The first 200 lines.
Amanda?
Kau sedang apa?
Jadi, aku tak bisa tidur.
Ini tahun yang buruk bagi kita. Kau tahu itu.
Sepertinya tanpa sadar aku bekerja tiap hari,
sedangkan kau terus mencemaskan pekerjaanmu
karena pemotongan anggaran. Jadi, kutelusuri web.
Kusewa rumah indah di tepi pantai.
Harganya murah meski ini masih musim liburan.
Tunggu. Kau sedang berkemas?
Ya. Lebih baik aku bergegas.
Tunggu. Aku tak mengerti.
Kau sewa untuk kapan?
Hari ini.
Kurasa jika aku memesan dan berkemas, alasanmu untuk menolak jauh berkurang.
Aku juga mencetak selembar untukmu dari situs web.
Di samping kopimu. Kubuatkan sesuai seleramu.
Anak-anak masih tidur. Kubantu nanti.
Tapi terus terang, kurasa mereka akan senang sekali.
Kau kenal aku. Aku memang selalu ingin berlibur.
Terutama bersama anak-anak. Sudah lama kita tak berlibur.
Tapi jelaskanlah padaku, Sayang. Kenapa hari ini?
Jadi, saat tak bisa tidur lagi pagi ini, aku kemari.
Kulihat matahari terbit.
Kulihat orang-orang mengawali hari dengan tekad kuat. Penuh semangat.
Semuanya demi meraih...
Kesuksesan pribadi.
Kesuksesan dunia.
Rasanya beruntung bisa ikut serta.
Tapi aku ingat...
Dunia yang sesungguhnya.
Lalu, pemahamanku menjadi lebih tepat.
Aku benci orang-orang.
"Tinggalkan Dunia". Setidaknya itu yang tertulis di daftar sewa.
Pasti seru! Hampton Timur?
Bukan. Kota kecil yang menarik. Kurasa sebutannya kampung.
Menarik sekali.
Jauh lebih dekat ke kota, tapi tak terlalu ramai.
Sepertinya kau memang membutuhkannya.
Bisa jawab pertanyaan tentang laporan Confictura dulu?
Kumohon.
Kau kentut?
Archie, biarkan.
Bukan soal kentutnya, tapi sikapnya yang tak jujur.
- Ada pesta lajang untuk Phoebe. - Ya. Maaf, gadis ini sudah laku.
Baiklah. Tentu.
Ayah, saat pulang, bisakah kita ke kedai kopi yang ada di Friends?
Ayah rasa itu tak nyata, Sayang. Itu cuma set.
LAJUR KELUAR 76 POINT COMFORT
Balapan ke kolam.
BAGIAN I RUMAH
Wah, bagus.
Indah.
SELAMAT DATANG
Sepertinya di sini ada minuman keras berkualitas.
Tertulis bukan untuk kita.
Patut dicoba.
Kata sandi Wi-Fi-nya novella.
Pemiliknya pasti ahli keamanan siber.
Anak-anak tampak senang sekali.
Akan kuambil barang di mobil.
Setelah kau selesai, aku mau berbelanja di kota.
POINT COMFORT PASAR
Mencoba tiga kali.
Juga mempertahankan ini.
Bukan punyaku. Sumpah.
Tenang. Kubelikan.
Aku tahu kau merokok diam-diam.
Ini liburan. Kenapa tidak?
Bersenang-senanglah. Asal tak terlihat anak-anak.
Baiklah. Hei.
Aku punya ide lain untuk bersenang-senang.
Mungkin?
Mereka akan minta ke pantai 15 menit lagi.
Cukup bagiku.
SELAMAT DATANG DI PELABUHAN CHARLESTON
Tabir surya?
- Ya. - Ya.
Pantainya tak terlalu ramai.
Lihat kapal itu.
Besar sekali.
TAYLOR 1 FOTO
SAG HARBOR
Ibu, Taylor baru membagikan lokasinya.
Bisa lihat seberapa jauh rumahnya?
Lihat dulu. Ibu bilang mungkin kita bisa ke sana, 'kan? Jadi?
Sag Harbor. Setidaknya satu jam, Sayang.
Makin dekat.
- Apa? - Kapalnya.
Ya. Luar biasa. Sepertinya tanker minyak.
Pasti ada pelabuhan. Menurut artikel The Atlantic,
salah satu pelabuhan alam terbesar ada di New York.
Tak apa, Rose?
Kurasa kapal itu menuju kemari.
Apa katamu, Sayang?
Clay?
- Clay. - Ya.
Wah, sudah dekat.
