The first 200 lines.
Kau lucu sekali.
Tadi malam saat aku berkata kepadamu,
"Besok, apa pun yang terjadi, pastikanaku bangun pukul tujuh"
maksudku adalah "Besok, apa pun yang terjadi,
pastikan aku punya pilihan untuk bangun pukul tujuh
kalau-kalau saat waktunya datang aku ingin bangun."
Dan itu tak terjadi.
Dengan demikian, kau bertanggung jawab menjadi alarm masa kini.
- Tak ada yang selamat? - Kelinci selamat
walau kepalanya sedikit putus. Kopi tanpa kafein.
- Apa maksudmu? - Kau mengganti kopiku.
Aku sibuk. Aku tak punya waktu diam-diam mengganti kopimu.
Aku punya restoran, pengirim pesanan, menggoreng.
Hentikan.
Di bawah wastafel. Pintar sekali, tapi tak cukup pintar, Bung.
Baiklah. Kau tahu? Aku menyerah.
- Sehari tanpa kopi. - Itu bukan menyerah.
- Akan kutaruh mainan di serealmu. - Jorok.
- Baiklah. Kau menang. - Terima kasih.
Sama-sama. Kau sudah bangun, sudah makan, aku pergi.
- Kita butuh korek kuping. - Media akan tahu.
- Lebih bagus dengan logat. - Referensi sudah cukup.
Kau akan mempelajarinya.
Aku akan cepat pulang. Ada lagi selain korek kuping?
Kapas, perdamaian, wajah asli Connie Chung kembali...
Sampai jumpa, orang gila.
- Dah, Sid dan Nancy. - Leopold dan Loeb.
Berubah. Rory jangan tahu.
- Tanpa kafein. - Tidak.
- Keduanya punya kepala. - Lebih banyak cinta.
- Halo? - Kau harus pulang.
- Ibu. - Kau pergi dan rumah sepi.
Dan Bill Maher dibatalkan. Nama acaranya Politically Incorrect.
Ada yang membaca judulnya? Ia seharusnya berkata begitu.
- Kau bermimpi lagi. - Ya.
- Ada dokter. - Oke, aku di tempat tidur
dan tidur. Aku memakai gaun tidur yang cantik.
Dan 30 alarm yang menyala.
Dan aku turun dari tempat tidur dan berjalan ke bawah
dan berdiri di dapur ada Luke.
- Ia telanjang? - Tidak, ia membuatkan sarapan.
- Telanjang? - Kau pergi terlalu lama.
- Maaf. Silakan. Ia membuat sarapan. - Telur, panekuk dan daging babi asap.
Ia menukar kopiku dengan yang lain. Aku langsung tahu.
- Hai, si Hidung. - Benar sekali.
Aku menemukan kopiku di bawah wastafel.
- Ia memberikan sarapan dan... - Apa?
Ia menciumku dan bicara dengan perutku.
- Kenapa begitu? - Karena aku hamil.
- Apa? - Anak kembar.
- Katakan sesuatu. - Kau akan sangat gemuk.
Analisis mimpiku saja.
Itu artinya kau diam-diam jatuh cinta dengan Luke.
Menikah dan punya anak kembar.
- Tidak. Coba lagi. - Apa maksudmu?
Kau menyuruhku menganalisis mimpimu.
Aku menolaknya. Jadi, coba lagi.
Kau tak bisa menolak analisis. Kau tak sedang membeli baju renang.
Beri aku analisis atau mimpimu tentang Taylor
punya konteks lain.
Taylor seharusnya Dean. Aku tahu dari rambutnya yang tebal.
Aku menunggu.
Mungkin kau masih kesal dengan apa yang terjadi dengan Ayah
dan kau cemburu dengan Sherry karena ia mengandung bayinya dan kau tidak.
Bu?
- Aku merindukanmu. - Aku juga.
Woodward. Bernstein Harry Thomason.
- Itu Paris? - Ya, ia bicara sambil tidur.
Argumen yang panjang. Aku senang tinggal sehari di sini.
Aku juga. Apa rencanamu besok? Atau hari ini?
Sarapan dengan anggota Kongres dan Senat.
Keren. Ambil sesuatu dari piring buah Tom Daschle untukku.
- Lihat nanti. - Sampai Jumat, Dok.
Sampai Jumat.
Jess sayang,
Aku tak punya hubungan seksual dengan wanita itu.
GILMORE GIRLS
- Tak mungkin. - Sungguh.
- Daging babgi kosher. - Sapi bukan babi.
Aku Yahudi sekali.
- Sookie, di mana... - Jackson, tunggu. Lorelai di sini.
Jackson, aku di dapur. Aku makan daging babi asap, jangan...
- Hentikan. Aku berpakaian. - Bagaimana aku tahu kau belum mandi
air panas mati dan kau turun dengan handuk kecil?
- Itu hanya terjadi sekali. - Sekali sudah cukup.
Aku punya contoh cat yang kita bicarakan.
- Kau mau lihat? - Tidak.
Hanya sebentar. Aku sudah memilih beberapa warna.
- Mengecat apa? - Tidak.
- Rumah. - Seluruhnya?
- Tidak. - Hanya dalam.
Itu usaha yang besar.
Tidak juga karena kami takkan mengerjakannya.
- Tapi menyenangkan. - Rory dan aku bisa membantu.
Bila kau mau datang tiap hari, kau harus mendengarkan kami.
Kenapa kau tak mengecat bagian dalam rumah?
Ini rumahku dan kini rumah kita. Aku ingin merasa seperti rumah kita.
- Aku sudah senang. - Bagaimana bisa?
