The first 200 lines.
Sekian lama telah berlalu, aku masih merindukanmu.
Ini untukmu.
Tolong dikembalikan saja. Aku tak bisa menerimanya.
Sweater ini tak boleh dikembalikan. Kau memang lamban.
Kau tidak bekerja lagi untuk The Peak. Kau dipecat!
Benar, kali ini aku kalah. Tapi mengenai Yu Xi... Fang Zhan Cheng, kau masih belum menang!
Yu Xi, apa kau mau mengabulkan permohonanku di lampion itu?
Atapnya bocor?
Jika kalian tidak keberatan, kalian bisa tinggal di tempatku beberapa hari.
Kenapa ulang tahun Luo Han bisa sama denganku?
Yu Xi.
Kenapa Luo Han...
...ulang tahunnya sama denganku?
Zhan Cheng, maafkan aku...
Yu Xi, ikut denganku.
Ulang tahun kami sama.
Kami juga mirip.
Jangan-jangan...
...aku dan Luo Han...
...benar-benar berhubungan?
Tapi...
...ibuku jelas-jelas bilang, aku putri satu-satunya.
Lalu kenapa...
Aku...
...punya saudara kembar atau tidak?
Apa yang kau bicarakan?
Orang tuanya Bos bilang aku mirip sekali dengan tunangannya.
Cukup.
Sudah kubilang kau tak punya saudara kembar.
Apa ibu berbohong padaku?
Mungkin aku punya saudara kembar.
Lalu, kenapa dia memisahkan kami...
...dan memberikannya pada orang lain?
Dia tidak.
Mungkin...
...sama seperti Luo Han...
...aku juga anak adopsi?
Jadi, aku bukan putri kandung ibuku.
Di hatinya...
...kau adalah putrinya.
Tapi, bukan putri kandungnya.
Benarkan?
Yu Xi, dengarkan aku.
Karena Mama Chen takut kehilanganmu...
...dia tidak memberitahukanmu yang sebenarnya.
Tapi, dia selalu menunggu waktu yang tepat untuk memberitahumu.
Yu Xi.
Jadi, kau sudah tahu tentang ini?
Bisakah kau memberiku waktu sendiri?
Yu An, tunggu aku sebentar.
Aku perlu membeli sesuatu.
Santai saja dan hati-hati.
Pasti.
Oh yah, bisakah kau memakai sweater yang kubeli waktu itu?
Kenapa?
Bajunya sudah dibeli, tentu saja kau harus memakainya.
Kalau tidak, apa yang mau kau pakai?
Sudahlah.
Sampai ketemu di panti asuhan, dah.
Apa kalian tahu...
...kalau 'Gadis Penjual Korek Api' diterbitkan di Dansk Folkekalender?
Tidak tahu...
Di Denmark, mereka menerbitkan kalender rakyat setiap tahun.
Sama seperti kalender lunar kita.
Halo, Kak Fei Fei...
Halo.
Maaf, aku harus membeli sesuatu sebelum datang.
Tidak apa.
Hei, apa kalian mau lihat apa yang kubeli untuk kalian?
Mau...
Kak Fei Fei dan Kak Yu An pakai baju pasangan.
Laki-laki suka perempuan.
Kak Fei Fei suka Kak Yu An.
Malunya.
Hei, apanya yang baju pasangan?
Kebetulan saja kami memakai sweater yang sama.
Jadi, jika kalian memakai seragam yang sama di sekolah...
...apa itu berarti laki-laki suka perempuan?
Lagi pula, beli 2 gratis 50%, jadi lebih murah.
Kenapa kau melihatku seperti itu?
Kau tak percaya padaku?
Kau bilang padaku untuk jangan menghamburkan uang, kan?
Baiklah.
Ayo adik-adik, kita pergi main layangan.
Ayo...
Apa isi tas inu?
Aku membelikan mainan untuk mereka.
Ayo!
Lebih tinggi...
Nah, kau harus memendekkan talinya.
Begitu.
Ingat untuk melonggarkan talinya begitu kau lari.
Begini.
Layang-layangnya terbang.
Jaga terus.
Nah, giliranmu.
Akhirnya kau memperhatikanku.
