The first 97 lines.
[Ada yang mau berangkat bersama naik taksi? Tinggalkan komentar]
Selamat ulang tahun, Jooha.
Maaf karena tidak menjaga janjiku.
Makan malam dengan ayahmu.
Saat bertemu dengan tata bahasa yang kalian tidak tahu.
Biasanya kita ucapkan sampai jumpa pada tata bahasa itu.
Kalian sering mengalaminya kan?
Biasanya kita harus memahami konteksnya.
Tapi itu tidak mudah.
Setelah selesai ujian,
kalian pasti akan dengar teman bicara seperti ini.
"Aku terlalu bingung jadi tidak bisa jawab pertanyaannya."
Kita semua tahu bahwa alasan tidak bisa jawab bukan karena bingung.
Tata bahasa yang digunakan dalam situasi ini adalah "Too-to".
Selamat siang!
Terima kasih.
Kamu datang begitu cepat.
Ini cepat?
Katanya rumahmu jauh?
5 menit dari sini.
Tukang bohong!
Kamu juga.
- Mau kemana? - Hah?
Aku pikir mungkin kamu akan merasa tidak nyaman karena kidal.
Terlalu jauh untuk merasa nyaman.
Terlalu dekat untuk belajar.
Ayah ada urusan. Kita makan malam lain kali saja.
Maaf ya, Nak. Selamat ulang tahun. Hadiahnya sudah dikirim.
Kamu makan siang dengan ibu, kan?
Kamu sering makan burger?
Ya, hampir setiap hari.
Kan aku tinggal sendiri.
Oh... Kenapa?
Orang tuaku cerai musim dingin tahun lalu.
Jadi, aku bilang aku mau tinggal sendiri.
- Oh... - Aku menyedihkan?
Tidak, bukan itu maksudku.
Aku hanya tidak tahu harus berkata apa.
Kalau hidup sendiri kan bosan saat makan.
- Itu sebabnya aku memintamu untuk makan bersama. - Oh.
- Aku akan antar pulang. - Hah? Tiba-tiba? Kenapa?
Rumahku sangat jauh dari sini. Sekitar 40 menit.
- Lalu? - Rumahmu kan sangat dekat.
Terlalu dekat untuk pulang.
Kalau begitu, kita pergi ke suatu tempat dulu baru pulang.
Ada kunci di dalamnya. Ini terlihat sama depan dan belakang.
Tekan tiga kali dan setelah diatur ulang.
Buat password. Kalau ditarik ke bawah akan terbuka.
- Ini adalah pertama kalinya aku main escape cafe. - Aku sudah beberapa kali.
- Sepertinya menarik, ya? - Tapi sepertinya aku tidak bisa.
Sepertinya kita tidak bisa melarikan diri dari ruangan ini. - Mau taruhan?
- Oke. - Tolong pakai ini penutup mata ini dan kita akan memasuki ruangan.
Ya. Aku merasa gugup.
- Kamu takut? - Ya.
Oh.
Astaga!
Kita harus melepas borgolnya.
- Kuncinya... - Cari di sini. - Hah? Wah!
Kok bisa di situ?
Oh, ini dia.
Wah, bisa!
- Ini dia. - Ini dia!
Kamu pintar.
Oh, terima kasih.
- Kita nomor 5, kan? - Ya.
Wah, bisa!
- Apa ini? - Mau coba? - Ya.
Ah! Hei!
Selamat jalan. Ah!
- Ah, astaga! - Ada apa?
- Benar tidak takut? - Sama sekali tidak takut.
Jangan!
Apa ini?
Astaga!
Kalian telah berhasil melarikan diri. Silahkan bergaya untuk foto polaroid.
Di hitungan ketiga akan difoto.
Satu, dua, tiga.
.
Ini dia.
- Kamu pasti suka kue. - Tidak, tidak terlalu suka.
Tidak terlalu suka. Tapi kenapa ini permintaanmu?
Tidak apa-apa. Aku hanya ingin makan di hari seperti ini.
Kamu boleh pulang selarut ini?
Kan kamu yang mengajakku main.
- Aku sudah bilang akan pulang telat hari ini pada nenek. - Nenek?
Aku tinggal bersama nenekku berdua.
Kamu dengar itu, kan?
Apa itu rahasia? Tentang kamu tinggal berdua dengan nenekmu?
Tidak, itu bukan rahasia lagi.
- Selamat makan. - Ya.
- Aku pergi ke arah sini. - Aku ke arah sana.
- Aku pergi dulu. Sampai jumpa besok di perpustakaan. - Ya.
Oh, Min mau belajar bersama. Tidak apa-apa?
- Hamin? - Ya, kami biasanya belajar bersama.
- Oke. Sampai besok. - Ya.
Terima kasih.
- Hah? - Untuk mengucapkan selamat ulang tahun untukku.
No comments yet. Be the first to leave one.