Release info

74 Rupanya Itu Dirimu, Ya
A Commentary by Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tags

other
Published on: 2015-07-13
Downloads: 25
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 168 lines.

sudah agak lama kusadari betapa lemahnya diriku

yowai jibun nante tokku ni jikaku shiten da yo

ku tak ingin terlalu akrab dengan seseorang seperti itu

sonna mon ni nareaitakunai ne

walau kuputuskan benang kegalauan dunia yang tak ada baiknya ini

tatoeba zokuseken dame da to nageku doukasen

itu takkan nyalakan api di bawahku

jibun ni hi ga tsukanu you ni

kita berpegangan tangan selama ribuan tahun

iku sennen mo te wo toriatte teitaraku wo

urusan menyedihkan ini terkuak dan kita mendarat di tempat berbeda

sarashiatte zureta chakuchi ten

walau ku harusnya bisa tertawa dan melihatnya

waratte mieta tsumori na no ni

jarak jauhnya tampak begitu jauhnya

toonoku kyori ha So Far

walau bukan karena ku kesepian

sabishii wake ja nai no ni

walau ku terus mengejarnya

oikakeru no ni

bawalah cintaku, terus coba ambil cintaku dan buatku menggila

boku no ai wo kurae Love wo kuratte miro Drive Me Crazy

kau pasti tahu cita-cita seseorang

dareka no risou wo hoshitten darou nee

ku tak ingin lakukan hal seperti biarkan kesensitifan kedewasaanku

kansei no seijuku nante shitaku ha nain da

kau mengerti, 'kan?

wakaru deshou

inilah simpati sederhana, yang lenyap di depan mata

tanjun Sympathy kieta me no mae no

lebih menggelora dari

keshiki ha aseta

warna yang memudar

iro yori koi

ZainuddinAri

mempersembahkan

Aku ini siapa?

Aku ini siapa?

Aku ini...

Aku ini...

Kau adalah kelemahanku.

Aku berusaha untuk satukan mereka, dengan terus menang.

Mereka yang tak tergantikan bagiku.

Dosa yang kita perbuat, takkan pernah hilang selamanya.

Kalau memang harus kalah, apa boleh buat. Tapi...

Rasanya tak bisa kubiarkan itu terjadi.

Bukankah sudah jelas jawabannya?

Rupanya Itu Dirimu, Ya?

Quarter 74

Rakuzan

Seirin

Kau minta tetap diturunkan, Akashi?

Barusan kau sudah tak bisa apa-apa lagi, 'kan?

Asal jangan kenapa-kenapa, ya!

Ya. Sikapku tadi sangat memalukan.

Aku benar-benar sesali perbuatanku.

Maafkan aku.

Mustahil. Sei minta maaf?

Aku ingin pinjam kekuatan kalian lagi. Demi kalahkan Seirin!

Rakuzan

Seirin

Defense! Defense! Defense!

Ayo kita hentikan mereka!

Ya!

Ayo, Kagami.

Ya.

Apa ini? Rasanya dia berbeda dengan Akashi yang selama ini.

Dia datang! Konsentrasi!

Kalau tak kerahkan semua indraku, aku tak bakalan bisa menang!

Sudah lama ya,

Kuroko.

Shoot yang indah. Bagus sekali, Mibuchi.

Mustahil. Sei memujiku?

Selain itu, pass yang tadi... Lokasi, pemilihan waktu...

Bahkan sudut jahitan bolanya saat kuterima juga sempurna.

Ini pertama kalinya aku terima operan yang begitu nyaman di tengah pertandingan.

Ada apa ini? Aku jadi bersemangat!

Wah. Dari pass barusan itu saja aku sudah tahu.

Itu adalah pass yang dulu selalu kita terima.

Itu artinya...

Akashi sudah kembali ke dirinya yang dulu.

Apa? Yang benar?

Karena kepribadian Akashi yang sebenarnya sudah kembali,

tak salah lagi, mereka akan jadi lebih tangguh dari sebelumnya.

Artinya, pertandingan yang sebenarnya baru akan dimulai, ya. Pas banget!

Celaka! Pass macam apa itu? Ditambah lagi, lokasinya...

Ini adalah tempat yang paling kukuasai!

Kecepatan dan jeda ini... Celaka, gerakan Hayama benar-benar sempurna!

Masuk!

Ini pembalasan!

Setelah time out, Akashi jadi berubah total.

Aliran permainan Rakuzan sepertinya sudah kembali, tapi kami juga cetak angka.

Tapi, rasanya ada yang tak beres. Firasat buruk apa ini?

Aneh. Apa artinya ini? Dia memang luar biasa.

