Release info

효심이네각자도생-Live-Your-Own-Life-E50-NEXT-VIU
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2024-03-17
Downloads: 43
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 50"

Permisi. Di mana pasien menginap?

Tidak, tunggu. Di mana ruang operasinya?

Operasi apa?

Transplantasi lever.

Putriku mendonorkan levernya.

Kamu bisa naik ke sana.

Baik.

- Ibu. - Di mana Hyo Sim?

Dia baru saja dioperasi.

Apa?

Hyo Sim!

Ini ibu.

Hyo Sim, keluar dari sana.

Kenapa kamu di dalam sana?

- Hyo Sim! - Ibu tidak boleh melakukan ini.

- Astaga. - Kamu mengganggu operasi.

- Kenapa kamu di dalam sana? - Ibu.

Ibu, tolong tenanglah dan kemarilah.

Sulit kupercaya. Kamu membunuh putriku!

Kamu menyeret putriku bersamamu.

Berengsek!

Sudah ibu bilang jangan lakukan apa pun.

Sudah ibu bilang diam saja!

Maafkan aku, Ibu.

Bukankah kamu kakaknya?

Beraninya kamu mendorong adikmu yang akan menikah

ke ruang operasi itu?

Kamu bahkan tidak berkonsultasi dengan ibunya!

Apa kamu yang melahirkannya?

Ibu yang melahirkannya.

Dia bukan anakmu! Dia anak ibu.

Apa hakmu membiarkan anak ibu menjalani operasi besar?

Dasar anak nakal! Dasar kurang ajar!

Beraninya kamu.

Aku juga tidak menginginkan ini, Ibu.

Maafkan aku.

Bagaimana ibu bisa menghapus rasa bersalah ini?

Bagaimana ibu bisa menjawab karena menyakiti anak ibu seperti ini?

Bagaimana ibu bisa hidup dengan rasa bersalah ini?

Ibu, kumohon.

"Ruang Operasi"

Bagaimana ibu bisa hidup dengan rasa bersalah ini?

Hyo Jun, hei.

Bagaimana ujiannya? Kamu melakukannya dengan baik?

Jangan tanya.

Aku menuliskan semua yang kuketahui.

Astaga, aku lelah.

- Hyo Jun. - Apa?

Astaga. Hyo Jun?

Tapi kamu tidak bisa tidur seperti ini.

Hyo Jun, bangun sebentar.

Setidaknya lepaskan ranselmu.

- Astaga... - Lupakan saja.

Kamu menikmati makanannya?

Astaga, kamu tidak perlu bertanya.

Perutku hampir meledak.

Aku senang kamu menikmatinya.

Omong-omong,

seberapa besar rumah ini?

Entahlah.

Aku tidak tahu angka pastinya.

Kalau begitu,

berapa harganya jika dipasarkan?

Aku juga tidak yakin soal itu.

Aku tidak tahu karena tidak pernah berpikir untuk menjual properti ini.

Omong-omong, aku merasa bersalah karena ada seseorang di levelmu

yang tinggal di rumah mewah seperti ini

sempat tinggal di unit atap kecil.

Itu omong kosong.

Waktuku di Vila Uicheon adalah

salah satu momen terbaik dalam hidupku.

Bisa dibilang

kami membuatmu sibuk dan memastikan kamu tidak bosan.

Kamu benar soal itu. Kamu membuatku sibuk.

Banyak yang terjadi selama aku di sana.

Tentu saja. Banyak yang terjadi.

Omong-omong, berapa kamu membayar

orang seperti dia per bulan?

Cukup untuk mencari nafkah.

Ok Ja.

Bisakah kamu mempekerjakanku sebagai pembantu?

Bagaimana kamu bisa mengatakan hal seperti itu?

Kamu temanku.

Bagaimana bisa aku mempekerjakan teman sebagai pembantu?

Aku tidak bersungguh-sungguh.

Itu lelucon.

Omong-omong, sekarang temanku adalah

Ok Ja yang memiliki Grup Taesan.

Orang lain mungkin meremehkanku dan menyebutku pengumpul sampah,

tapi aku kenal orang sepertimu.

Kamu sahabatku.

Bahasa Inggris-mu sudah jauh lebih baik.

Seharusnya aku pergi ke Amerika untuk belajar.

Kamu pasti sudah hebat.

Aku tidak pernah bertemu murid sepintar kamu.

