
- Maafkan aku. - Maaf.
- Maafkan aku. - Maafkan aku.
Jadi, di perusahaanku sebelumnya,
- aku selalu membuat PowerPoint. - Ya.
Dan aku pewara acara bakat khusus di kantor.
- Maaf menyela, - Ya?
tapi maksudmu adalah "PT"?
"PT"?
PowerPoint adalah nama perangkat lunak.
- Jika aku memberi presentasi... - PT.
Ya.
Baiklah.
Kamu sudah menikah. Benarkah?
Aku sudah menikah. Aku sudah menikah selama tiga tahun.
Aku juga punya seorang putra.
- Benarkah? - Ya.
- Berapa usia putramu? - Usianya 20 bulan.
- Usianya 20 bulan? - Ya.
- Usianya sekitar tiga tahun. - Benar.
- Benar. - Usianya tiga tahun di Korea.
Kamu menyebut pernikahan dan anakmu
sebagai momen paling bahagia dalam kehidupanmu.
- Ya. - Kamu serius?
Ya, aku serius.
No comments yet. Be the first to leave one.