The first 196 lines.
Sub bY iQIYI
Bunga apa itu?
Plume blossom, Tuanku.
Musim semi telah tiba.
Tuan?
Tuan!
Tunggu apa lagi? Panggil tabib!
Tuan!
Berapa banyak orang yang menyaksikan Yang Mulia pingsan hari ini?
Semua orang telah dibungkam, Ibu Suri.
Jika ada yang tahu,
aku akan memenggal kepalamu.
Ya, Ibu Suri.
Tabib, diagnosismu? Bagaimana kondisi Raja kita?
Tumor di punggungnya berkomplikasi dengan dada dingin.
Raja kita bahkan tidak akan bisa berdiri.
Sayang sekali.
Kirimkan dia ginseng liar terbaik kita.
Baik, Ayah.
Akan kukirim ginseng kepada Tuan Putri untuk dipersembahkan kepada Raja.
Bagus.
Apa Tuan Haoak Byung-Woon mengirimmu untuk memata-matai Raja?
Tidak, Ibu Suri.
Aku tidak selancang itu.
Kau harus selalu menjaga ucapanmu.
Ya, Ibu Suri.
Status tuan putrimu ditemukan oleh Keluarga Jangdong Kim-moon,
anggota keluarga Kerajaan.
Jangan pernah lupakan bahwa kau anggota kerajaan.
Ya, Ibu Suri.
Tunggu sebentar...
Bukankah kau...
Penyelamatku! Pahlawanku!
Kemarin, aku menyelamatkanmu dari preman Kim-moon!
Senang bertemu denganmu! Namaku Pal-yong, Yong Pal-yong.
Dari belakang, Yong Pal-yong.
Dari depan Yong Pal-yong.
Yong Pal-yong Pal-yong Pal-yong.
Pal-yong Pal-yong Pal-yong.
Mudah, bukan? Ini.
Jarang bicara, seperti pahlawan.
Kita bisa saling mengenal perlahan.
Ini, minumlah teh beras manis.
Aku tidak memesan ini.
Aku yang traktir, minumlah.
Tampan sekali, seperti adikku.
Apa yang kau lakukan?
Kau pilih kasih!
Ada berapa orang lagi di sini?
Bisakah kau diam?
Berhentilah berkeliaran di kedai kami!
Selama sepuluh tahun kau tidak bisa lulus ujian negara!
Menyerah saja dan kembalilah ke kampung halamanmu!
Dasar bodoh!
Kau akan menyesal memperlakukanku seperti ini!
Saat lulus ujian negara,
aku tidak akan pernah kembali, bahkan jika kau memohon!
Silakan minum tehnya.
Sedang terburu-buru?
Sedikit...
Sial!
Sangat terburu-buru?
Itu...
Maafkan aku! Maaf!
Astaga, maafkan aku!
Maafkan aku!
Hidungku!
Aku tidak tahu
bagaimana aku harus hidup lagi.
Takdir apa yang menanti para penjahat yang membuat Anda seperti ini,
jalan mana yang harus Anda ambil untuk membalas pembunuhan ayah Anda...
Berfokuslah pada semua ini.
Tebing telah mengakhiri jalan ini, jadi, buat jalan Anda sendiri.
[juga ditakdirkan untuk kehilangan belahan jiwanya.]
[Tapi karena kini Anda hidup, semuanya sudah berubah.]
Bagaimana jika Anda menciptakan takdir Anda sendiri?
[Menciptakan jalan baru tempat sebuah jalan berakhir]
Chun-jung, ingat kata-kata ayah!
Jangan pernah membalas dendam!
Tundukkan kepalamu dan hiduplah diam-diam.
Kau harus mempertahankan hidupmu!
Ayah!
Begitu dia tiba, investigasi yang adil akan mengungkap kebenarannya.
Kita tidak punya bukti.
Kau punya saksi.
Aku melihat semuanya, bukan?
Terima kasih. Bong-ryun...
Bicaralah.
Kenapa ada mesiu di kapal barang?
Aku tidak tahu apa yang dia bicarakan.
Aku menyaksikan Choi Gyung dan anak buahnya memindahkan mesiu ke kapal.
Apa Anda selalu marah?
Mungkin ayahmu berusaha menahan semua kemarahanmu.
Bukan begitu.
