The first 200 lines.
Kenapa kamu melihatku seperti itu?
Kenapa kamu selalu,
mencoba pergi ke suatu tempat?
Ya?
Kenapa kamu selalu,
membereskan segalanya dengan cepat?
Gong Tae-Kyung.
Semudah itukah,
membereskan sesuatu?
Apakah kamu ingin berpisah denganku...
...secepat itu?
Gong Tae-Kyung...
Mungkinkah...
...kamu...
...menyukaiku?
Yeon-Doo,
aku minta maaf,
dan aku mencintaimu.
Omong kosong macam apa itu?
Siapa yang menyukaimu?
Itu tadi...
...kamu berbicara seperti kamu tidak ingin berpisah denganku.
Bagaimana kamu bisa salah sangka begitu?
Oh Yeon-Doo, kamu bukan tipeku. Kamu tidak tahu itu?
Benar juga.
Begitu rupanya.
Aku merasa takut tanpa alasan.
Kamu takut?
Begitu, 'kan.
Hubungan kita hanya sekadar bisnis yang terikat kontrak.
Kalau salah satu dari kita terbawa perasaan,
pasti akan membingungkan.
Tidak,
sebenarnya kamu membayangkan sampai sejauh mana?
Sudah kukatakan sejak awal,
jangan sampai kamu menyalah artikan keramahanku dengan kasih sayang.
Oh Yeon-Doo, jangan sampai kamu terbawa oleh perasaan anehmu untukku.
Untukku, ada Jinjja, tidak mungkin aku seperti itu.
Baguslah. Aku benar-benar berterima kasih pada Jinjja.
Apa yang sebenarnya aku katakan tadi?
Apa ini? Kenapa ponselku ada di sini?
Aku yakin meninggalkannya di kamar.
Apa yang sedang aku lakukan?
Aku hanya melihat-lihat sedikit.
Mungkinkah?
Tidak mungkin.
Rasanya aku mengenal nomor ini.
Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif...
Gong Tae-Kyung...
Mungkinkah...
...kamu...
...menyukaiku?
Untuk apa aku menanyakan itu?
Kepalaku.
Kenapa kamu selalu,
membereskan segalanya dengan cepat?
Apakah kamu ingin berpisah denganku...
...secepat itu?
Gong Tae-Kyung.
Bangun dan minumlah air madu ini.
Suaramu terdengar sampai keluar.
Aku tahu kamu begitu karena malu, cepat bangun!
Episode 19
Kenapa?
Kamu salah sangka lagi dan berpikir aku menyukaimu?
Kenapa aku salah sangka untuk hal seperti itu?
Apa kamu tidak merasa bersalah padaku?
Semalam aku harus membawamu sampai ke rumah ini,
melepas jaket dan kaos kakinya,
lalu menyeka wajah dan tangannya.
Lalu kamu terbangun dan aku harus mendengar kamu mabuk.
Kamu pikir aku ini benar-benar istrimu?
Apa kamu sedang pamer sekarang?
Tapi bukankah sampai semuanya selesai, kita harus bersikap seperti kesepakatan.
Berikan, aku akan minum air madunya seperti seorang suami.
Tae-Kyung, kamu sudah bangun?
Sebenarnya apa yang kamu lakukan semalam?
Kamu dibawa seorang wanita ke rumah yang penuh orang tua dalam keadaan mabuk.
Lalu, oleh direktur Jang.
Yeon-Doo pasti sangat terkejut!
Lalu sebagai seorang ayah,
apakah itu sikap yang bisa kamu tunjukkan pada Jinjja?
Maafkan aku, Ibu.
Yeon-Doo,
aku minta maaf menggantikannya,
aku benar-benar tidak becus membesarkan anak lelakiku.
Tidak, Bu. Semuanya hanya salah paham.
Dia begini karena kamu terlalu baik.
Cobalah marah-marah dan mengomel sedikit!
Aku akan berusaha.
Tae-Kyung, kamu akan mengantarku periksa hari ini, 'kan?
Tentu saja. Jangan terlalu lelah, datanglah dengan mobil sekretaris Kim.
Lihatlah, Ibu. Tae-Kyung sangat memperhatikanku.
Ya ampun, kamu membela suamimu.
Kalau terjadi hal seperti ini lagi, ibu tidak akan tinggal diam.
Jangan membuat Yeon-Doo khawatir, pulanglah lebih awal.
Baik, Bu.
Oh benar,
Rumah kalian sebentar sudah selesai,
tidurlah di sini hari ini dan pindah ke sana besok.
Baiklah kalau begitu. Aku akan berangkat kerja.
Yeon-Doo, pergilah sarapan.
Adik ipar, kamu baik-baik saja?
Bagaimana bisa dia minum-minum dengan wanita lain,
apalagi dengan direktur Kang yang hampir menikah dengannya.
