The first 168 lines.
sudah agak lama kusadari betapa lemahnya diriku
yowai jibun nante tokku ni jikaku shiten da yo
ku tak ingin terlalu akrab dengan seseorang seperti itu
sonna mon ni nareaitakunai ne
walau kuputuskan benang kegalauan dunia yang tak ada baiknya ini
tatoeba zokuseken dame da to nageku doukasen
itu takkan nyalakan api di bawahku
jibun ni hi ga tsukanu you ni
kita berpegangan tangan selama ribuan tahun
iku sennen mo te wo toriatte teitaraku wo
urusan menyedihkan ini terkuak dan kita mendarat di tempat berbeda
sarashiatte zureta chakuchi ten
walau ku harusnya bisa tertawa dan melihatnya
waratte mieta tsumori na no ni
jarak jauhnya tampak begitu jauhnya
toonoku kyori ha So Far
walau bukan karena ku kesepian
sabishii wake ja nai no ni
walau ku terus mengejarnya
oikakeru no ni
bawalah cintaku, terus coba ambil cintaku dan buatku menggila
boku no ai wo kurae Love wo kuratte miro Drive Me Crazy
kau pasti tahu cita-cita seseorang
dareka no risou wo hoshitten darou nee
ku tak ingin lakukan hal seperti biarkan kesensitifan kedewasaanku
kansei no seijuku nante shitaku ha nain da
kau mengerti, 'kan?
wakaru deshou
inilah simpati sederhana, yang lenyap di depan mata
tanjun Sympathy kieta me no mae no
lebih menggelora dari
keshiki ha aseta
warna yang memudar
iro yori koi
ZainuddinAri
mempersembahkan
Aku ini siapa?
Aku ini siapa?
Aku ini...
Aku ini...
Kau adalah kelemahanku.
Aku berusaha untuk satukan mereka, dengan terus menang.
Mereka yang tak tergantikan bagiku.
Dosa yang kita perbuat, takkan pernah hilang selamanya.
Kalau memang harus kalah, apa boleh buat. Tapi...
Rasanya tak bisa kubiarkan itu terjadi.
Bukankah sudah jelas jawabannya?
Rupanya Itu Dirimu, Ya?
Quarter 74
Rakuzan
Seirin
Kau minta tetap diturunkan, Akashi?
Barusan kau sudah tak bisa apa-apa lagi, 'kan?
Asal jangan kenapa-kenapa, ya!
Ya. Sikapku tadi sangat memalukan.
Aku benar-benar sesali perbuatanku.
Maafkan aku.
Mustahil. Sei minta maaf?
Aku ingin pinjam kekuatan kalian lagi. Demi kalahkan Seirin!
Rakuzan
Seirin
Defense! Defense! Defense!
Ayo kita hentikan mereka!
Ya!
Ayo, Kagami.
Ya.
Apa ini? Rasanya dia berbeda dengan Akashi yang selama ini.
Dia datang! Konsentrasi!
Kalau tak kerahkan semua indraku, aku tak bakalan bisa menang!
Sudah lama ya,
Kuroko.
Shoot yang indah. Bagus sekali, Mibuchi.
Mustahil. Sei memujiku?
Selain itu, pass yang tadi... Lokasi, pemilihan waktu...
Bahkan sudut jahitan bolanya saat kuterima juga sempurna.
Ini pertama kalinya aku terima operan yang begitu nyaman di tengah pertandingan.
Ada apa ini? Aku jadi bersemangat!
Wah. Dari pass barusan itu saja aku sudah tahu.
Itu adalah pass yang dulu selalu kita terima.
Itu artinya...
Akashi sudah kembali ke dirinya yang dulu.
Apa? Yang benar?
Karena kepribadian Akashi yang sebenarnya sudah kembali,
tak salah lagi, mereka akan jadi lebih tangguh dari sebelumnya.
Artinya, pertandingan yang sebenarnya baru akan dimulai, ya. Pas banget!
Celaka! Pass macam apa itu? Ditambah lagi, lokasinya...
Ini adalah tempat yang paling kukuasai!
Kecepatan dan jeda ini... Celaka, gerakan Hayama benar-benar sempurna!
Masuk!
Ini pembalasan!
Setelah time out, Akashi jadi berubah total.
Aliran permainan Rakuzan sepertinya sudah kembali, tapi kami juga cetak angka.
Tapi, rasanya ada yang tak beres. Firasat buruk apa ini?
Aneh. Apa artinya ini? Dia memang luar biasa.
