The first 200 lines.
The Amazing Race musim ini tidak ada duanya.
Sebelas tim memulai balapan di seluruh dunia.
Mulai!
Namun, untuk pertama kalinya, balapan ini ditunda.
Dunia sedang menghadapi virus Corona.
Pilihan terbaik adalah menunda balapan.
Setelah 19 bulan, tujuh tim kembali untuk balapan lagi.
Hati-hati di jalan.
Mulai!
Beberapa tim menguji batasan mereka...
Astaga, aku tak sanggup.
Tim lain memenuhi komitmen mereka...
Kami mendedikasikan perjalanan ini bagi yang kehilangan orang tersayang
karena covid dan tentu yang pertama, adalah nenek kami.
Dia pasti bangga kepada kami.
Ya, dia pasti bangga.
Empat tim kalah.
Michael dan Moe. Akbar dan Sheri.
Lulu dan Lala. Arun dan Natalia.
Kalian tereliminasi dari perlombaan.
-Kerja bagus, Natalia. -Kerja bagus.
Kini hanya tersisa tiga tim.
Sahabat baik Ryan dan Dusty punya alasan penting untuk balapan...
Salah satu alasanku di sini adalah ingin memanusiakan
orang yang dihukum secara salah dan tak bisa bersuara.
...dan berawal sebagai tim unggulan.
Kalian tim nomor satu.
-Ya! -Ya!
Namun, serangkaian masalah...
-Kita lakukan tantangan satunya. -Ya.
Kami mengganti tantangan.
-Baik. -Kita tenggelam,
-kita tenggelam. -Baik.
Situasinya buruk.
...membuat mereka kesulitan masuk ke posisi empat besar.
Kalian tim terakhir yang tiba.
Kabar baiknya, ini babak non-eliminasi.
Raquel dan Cayla sering berbuat kesalahan dan tertawa.
Semuanya berantakan.
Namun, kedua pramugari ini selalu fokus pada misi mereka.
Kami ingin masuk tiga besar.
Sudah lama sejak ada tim wanita yang menang.
Memberikan hasil terbaik pada saat terpenting.
Kalian tim nomor satu.
Kita berhasil!
Artis internet Kim dan Penn,
berlomba dengan penuh tekad dan selera humor.
Aktifkan, kacamata kutu buku.
Entahlah.
Namun, cinta dan kepercayaan mereka kepada pasangannya...
Kau sangat keren.
Aku sangat ingin dia kembali.
Aku membayangkan hidupku dan dia tidak.
Aku sangat bangga.
...yang menjadikan mereka tim paling konsisten,
finis pertama hingga empat kali.
Malam ini,
satu dari ketiga tim ini akan menang satu juta dolar dan The Amazing Race.
Informasi rute.
Selamat datang di Los Angeles...
Di atas tiga dan empat menara sekeliling, ada kotak petunjuk terkunci.
...tiap kotak berisi satu petunjuk.
Temukan kombinasi naik dan turun.
Hotel The Westin Bonaventure memiliki empat menara.
Tim harus membuka petunjuk berikutnya di salah satu menara itu,
dan hanya ada satu petunjuk pada tiap menara.
Pertama, mereka harus menemukan kombinasi
yang naik dan turun di lift.
Baik. Ayo.
-Penn, tetap bersamaku. -Oke.
-Ayo turun lewat tangga. Ya. -Ayo.
-Hati-hati. -Di kedua ujung. Lewat sini.
-Ayo cari... -Ya.
Ada berapa yang naik dan turun?
Terus jalan.
Kami kira naik dan turun artinya di tangga.
Lantai 32 untuk menuju atap menara.
Di salah satu ujung.
-Akses ke atap. -Ayo periksa.
Kami tahu kotak petunjuk diletakkan di tiga menara.
Dusty, ayo.
Kami tim pertama yang menemukan kotak petunjuk.
Namun, kotak dikunci.
Temukan kombinasi naik dan turun.
Ini sulit, Kawan.
Secara teori, kurasa kombinasinya ada di sini.
Bagaimana menurutmu?
-Ada ide lebih baik? -Tidak.
-Temukan kombinasi naik... -Baca perlahan.
Temukan kombinasi naik dan turun.
Ideku menemukan kotak petunjuk,
melihat apa ada sesuatu di kotak itu
atau di sekitarnya.
-Ini dia. -Terkunci.
Temukan kombinasi naik dan turun.
Ada apa di pintu itu? Apa kita sudah coba?
