The first 200 lines.
Tuhan.
Berapa lama saya tertidur?
Sekitar sejam.
Kita dimana?
Kita baru saja melewati perbatasan.
- Benarkah? - Mm-hm.
Sudah?
Mm. Kenapa saya terbau makanan?
Seharusnya ada mainan cewek disitu untukmu.
Terima kasih, sayang. - Yah.
Tuhan, Rob, pelan saja. Kau menyetir di atas seratus.
- Saya dapati konvoi yang sangat bagus disini. - Jangan.
Pelan saja. Sekarang.
Terima kasih.
Liat...
...oke, saya tahu liburan kita berantakan.
Saya juga mau pulang. Tapi kita lakukan itu dengan hati-hati, oke?
Tidak ada lagi kesialan.
Oh, Saya dapat tempat.
"Aku sayang kamu, Shelby."
Aku juga sayang kamu.
Sungguh.
Saya belum ngantuk jadi tidurlah.
- Oke. Terima kasih, sayang. Mm-hm.
Ah. Bingo.
- Hei, kau tertidur beberapa jam. - Ugh.
Saya hanya lelah.
Apa kau lelah?
Tidak.
Saya tidak percaya kau mulai lagi.
Tidak.
- Yang satu ini menemukanku. - Oh, terserah.
Liat speedometernya. 12 mil di atas batas kecepatan.
Satunya lagi, kau benar. Terlalu cepat dan tidak aman.
- Yang satu ini tidak. - Oh, plis.
Serius, konvoi itu seperti seni yang baik, sayang.
Ini seperti percakapan di antara kami dan mobil-mobil saat kami berkendara. Kami berkomunikasi.
Tidakah kau lihat itu? Dia memperingatkan saya bahwa ada beberapa mobil berjalan lambat di depan ...
... jadi kita akan harus melewati mereka.
Oh, itu pertimbangan yang bagus.
Oh, liat, sekarang ini dia yang saya sebut pompa rem.
Kamu pikir ngebut itu berbahaya, menyetir dibelakang orang ini.
Oke.
Pada kecepatan ini, saya merasa baik. Pokoknya jangan terlalu cepat.
Oh, tepat.
Saya akan bertanya saat mereka sedang mengisi bensin.
Jadi apa yang kita lakukan?
Kita harus perkenalkan diri, bilang. Hai?
Saya tidak tau.
Maksudku, saya belum pernah bertemu siapapun saat berkonvoi.
Bert: Saya senang kita berhenti sejenak. Hai, saya Bert.
- Rob. - Rob.
- Hai. - Oh, bagus.
Kau Robert?
Atau Roberto? Ha, ha.
Saya hanya bergurau. Ha.
- Halo. Jadi kau mau kemana, Rob? Uh, Cincinnati.
Oh, kau bergurau.
Itu sangat bagus Kami juga menuju kesana.
- Yah, sukurlah. Yah. Yah.
Oke. Uh, jadi...
...sampai ketemu didalam.
- Yakin. Yah. - Anak-anak mau coklat.
Baiklah.
Uh-oh. Sepertinya ada orang mendapat cemilan.
Ha, ha, ha. Yah.
Tidak, Saya cuma bergurau denganmu. Lagipula, uh, Saya sudah bicara dengan orang ini.
Dia tidak banyak bicara.
Dia bilang, tadi dia mendengar, uh, di semacam radio.
Katanya jalanan tol di depan macet.
Mm. Benarkah? - Hei?
Info dari radio CB juga bilang itu tidak bisa bergerak banyak disana.
Dia bilang kita ambil jalan pintas, jadi ...
...kau boleh berkendara dibelakangku.
Ayolah. Saya ingin berteman.
Jalanan adalah tempat paling sepi saat kalian bepergian sendiri.
Yah, betul itu, teman. Hei, terima kasih.
Tidak masalah.
Apa yang kau bicarakan?
Oh, jalan tol didepan agak macet jadi kita ambil jalan pintas saja.
- Yah, dan Tuan Penyendiri yang didepan... Uh, dia tidak sendiri.
Yah, itu yang dia bilang.
Rob, dia tidak sendiri. Ada perempuan bersamanya. Saya melihatnya.
Mungkin hanya salahpahaman.
Bukan masalah besar.
Kamu yakin kita harus melakukan ini?
Kau mau kembali saja dan pergi ke jalan tol?
Disana seperti tempat parkir.
Tidak.
Kita baik-baik saja.
Baguslah.
