The first 200 lines.
"Episode 119"
Kamu berdoa di kuil ini?
Ya.
Tempat ini tampak familier.
Benar juga. Ayahnya Ji Seok.
Ibu.
Di mana Go Ya?
Di mana dia?
Benar juga.
Ada urusan mendesak di kantornya hari ini.
Itu sebabnya dia tidak bisa ikut.
Begitukah?
Aku permisi.
Ibu sehat?
Ya.
Bu Woo...
Dia pasti berpikir ada yang aneh
karena melihat kita tidak bersama Go Ya.
Aku sudah berbohong dan bilang Go Ya ada urusan di kantor,
tapi aku merasa bersalah.
Lantas kenapa kamu berbohong?
Seharusnya kamu bilang saja dia sudah pergi.
Tapi tetap saja, Ibu.
Ibu merasa bersalah karena tidak mempertahankannya,
tapi sebenarnya,
dialah yang paling kejam kepada Go Ya.
Ibu paham dia marah
karena Go Ya menikah dengan keluarga musuhnya.
Tapi tetap saja. Bisa-bisanya dia mengusir Go Ya
usai 30 tahun bersama hanya karena Go Ya bukan putri kandungnya.
Cukup, Sa Ra.
Sejujurnya, aku ingin bicara dengannya
dan bilang ini semua salahnya
karena dia begitu dingin kepada Go Ya
sampai Go Ya memutuskan untuk meninggalkan keluarganya.
Tapi aku menahan diri karena Ibu juga di sana.
Syukurlah Ibu menahan diri.
Ji Seok melarang
membuatnya merasa bersalah soal ini.
Astaga.
Omong-omong, kenapa Jae Woong bersama Bu Woo?
Mereka berteman.
Apa?
Kakak bertemu dengan mereka di kuil?
Keluarganya Ji Seok?
Ya. Keluarganya ke sana karena peringatan kematian
ayahnya Ji Seok.
- Pasti ada Go Ya juga. - Tidak.
Dia tidak bisa ikut karena ada urusan mendesak di kantor.
Apa? Tapi itu hari untuk mengenang ayah mertuanya
bersama seluruh keluarganya. Mana mungkin dia tidak ikut?
Karena itulah.
Biasanya dia tidak akan seperti itu.
Urusan apa yang begitu mendesak di kantor?
Ibu, orang yang selama ini memberi Go Woon dana bantuan
mengirimkan uang lagi bulan ini
melalui yayasan amal.
- Sungguh? - Entah dia siapa,
tapi aku sangat bersyukur.
Benar sekali. Sudah setahun dia mengirim uang.
Dia bahkan tidak mau mengatakan identitasnya.
Pemburu memutuskan untuk mengabaikan Ratu
dan membawa Putri Salju ke hutan, lalu melepaskannya.
Dia menyuruh Putri Salju kabur ke tempat jauh.
Si Pemburu itu keren, bukan?
Kenapa?
Karena dia menyelamatkan Putri Salju meski mengorbankan nyawanya.
Saat masih muda,
aku selalu menganggap pangeran dalam "Putri Salju" paling keren.
Tapi setelah makin dewasa, aku mulai berpikir
bahwa si Pemburu yang paling keren, bukan pangeran.
Hanya dia yang mengorbankan nyawanya
demi Putri Salju dalam cerita itu.
Kurasa aku sedikit memahami perasaan si Pemburu.
Si Pemburu pasti sangat mencintai Putri Salju.
Seperti aku yang begitu mencintaimu.
Bagaimana dengan yang ini?
Kamu berdoa di kuil ini?
Putri Anda mirip sekali dengan Anda.
- Ibu, ayo beli ini. - Baiklah.
Putri Anda mirip sekali dengan Anda.
- Dia bukan... - Benar, bukan?
Kami sering mendengarnya.
- Ini enak. - Ya.
- Mau beli ini? - Ya.
Dasar jahat.
Kenapa tidak bisa menghubungiku dan mengabari kamu baik-baik saja?
Baiklah.
Tidak apa-apa. Tidak akan jatuh.
- Ini. - Baiklah.
Tidak mungkin.
Paman Layang-layang, cinta itu apa?
Kenapa?
Kamu tiba-tiba membicarakan cinta. Kamu punya pacar?
Bukan aku. Ibuku.
Ibumu?