- Ada bunga di mana-mana. - Aku suka bunga. Aku suka tanaman.
- Kordennya berumbai. - Aku suka rumbai.
- Kenapa tidak? - Karena aku sangat gay.
- Jackson... - Judy, Vicente harus bekerja.
Sampai nanti. Katakan, ini sudah oke.
- Aku suka seperti ini. - Akan kucoba.
Aku hanya punya waktu sebentar. Ada bacon lagi?
Aku sudah. Bagaimana mahogany untuk kamar tamu
lalu midnight blue untuk koridor dan kamar tidur?
Jackson bilang, ia sudah puas. Kupikir, ini tak masalah baginya.
Sekarang mungkin tidak, tapi akan menjadi masalah nanti.
Lalu ia akan membenci tempat ini dan kemudian aku.
Aku ingin mengindarinya.
Aku bisa. Aku harus menatanya.
- Bantu aku memilih. - Oke.
- Aku tak bisa, nanti saja. - Oke.
Terima kasih sarapannya. Aku menyayangimu dan daging babinya.
Daging babi maskulin. Kenapa kau tak pasang bungkusan daging babi di dinding?
Baunya seperti diberhati Rabbi. Itu baru rumah maskulin.
Sampai jumpa.
Bila kau masih ingin mengecat, kau seperti wanita
Lihat bannernya. Jangan terlalu banyak merah di dekat pohon.
Pelan-pelan.
- Taylor, bagaimana kakimu? - Baik.
Belum tahu siapa yang menaruh kulit pisang?
Tidak, tapi ada daftar tersangkat.
- Untuk apa ini? - Ini untuk perayaan tahunan pertama.
"Stars Hollow End of Summer Madness Festival."
Kau akhirnya sibuk hingga September, ya?
Ini akan menarik. Aku akan total.
Kau akan terkesan.
- Benarkah? Aku? - Ya, benar, Mini Me.
Aku tak menulis kata "madness" tanpa alasan.
Tempat ini akan gila, liar. Makanan, permainan.
Akan ada band datang dari New York.
- New York? Itu gila. - Lihat spanduk yang kupesan.
Itu akan membuat spanduk lain akan merasa malu.
- Taylor, kau bersemangat. - Aku suka spanduk ini.
- Aku ingin melihatnya. - Datang hari Jumat. Permisi, Nona.
Nona. Aku bicara denganmu.
Wanita pirang dengan pita, pelan-pelan.
Aku memakai kursi roda. Aku tak bisa mengejarmu.
MAKAN SIANG PEMIMPIN MUDA
Senator Boxer, sebagai pemimpin demokrasi, aku bertanya,
apakah bagus Menteri Keuangan pergi dengan Bono?
Aku tahu, ia santo. Ia akan menyelamatkan dunia.
Tapi, ia tak pernah membuka kacamata hitamnya.
Kita harus menjaga citra, 'kan?
Kita harus berpura-pura menjadi adidaya?
Kenapa bukan Carson Daly ke Timur Tengah bila Cheney ke sana?
Atau mengajak Freddie Prinze Jr. saat Colin Powell bertemu NATO.
Mari dengar kata Freddie, ya?
Hebat, Doug.
Paris, kau kenal anggota Kongres Doug Ose dari California?
Tidak? Hebat. Kalian harus bicara. Sampai jumpa.
- Barbara? - Ose, 'kan?
- Ya, benar. - Mari jalan-jalan.
- Hari terakhir di sini. - Ya.
Apa pendapatmu tentang ibu kota kita?
Aku melihat kursi Archie Bunker di museum
Itu keren.
Kadang prioritas negara ini benar.
- Di mana Paris? - Entahlah.
Terakhir aku melihatnya,
ia mengganggu para wakil rakyat.
- Ia tangguh, ya? - Ia lebih dari itu.
Politisi menarik selalu ingin ke toilet.
- Hei, Jamie. - Paris, aku ingin memberi tahu.
Aku melihat pasangan debat hari ini.
- Kita di tim yang sama. - Benarkah?
Menurutmu, orang lain yang diberi kesempatan?
- Tidak. - Aku suka. Kau tak sadar
betapa pemuda Amerika tak bermutu sampai mereka mulai bicara.
- Siapa lawan kita? - Jason Roundsevault dan Ty Fredericks.
Bagus. Jason asma dan Ty cengeng.
Kita harus bicara strategi.
- Bawa tisu yang cukup. - Bagus.
Lalu kita rayakan dengan makan malam.
- Bagaimana bila kalah? - Jangan begitu.
- Benar. - Makan?
Tentu.
- Aku datang pukul tujuh. - Oke.
Sampai nanti.
Apa? Bisa bayangkan aku dengan Jamie?
Kenapa tidak menyuruh penyuluh harga diri berbaris sekarang?
- Paris? - Apa?
Apa maksudmu, "Apa?" Ia mengajakmu berkencan.
- Tidak. - Ya.
- Kau makan malam dengan Jamie. - Itu untuk merayakan kemenangan.
Paris, bila ia mau begitu, kalian bisa minum kopi,
tapi ia mengajakmu kencan.
- Benarkah? - Ya.
- Aku setuju? - Ya.
- Aku akan berkencan? - Ya.
Astaga, aku tak percaya.
Aku diajak kencan dan melewatkannya?
- Ajakannya bagus? - Sangat bagus.
- Andai aku di sana. - Kau di sana malam ini.
Malam ini, aku akan berkencan.
Malam ini, aku berkencan dengan Jamie, anak Princenton.
Aku bisa tak memperhatikan. Astaga.
Aku tak percaya. Aku akan berkencan.
No comments yet. Be the first to leave one.