Space Brothers

Space Brothers (宇宙兄弟)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

93 Di Sudut Hatiku
A Commentary by Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tags

other
Published on: 2014-04-08
Downloads: 23
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 178 lines.

Sebelumnya di

Space Brothers

Mutta sang kakak terkena sial.

Karena lahir di hari kemenangan, Hibito si adik menjadi moonwalker Jepang pertama.

Sementara di sisi lain, kecelakaan bulan telah membuat Hibito berjuang menyembuhkan serangan paniknya.

Tapi dia akan ikut ujian untuk kembali ditugaskan.

Mutta sang kakak terus melanjutkan perjalanannya yang panjang menuju bulan

dan akhirnya dipilih sebagai anggota cadangan untuk misi bulan.

Dan sebentar lagi dia akan memulai pelatihan ke bulan.

Tapi, rekan anggota krunya itu aneh-aneh.

Ku tak bisa lepas, tak ada yang berguna

Tak ingin ini jadi hari yang percuma NO!!

FREE sebelum menghilang

semoga aku bisa bangkit OH!!

Apa yang kauingini? What's gonna be?

Aku hanya ingin jadi berani

Siapa pun dari kita punya wajah yang meragukan

Bukankah kesenangan hidup itu adalah ketidakpastian?

Demi impian yang tak tersampaikan, curahkanlah YOUR LIFE

Menerjang angin, kita bangkit, jalan masih panjang

ZainuddinAri mempersembahkan

Space Brothers

Rangkullah juga semua rasa sakitnya

Tariklah napas dalam-dalam dan teriaklah

BIG BANG!! Kejarlah itu! Jangan pernah takut!

Begitu memesonaku Hold it tight Ku ingin bermimpi

Memang ada ketakutan menghalangi impianmu

Robeklah tudung panas itu dan singkirkanlah

#93 Di Sudut Hatiku

#93 Di Sudut Hatiku

Sayangnya,

tak ada yang ingin pergi ke luar angkasa bersama mereka.

Itu sebabnya kita satukan saja mereka.

Kita tunjuk para astronaut kesepian itu dalam satu tim,

lalu kita tambahkan Mutta Nanba.

Dan dengan tambahan satu orang lagi,

kapten dari kru itu,

mungkin saja akan berhasil.

Kau tahu siapa yang akan kautunjuk?

Ya.

Saat kukirimi surel, aku ditolak.

Tapi aku punya kandidatnya.

Setelah rapat ini, aku ingin bertemu dengannya langsung.

Baiklah, sepertinya sudah hadir semua.

Kalau begitu, kita mulai saja.

Baik.

Aku Daniel Morrison, mewakili tim astronomi.

Kami membawa proposal baru untuk perkembangan gabungan bersama NASA, yaitu teleskop bulan.

Baiklah, kami harap Anda menyukainya.

Terima kasih, Hibito, sudah membawa Bibi.

Tak apa-apa, kok.

Itu astnonom ALS.

Proposal untuk membangun teleskop di bulan milik kami ditolak karena sejumlah masalah.

Pembangunan yang dilakukan oleh astronaut manusia akan membutuhkan waktu lama.

Dikarenakan sulitnya bergerak di bulan, pembangunan takkan berjalan sesuai rencana.

Cermin yang besar sangat berisiko tertabrak oleh puing-puing.

Misi ini bisa membutuhkan perbaikan dan perawatan secara berkala,

yang mana akan menelan banyak biaya.

Tapi, Dr. Sharon memiliki proposal yang baru mengenai masalah-masalah tersebut.

Sepertinya berjalan lancar, ya?

Orang-orang NASA itu sepertinya puas.

Ya.

Bibi tahu ini pasti berhasil.

Bibi yakin.

Hibito, bagaimana kabarmu?

Ah, aku juga sudah baik-baik saja.

Aku bisa kembali kapan saja.

Aku tinggal menunggu misi yang mana yang akan ditugaskan.

Oh, syukurlah.

Terima kasih, Hibito.

Salam untuk Mutta, ya.

Dia pasti kesal karena tak bisa bertemu Bibi Sharon.

Loh?

Kenapa ini? Kameranya tak beres.

Ah, waktu mengambil gambar, tekan tombolnya setengah saja,

lalu tekan yang dalam.

Itu bukan mode video, 'kan?

Aduh. Mungkin begini.

Baik, siap, ya!

Silakan.

Yo, man!

Kau ke sini untuk foto-foto?

