Release info

해피ㅡ선데이ㅡ1박2일ㅡ1N2DㅡS04 E67 NEXT
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Episode 67 VIU = Episode 68 NEXT. Support Me: http://trakteer.id/sultan_khilaf

Tags

other
Published on: 2021-03-23
Downloads: 14
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"2 Days 1 Night dan Organisasi Pariwisata Korea"

"Episode spesial"

"Produksi"

"LEENALCHI"

"Ambiguous Dance Company"

"Produksi bersama"

"Perencanaan, seleksi lokasi"

"Kostum, pengambilan gambar"

"Para anggota akan ikut serta"

"Mereka dibagi menjadi dua tim untuk bersaing dalam memilih kota"

"Tim Incheon dan Tim Gyeongju pun memulai"

"Kompetisi sengit tanpa ampun"

"Tim Incheon menang"

"Musik dan koreografinya terungkap"

"'A Magic Pocket' bagian dari 'Sugungga'"

"Lagu ini menggambarkan kesulitan"

"Yang dihadapi kelinci saat bertemu elang lapar"

"Koreografi kelompok tingkat tinggi dan gerakan tari individu"

"Mereka harus mempelajari ini"

"Kamu bicara seolah itu mudah"

"Kalau begitu, menarilah dengan kami"

"Episode terakhirnya dimulai"

"2 Days 1 Night"

Kalian akan mempelajari koreografinya sekarang.

"Kami di sini untuk belajar"

Kita bertemu lagi.

- Halo. - Seperti bertemu orang lain.

Kami akan membagi kalian menjadi dua tim

- dan mengajari masing-masing tiga. - Tiga lawan tiga?

- Grup tiga orang yang pertama... - Ya.

Kamu pilih dahulu.

Dia menyukai Jung Hoon.

"Pilihan pertamanya adalah Jung Hoon!"

"DinDin sengaja memperbaiki mikrofonnya"

- Astaga. - Ini tidak benar.

Sebaiknya kamu tetap di sini.

"Pilihan terakhirnya Seon Ho!"

- Kamu mengambil jalan yang sulit. - Ini perjalanan sulit.

Ini tantangan yang sulit.

Dia memilih yang tersulit.

- Kurasa ada perbedaannya. - Bagaimana bisa?

Orang-orang itu sudah ternoda.

Kami seperti kanvas kosong.

Lebih mudah untuk mengeluarkan nuansa keren dari kami.

- Kenapa keluarkan nuansa kerennya? - Berapa banyak?

Sebanyak apa akan kamu keluarkan?

Dia bisa menyingkirkanmu. Berusahalah.

Lupakan soal kehilangan nuansa keren.

"Kelas Superior. Jong Min, Se Yoon, Ravi"

"Kelas Pemula. Jung Hoon, Seon Ho, DinDin"

Di mana kita memulai?

Pertama, kita pelajari tarian kelompok yang akan kalian tampilkan.

"Kita akan mulai dengan tarian kelompok"

Putar pinggulmu sekali ke kiri.

Tangan di bahumu...

"Tangan di bahu dan berputar"

Lalu turun sambil berputar.

Lakukan itu sekali lalu berputar.

Benar.

Lakukan sekali, lakukan dua kali.

Sisi satunya.

Lakukan tiga kali,

lalu yang keempat.

Lagi.

Kamu berbeda dari kami dalam hal itu...

Kami bisa melakukan ini,

tapi saat turun dan naik, kamu terlihat keren.

Benar. Terima kasih.

"Terkejut"

Itu bukan pujian. Kami iri.

- Ini sangat... - Kami ingin belajar.

- Ajari kami. - Jangan berterima kasih, lupakan.

Jangan sok keren.

- Benarkah? - Lakukan saja

yang terbaik.

Baiklah.

Gunakan semua energi di tubuhmu.

- Baiklah. - Dalam keempat gerakan itu.

- Baiklah. - Mari kita coba lagi.

Lima, enam, tujuh, delapan.

Satu, dua, tiga, empat.

"Dengan semua energi mereka"

"Dan sepenuh hati!"

"Mereka gagal"

"Terutama pria ini"

"Dia tidak memakai ransel"

Tunggu.

- Aku berhasil. - Permisi.

- Bisa periksa tarian DinDin? - Apa yang terjadi kepadamu?

Aku tidak bisa menggerakkan tubuhku.

Lima, enam, tujuh, delapan.

Satu, dua, tiga, empat.

"Setiap anggota tubuh DinDin"

"Memiliki identitas yang sangat kuat"

"Dia memuji"

"Tarian DinDin?"

"Astaga"

Bagus. Tidak. Kamu harus berdiri.

- Sepertinya dia mengejekku. - DinDin.

- Mari kita coba lagi. - DinDin. Baiklah.

- Menarilah tanpa ekspresi wajah. - Itu energik.

- Lima, enam, tujuh, delapan. - Tujuh, delapan.

- Satu, dua, tiga, empat. - Satu, dua, tiga, empat.

