The first 200 lines.
Young Blood
Episode 21
Kepala sekolah sudah setuju bantu?
Aku jelaskan alasannya,
dia sangat mendukung.
Ini adalah izin perhubungan.
Ini adalah bekal uang.
Kalian bisa diam-diam pulang Dinasti Xia.
Mulai sekarang satu rantai kehidupan dengan Dinasti Song.
Dinasti Song akan diam-diam mendukung kalian.
Harapan suku Xifeng berjaya kembali
ada pada dirimu.
Tapi aku mau bawa Yunniang pergi.
Kenapa?
Kalian berdua saling menyukai.
Tidak, kamu bicara sembarangan.
Kamu panik.
Ini adalah syarat aku.
Aku harus bawa dia pergi.
Bisa. Tapi,
kamu harus jawab pertanyaaan kami.
Dan kamu harus pikirkan baik-baik.
Kalau tidak mungkin akan celakai dia.
Baik. Sesuai janji.
Aku akan katakan semua yang aku ketahui.
Baik.
Siapa pengkhianat Dinasti Song? Bagaimana kalian bertransaksi?
Harap Tuan Wang maklum.
Aku bertahun-tahun jadi mata-mata,
jadi sudah terbiasa di dunia ini tidak ada yang bisa dipercaya.
Jadi... jadi mohon hari ini
antarkan aku dan Yunniang ke Kaifeng dengan selamat.
Waktu selamat keluar dari kota,
saatnya aku katakan semuanya.
Jangan terlalu serakah.
Bisa juga.
Adil dan masuk akal.
Kalau kalian tidak berhalangan,
kita berangkat secepatnya.
Berhenti.
Yanei.
Kamu membuat masalah apa lagi?
Ayah, aku hanya perhatian pada Anda.
Ke mana?
Kumpul biasa.
Beri apresiasi pada pejabat dan jenderal.
Main.
Hal begini paling cocok buat aku.
Aku juga pergi lihat-lihat.
Ciah.
Ayah. Belakangan ini aku baca buku
temukan satu kalimat.
Kamu juga sudah belajar baca buku?
Kalimat apa?
Sunzi bilang prajurit,
hal besar negara.
Tempat hidup dan mati.
Teori bertahan hidup.
Tidak bisa tidak teliti.
Kalimat ini kenapa?
Yang aku dapatkan dari kalimat ini adalah
sebagai prajurit tidak boleh khianati tuan.
Menurut Anda betul kan?
Kalimat ini bukan itu artinya.
Tapi tidak apa-apa salah bicara.
Setidaknya sudah berniat.
Makanya ayah.
Sebagai prajurit tidak boleh khianati tuan.
Lalu sebagai jenderal
lebih perhatian pada hidup dan mati bangsa, betul kan?
Tentu saja.
Kenapa tiba-tiba berpikir tanyakan hal ini?
Tidak apa-apa.
Hanya ingin berbagi yang kudapatkan dengan Anda.
Seterusnya belajar teori mengatur tentara,
mungkin juga bisa membantu.
Yanei bersama dengan ayahnya.
Jangan-jangan mereka...
Hal yang belum pasti,
tidak perlu menebak sembarangan.
Betul juga.
Kebanyakan berpikir juga sungguh pusing.
Komandan. Bersulang dengan Komandan.
Baik. Ayo, ayo, ayo. Sudah merepotkan.
Hari ini tidak perlu terikat kesopanan.
Semuanya makan dan minum sebebasnya.
Hari ini tidak perlu terikat kesopanan ya.
Semuanya makan dan minum sebebasnya.
Penuhkan. Penuhkan.
Ayo. Ayo.
Saudara semuanya.
Ayo.
Ayo, ayo, ayo. Tuangkan.
Ini adalah tempat tinggal Ma Shan?
Sudah selidiki.
Yanei, kebetulan sekali.
Ternyata kamu tidak masuk penjara.
Hamba sudah menyinggun Yanei?
Jangan pura-pura.