Aku belum pernah melihat Ibu tersenyum di hadapan seorang pria.
Apa aku benar?
Selamat datang...
Beraninya kamu datang!
Tidak, aku ke sini ingin memberikan uang untuk Go Woon.
- Letakkan saja, lalu pergilah. - Baik.
Apa kamu mengencani Dokter Han?
Apa?
Kurasa kamu sudah lama tidak dihajar.
- Kamu mau dipukul lagi? - Tidak.
Aku akan pergi.
Tunggu.
- Apa? - Apa kamu
bicara dengan Go Ya belakangan ini?
Tidak, kenapa?
Kamu mengusirnya seperti tidak sudi menemuinya lagi.
Kini kamu ingin tahu keadaannya?
Aku bukan ingin tahu.
Kamu ingin aku mencari tahu
- keadaannya? - Lupakan saja.
Aku benci sekali setiap melihatmu datang
mengantarkan uang untuk Go Woon.
Bayangkan betapa kesalnya dia.
Astaga, jaga ucapanmu. Ada apa denganmu?
Banyak yang bertanya apa usiaku masih 50-an.
Banyak wanita mengantre ingin berkencan denganku.
Astaga, begitukah?
Kalau begitu, bersenang-senanglah dengan wanita-wanita itu.
Mereka pasti gila.
Apa yang mereka lihat dari pria berwajah seperti cumi-cumi?
Keluar dari sini!
Aku akan pergi.
Dia menyebutku apa? Cumi-cumi?
Seleranya menjadi buruk
sejak dia menghabiskan waktu bersama Dokter Han.
Cumi-cumi?
Go Ya tidak akan melewatkan
peringatan kematian ayah mertuanya.
"Anak-anak yang menyukai matahari"
"Anak-anak yang menyanyikan tentang bintang"
"Kini matahari telah terbenam"
"Mari bernyanyi bersama"
"Berlutut di samping bantal"
"Shanghai, Shanghai, Shanghai"
"Aku raja di kotaku"
"Menarikan tarian twist"
Ayo, Go Woon!
"Semua yang kusayangi"
"Lakukan tarian doggy"
"Aku tidak akan melupakan lika-liku asmara"
Bagus, Go Woon.
"Aku tidak akan melupakan lika-liku asmara"
Bagus.
Apa yang kamu genggam?
Go Woon.
Ibu akan melihatnya dari kejauhan.
Hampir lupa. Aku ingin mengumumkan sesuatu.
Aku akan berhenti minum obat mulai pekan depan.
- Sungguh? - Selamat.
Kakak senang kamu membaik.
Go Ya pasti akan sangat senang
melihatmu membaik.
Tidak.
Dia bahkan tidak menghubungi sekali pun.
Dia pasti sudah sepenuhnya melupakan kita.
Ibu.
Masa bodoh. Ibu juga sakit hati.
Teganya dia sama sekali tidak menghubungi kita.
Dia sungguh tidak berperasaan.
Ibu mengambil blusku dari...
- Ibu tidak di rumah. - Sungguh?
Kak Yang Sook, aku butuh pasta kedelai.
Bibi, Ibu sedang tidak di rumah.
Apa?
Dia ke mana sepagi ini?
Semoga hari kalian menyenangkan.
Sampai jumpa.
Hati-hati dengan mobil.
- Baik, sampai jumpa. - Sampai jumpa.
- Masuklah. - Sampai jumpa.
- Aku akan mengantar Kakak. - Kakak bisa naik bus.
Empat juta pohon ditebang setiap tahunnya.
Sebaiknya kamu menjual mobilmu.
Ada apa?
Kenapa aku tidak melihat Go Ya?
Pasti ada sesuatu.
Go Bong.
Astaga, ini memalukan.
Pak Min.
Aku mau turun!
Permisi.
Memalukan sekali.
Aku mempermalukan diriku.
Kenapa kami bisa berpapasan seperti itu lagi?
Kalungku.
Apa ini?
Ini cincin pasangan.
"Rumah Sakit Hanguk"
Kamu sudah jauh membaik.
Kita bisa segera menghentikan pengobatannya.
Semua berkat Paman.
Omong-omong, kenapa Paman ke kuil bersama ibu mertuaku?
Dia ingin berdoa di kuil,
jadi, paman mengantarnya.
No comments yet. Be the first to leave one.