Wet Dreams 2 (Mongjunggi 2)

Wet Dreams 2 (Mongjunggi 2)

Download Indonesian Subtitle

Release info

wet dreams 2 2005 dvdrip xvid-luxury DSUBSIN
A Commentary by DSUBSIN
100% terjemahan manual, maaf bila masih ada banyak typo dan kesalahan dalam penerjemahan. *Silahkan resync dan edit kalimat di subtitle ini jika dirasa ada yang tidak pas asal tidak menghapus/merubah credit/translatornya* Enjoy, rate kalo suka....

Tags

DVD
DVDRip
dvdrip
dvdr
XviD
Published on: 2017-12-06
Downloads: 112
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Dipersembahkan oleh MK Pictures

Dalam asosiasi bersama lSU Venture Capital, NEXUS lnvestment , Lotte Shopping Co., Ltd/ Lotte Entertainment

Didistribuskian oleh Lotte Entertainment

Produksi MK Pictures

Lee Ji-hoon

- Kang Eun-bi - - Jeon Hye-bin -

- Park Seul-gi - - Shin Joo-ah -

Dia cantik banget! Aku mau nikah juga.

Heh, Ngimpi aja!

Dia imut tuh.

Eh, Aku kenal tuh orang.

- Udah siap? - Ya.

Selamat.

Dah.

Senang-senang ya.

Kak..

Selamat.

Makasih. Hei, kalian yang ngebuat ini.

- Selamat. - Makasih loh.

Jangan lupa beliin oleh-oleh.

Iya, Jangan khawatir.

Asik.

= Wet Dreams 2 = Alih Bahasa : @DSUBSIN

Kakakmu cantik banget banget banget.

Iya tau.

Bukan karena dia kakakku, tapi karena dia emang cantik.

Apa kita bakalan cantik berjalan di lorong?

Sekarang mereka lagi ngapain ya?

Knapa? Mau berak?

Ayolah, gak mungkin. Kita lagi bergairah banget...

Sana kelarin.

Aku akan kembali lagi.

Sialan.

Kenapa sih ini terjadi? Malu-maluin banget.

Kenapa? Mau pipis?

Kau mengacaukannya. Aku pergi aja.

Ayolah, aku hampir selesai.

Aku akan langsung bersamamu.

Kurasa tidak. Aku pergi..

Hei... Hei!

Jangan pergi.

Kira-kira...

Kapan ya aku bakal ketemu pria dalam takdirku?

Gak tau, Kuharap aku bisa memberitahumu.

Kalau aku sudah bertemu, Aku akan menari dengannya.

Pakai dress merah di lengannya yang lebar...

Kaya di film-film.

Kau udah gila ya?

Menari dengan orang lain? Itu bakalan memalukan.

Tidak.

Setelah itu aku akan menciumnya.

Ayolah, kau bahkan belum dapet haid pertamamu.

Itu gak ngebuat seorang gadis jadi wanita dewasa.

Kencan lah yang ngebuatnya.

Apaan? Kau punya pacar?

Aku?

Aku masih bocah.

Bagaimana kau tau kalau dia masih sendiri?

Kau bakal tau pada pandangan pertama

Ayolah, bodoh.

Lompat kearahnya.

Annyeonghaseyo.

Guru kita.

Kau pikir kau bisa lolos dari ini?

Kalian betiga.

Kesini.

Apa yang harus kulakukan sama kalian?

Kalian berdua tetap disini. Soo-yeon, kau boleh pergi.

Eh, itu Kak Soo-yeon! Dia keren banget!

Kau ini apa, alumni?

Mana papan pengenalmu?

Dikira aku bakal tidak disini buat ngecek itu?

Kau ngegambar alis ya?

Kau harus diberi pelajaran.

Angkat tangan!

Orientasi apaan nih pagi-pagi? Astaga!

Apa yang kau lakukan semalam?

Kelihatannya kau kalah.

Apa kau...

- Kalah apaan.. - Apa?

Gak punya uang? Aku bayarin ya?

Ayo keluar dari sini.

Berapa?

Kau, sini.

Kenapa rokmu pendek sekali?

Dan atasanmu juga.

Kau yakin siswa disini?

Guru Kim?

Kau tidak tau, kan? Dia Baek Se-mi.

Dia lagi mencoba masuk ke bisnis pertunjukkan.

- Tidak. Sudah tidak lagi. - Tidak?

Aku dalam bisnis..

Pak?

Anda mau menyimpannya?

Uhm ya...

Baiklah, terimakasih.

Saat kau jadi besar, jangan lupakan aku.

Tentu saja tidak.

- Boleh aku pergi sekarang? - Iya, silahkan.