Ini tempat memburu, Shelby.
Orang memburu di tempat ini
Sana, lihat? Kau lihat itu?
- Apa? - Di jendela. Mendekat.
Ada orang disitu.
Halo? Halo?
- Kau bisa dengar saya? - Apa ini?
Ambil plat nomornya. Pergi ambil plat nomornya.
- Shelby, ayo. - Tidak, pergi! Ambil platnya sekarang! Pergi!
- Cepatlah! - Oke.
Oke.
Dia baik? Dia masih hidup? Yah.
- Bagunkan dia. - Itu dia. Itu dia.
Oke. Bawa serta dia bersama kita.
Bagunkan dia. - Jaga agar dia tetap sadar. Saya akan kembali.
Jauhkan dia dariku. - Oh, Ia. Baiklah.
Dia mendorongmu dari mobil tapi telah dia pergi. Kamu akan selamat.
Tidak. Saya yang lompat.
Apa?
Shelby!
Shelby!
Kau baik-baik saja?
Apa yang terjadi?
Dia... Dia...
Dia kembali.
Saya tau. Saya tau.
Mana pacarku?
Dia memgambilnya.
Dia mengambil mereka berdua.
Perempuan itu dan pacarmu.
Apa?
Dia pergi kesana.
Bangunkan aku.
- Bantu saya berdiri. Yah. Oke. Oke, berdirilah.
Tunggu, tunggu. Yah, oke, begini.
- Biarkan saya yang pergi. - Kau terluka. Saya yang pergi.
Shhh. Berjanjilah kepadaku...
...kau akan menjaga keluargaku bila sesuatu hal terjadi, oke?
Saya tidak tahu dimana saya.
Tidak, tidak, saya mau istrahat sejenak.
Tidak tau. Kecelakaan.
Mungkin dia lompat.
saya tidak tau karena pelacur itu sinting.
Maaf.
Rob. Rob!
Tahan, Shelby.
Kau ikut konvoi yang salah, teman.
Halo?
Halo?
- Hai, Tabby. - Hei.
Maaf yah saya terlambat.
Huh.
Halo? - Merokok.
- Hei, Maxie. - Hai.
Danny, mana babysittermu?
- Dia sudah pergi - Yah, dia spergi.
Apa?
Kau yakin?
Halo?
Saya disini.
Halo, ini Tabitha, keponakan Carmine.
Oke.
Selanjutnya apa?
"Masa tenang."
Nak, kalian jangan ribut.
Halo?
Ya, hai. Saya kesini untuk June.
June? Tidak ada June disini.
Oh, tidak, dia duduk disini sepanjang hari.
Saya mengantarnya dia sebelumnya
Dia tidak datang latihan pemandu sorak. Saya jadi cemas.
Saya pacarnya, Owen.
Saya kemenakan Carmine dan saat datang, dia sudah pergi.
Meninggalkan anak-anak itu?
Pernah kau dengar kabarnya? - Saya belum pernah dengar kabarnya.
bahkan saya tidak keliatan.
Bukan apa, dia tidak pernah ke mana-mana tanpa memberitahu saya terlebih dahulu.
Mungkin dia pergi kerumah temannya. meski dengan cuaca seperti ini.
Yah, Mungkin begitu.
Hanya...
Kau bisa...
...bilang padanya saya datang jika kau lihat dia.
Pasti.
Dan kekuatan spesialnya?
Um...
Um, dia bisa... terbang. Swoosh, swoosh.
Oh, yah, yah. Dan menembak dari tangannya.
Saya kentut.
Maaf.
Oke, nak, waktunya tidur.
Aww.
Oke, selamat malam, sayang kamu.
Tidur nyenyak.
- Selamat malam. Malam, Tabby.
Jangan, jangan, jangan, biarkan terbuka sedikit.
Oke. Shhh.
Tidurlah.
Kau pasti bercanda.
- Halo? Tabitha? Ini bibi Grace.
- Maaf saya terlambat telpon, tapi kau tau. - Yah, tidak, tidak. Tidak apa-apa.
Oh, saya membangunkan mu?
Tidak. Tidak.
Saya cuma mengecek. anak-anak itu. Bagaimana mereka?
Mereka baik. Sangat baik. Mereka telah tidur.
Oke, bagus.
Dengar, um...
...saya suka dengan rumahmu. tapi boneka badut yang diruanganku...
Jangan tersinggung, tapi saya tidak suka itu.
Oh, Tuhan, yang mana?
No comments yet. Be the first to leave one.