Kurasa itu masalah.
Tidak juga. Bakal berhenti. Pasti.
Ya, 'kan?
Bangun, Archie. Ayo, Nak. Bantu kami berkemas.
Sudah mau pulang? Kenapa?
Sial.
Astaga, Archie. Ayo.
Ayo pergi!
Ayo, terus jalan.
Permisi, Pak. Apa yang terjadi?
Beberapa kapal kandas.
Terkait sistem navigasi. Maaf, teruslah berjalan.
Terus jalan.
Ada Starbucks.
Aku ingin tahu kejadian di pantai, tapi Wi-Fi mati.
Perutenya perlu diset ulang?
Maaf, aku tak bisa bantu. Kau ahli teknologinya, bukan aku.
Siaran TV juga mati. Aku menunggu pertandingan. Tak ada sinyal.
Masih mau burger malam ini?
Ya, aku mau.
Sementara itu, sepertinya anak-anak langsung melupakannya.
Seolah-olah menonton film. Berlanjut ke episode berikutnya.
Clay.
Kemari. Lihat.
Itu pertanda baik. Melihat rusa.
Setidaknya menurut mitologi Mesoamerika.
Kau mau membantu?
Ya, aku mau membantu.
ANDA DI LUAR JARINGAN. PERIKSA KONEKSI.
- Jangan yang di tengah. - Akan kuambil yang di tengah.
Karena itu akan mempersulitmu. Bukankah itu tujuan hidupku?
Mau tambah? Boleh isi punyaku juga?
Tentu, tapi sudah cukup bagiku. Aku butuh segelas air.
Aku bakal pengar besok.
Kau ingat muridku yang bukunya terbit tahun lalu? Maria Miller?
Dia ingin aku menulis kata pengantar untuk buku keduanya.
Dia bilang aku semacam inspirasi besar.
Kukira mereka tak memahamiku. Lalu, hal seperti ini terjadi.
Kau dengar itu?
Buku keduanya membahas
fungsi media sebagai pelarian sekaligus cerminan.
Pertentangan yang berhasil dia selaraskan.
Ada orang.
Ambil pemukul.
- Pemukul? - Ya.
Memangnya aku punya?
Maaf. Halo?
Aku yakin tak apa-apa. Biar kutemui.
Ambil saja ponselmu.
Untuk berjaga-jaga.
Maaf mengganggu.
Halo. Hai.
- Maaf. - Mungkin perlu diulang.
Bisa kubantu?
Aku tahu ini sudah larut. Ketukan pintu. Tempat terpencil.
Kami bingung mau mengetuk pintu depan atau samping.
Kami berpikir lumayan lama.
Kami memilih pintu samping karena berkaca.
Dengan begitu, kalian tahu kami cuma...
Kau pasti Amanda.
Amanda Sandford, 'kan?
Kalian saling kenal?
Kami belum berkesempatan bertemu muka.
Aku G.H. Scott.
George. Itulah yang tertulis di email- nya.
Maaf, aku lupa.
Hidup sebelum ada internet lebih enak.
Kita pasti sudah bicara di telepon. Kalian tahu suaraku.
Kalian tahu ini rumahku.
Maaf?
Ini rumah kami. Aku George yang bertukar pesan email denganmu.
Aku ingat namamu. Hanya saja...
Ini rumahmu?
Maaf. Boleh masuk?
Ya, tentu saja. Silakan masuk.
Ya. Tiba-tiba dingin.
Kalian pasti merasa janggal.
Kami kemari tanpa mengabari.
Kami mau menelepon, tapi teleponnya mati.
Ya, sinyal ponselku juga hilang.
Sepertinya kami berkata jujur.
Hei, aku Clay.
- Ruth. - Hai.
- Sekali lagi, G.H. - G.H.
- Salam kenal. - Ya.
Bagaimana kalau kita duduk dulu?
Setelah itu, bicara.
Anak-anak sudah tidur.
Jangan khawatir. Archie tidur meski ada bom atom.
Ayo ke dapur.
Malam ini kami menghadiri simfoni di Bronx. Pernah ke sana?
Belum.
Produksinya tak tertandingi.
Ayahku ada di dewan Filharmoni.
Ayahku suka menganjurkan musik klasik pada semua orang.
Dengan kata lain, aku putri yang beruntung.
Boleh ambil segelas air?
Tentu. Silakan.
Omong-omong, kami berkendara untuk pulang ke kota.
Lalu, terjadi sesuatu.
Pemadaman listrik.
Pemadaman?
No comments yet. Be the first to leave one.