Benarkah?

Ya.

Astaga.

Mendengar pujian seperti itu dari seseorang

membuat suasana hatiku bagus.

Aku merasa luar biasa.

- Mari makan. - Baiklah.

"Vila Uicheon"

Selamat datang, Kak Hyo Sung.

- Halo. - Bagaimana keadaan Hyo Sim?

Operasinya berjalan lancar.

Aku ada di sana saat dia bangun.

Aku lega sekali.

Bagaimana keadaan Hyo Jun?

Hari ini ujian akhirnya. Apa dia melakukannya dengan baik?

Entahlah. Dia tertidur tanpa memberitahuku.

Kenapa dia tidur seperti ini?

Dia kelelahan begitu sampai di rumah.

Aku tidak bisa memindahkannya, jadi, kubiarkan saja.

Astaga. Meski begitu...

Hei, Hyo Jun.

- Bangun. - Jangan ganggu aku.

Lepaskan pakaianmu dan tidurlah dengan benar.

Hei. Astaga. Hyo Jun.

Bisakah kamu bangun?

Astaga.

Hei. Setidaknya gunakan bantal.

Kenapa kamu tidur seperti ini?

Hyo Jun.

- Astaga. - Pria malang ini.

Aku sungguh berharap dia lulus ujian.

Aku sangat khawatir.

Hyo Sim dites dan menjadi donor

agar Hyo Jun bisa mengikuti ujian.

Bagaimana jika dia tidak lulus?

Aku akan terlalu malu untuk menghadapinya.

Aku juga.

Astaga. Benarkah?

Hyo Sim mendonorkan levernya?

Ya.

Kenapa kamu tidak memberitahuku?

Bagaimana jika aku memberitahumu? Apa kamu akan dites?

Kenapa kamu marah-marah?

Kapan aku marah-marah?

Ada apa denganmu?

Kenapa kamu tidak menjadi donor, alih-alih melampiaskannya kepadaku?

Kamu melarangku karena kita harus membesarkan anak.

Itu hanya ungkapan.

Kamu akan menjadi donor jika bisa.

Aku tidak bisa karena tidak memenuhi syarat.

Kenapa tidak? Apa kamu tidak cukup sehat?

Aku punya lever berlemak stadium awal.

Aku sendiri bisa sakit.

Jadi, jika sesuatu terjadi kepadaku,

minta Ru Bi dan Pil Lip memeriksa apa mereka bisa menjadi donorku.

Para berandalan itu.

Astaga.

Kenapa melampiaskannya kepada anak-anak juga?

Karena aku kesal.

Astaga.

Terserah.

Aku harus mandi dan kembali ke rumah sakit.

Aku tidak bisa membiarkan Ibu bersama Hyo Sim semalaman.

Aku saja yang pergi. Tetaplah di rumah dan beristirahat.

Kubilang aku akan pergi.

Ayah. Benarkah itu?

Apa Bibi benar-benar mendonorkan levernya?

- Entahlah. - Sayang.

Kak Ru Bi. Lalu apa yang terjadi kepada Bibi?

Ibu. Bukankah kita harus berkunjung?

Ibu rasa begitu.

Anak ibu yang malang.

Astaga.

Anak ibu.

Malangnya kamu.

Astaga.

Apa yang harus ibu lakukan denganmu?

Kasihan sekali.

Nomor yang Anda tuju tidak aktif.

Silakan tinggalkan pesan setelah nada berikut.

Anda akan dikenai biaya.

"Manajer Utama Kang Tae Ho"

Hyo Sim, apa yang terjadi?

Kenapa aku tidak bisa menghubungimu?

Kamu di kampung halaman ayahmu?

Kapan kamu akan kembali?

Telepon aku.

Pesan direkam.

Kapan Manajer Lee mengajukan cuti?

- Dia? - Benar.

Dia memasukkannya kemarin pagi.

Kamu tahu kenapa?

Dia bilang ada urusan keluarga.

Benarkah?

Terima kasih.

Apa Kakak tidak punya tulang belakang?

Bicaralah dengan baik.

Kenapa Kakak mengantarku

saat aku mengunjungi ibuku?

Sebaliknya, kenapa Kakak bersikeras mengantarku

saat kubilang tidak mau berkunjung?

Lagi pula, dia ibumu.

Apa arti dia bagi Kakak?

Aku tahu ini kejam untuk ditanyakan.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left