Direktur Jang adalah sekretarisnya, bisa jadi begitu.
Kamu baik sekali, Adik ipar. Kenapa sekretaris minum dengannya?
Itu sudah jadi kebiasaannya,
dia sudah pasti berselingkuh.
Nenek, Kak Yeon-Doo bisa dengar itu.
Aku bicara agar terdengar.
Aku tertawa dalam hati saat dia membuat janji menikah sembarangan,
dan akhirnya menikah karena anak.
Aku penasaran sampai sejauh mana,
lelaki tidak bertanggung jawab seperti itu bisa menjalani pernikahan.
Dia tidak cocok untuk menjadi seorang ayah.
Kamu menikahi orang yang salah.
Aku pun berpikir seperti itu.
Apa-apaan itu?
Adik ipar, kamu sangat marah pada tuan muda rupanya.
Tidak juga. Seseorang harus punya ekspektasi agar bisa marah.
Nenek kenapa hanya menyalahkan kakak?
Lalu direktur Jang yang minum-minum dengan suami orang?
Apakah itu perbuatan baik?
Daripada Direktur Jang yang belum menikah,
kesalahan Tae-Kyung yang sudah menikah lebih besar, kan?
Kalau begitu, kalian harus cepat bercerai.
Haruskah aku langsung menceraikannya saja, Nek?
Apa?
Aku bercanda. Silakan lanjutkan makan.
Presdir, aku datang untuk menemui Anda.
Kamu sudah datang?
Aku tidak sopan semalam.
Mohon maaf.
Benar.
Sikapmu semalam tidak seperti dirimu.
Kamu tunggulah sebentar.
Aku ingin bicara sebentar dengan Kepala Jang.
Sudahlah.
Itu kesalahan anakmu, kenapa kamu lemparkan padanya?
Aku yang akan selesaikan semuanya, kamu diamlah.
Kepala Jang, masuklah.
Baik, Nyonya besar.
Nyonya, aku paham betul apa yang ingin anda bicarakan.
Aku akan minta maaf pada Yeon-Doo setelah menemui Nyonya besar.
Dia tidak bisa menipuku.
Kakak itu masih menyukai kakakku.
Terimalah maaf dari Direktur Jang.
Pastikan juga dia tidak akan melakukan itu lagi.
Kamu mengerti?
Harus.
Baik, Ibu.
Bagaimana bisa kamu minum dengan anak itu?
Kalian kembali dekat?
Kami kembali berteman. Ini baru permulaan, Nyonya besar.
Selama ini aku tidak menghubungimu karena pikiranku kacau.
Kenapa kamu tidak menghubungiku?
Kamu sudah mencari tahu tentang hal yang terjadi di paviliun?
Bagaimanapun, sepertinya kita bisa menyelesaikan semuanya lebih cepat.
Yeon-Doo, baik-baiklah.
Aku meninggalkan Korea.
Aku minta maaf.
Aku mencintaimu.
Aku belum menemukan apa-apa.
Maafkan aku.
Haruskah aku bertanya pada mereka apa itu tiga bulan?
Kalau anda yang bertanya, mereka akan menjawab sekadarnya.
Aku akan mencari tahu sendiri,
selama itu, tolong berpura-puralah tidak tahu.
Kalau begitu, kamu pergilah ke paviliun dan berpura-puralah minta maaf.
Dengan begitu ibunya akan berhenti mengawasimu.
Baik, Nyonya Besar.
Aku meminta maaf dengan tulus untuk kejadian kemarin.
Aku sudah melewati batas.
Kamu tidak perlu melakukannya sampai sejauh ini.
Silakan duduk.
Tidak apa-apa.
Meskipun kami bertemu secara kebetulan, itu hal yang tidak seharusnya kulakukan.
Aku ingin menjaganya karena dia adalah anggota keluarga tempatku bekerja.
Sebagai sekretaris, kamu pasti berpikiran begitu.
Terima kasih karena telah menjaga Tae-Kyung.
Terima kasih atas pengertianmu.
Oh, ya.
Kemarin,
apa kamu melihat ponsel di kamar?
Tidak, aku tidak melihatnya.
Ada apa? Kamu kehilangan ponselmu?
Tidak. Sepertinya aku salah sangka.
Maafkan aku.
Kalau begitu permisi.
OLD SCHOOL
Apa yang terjadi dengan Nenek mertua?
Apakah dia akan muncul atau tidak?
Kenapa kamu datang sepagi ini?
Masih banyak waktu sebelum pelajaran dimulai.
Aku datang agar bisa belajar kosakata bahasa Inggris untuk ujian.
Bagaimana dengan nenek yang baru datang itu?
Aku akan memberikannya guru lain secara terpisah.
Karena dia harus belajar mulai dari Hangeul.
Baguslah.
No comments yet. Be the first to leave one.