Tapi kalau hanya segini, rasanya kemampuannya sangat jauh di bawah anggota Kiseki no Sedai lainnya.
Dari tadi bulu kudukku merinding. Apa hanya perasaanku saja?
Tapi, kok rasanya Si Akashi lebih biasa dari yang kukira, ya?
Biasa? Mananya? Di mata pemain selevelnya, dia itu terlihat seperti monster.
Pass kecepatan tinggi tanpa gerakan percuma. Kemampuan untuk lakukan dribble tanpa harus lihat.
Ditambah mata yang bisa pandang seisi lapangan!
Sekilas, Akashi terlihat hanya bantu rekannya. Tapi, sebenarnya bukan itu saja.
Gerakan para pemain yang terima pass dari Akashi, jadi semakin membaik.
Pass yang sempurna, akan hasilkan irama yang sempurna.
Akashi gunakan Emperor Eye, untuk prediksi kawan maupun lawan.
Kini dia bisa lakukan operan-operan yang biasanya mustahil dilakukan,
sehingga dia mampu keluarkan seluruh potensi yang dimiliki oleh rekan-rekannya.
Wah.
Zone?
Bukan. Ini baru awalnya!
Kalian tak perlu cemas.
Jangan khawatir, hal yang kalian bayangkan takkan terjadi.
Meskipun memasuki Zone, tapi kondisiku takkan berubah lebih jauh dari sekarang.
Aku sudah takkan lagi berubah secara drastis.
Hanya saja, beda halnya dengan keempat pemain lainnya.
Mustahil.
Mereka berlima masuki Zone!
Mustahil. Bukankah Zone hanya bisa dimasuki pemain selevel Kagami dan Kiseki no Sedai,
hanya untuk pemain dengan bakat tak terukur?
Itu bukanlah Zone yang sempurna.
Berkat kemampuan Akashi, kini kemampuan mereka ditarik keluar hingga dekati kondisi Zone.
Tapi, hal ini bisa terjadi, karena mereka juga adalah para Raja Tak Bermahkota.
Kalau begini, bagaimana mengatasinya?
Sudah pasti tak ada lagi yang bisa kalian lakukan.
Aku saja sampai merasa kasihan pada Seirin, mengerikan sekali.
Tekanan ini... Gawat. Jangankan lakukan shoot biasa, apalagi coba lakukan Barrier Jumper!
Izuki!
Celaka.
Gawat! Mundur!
Kecepatan ini...
Takkan kubiarkan!
Kalau begitu, bagaimana dengan ini?
Lightning Dribble, Level 5!
Sial! Sudah kuduga levelnya memang beda jauh!
Ha? Kau yakin mau kuoper ke situ? Kalau sampai direbut, bukan salahku, ya.
Tapi, kalau kau yang sekarang bilang begitu, pasti tak apa-apa, 'kan?
Apa? Nebuya lakukan alley-oop?
Masih belum!
Kagami!
Tidak.
Di situ sudah bukan wilayahmu lagi, Kagami.
Apa?
Tak sampai?
Mustahil.
Tak mungkin. Ini benar-benar gawat.
Ditambah lagi, ini sudah batasnya.
Batas dari stamina Kagami!
Napasku sesak.
Tangan dan kakiku rasanya berat, seperti bukan milikku sendiri.
Pikiranku buram, aku nyaris tak bisa pahami situasi lapangan.
Sial. Ini gawat. Staminaku benar-benar habis sekarang!
Celaka. Dia keluar dari Zone. Kagami benar-benar sudah kelelahan.
Tanpa Kagami, kami takkan bisa menang! Sisa time out kami juga sudah habis.
Apa tak ada yang bisa kami lakukan?
Sial. Masih belum!
Posturmu jadi memburuk! Kaukira akan kubiarkan kau melempar?
Percuma. Aku tak bisa rebut posisinya.
Akhirnya lututmu menjerit kesakitan, ya? Tapi, aku tak bakalan mau mengalah.
Karena ini adalah pertandingan!
Pas sekali! Akan kubalas kau, untuk yang tadi itu!
Lihat, lihat, lihat! Baca gerakan Hayama!
Aku tak perlu hentikannya! Setidaknya, dengan foul aku bisa hentikan alirannya!
Dengan begitu, mereka harus mulai serangan dari awal, dan beri Kagami waktu untuk beristirahat!
Apa?
Ini... Emperor Eye tiruan.
Kuroko!
Pushing! Hitam, nomor punggung 11!
Wah, nyaris!
Tidak. Bukankah ini malah bahaya?
No comments yet. Be the first to leave one.