- Terimakasih. - Belajar yang rajin, ya?

Bisa kau percaya itu?

Dia selalu lolos dengan suara anehnya itu.

- Dia itu mematikan! - Dunia itu bermurah hati pada orang seksi.

Terus kenapa?

Aku bisa jadi seksi juga, Kalau aku mau.

Bisa kau ngebuat dadamu jadi lebih besar?

- Pergi sana! - Datar banget.

Aku gak percaya kau kentut di dalam kantin.

Aku menjemput cewek ini semalam dan membawanya ke motel.

Tapi aku kentut saat ereksi..

Bercanda aja.

Ereksi gak bikin kau kentut.

Serius?

Ada apa denganku?

Apa yang akan kau lakukan di SMA Eun-Kang?

Gadis ini namanya Baek Se-mi...

Kita lagi bersih-bersih disini.

Hei. Gak bisa apa kau bersih-bersihnya setelah kita pergi?

berdebu banget nih.

Woi, kupret.

Kita maunya bersih-bersih sekarang.

Jadi sono keluar.

Kau pikir kau siapa?

Bodoh!

- Ada apa? - Kau baik-baik aja kan?

- Kita nyari Kak Soo-yeon. - Kak Soo-yeon, kami membutuhkanmu!

Senior ngambil uang temen kita.

Apa?

Ngebully di sekolah harus ngebusuk di neraka. Ayo.

- Tunggu. - Apa?

- Ayo nonton ini. - Apa itu?

Itu film soal seorang pria jatuh cinta sama gadis 16 tahun.

Emang kita bocah? Lupakan.

Kudengar sedikit porno.

Kita lihat apa kau kentut saat kau mengeras.

Sana pergi sendiri.

- Ayolah. - Gak ah.

Kau tidak apa-apa?

Jangan khawatir. Ini aku.

Matamu menghitam tuh.

Kau harusnya tidak usah ngejar tuh senior.

Aku tau itu.

Mereka seharusnya gak ngebully siswa lain, gimanapun juga.

Gak tau malu mereka.

Tapi aku dapat balik uangnya si adik kelas.

Bunga? Apa itu buatmu?

Gak, itu dikirim buatmu.

Ngomong-ngomong, film apa yang bakal kita tonton?

Kau akan tau nanti.

Kau gila ya? Tuh film 18+!

Kudengar seperti porno gitu. Aku gugup banget nih.

Jangan keluar sekarang. Ini ngambil 3 jam buat ngisi bra-ku!

- Aku gugup juga. Aku pulang aja ah. - Aku juga.

Gini aja.

Aku akan beli tiketnya. Kalian ikutin aku aja.

- Oke? - Tunggu!

Cumi keringnya ya.

- Kita punya waktu buat ngabisin. - Gila dah.

Apa yang kupikirkan, nonton film bareng kau?

- Kita harusnya punya kesempatan ke kolam renang. - Itu tes untuk melihat apa kau akan kentut.

Tolong 3.

Lihat? Mudah.

- Ada cewek juga. - Mana?

- Mereka imut. - dan masih SMA.

Gak, mereka seksi.

- Kau gak kentut? - Sama sekali gak.

Kau masih SMA, kan?

Bukan, kami bukan siswa.

Kita kerja di pabrik.

- Benar? - Ya.

Gak peduli dimana kalian kerja, tapi kalian masih dibawah umur.

Kita bukan anak dibawah umur.

Begitu? Kalau gitu perlihatkan pabrikmu.

Hei, balikan tiketnya.

Kenapa mereka pergi?

Karena mereka masih bocah

Seksi pantatmu! Kau punya mata?

Silahkan duduk.

Selamat datang di sekolah kami. Nikmati masa tinggal kalian bersama kami.

Hari terakhir program kalian adalah festival sekolah.

Kalian semua harus berpartisipasi dalam festival tersebut.

Pangeran!

Kau mau pergi?

Pangeran takdirku Kau tidak mau menari bersamaku?

Aku tak mengerti.

Paling tidak beritahu aku namamu.

Hai, Aku Kang Bong-gu. Salam kenal semua.

Perhatian... Tolong... Perhatian.

Dia Guru Olahraga.

Terutama dalam lompat galah.

Dan dia hebat dalam menari tango.

Dia akan membantu kita dalam festival.

Bukan aku.

Guru Kang, ada apa?

Ada apa denganmu?

Kelas dimulai.

Apa anda punya pacar?

Pacar? Uhm ya?

Kalau mantan pacar yang kuhitung, Aku punya satu.

Jadi... Aku punya pacar.

Wet Dreams 2 (Mongjunggi 2) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Wet Dreams 2 (Mongjunggi 2)

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left