Apa hawa panas ini membuatmu sinting?

Ini baru tujuh puluh derajat, kok, Betty.

Itu masih belum disebut panas.

Kau memang punya hati yang panas, tapi sepertinya tubuhmu yang—

Tunggu, bisa kau tutup mulutmu?

Akan kutendang kau.

Yo, man!

Yo, man!

Sialan.

Tapi, bodoh amat.

Dengan foto ini, Bibi Sharon pasti merinding!

Tinggal kukirim nanti.

Karena ini adalah pertama kalinya aku pakai seragam bulan.

Pasti keren!

Seragam antariksa ini jelek sekali, ya?

Apa desainnya tak bisa diperbagus?

Kau beruntung! Kami sedang merancang desain yang baru sekarang!

Masih sempat, tidak?

Mungkin masih sempat!

Kalau begitu cepat, ya!

Jadi begitu. Proposal ini sangat realistis.

Kami akan pertimbangkan secara serius.

Tapi, ini akan membutuhkan usaha yang berat.

Apa ada astronaut yang tertarik dengan proyek seperti ini?

Kalau itu...

Kalau itu tak perlu dipikirkan.

Mutta Nanba?

Teleskop bulan ini adalah impian tim astronom.

Itu juga menjadi harapanku.

Saat dia masih kecil, Mutta berjanji padaku akan mengabulkan impianku.

Lalu Mutta saat ini berlatih untuk pergi ke bulan.

Itu...

Itu bergantung pada penilaian performa dari instrukturnya.

Aku tak bisa menjamin dia akan ditunjuk untuk misi ini atau tidak.

Ya, itu tak masalah.

Akan kusimpan itu di dalam sudut hatiku.

Aku mengerti.

Di dalam sudut hatiku.

Tak biasanya.

Pimpinan mau mengunjungi kantor seorang astronaut.

Tak satu pun pendahulumu pernah melakukan ini.

Hanya kau yang bisa kupilih.

Satu-satunya kapten yang bisa mengendalikan grup yang berantakan ini.

Apa kau tertarik untuk menjadi sub-kru CES-62 dan ikut pelatihan ke bulan.

Eddie?

Seperti yang kubilang di surel, aku sudah—

Sebenarnya, Eddie...

Dari salah satu anggota itu adalah Betty Rain.

Betty?

Dia kembali ke NASA?

Benar, hasratnya untuk pergi ke luar angkasa besar sekali.

Tapi, aku tak seperti Betty.

Pikirkan juga umurku.

Aku sudah cukup tua.

Aku sudah puas.

Salah satu penggemar dalam ISS Node 3 masih memiliki tulisan dari astronaut zaman dulu.

Modul Zvezda itu sangat berisik,

kalau kau melihat ke bawah dari salah satu kursi aerobike, ada kotak penyumbat telinga.

Kau tak tahu, 'kan?

Aku menghabiskan tujuh ratus hari di ISS.

Aku tahu semua yang ada di ISS itu.

Tapi, bulan itu berbeda.

Sama sekali berbeda.

Aku tak punya motivasi untuk memulai dari awal.

Bagaimana caranya kau memainkan ini?

Aku sudah memainkan itu lebih dari dua puluh tahun.

Memintaku pergi ke bulan sama saja memintaku belajar main piano.

Soal itu aku juga tahu.

Tapi Brian memainkan keduanya.

Hei, Eddie.

Simpan saja ini di dalam hatimu.

Aku ingin mendengarmu memainkan piano.

Lihat, Kak!

Katanya bisa berdiri terus di luar angkasa!

Musim Dingin

Musim Dingin

Aku ingin sekali ini!

Sembilan puluh dolar, ya?

Mahal, ya?

Mahal sekali.

Brian Jay (Umur 11) Eddie Jay (Umur 13)

Brian Jay (Umur 11) Eddie Jay (Umur 13)

Kalau begitu, aku minta sinterklas saja biar dibawakan dua saat Natal.

Satu buatku dan satu buat Kakak.

Benar juga.

Kalau begitu, aku kirim surat nanti ke sinterklas.

Bagus! Asyik!

Tapi, kau benar yakin ini bisa bertahan di luar angkasa?

Mau cari tahu, Brian?

Kalau kita ke bulan,

kita taruh ini di sana.

Aku ikutan!

Paman Brian, lama tak ketemu!

Hoi, Tommy.

Sudah dapat pacar?

Belum, aku sibuk belajar.

Space Brothers subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Space Brothers

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left