Ayo coba.
Setelah menemukan pintu, kami tahu kami menuju menara.
Langkah berikutnya mencari kode untuk membuka kotak petunjuk.
Temukan kombinasi naik dan turun.
Tulisannya temukan kombinasi naik dan turun.
0615?
Ya, 0615.
Coba 0615.
-Ya. -Ya, kami melihat...
Baiklah.
Berkendaralah ke Monumen Historis El Pueblo de Los Angeles
di ujung jalan Olvera, dan cari petunjuk berikutnya.
-Baik, pertama. -Itu bagus, Sayang.
Bagaimana jika lift? Lihat liftnya.
Lift naik dan turun.
Ya, itu dia.
2193.
Pemikiran bagus, Sayang.
Cari angka yang naik dan turun.
-Bagus. Ayo. -Keren. Ayo pergi.
-Mungkin turun dan cari sebentar. -Turun ke mana?
Ayo naik lift. Katanya naik atau turun.
Apa tak mau buka peta dahulu karena terjebak lampu merah?
Aku ingin cari di Google, lalu aku akan cari.
Ayo cari penunjuk.
Kita akan ke Jalan Figueroa.
Apa boleh meminjam ponselmu untuk mencari arah?
Tentu.
-Ya, pria ini. -Boleh minta bantuan?
Kami harus menyetir. Monumen Historis El Pueblo de Los Angeles.
-Terima kasih. -Terima kasih.
Terima kasih.
SAHABAT
Lihat semua di sini.
Pertama berangkat.
Kerja bagus, Sayang.
-Terima kasih, Pak. Terima kasih. -Terima kasih.
Penunjuk bagus, Sayang.
Aku bangga kepadamu, Sayang.
Temukan kombinasi naik dan turun.
Aku tidak melihat... di sini.
Aku melihat Dusty dan Ryan sekilas, kukira mereka tahu
saat mereka melihat
-ke bawah. -Tidak, mereka... Tidak tahu apa-apa.
Kau sudah periksa semua?
Semuanya?
-Ya. -Kau tidak lihat apa pun?
Naik atau turun.
Naik atau turun.
Kami panik, berlari-lari,
lalu menyadari bahwa dua kotak sudah terbuka dan hilang.
Jadi, tekanannya makin besar.
Cari sekali lagi, lalu mungkin ke dalam.
-Baik. Terserah kau. -Entahlah.
Aku tidak tahu. Apa yang mereka lakukan?
Ayo pikirkan lagi. Kita baik-baik saja.
Naik dan turun apa?
Kami panik, berlari-lari.
Aku berpikir naik dan turun jalanan.
Tekanannya sangat besar.
Ini gila.
Ayo.
Pasti saat kita tahu jawabannya, kita akan merasa bodoh.
Aku tahu. Pasti sangat mudah.
-Benar. -Selalu begitu.
Aku lihat petunjuk kita. Itu dia.
Ayo.
-Ayo. -Raquel dan Cayla datang.
Ada di situ.
Ayo. Mereka datang.
PERTAMA
PERINGKAT KEDUA
-Ayo. Satu lagi. -Info rute.
Piñata kertas adalah cara menyenangkan untuk memastikan
semua orang...
...bersenang-senang di pesta.
Tim harus menemukan tiga bagian petunjuk
dengan memukul hiasan pesta ini.
Satu anggota tim memakai penutup mata,
sedangkan rekan mereka mengarahkan untuk menghancurkan taco,
keledai kecil, dan bintang kertas.
Setiap piñata berisi petunjuk berikutnya.
Matamu akan ditutup.
-Baik. -Baik.
-Baik. Kau mau menghancurkan? -Ya.
Ambil tongkat dan topeng, lalu pilih area memukul piñata.
Kau punya pemukul?
Ini.
Baik, Sayang.
Satu langkah ke kiri, lalu pukul.
Pukul!
Bintang kertas.
Jalan lurus.
Ada di kiri.
Ke kiri.
Baik, di depanmu. Pukul!
Ini sangat menyenangkan.
-Ada lagi? -Tidak, pukul lurus ke depan.
Bagus. Sekarang kau harus mengambilnya.
-Di mana? -Ada kepala menggantung.
-Tak ada petunjuk. -Tak ada petunjuk. Baik.
-Apa aku memukulnya? -Ya. Lanjutkan saja.
Sempurna. Tunggu. Tetap di situ.
Satu, dua, tiga, dan berhenti.
No comments yet. Be the first to leave one.