Tapi kalau hanya segini, rasanya kemampuannya sangat jauh di bawah anggota Kiseki no Sedai lainnya.

Dari tadi bulu kudukku merinding. Apa hanya perasaanku saja?

Tapi, kok rasanya Si Akashi lebih biasa dari yang kukira, ya?

Biasa? Mananya? Di mata pemain selevelnya, dia itu terlihat seperti monster.

Pass kecepatan tinggi tanpa gerakan percuma. Kemampuan untuk lakukan dribble tanpa harus lihat.

Ditambah mata yang bisa pandang seisi lapangan!

Sekilas, Akashi terlihat hanya bantu rekannya. Tapi, sebenarnya bukan itu saja.

Gerakan para pemain yang terima pass dari Akashi, jadi semakin membaik.

Pass yang sempurna, akan hasilkan irama yang sempurna.

Akashi gunakan Emperor Eye, untuk prediksi kawan maupun lawan.

Kini dia bisa lakukan operan-operan yang biasanya mustahil dilakukan,

sehingga dia mampu keluarkan seluruh potensi yang dimiliki oleh rekan-rekannya.

Wah.

Zone?

Bukan. Ini baru awalnya!

Kalian tak perlu cemas.

Jangan khawatir, hal yang kalian bayangkan takkan terjadi.

Meskipun memasuki Zone, tapi kondisiku takkan berubah lebih jauh dari sekarang.

Aku sudah takkan lagi berubah secara drastis.

Hanya saja, beda halnya dengan keempat pemain lainnya.

Mustahil.

Mereka berlima masuki Zone!

Mustahil. Bukankah Zone hanya bisa dimasuki pemain selevel Kagami dan Kiseki no Sedai,

hanya untuk pemain dengan bakat tak terukur?

Itu bukanlah Zone yang sempurna.

Berkat kemampuan Akashi, kini kemampuan mereka ditarik keluar hingga dekati kondisi Zone.

Tapi, hal ini bisa terjadi, karena mereka juga adalah para Raja Tak Bermahkota.

Kalau begini, bagaimana mengatasinya?

Sudah pasti tak ada lagi yang bisa kalian lakukan.

Aku saja sampai merasa kasihan pada Seirin, mengerikan sekali.

Tekanan ini... Gawat. Jangankan lakukan shoot biasa, apalagi coba lakukan Barrier Jumper!

Izuki!

Celaka.

Gawat! Mundur!

Kecepatan ini...

Takkan kubiarkan!

Kalau begitu, bagaimana dengan ini?

Lightning Dribble, Level 5!

Sial! Sudah kuduga levelnya memang beda jauh!

Ha? Kau yakin mau kuoper ke situ? Kalau sampai direbut, bukan salahku, ya.

Tapi, kalau kau yang sekarang bilang begitu, pasti tak apa-apa, 'kan?

Apa? Nebuya lakukan alley-oop?

Masih belum!

Kagami!

Tidak.

Di situ sudah bukan wilayahmu lagi, Kagami.

Apa?

Tak sampai?

Mustahil.

Tak mungkin. Ini benar-benar gawat.

Ditambah lagi, ini sudah batasnya.

Batas dari stamina Kagami!

Napasku sesak.

Tangan dan kakiku rasanya berat, seperti bukan milikku sendiri.

Pikiranku buram, aku nyaris tak bisa pahami situasi lapangan.

Sial. Ini gawat. Staminaku benar-benar habis sekarang!

Celaka. Dia keluar dari Zone. Kagami benar-benar sudah kelelahan.

Tanpa Kagami, kami takkan bisa menang! Sisa time out kami juga sudah habis.

Apa tak ada yang bisa kami lakukan?

Sial. Masih belum!

Posturmu jadi memburuk! Kaukira akan kubiarkan kau melempar?

Percuma. Aku tak bisa rebut posisinya.

Akhirnya lututmu menjerit kesakitan, ya? Tapi, aku tak bakalan mau mengalah.

Karena ini adalah pertandingan!

Pas sekali! Akan kubalas kau, untuk yang tadi itu!

Lihat, lihat, lihat! Baca gerakan Hayama!

Aku tak perlu hentikannya! Setidaknya, dengan foul aku bisa hentikan alirannya!

Dengan begitu, mereka harus mulai serangan dari awal, dan beri Kagami waktu untuk beristirahat!

Apa?

Ini... Emperor Eye tiruan.

Kuroko!

Pushing! Hitam, nomor punggung 11!

Wah, nyaris!

Tidak. Bukankah ini malah bahaya?

More Indonesian subtitles for Kuroko's Basketball

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left