Hanya...
Kenapa Bong-ryun mengkhianatiku?
Pertanyaan ini tersangkut di kepalaku.
Itu untuk mencegahmu agar tidak mati.
Jika Anda tidak bisa melupakannya dan mencarinya,
dia akan membunuhmu dan memenuhi takdirnya.
Anda harus melupakannya.
Seperti mengecap sapi atau babi!
Beraninya mereka melukai tubuh anggun Anda!
Tidak apa-apa.
Sudah tidak sakit lagi.
Lepaskan! Berhenti!
Melewati rasa sakit itu untuk menyelamatkan Tuan Chun-jung,
apa menurut Anda dia tahu?
Itu tidak penting.
Selama dia masih hidup.
Benar juga!
Nona, ini dipasang di semua pelabuhan di negeri ini.
Tapi belum ada yang menghubungi Anda soal ibu Anda.
Apa ingatanku memudar?
Terkadang sulit mengingat wajahnya.
Tidak, Nona! Aku bertanya kepada pelayan itu, Tuan Jang, dan dia bilang
dia terlihat seperti ini!
Tuan!
Kenapa kau kemari?
Aku sangat merindukan putriku!
Apa dia bahagia? Apa dia sehat?
Tolong biarkan aku menemuinya!
Jangan khawatir.
Yang Mulia telah menyiapkan tabib kerajaan untukmu.
Kau akan dikawal ke sana.
Kumohon, Tuan!
Dia bahkan tidak bisa tidur nyenyak tanpa aku.
Dia masih anak-anak yang seharusnya bersama ibunya.
Dia bukan putrimu, dia seorang tuan putri.
Semua orang di sini memperlakukannya sebagai anggota kerajaan.
Ibu!
Tuan Putri sudah melupakanmu,
dan tidur nyenyak dengan selimut sutra.
Benarkah itu?
Bawa dia.
Baik, Tuan.
Tuan!
Tuan, benarkah itu?
Ibu!
Bong-ryun!
Ibu!
Ibu...
Ibu...
Bagaimana keadaan Raja?
Kapan dia akan meninggal?
Itu bergantung kepada Langit.
Hari ini, besok? Aku tidak tahu.
Mencoba melindunginya? Karena dia masih ayahmu?
Aku mengakui kerja kerasmu.
Jika berhasil sekali lagi, kau akan mendapat imbalan besar.
Sekali lagi?
Apa menurutmu kau bisa menemukan Tuan Muda dari Ganghwa berikutnya?
Tuan dari Ganghwa berikutnya...
Anda mencari seseorang yang berpotensi menjadi raja?
Raja berikutnya...
Aku akan menemukannya
Aku akan melakukan apa pun.
Minggir!
Kalian akan terluka!
Minggir!
Biarkan aku lewat!
Hei!
Apa?
Terburu-buru lagi?
Seolah-olah berlari dari Laut Timur ke Barat?
Aku sudah menunggak empat bulan di kedai!
Aku sudah mengenal lingkungan ini.
Aku bekerja serabutan untuk menghasilkan uang.
Kenapa kau tidak mencuri dari lingkungan ini saja?
Ayolah.
Dengar, itu hanya sekali.
Aku bukan orang seperti itu.
Mari kita lupakan saja itu, ya?
Maafkan aku!
Maafkan aku! Biarkan aku hidup!
Jika kau sangat mengenal area ini,
bekerjalah sebentar untukku.
Apa?
Biksu Merah!
Dia peramal paling populer di Hanyang!
Biksu Merah?
Dia selalu memakai jubah merah.
Ramalannya dikabarkan sangat akurat!
Kenapa? Hidupmu butuh peruntungan yang baik?
Mungkin... Tapi hanya penasaran.
Tentang?
Sebesar apa potensiku. Tidak banyak.
Ada hantu perawan di antara leluhurmu
Kau akan mati sendirian!
Aku sudah makin tua, tapi selamanya?
Itu yang tertulis di telapak tanganmu, tapi berikan tanggal lahirmu.
Ya, jadi, beberapa hari sebelum aku lahir,
ada kebakaran di lumbung gandum,
yang akan menjadikan tanggal lahirku
16!
Tanggal 16... Hanya itu yang kutahu.
No comments yet. Be the first to leave one.