Aku sibuk dengan adik-adik jadi aku lupa.
Kau tak tahu cara menerbangkan layang-layang?
Akan kuajari.
Baik.
Pertama-tama, pegang layanganmu di belakang tanganmu.
Tangan kirimu.
Begitu kau mulai berlari...
...jika kau merasa tanganmu sedikit tertarik...
...kau bisa pelan-pelan melepaskan talinya.
- Ingat untuk lihat ke belakang. - Baik.
Baiklah, ayo.
Ingat untuk lihat ke belakang.
Baiklah, ayo.
Maafkan aku.
Tidak apa.
Kak Fei Fei...
Kak Fei Fei, kau mau menerbangkan layang-layang bersamaku?
Cuacanya sedikit panas, jadi aku mau istirahat.
- Kau bisa pergi duluan. - Baiklah, aku pergi dulu.
Pergilah.
Nah, giliranmu.
Akhirnya dia mencariku.
Kau tak tahu cara menerbangkan layang-layang?
Aku tak tahu.
Akan kuajari.
Baiklah, kau ajari aku.
Letakkan layanganmu di belakang tanganmu...
...lalu luruskan lenganmu.
Ingat untuk lihat ke belakang.
Baiklah, bersiap untuk lari.
- Baik. - 1, 2, 3.
Begitu.
Layangannya sudah terbang.
Ingat untuk menarik talinya seperti ini.
Tapi, kenapa terbang begitu cepat?
Itu karena kita melakukannya dengan benar.
Kalau begitu, aku akan kembali ke anak-anak dulu.
Layanganmu sudah terbang.
Jika kau terus menariknya seperti ini, ia takkan jatuh.
Aku pergi dulu.
Chen Yu An, layanganku jatuhku!
Kenapa jatuh begitu cepat?
Kau menyalahkanku?
Tidak, ayo coba lagi.
Bersiap untuk lari.
1, 2, 3.
Lepaskan...
Terbang...
Sakit.
Sakit.
Kurasa kau melukai pergelangan kakiku.
Maafkan aku.
Kau tidak apa-apa?
Kurasa pergelangan kakiku keseleo.
Aku tidak sengaja, aku benar-benar minta maaf.
Tidak apa.
Bukan begini yang kuharapkan.
Bukan apa-apa, maksudku mimpi tidak pernah bertahan.
Bukan, maksudku kenapa aku begitu sial.
Biar kubawa kau ke dokter.
Kubantu kau berdiri.
Hati-hati, kau bisa jalan?
Kurasa.
Semuanya, kita harus kembali sekarang.
Hati-hati.
Maaf, aku benar-benar tidak sengaja.
Kau tak perlu minta maaf.
Aku tidak apa.
Bagaimana bisa tidak apa?
Lihat pergelangan kakimu begitu bengkak.
Dokter juga menyuruhmu untuk istirahat.
Tidak sebegitu parah.
Kau juga.
Kau juga terjatuh.
Apa kau terluka?
Aku tidak apa-apa.
Baiklah, aku baik-baik saja.
Kau tak perlu mengkhawatirkanku.
Bagaimana kalau aku menjagamu?
Maksudku, biar aku menjagamu.
- Tidak apa... - Sudah kuputuskan.
Hingga kakimu membaik...
...aku bertanggung jawab mengurusmu.
Hati-hati.
Kenapa kalian pulang lebih awal hari ini?
Hari ini kerjaan kami selesai lebih awal.
Chen Yu Xi, seharusnya kau memberitahuku kalau kalian pulang lebih awal.
Aku hampir selesai, kalian bisa bertukar pakaian dulu.
Makan malam hampir siap.
Apa yang kau lakukan?
Ada apa denganmu?
Aku sangat senang...
...kau adalah ibuku.
Apa maksudmu?
Siapa lagi yang jadi ibumu?
Tidak ada.
Aku hanya menginginkanmu.
Kenapa kau begitu konyol hari ini?
Kau membuatku merinding.
Pacarmu sedang melihat, kau tak malu?
- Tidak. - Lepaskan aku.
Tidak, aku takkan melepaskanmu.
Bagaimana aku bisa memasak jika kau tidak lepaskan?
No comments yet. Be the first to leave one.