Lima, enam. Lakukan di sisi satunya.

"Ini kali pertama dia menari"

"Gerakannya begitu dipaksakan dan energik"

- Tahan di sana. - Sepertinya kamu mengejekku.

"Menyuruh DinDin diam"

"Itu sempurna"

- Apa? Ada apa? - Astaga, lakukan saja itu.

- Lakukan saja itu. - Kamu tidak serius.

- Kamu tidak mau mengajari kami? - Tidak. Itu yang harus dilakukan.

Seon Ho, lakukanlah.

- Lima, enam, tujuh, delapan. - Lima, enam, tujuh, delapan.

"Dia berusaha keras mengikuti irama"

"Jung Hoon juga tidak bisa menghindari situasi ini"

"Dia juga kacau"

- Luar biasa! - Dia hebat.

Mari kita lanjutkan.

- Mari kita lanjutkan. - Baiklah.

- Kita lanjutkan? - Gerakan berikutnya.

Lihat ke kanan dan meliuk.

- Kamu harus mengajari kami caranya. - Lakukanlah.

Lakukan yang terbaik. Dengan semangat. Kerahkan kemampuanmu.

Meliuk dan pukul.

Lalu, pukul.

Sekali. Dua kali.

Itu bagus.

"Berderit"

Itu bagus. Kalian semua hebat.

- Tunggu sebentar. - Tunggu.

- Dia bilang kita hebat. - Iramanya...

- Tidak, tarian kalian sudah bagus. - Astaga.

- Jangan lupa, tunjukkan energi. - Baiklah.

- Kalian harus percaya diri. - Baiklah.

- Mari menari mengikuti irama. - Santai saja.

- Lima, enam, tujuh, delapan. - Enam, tujuh, delapan.

"Dari jauh, gerakan mereka selaras"

"Tapi dari dekat, mereka berantakan"

"Dia akhirnya bisa mengikuti"

Itu dia.

Tunggu. Baiklah. Itu dia.

Pak, bisa perhatikan kami juga?

- Sudah jelas kami payah. - Apa yang terjadi?

- Tunggu. - Kami masalahnya.

Jangan hanya lihat penari yang pandai dan bilang kami semua hebat.

- Itu bukan masalah kalian. - Bukan?

- Energinya. - Apa masalahnya?

- Energi. - Lakukan saja seperti tadi.

- Aku tidak mengerti. - Lakukan saja seperti tadi.

Lakukan saja yang terbaik.

- Yang terbaik? - Gunakan semua energi kalian.

- Lima, enam, tujuh, delapan. - Menari dengan kompak akan keren.

Satu, dua, tiga. Sisi satunya.

Lima, enam, tujuh. Itu dia.

- Itu dia. - Baiklah.

- Baiklah. - Lima, enam, tujuh, delapan.

Satu, dua, tiga, empat.

Lima, enam, tujuh. Luar biasa.

"Saat mereka mendapatkan semua kepercayaan diri yang dibutuhkan..."

Apa gerakan kita sudah benar? Kurasa dia menipu kita.

Berikutnya.

Mulai.

- Kiri. Bahu. - Satu, dua.

- Kiri. Sisi satunya. - Kiri.

Satu dan bahu.

Rapatkan kakimu. Lalu meliuk.

Meliuk. Dan sisi lainnya.

Meliuk. Meliuk lagi.

"Mereka menguasai langkah pertama dan kedua sekaligus"

- Ya. - Sudah kuduga kalian hebat.

- Ini mudah. - Si Gemuk Menari.

- Kita bisa melanjutkan latihan. - Aku terbiasa menari.

Selanjutnya, letakkan tangan di pipi.

Ini seperti menampar pipi kalian.

Satu.

Itu dia.

Setelah melakukan ini sekali, rentangkan tangan kalian.

"Kelas tari mereka berjalan lancar"

Ya. Bagus. Lalu lakukan di sisi satunya.

Tampar dan luruskan tanganmu.

- Tamparan. Satu, dua, tiga, empat. - Astaga.

"Tapi..."

- Seperti ini. - Begitu rupanya.

"Se Yoon juga tidak bisa mengerti"

"Mereka mulai kesulitan di saat bersamaan"

- Aku bisa melakukan ini. - Baiklah.

- Aku bisa melakukan ini. - Bagus.

Tapi aku tidak bisa melakukan sisi satunya.

"Kenapa mulutnya berkedut?"

- Kenapa mulutmu berkedut? - Aku tidak bisa lakukan sisi lain.

- Wajahnya berkedut. - Kenapa kamu lakukan itu?

Otakku di sana, tapi tubuhku tidak bisa mengikuti.

- Haruskah aku mencobanya? - Silakan.

- Ayo. Satu. Ya. - Di sebelah sini, bukan?

"Dia bisa melakukannya dengan sempurna"

- Sisi satunya. - Sisi satunya.

"Dia juga bisa untuk sebaliknya"

- Dia hebat. - Astaga.

- Bagus. - Itu membingungkan.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left