Kejadian sudah sampai begini,
aku beri kamu 2 pilihan.
Pertama, aku mengadu ke istana.
Membuatmu mati mengenaskan.
Kedua, katakan kebenarannya.
Aku berikan kamu 10,000 ikat,
biarkan kamu pergi.
Mengadu ke istana?
Mengadu apa?
Kamu dan mata-mata tentara Dinasti Xia berencana buruk.
Apakah ada bukti?
Kamu masuk kabinet rahasia sekolah tanpa izin.
Itu hanya bisa dianggap aku bertindak gegabah.
Apa hubungannya dengan orang Dinasti Xia?
Sekarang tidak ada bukti.
Aku awasi kamu terus.
Pasti bisa temukan kesalahan.
Yanei jangan main pisau lagi.
Gampang lukai diri sendiri.
Jadi kamu memilih terima uang.
Rumah sedang kekurangan uang.
Kalau Yanei ada uang tidak terpakai,
mending...
serahkan pada Tuan Komandan.
Rumah kenapa bisa kekurangan uang?
Kamu orang sendiri, aku juga tidak tutupi dari kamu.
Uang yang ayah kamu investasikan
ke Enam Belas Prefektur Yan dan Yun,
sebagian besar sudah merugi.
Dia sudah tidak ada uang.
Dari mewah memasuki hemat itu susah.
Pertahankan bisnis rumah yang begitu besar
tidak lah mudah.
Mana mungkin.
Tuan Komandan tidak beritahu Anda
juga takut setelah Anda tahu akan panik.
Kalau demi uang,
apa yang akan kamu lakukan?
Aku?
Aku memang sudah sangat miskin.
Asalkan ada yang bersedia buka harga,
aku bersedia lakukan apapun.
Ada lagi.
Tahu tidak Liu di mana?
Beberapa hari yang lalu mati mendadak.
Sekarang mayatnya sudah tidak ada jejak.
Apakah di atas tahu soal orang meninggal?
Lapor ke atas itu kecelakaan.
Latihan pengawal istana,
selalu ada kekurangan kuota yang masuk akal.
Tapi ngomong-ngomong...
Asalkan jumlah mati belum mencapai,
tidak ada masalah besar.
Bagaimana detail meninggalnya?
Aku sungguh tidak tahu.
Pergi lah.
Baik.
Sebentar.
Perlihatkan padaku izin perhubungan kamu.
Di sini.
Berhenti.
Periksa izin perhubungan.
Ini sudah di pinggiran kota.
Tidak ada prajurit penjaga lagi.
Sangat aman.
Tuan Wang menepati janji.
Aku,
juga tidak ada yang perlu disembunyikan lagi.
Kami memang
lebih awal dapatkan informasi dari Dinasti Song.
Kabinet rahasia kelas 7 hanya lah kambing hitam.
Gambar kereta meriam yang sebenarnya
ada di tangan seorang pejabat tinggi pengawal istana Dinasti Song.
Besok kami akan transaksi di lokasi.
Nama.
Tidak beritahu aku siapa namanya.
Tapi
demi menjamin kebenaran gambar,
kami tegaskan pejabat tinggi itu
besok harus datang ke lokasi.
Mereka sudah setuju.
Jadi
besok kalian pasti akan bertemu dia.
Baik.
Di mana lokasi transaksi kalian?
Kuil dewa gunung Xijiao.
Siapa penanggung jawab pihak kalian?
Pasukan Wuzu Dinasti Xia.
Spesifiknya siapa, aku tidak jelas.
Detail.
Ketuk pintu.
Tiga panjang, dua pendek.
Membayar harapan 30 tahun.
Meminta dupa menyembah Dewa.
Sudah. Ini adalah kode untuk bertemu.
Bisa digunakan waktu bertemu.
Terima kasih.
Pamit.
Ayo.
Benar-benar Tuan Wei.
Lalu bagaimana dengan Yanei?
No comments yet. Be the first to leave one.